Bahasa Indramayu Dan Artinya

admin 2

0 Comment

Link

Bahasa Indramayu Dan Artinya – Indramayu sebagian besar menggunakan bahasa Jawa dalam percakapan sehari-hari, sehingga penting untuk mempelajari bahasa Indramayu dan artinya. Indramayu merupakan salah satu provinsi di Jawa Barat yang mayoritas penduduknya berbahasa Jawa dalam kehidupan sehari-hari.

Pasalnya, sebagian besar warga yang tinggal di Indramai dan Cireban berbahasa Jawa. Namun sebenarnya masih banyak daerah di Indramayu yang menggunakan bahasa lain.

Bahasa Indramayu Dan Artinya

Kabupaten Indramayu yang biasa dikenal dengan “Kota Mangga” adalah sebuah kabupaten di Provinsi Jawa Barat. Ada yang berspekulasi bahwa bahasa Jawa adalah bahasa yang digunakan suku Indramayi.

Kamus Bahasa Jawa Dan Artinya [lengkap Dan Update 2023]

Jika dicari di mesin pencari Google berbagai kota berbahasa Jawa di Jawa Barat akan muncul, namun dalam rangkaian artikel Kota Indramayu dan Kota Cireban merupakan dua kota berbahasa Jawa.

Meski tidak seluruh Kabupaten Indramayu benar-benar berbahasa Jawa, namun di Indramayu banyak daerah yang menggunakan bahasa lain, sebagian besar adalah Desa Karangjaya di Kecamatan Anjatan, Kecamatan Gantar, beberapa daerah di Kecamatan Haurgelis, Dusun Ilir, Bulak dan Parian Riang. Kecamatan Kandanghaur, serta pemukiman Lelia dan Tamansari di Kecamatan Lelia.

Bahasa di Indramayu adalah bahasa Jawa. Faktor pertama adalah geografis, secara geografis Indramayu terletak di bagian utara provinsi Jawa Barat di sebelah Laut Jawa, Indramayu dekat dengan Sireban, dimana Sireban sebagian besar menggunakan bahasa Jawa.

Perlu dipahami bahwa masyarakat Indramayu menggunakan bahasa yang sopan (lembut/longgar) yang biasa digunakan ketika berbicara dengan orang tua atau orang yang dianggap lebih tua (sesepuh).

Contoh Kalimat Bahasa Jawa Disertai Artinya Dalam Berbagai Mom

Bahasa Dermayu Bahasa Indramayu Bahasa Indramayu Kehidupan Sehari-hari Bahasa Jawa Indramayu Bahasa Krama Bahasa Ngoko Bahasa Indramayu Kamus Bahasa Indramayu Terjemahan Bahasa Indramayu Terjemahan Bahasa Indramayu Terjemahan Bahasa Indramayu Terjemahan Bahasa Jawa Lelia d’Cocolot Pitua (Sesepuh Desa Lelia) adalah contoh teks Lelia Sunda . (Samian, 1992: 2)

Dilema Sekabe dan dunia sipata merdeka jung kehormatan dewa keding ‘ak-‘ak anu srua, inya-inyana bikunun alasan jung ‘ate hati nurani, campur gaul rekan jung aya duh deduluran.

Semua orang dilahirkan bebas dan mempunyai martabat dan hak yang sama. Mereka mempunyai akal dan hati nurani dan hendaknya bergaul satu sama lain dalam rasa persaudaraan.

Artikel ini berisi simbol fonetik IPA. Tanpa bantuan rendering yang baik, Anda akan melihat tanda tanya, kotak, atau simbol lain selain karakter Unicode. Untuk pengenalan simbol IPA, lihat Bantuan: IPA.

Cara Suku Dayak Bumi Segandu Indramayu Memuliakan Perempuan Dan Anak

Bahasa Sunda Indramayu atau Bahasa Sunda dialek Indramayu [6] atau Bahasa Sunda Pareyan-Lelia adalah sebutan untuk ragam bahasa Sunda, yang oleh masyarakat setempat dikenal dengan bahasa Sunda Leia atau bahasa Sunda Lelia.

BACA JUGA  She Not Work Because She Has The Flu

Di Kecamatan Kandangaur Kabupaten Indramayu. Menurut pengucapannya, dialek yang diucapkan di daerah-daerah tersebut termasuk dalam dialek Sunda tipe non-h, sehingga sebagian besar konsonan dalam kosakatanya tidak diberi tanda /h/ pada semua posisi, kecuali /h/ pada konsonan, dialeknya pun tidak bersuara vokal /eu/ seperti dialek Sunda. Dialek ini dianggap sebagai fase bahasa Sunda Kuna karena kosakatanya dianggap kuno atau masih mengandung bentuk-bentuk leksikal bahasa Sunda Kuna.[9][10]

Menurut salah satu hipotesis, asal usul penduduk Indramayu asli berasal dari lembah pegunungan Seremai yang tersebar di wilayah Tasikmalaya. Jika hipotesis atau asumsi tersebut terbukti benar, maka dapat disimpulkan bahwa Indramayi asli adalah masyarakat Sunda primitif yang berbudaya dan berbahasa Sunda dan telah mendiami wilayah tersebut selama berabad-abad.

