Asrul Sani: Sastrawan, Politisi, dan Diplomat

administrator

Asrul Sani

Asrul Sani

Asrul Sani: Sastrawan, Politisi, dan Diplomat

Asrul Sani adalah seorang sastrawan, politisi, dan diplomat Indonesia. Ia lahir di Rao, Sumatera Barat, pada 10 Juni 1926. Ayahnya, Haji Abdul Sani, adalah seorang pedagang, sedangkan ibunya, Siti Aminah, adalah seorang ibu rumah tangga.

Asrul Sani memulai pendidikan dasarnya di Rao. Kemudian, ia melanjutkan pendidikannya ke HIS (Hollandsch-Inlandsche School) di Payakumbuh. Setelah lulus dari HIS, ia melanjutkan pendidikannya ke MULO (Meer Uitgebreid Lager Onderwijs) di Padang.

Pada tahun 1942, Jepang menduduki Indonesia. Asrul Sani yang saat itu masih berusia 16 tahun, ikut serta dalam perjuangan melawan penjajah Jepang. Ia menjadi anggota Barisan Gerakan Pemuda (BGP) dan pernah ditahan oleh Jepang selama beberapa bulan.

Setelah Indonesia merdeka, Asrul Sani aktif dalam dunia sastra dan politik. Ia menjadi anggota Angkatan 45, sebuah kelompok sastrawan yang muncul setelah kemerdekaan Indonesia. Ia juga aktif dalam Partai Komunis Indonesia (PKI).

Pada tahun 1959, Asrul Sani diangkat menjadi Duta Besar Indonesia untuk Swiss. Ia menjabat sebagai duta besar selama dua tahun. Setelah itu, ia kembali aktif dalam dunia sastra dan politik.

Pada tahun 1965, PKI melakukan pemberontakan. Asrul Sani ditangkap dan dijatuhi hukuman penjara selama 10 tahun. Ia dibebaskan pada tahun 1977.

Setelah dibebaskan dari penjara, Asrul Sani kembali aktif dalam dunia sastra. Ia menulis beberapa buku, di antaranya adalah "Sastra Indonesia Baru" (1983) dan "Kesusastraan dan Kekuasaan" (1993).

Asrul Sani meninggal dunia di Jakarta pada 7 Januari 2004. Ia dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Kalibata, Jakarta.

Karya-Karya Asrul Sani

  • Bait-Bait Perjalanan (1949)
  • Surat Kapal (1953)
  • Jalan Raya Pos (1961)
  • Sastra Indonesia Baru (1983)
  • Kesusastraan dan Kekuasaan (1993)
BACA JUGA  Cara Membuat Rumah Dari Kardus

Penghargaan yang Diterima Asrul Sani

  • Hadiah Sastra Nasional (1961)
  • Bintang Mahaputera Utama (1992)

Artikel Terbaru

Leave a Comment