Apa Yang Dimaksud Dengan Pekojan

syarief

0 Comment

Link

Apa Yang Dimaksud Dengan Pekojan – Jakarta Batavia, pada abad ke-18 dan ke-19, menjadi tempat migrasi terbesar orang-orang asal Arab dari Hadramaut, sebuah lembah di Yaman selatan. Menurut guru besar dan peneliti Departemen Antropologi Universitas Indonesia, Prof Dr Yasmine Zaki Shahab dari Belanda memisahkan masyarakat berdasarkan suku dan suku tertentu membentuk kelompok.

Tak terkecuali bagi keturunan Arab yang banyak menempati wilayah nusantara. Salah satunya adalah kampung Arab di Pekojan, Jakarta Barat.

Apa Yang Dimaksud Dengan Pekojan

“Pada masa penjajahan, Belanda memisahkan masyarakat terpencil menurut kelompoknya (sukunya) sehingga tidak berinteraksi. Misalnya orang Ambon, Bali, termasuk Tionghoa dan Arab,” kata Yasmine, Selasa Maret 2017.

Pekojan, Bagian Sejarah Penyebaran Islam Di Betawi

Keturunan Arab sudah lama datang ke Indonesia, sejak Islam masuk ke nusantara. Ada tiga gelombang keturunan Arab di Indonesia: gelombang pertama pada abad ke-7, kedatangan Wali Songo pada abad ke-14, dan abad ke-19.

Pemerintah kolonial saat itu menetapkan Pekojan sebagai perkampungan Arab. Pekojan terletak tidak jauh dari pelabuhan Sunda Kelapa, sekitar 1,6 km.

Menurut Yasmine, dakwah yang dilakukan orang Arab, yakni dengan mengajarkan Alquran, membuka konferensi taklim di tempat mereka tinggal, merantau dari satu tempat ke tempat lain, atau mendirikan sekolah Islam. Banyak di antara murid-muridnya yang menjadi ulama besar.

(2010) menunjukkan bahwa masyarakat Jazirah Arab bermigrasi untuk mencoba peruntungan. Sebuah pepatah Arab mengatakan bahwa keturunan Arab ini pergi mencari cincin Nabi Sulaiman yang kaya raya.

Masjid Tua Dan Bersejarah

“Tujuan mereka berdagang sama dengan migrasi, umumnya untuk tujuan ekonomi sama dengan orang Minangkabau misalnya. Selama berdagang, mereka menyebarkan Islam melalui dakwah,” juru tulis Prof. Yes

Migrasi keturunan Arab dari Hadramaut, negara miskin di lembah selatan Yaman, ke nusantara dipimpin oleh keturunan sayyid atau habib. Ada perbedaan mendasar antara sahabat dan sayyid.

Demikian menurut Habib Zein bin Umar bin Smith, Ketua Komite Eksekutif Pusat Rabithah Alawiyah, dalam wawancara dengan sebuah website.

(2004). Quraish Shihab mengatakan, seseorang boleh menggunakan nama Habib asalkan ia dicintai. Karena Habib berarti “cinta” dalam bahasa Arab. Namun bagi umat Islam di Indonesia, gelar habib diberikan kepada orang-orang yang dihormati dan berbudi luhur serta menelusuri keluarganya hingga Nabi Muhammad SAW.

Rw.08 Pekojan Adakan Pembentukan Ppbc Lmk Periode 2017 2020

Dahulu Pekojan terkenal sebagai perkampungan Arab. Sebagai kota Arab terpadat di Indonesia, Pekojan juga diperuntukkan bagi masyarakat asal Arab di Semarang dan Kudus.

Van den Berg mengatakan, Pekojan berasal dari kata Khoja, istilah yang digunakan untuk menyebut orang-orang asal India yang beragama Islam asal Bengali atau Bengali-Bangladesh.

BACA JUGA  Mesin Kalor Carnot Mengambil Kalor 8000 J

Kini keturunan Arab di Pekojan mulai sulit ditemukan. Mereka berangkat dari Pekojan hingga Condet di Jakarta Timur. Masyarakat Arab Condet saat ini menggantikan masyarakat Arab yang berasal dari Pekojan pada masa penjajahan.

“Orang Arab kini menyebar ke Jakarta Timur, Kampung Melayu, Cawang, hingga orang Arab terbanyak di Condet,” kata Yasmine.

Menelusuri Jejak Islam Di

Jumlah penduduk Arab pada tahun 1859 sebanyak 4.922 jiwa. Populasi Arab meningkat menjadi 10.888 jiwa pada tahun 1885. Namun, populasi Arab terus menurun sejak tahun 1970an.

Pada tahun 1996, keturunan Arab Hadramaut mulai menetap di Condet, Jakarta Timur. Tak hanya dari Pekojan saja, mereka berasal dari berbagai daerah. Di antaranya Jawa Tengah dan Jawa Timur, Lampung, Palembang, Kalimantan, dan Sulawesi.

