3 Kerugian Ikut Asuransi Prudential Yang Dirasakan pengguna

Edukasinewss – asuransi prudential adalah jenis asuransi yang menawarkan produk asuransi jiwa, kesehatan, penyakit kritis dan lain sebagainya yang berdiri sejak 1955. Namun ada juga pengguna yang mengalami kerugian ikut asuransi prudential.

Satu pekan terakhir ini terdapat asuransi kesehatan yang sedang ramai diperbincangkan di media sosial. Hal tersebut berkaitan dengan unit link serta produk asuransi. Ada juga beberapa hal yang dipadukan antara proteksi asuransi dengan investasi.

3 Jenis Kerugian Penggunaan Asuransi Prudential

Para pengguna atau nasabah dari asuransi prudential di Indonesia mulai mengadukan kerugian investasi yang dialaminya. Para nasabah merasa ditipu karena dana yang digunakan untuk investasi ternyata jauh dari yang dijanjikan oleh pihak jenis asuransi prudential.

Unit link yang terdapat dalam asuransi prudential adalah jenis produk yang menggabungkan asuransi dengan investasi. Para nasabah dari unit link juga mengaku tidak mendapatkan penjelasan yang rinci untuk investasinya di sebuah perusahaan asuransi prudential.

Dari beberapa nasabah yang mengalami kerugian dalam mengikuti asuransi prudential, dapat disimpulkan ada beberapa kerugian ikut asuransi prudential yang perlu diketahui sebelum melakukan investasi lebih lanjut.

1. Mendapatkan Kerugian Hingga 100% Dari Investasi Produk Asuransi Prudential

Ada beberapa nasabah atau pengguna yang mengadu jika mereka mengalami kerugian 100% dari investasi produk di asuransi prudential. Para nasabah yang membaca polis asuransi jiwa yang mana nantinya jika nasabah sudah tidak ada yang akan mengklaim asuransi tersebut ialah ahli waris.

Dalam kata lain tanda tangan yang digunakan untuk mengklaim jenis asuransi tersebut tidak jelas, sehingga kemungkinan besar nantinya akan dipermasalahkan oleh perusahaan asuransi yang terlibat.

2. Korban Mengaku Mengalami Pemalsuan Dokumen

Nasabah yang merasa ditipu oleh agen mengaku bahwa mereka mendapatkan penjelasan mengenai manfaat mengikuti asuransi prudential secara muluk-muluk dan hanya diiming-imingi uang saja.

Dimana dalam surat polis asuransi tersebut uang investasi akan kembali setelah 10 tahun lamanya. Dan ternyata terkait hal itu terdapat beberapa masalah, salah satunya ialah pemalsuan dokumen. 

Ada juga salah satu nasabah yang mengaku telah meminta pertanggung jawaban kepada perusahaan asuransi terkait masalah tersebut sejak tahun 2017 yang lalu.

3. Kesalahan Informasi Oleh Sales Prudential Yang Mengakibatkan Dana Lenyap

Terdapat nasabah yang mengaku salah mendapatkan informasi dari sales prudential yang akhirnya mengakibatkan dana lenyap. Menurut pengakuan nasabah, terdapat costumer service yang menyatakan bahwa nasabah tidak melakukan setoran untuk asuransi jiwa kesehatan.

Nasabah yang mengalami kerugian dana tidak bisa diambil kembali hanya bisa melapangkan dada. Hal tersebut juga bisa dijadikan pembelajaran bagi para nasabah lainnya agar memahami terlebih dahulu terkait asuransi yang akan dilakukan untuk mencegah resiko tidak diinginkan.

Kerugian ikut asuransi prudential yang dijelaskan para nasabah diatas juga bisa dijadikan pengalaman atau pembelajaran untuk lebih berhati-hati lagi dalam melakukan investasi dengan suatu perusahaan investasi.

Penjelasan tersebut berisi manfaat polis asuransi serta nasabah yang mengalami kerugian juga sudah melakukan pertemuan dengan otoritas jasa keuangan atau OJK. Perusahaan juga menekankan bahwa seluruh asuransi yang dipasarkan sudah sesuai dengan ketentuan OJK.

Terkait hal tersebut perusahaan investasi prudential juga ikut buka suara untuk menangani masalah yang terjadi. Perusahaan investasi prudential menjelaskan bahwa nasabah yang mengalami kerugian ikut asuransi prudential telah mendapatkan penjelasan langsung baik secara lisan maupun tertulis.

Leave a Comment