Dalam Naskah Wangsackert, di wilayah yang kini menjadi bagian Kabupaten Indramayu, berdiri sebuah kerajaan yang dikenal dengan Kerajaan Manukrawa pada abad ke-5, terletak di hilir Sungai Simanuk, disusul Indramayu pada abad ke-9. Daerah ini menjadi bagian dari Kerajaan Sumedang Larang. . Sejak abad ke-12 Sumedang Larang menjadi pengikut kerajaan Pajajaran, sehingga Indramayu otomatis menjadi bagian wilayah kerajaan Galuh/Pajajaran. Pada awal berdirinya, wilayah Kerajaan Sumedang Larang meliputi Sumedang (wilayah tengah), Karawang, Siasem, Pakarukan, Indramayu, Sukapuru, Bandung, dan Parakanmunkang, meskipun beberapa wilayah tersebut menarik diri dari pengaruh. Dari Sumedang Larang.

Jangan Salah Paham, Ini Makna Kata Ewe Di Indramayu

Dengan menguasai wilayah utara Indramayu seperti Kandanghaur, Lelia dan Haurgelis dari Kerajaan Sumedang Larang, kebudayaan wilayah tersebut masih menganut budaya Sunda yang mendasarinya, termasuk bahasa yang digunakan.

Berdasarkan asal usul demografi Indramayu, dapat disimpulkan bahwa penutur asli Indramayu aslinya adalah orang Sunda. Bahasa Sunda yang digunakan di Indramayu merupakan bahasa Sunda dialek Indramayu, atau sering disebut Sunda Parean atau Sunda Lee.

Bahasa Sunda di Kabupaten Indramayu umum digunakan di wilayah Kecamatan Lelia khususnya di Desa Lelia dan Tamansari, serta wilayah Desa Paren Girang, Ilir dan Bulak di Kecamatan Kandanghaur.

Selain dituturkan di daerah-daerah di atas, bahasa Sunda di Kabupaten Indramayu juga dituturkan di wilayah Desa Sikamurang/Sikawung Kecamatan Terisi.

Kemenkuham Ri Keluarkan Sertifikat Indikasi Geografis Batik Tulis Complongan Indramayu

Namun dialek Sunda yang digunakan di wilayah terakhir ini kurang lebih sama dengan dialek Sunda Priangan yang tergolong bahasa Sunda fase baru.

Pada artikel kali ini uraian bahasa Sunda di Kabupaten Indramayu lebih banyak membahas tentang dialek non H, mulai dari ciri-ciri, contoh penggunaan, dan perbandingan dengan bahasa Sunda baku.

BACA JUGA  Contoh Soal Momentum Sudut

Dalam rumpun bahasa Sunda, dialek Sunda Indramayu tergolong dalam dialek Sunda Sireban atau Sunda Timur Laut,

Kosa kata yang dimilikinya cukup berbeda jika dibandingkan dengan kerabat dekatnya seperti Sunda Majalga (dialek Timur Tengah), Sunda Kuningan, dan Sunda Brebs. Wilayah Sunda Cirebon meliputi wilayah bekas Keresenan Cirebon, yaitu Kabupaten Cirebon, Kota Cirebon, Kabupaten Indramayu, Kabupaten Majalengka, dan Kabupaten Kuningan yang sering disingkat Siyaumajakuning.[21]

Sejak Kapan Nama Dermayu Atau Indramayu Itu Ada?

Daerah penutur bahasa Sunda dialek Indramayu merupakan daerah kantong bahasa Sunda Cireban, karena sebarannya jauh dibandingkan daerah penutur bahasa Sunda Cireban lainnya.[22] Beragamnya kata dalam dialek Indramayu menunjukkan kemiripan dengan bahasa Sunda di wilayah Banten.[10]

Di Kecamatan Lelia, dialek lokal yang dikenal dengan bahasa Sunda Lelia digunakan dalam berbagai acara terutama dalam upacara adat apa pun, [23] misalnya dalam upacara adat Ngarot di desa Lelia yang merupakan upacara adat menyambut musim tanam di kawasan pertanian. . . Kegiatan ini berupa arak-arakan pemuda dan pemudi dengan berbagai kostum menuju kuil desa.[24] Seluruh rangkaian acara, mulai dari penyambutan, pembacaan sejarah adat, hingga acara puncak, selalu menggunakan lele Sunda.[25]

Contoh penggunaan bahasa Sunda Lele terdapat dalam tradisi Pitua Kokolot Lele (Nasihat Lele Sesepuh) yang disampaikan oleh Kepala Desa Lele sebagai berikut:

Ketika Anda berpikir untuk membuat budak Anda bosan, keterampilan kuliner Anda harusnya berguna. Kur Ngora Ula Poza-Poza, Cumberan Kolota Ula Jadna. Dilema pekerja, éwéna usa’a. Agar rukun dan rukun, aturan agama harus ditaati sesuai dengan dunia hukum.

