Apa Kondhange Gunung Gamping Ambarketawang

administrator

0 Comment

Link

Apa Kondhange Gunung Gamping Ambarketawang – Merupakan tempat bersejarah yang berkaitan dengan pembangunan Keraton Yogyakarta. Di tempat tersebut juga terdapat tradisi Bekak sebagai pengingat peristiwa masa lalu yang berkaitan dengan Gunung Gamping. Konon pementasan yang dilakukan pada hari Jumat ketiga bulan Spar penanggalan Jawa ini tidak terlepas dari kisah seorang abdi Pangeran Mangkubumi (Sri Sultan Hemengkubuwo I) yang dikenal dengan nama Ki Wirosuto.

Ketika pembangunan Gereja Yogyakarta dimulai, pelatarannya terletak di Guest House Amberketwang, namun Ki Wirosuto memilih tinggal di gua Gunung Gamping. Karena suka tinggal di pegunungan, Ki Wirosuto mendapat pekerjaan menjaga Bukid Gamping di Amberketwang.

Apa Kondhange Gunung Gamping Ambarketawang

Suatu hari terjadi gempa bumi di Gunung Gamping. Ki Wirosuto hilang ditelan longsoran salju, namun pencarian tidak menemukan jasadnya.

Seseratan: Gunung Gamping Ambarketawang

“Menurut cerita, jenazahnya menghilang dan masyarakat saat itu percaya bahwa arwah Wirosuto masih bersemayam di Gunung Gaping karena dikenal sebagai orang perkasa,” kata Suparyanto, Gaping Kidul, Amberketwang, di Gaping, kata tokoh masyarakat tersebut. , salmon ke okzon.

Masyarakat sekitar yang dulunya bertugas mengambil kapur di Gunung Gamping, selalu mengalami kecelakaan. Beberapa orang belum meninggal akibat gempa karena kapur.

“Menurut cerita, danyang (pelayan) Gunung Gamping setiap tahunnya ingin mengorbankan dua orang pengantin. Jika tidak, masyarakat akan semakin menderita,” kata pria tersebut. Marga Bekak

Permohonan pengorbanan kedua pasangan tersebut jelas meresahkan masyarakat saat itu hingga sampai ke telinga Raja Keraton Yogyakarta.

“Saat itu Pangeran Mangkubumi berbincang dengan Bekak. Sepasang pengantin untuk acara suci di Gunung Umberketwang dan sepasang pengantin di Gunung Keliling,” kata instruktur STTNAS asal Yogyakarta itu.

BACA JUGA  Mungkinkah Suatu Bahan Bakar Mempunyai Angka Oktan 110 Jelaskan

Setelah mempersembahkan Bekak, masyarakat tidak lagi menderita selama tinggal di Gunung Gaping. Hingga saat ini, penduduk setempat masih melakukan ritual tersebut meskipun tujuan utamanya bukan untuk mengusir kejahatan.

Suami Sutandiah Ekawati ini membenarkan, tujuan upacara Bekak saat ini adalah untuk melestarikan budaya yang ada. Kapal sedang dalam perjalanan ke pelabuhan Bekak, dan diperkirakan tiba pada 20 Februari 02:00.

Sebelum pemakaman adik sepupu pasangan tersebut, masyarakat akan mengadakan pertemuan di desa Amberketwang. Dalam karnaval tersebut juga diarak roh jahat bernama Gendruwo dan Wewe. Kedua sosok tersebut digambarkan sebagai roh penjaga Gunung Gaping.

Saat ditemui di tengah pembuatan bekakak, Kepala Dusun Gamping Kidul, Bambang Kahyono mengatakan, ada empat prajurit bekakak yang akan mengiringi proses kirab tersebut. Setiap regu terdiri dari sekitar 60 hingga 80 orang.

Rumah dijual di ambarketawang gamping, ambarketawang gamping, perumahan ambarketawang gamping

Tags:

Share:

Related Post

Leave a Comment