Kedatangan bangsa Arab di wilayah dagang nusantara ditandai dengan adanya kawasan Condet yang mempunyai tempat wewangian. Kebanyakan orang Arab memiliki bisnis seperti menjalankan toko, menjalankan perusahaan jasa, umrah dan haji, tempat makan Arab, toko dan jual beli kendaraan.

Kurangnya penduduk asli Arab di Pekojan disebabkan oleh beberapa faktor. Diantaranya adalah banjir yang sering menggenangi wilayah tersebut, konflik antar keluarga Arab lainnya, pembagian harta warisan yang menyebabkan generasi penerus harus menjual rumah warisan orang tuanya, dan lain sebagainya.

Soal Ski Kelas Ix Pas Ganjil 2020 2021 Pui

Sejauh ini, delapan keturunan Nabi tinggal di Pekojan. Ketiganya bermarga Al-Attas, Al Jufri dan Assegaf. Sedangkan orang Arab yang bukan keturunan Nabi antara lain Al Amri, Zubaidi dan Basendit.

Banyak situs peninggalan Arab di Pekojan yang masih dilestarikan, antara lain Masjid An-Nawier Jami (1760), Masjid Langgar Tinggi (1829), Mushola Ar-Raudhah (1887) dan Masjid al-Anshor (1648). Jarak antara satu gereja dengan gereja lainnya dekat.

Migrasi keturunan Arab dari kampung-kampung Arab menyebabkan beberapa rumah di Pekojan dibeli oleh keturunan Tionghoa. Orang Cina percaya bahwa desa-desa Arab mempunyai kekayaan dalam bisnis yang disebut kepala naga. Rumah-rumah di Kamboja dan Arab kini telah menjadi gudang yang dikelola oleh perusahaan Tiongkok.

Kini orang Cina dan Arab berada pada posisi yang sama karena bisnis yang mereka jalankan. Mereka menjadi satu karena bisnis. Umat ​​​​Kristen di Tiongkok juga melakukan hal yang sama, mereka berbisnis.

Pekojan, Cikal Bakal Kampong Arab Pertama Di Empang

“Ada di antara mereka yang beralih karir atau berdagang sesuai kebutuhannya saat ini, seperti berjualan dan membeli mobil atau membuka toko gerabah,” tulis budayawan Betawi Zeffry Alkatiri.

Meski jumlah penduduk Arab menurun, banyak wilayah di Jakarta yang masih dihuni oleh keturunan Arab. Misalnya Kampung Melayu di Jakarta Timur, Krukut, dan Rawa milik Jakarta Barat.

BACA JUGA  Perhatikan Firman Allah Swt Berikut

Di Jakarta Selatan, keturunan Arab berada di Pancoran, Pasar Minggu dan Jagakarsa. Kemudian di Kwitang di Jakarta Pusat dan Luar Batang di Jakarta Utara.

Berdasarkan data Rabithah Alawiyah, jumlah keturunan Arab terbanyak terdapat di Condet, Jakarta Timur, sebanyak 4.787 jiwa. Jumlah tertinggi kedua berada di Jakarta Selatan sebanyak 2.465 orang. Kemudian 1.193 orang di Pekojan, Jakarta Barat.

Jejak Kolonial: 2017

Penduduk Jakarta Pusat berjumlah 901 jiwa dan jumlah penduduk terkecil terdapat di Jakarta Utara sebanyak 348 jiwa. Jumlah penduduk Arab di Jakarta sebanyak 9.694 jiwa.

Bahkan, keturunan Arab juga berperan penting dalam pergerakan Republik Indonesia melalui Jamiat Kheir dan Partai Arab Indonesia. Sumpah tersebut diprakarsai oleh orang-orang Arab Indonesia pada sebuah kongres di Semarang pada tanggal 4–5 Oktober 1934, untuk meningkatkan kesadaran akan Indonesia sebagai tanah air mereka. (Menurut satuannya)

* Benar atau salah? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silahkan masukkan nomor verifikasi WhatsApp 0811 9787 670, masukkan saja kata kunci yang diinginkan. 16 Oktober 2017 12:27 16 Oktober 2017 12:27 Diperbarui: 16 Oktober 2017 13:06 1861

Sejarah perkembangan Islam di Batavia tidak terlepas dari apa yang kita kenal dengan sebutan “Pekojan”. Terdapat peninggalan sejarah berharga berupa masjid kuno yang masih kokoh dikalangan sebagian besar penduduk Tambora hingga saat ini.