Sudimampir, Balongan, Indramayu

Jika Anda memikirkan budak, Anda pasti malas dan harus bekerja keras demi kekayaan. Mereka bilang UU Peduli Ngora sudah hilang dan orang tua sengsara. Salacas Kiribena, Toko Pamine. Néangan menggunakan rukun yang rukun, aturan agama harus dipatuhi Salam dunya akhratna.

Pikirkan nasib anak-anak Anda di masa depan, meskipun Anda memiliki kekayaan, Anda harus berjuang. Ketika kamu masih muda, janganlah sia-sia, jangan sampai kamu mengalami masa-masa buruk di masa tuamu. Laki-laki bekerja, perempuan berjuang. Agar pendapatan bersama harmonis, aturan agama harus ditaati agar aman di dunia dan di akhirat.

Selain digunakan dalam acara formal, bunga lilia Sunda juga digunakan dalam kegiatan informal seperti pengajian, khutbah jumat, kenduri, dll.[27] Dalam kegiatan pendidikan juga digunakan bahasa Sunda Lelia sebagai bahasa pengantar.[28]

Penutur bahasa Sunda yang berbahasa Sunda dialek Indramayu (bahasa Sunda Parian) di Kecamatan Kandanghaur banyak yang berprofesi sebagai nelayan karena letak geografis tempat tinggalnya dekat dengan laut, sehingga sebagian masyarakat Sunda di sana memilih mencari ikan sebagai mata pencaharian, [8] kecuali bahwa profesi ini dimiliki oleh orang lain yang berbahasa berbeda, memungkinkan mereka untuk bertemu, sehingga rata-rata mereka dapat menguasai 2-3 bahasa sekaligus (memiliki kemampuan bilingual atau trilingual).[29] 30] [31]

BACA JUGA  Wujud Dari Bahan Gips Adalah

Bacaan Al Qur’an Surah Ad Dhuha Ayat 1 11, Lengkap Bahasa Arab, Latin Dan Artinya

Dari segi bunyi, dialek Indramayu jelas mempunyai banyak perbedaan mencolok dibandingkan dengan bahasa Sunda baku. Sebagaimana telah disebutkan sebelumnya, meskipun fonem baku bahasa Sunda /h/ dan /eu/ terdapat pada semua posisi, namun dialek ini tidak secara alamiah mewujudkan kedua fonem tersebut,

Jadi, bahasa Sunda Baku mempunyai 25 fonem berupa 18 fonem konsonan dan 7 fonem vokal, sedangkan dialek ini hanya mempunyai 17 fonem konsonan dan 6 fonem vokal, sehingga total fonemnya adalah 23.

Simbol fonem pada contoh bagian fonologi ini menggunakan ortografi Sunda, dengan huruf é (pengucapan bahasa Indonesia: [ɛ] atau [e]) mewakili e (pengucapan bahasa Indonesia: [ɛ] atau [e]) seperti pada warna merah atau ken.

Fonem /eu/ yang sering muncul dalam bahasa Sunda Baku dan dialek lainnya tidak digunakan dalam dialek ini. Dalam bahasa Sunda baku fonem /eu/ diganti dengan fonem leksikal /ə/ atau /u/ atau /i/. Misalnya pada kata eusi ‘isi’ menjadi esi, köve ‘sekali’ menjadi uble, geus ‘sudah’ menjadi gis. Akhiran -keen ‘-kan’ dalam bahasa Sunda Baku juga berubah menjadi -ken atau -kun dalam dialek ini.[32]

Foto ‘indramayu Terserah’ Viral Di Media Sosial, Kecewa Masih Banyak Masyarakat Yang Berkerumun

Pola pembentukan kata dalam dialek Indramayu bertipe fonotaktik o-u, berbeda dengan bahasa Sunda Baku yang mempunyai fonotaktik i-u, sehingga beberapa kosakata dalam bahasa Sunda Baku seperti dito ‘sana’, inku ‘kuku’, tilu ‘tiga’, lintuh ‘gemuk’ , mintul ‘dul’ ‘ dan deuk ‘duduk’ menjadi dota ‘mimpi’, omku ‘cucu’, tolu ‘tiga’, lontu ‘gemuk’, moonul ‘tunggul’ dan douk ‘duduk’ dalam dialek Indramayu.[10]

Hilangnya fonem H pada dialek Indramayu merupakan inovasi internal yang terjadi di wilayah Kandanghaur dan Lelia. Tidak adanya fonem pada dialek Indramayu menyebabkan dialek ini tidak mengenal fonem /h/ pada seluruh posisi (awal, tengah, dan akhir kata). bunyi [h] dalam bahasa

Dokter spesialis kulit dan kelamin di indramayu, puisi bahasa indramayu, kamus bahasa krama indramayu, bahasa indramayu lucu, kamus bahasa jawa indramayu, bahasa jawa indramayu, mangga dermayu dan indramayu, kamus bahasa indramayu, belajar bahasa indramayu, pidato bahasa indramayu, translate bahasa indonesia ke bahasa jawa indramayu, bahasa indramayu

Tags:

Share:

Related Post

Leave a Comment