Majelis Konsul Nu Di Batavia

Menurut Van den Berg, nama Pekojan sendiri berasal dari kata “Khoja”, istilah yang saat itu digunakan untuk menyebut penduduk asli asal India. Pada masa pemerintahan kolonial Belanda, Pekojan sendiri dikenal dengan sebutan “Kampung Arab”. . Pada abad ke-18, imigran dari Yaman Selatan terpaksa tinggal di sini terlebih dahulu. Jika mereka tidak berdomisili di Pekojan, mereka bisa pergi ke daerah yang dituju. Belanda juga menganut sistem “passen stelsel” dan “wijken stelsel”.

Masyarakat Pekojan sendiri memerlukan paspor atau surat perjalanan jika ingin melakukan perjalanan ke luar daerah. Desa Pekojan sendiri merupakan pemimpin dari sejumlah desa Arab yang kemudian berkembang di Batavia, dan kini masyarakat asli Pekojan adalah keturunan Tionghoa. .

Masjid ini terletak di Jl. Pekojan Raya, RT02/RW01, Pekojan, Tambora, Kota Jakarta Barat dibangun pada tahun 1829 Masehi. (1249 H) oleh para pedagang Yaman. Mereka tidak hanya melakukan kegiatan komersial tetapi juga menyebarkan Islam.

Masjid ini mempunyai dua lantai dan masih dalam kondisi baik serta berfungsi sebagai tempat ibadah di lantai dua, sedangkan lantai dasar digunakan untuk ibadah, rumah tinggal dan tempat usaha penjualan minyak wangi hasil pemerintahan kolonial Belanda. Dari segi arsitektur, Masjid Langgar Tinggi merupakan perpaduan antara Arab, Cina, dan Portugis. Di Tiongkok, banyak sekali ukiran yang terlihat pada dinding candi, dan warna kayu aslinya semerah warna candi, sedangkan di Portugal terlihat dari pilar-pilarnya dan pengaruh bangsa Arab. pintu oval. Dulu, jamaah yang ingin ke gereja menggunakan perahu di sungai terdekat, namun kini tidak bisa lagi karena air sungai sudah tidak sekotor dulu.

BACA JUGA  2per3 Sama Dengan

Bangunan Lima Lantai Di Perumahan Daan Mogot Baru Diduga Palsukan Banner Imb

Istimewanya lagi di dekat Langgar Tinggi ada jembatan kecil yang diberi nama Jembatan Kambing, kenapa? Sebab sebelum disembelih di Pejagalan (sekarang Jalan Pejagalan), kambing-kambing tersebut harus melewati jembatan di atas Sungai Angkor, dan para pedagang kambing ini sudah berdagang selama hampir 200 tahun.

Masjid ini terletak tidak jauh dari Masjid Langgar Tinggi dan merupakan masjid terbesar di Pekojan dan diperkirakan mampu menampung 2.000 jamaah. Pendiri Masjid An-Nawier adalah Habib Utsman bin Abdullah bin Yahya. Pada tahun 1920, masjid ini diperluas oleh Habib Abdullah bin Husein Alaydrus yang kaya raya. Jalan Raya Abadi adalah Jalan Alaydrus di sebelah kanan Jalan Gajah Mada.

Dari segi arsitektur, bangunannya lebih bergaya Eropa, terlihat dari 33 pilar di dalam kuil Romawi, serta memiliki menara setinggi 17 meter yang melambangkan banyaknya shalat di masa lalu. . Menara ini dulunya digunakan oleh muazin untuk mengumandangkan adzan sebagai tanda masuknya waktu salat, namun kini sudah tidak digunakan lagi.

Masjid ini didirikan oleh umat Islam India pada tahun 1648, berlokasi di Gang Koja, berganti nama menjadi Jl. Ukiran II Keberadaannya yang terletak di jalan setapak dan di tengah-tengah kawasan perumahan Pekojan, masih terawat dengan baik meskipun bangunan sempat direnovasi karena terendam banjir. Di dalam masjid terdapat sumur yang digunakan oleh masyarakat Pekojen. Untuk digunakan sebagai tempat ibadah, dari segi arsitektur sederhana dengan empat buah balok besar tanpa hiasan.

Daftar 610 Sekolah Di Jakarta Yang Mulai Sekolah Tatap Muka 30 Agustus

Bagian ini masih yang asli dan tertua. Sebelumnya, masjid ini dikelilingi oleh kuburan

Apa yang dimaksud dengan dropshipper, apa yang dimaksud dengan diabetes, apa yang dimaksud dengan vps, apa yang dimaksud dengan gestun, apa yang dimaksud dengan otp, apa yang dimaksud dengan gonore, apa yang dimaksud dengan erp, apa yang dimaksud dengan hipnoterapi, apa yang dimaksud dengan reseller, apa yang dimaksud dengan limfoma, apa yang dimaksud dengan purin, apa yang dimaksud dengan sifilis

Tags:

Share:

Related Post

Leave a Comment