Baju Adat Sumbawa

administrator

0 Comment

Link

Baju Adat Sumbawa – Pakaian adat suku Sasak menjadi salah satu hal penting bagi wisatawan saat berada di Lombok. Saksinya, di banyak tempat yang memotret pemandangan Gunung Rinjani, mereka memotretnya dengan kain. Bahkan ketika mereka ke desa Sade, mereka mengenakan pakaian adat.

Lombok kini menjadi tujuan wisata populer. Letak Pulau Lombok cukup strategis karena berada di antara dua destinasi populer seperti Bali dan Labuan Bajo. Apalagi letak Pulau Lombok yang berada di tengah-tengah Indonesia sehingga memudahkan wisatawan dari Tanah Air untuk berkunjung.

Baju Adat Sumbawa

Pulau Lombok dihuni oleh suku Sasak dan Samawa dari Sumbawa, suku Mbojo dari Bima, dan masih banyak suku lainnya seperti Bali, Bugis, Jawa, Melayu, Arab dan Cina. Di antara sekian banyak suku dan suku, masyarakat Pulau Lombok adalah masyarakat Sasak.

Pakaian Adat Maluku

Berbicara mengenai Suku Sasak di Pulau Lombok tidak bisa dipisahkan dari negeri ini. Satu pengecualian adalah pakaian kasual. Apa saja keunikan busana adat sasak, berikut firstlombok.com berikan informasinya untuk wisatawan?

Pakaian adat Sasak terbagi menjadi dua, pakaian adat wanita dan pria. Pakaian adat bagi wanita disebut dengan pakaian adat, pakaian adat bagi laki-laki disebut dengan Busana Pegon.

Kain ini sering digunakan saat menyambut tamu dan melakukan upacara adat yang disebut Mendakin atau Nyongkol. Desain gaunnya berupa kerah V di bagian ujung kemeja.

Pangkak, mahkota emas seperti bunga cempaka dan bunga mawar diletakkan di tengah kue. Tangkong, kemeja yang terbuat dari bahan beludru atau brokat hitam. Tokkak, ikat pinggang panjang dengan tanda di sisi kirinya.

Mengenal Baju Adat Sambolo Untuk Pria Di Suku Bima Mbojo

Lempot, kain panjang dengan sulaman tradisional Lombok di bahu kiri. Kereng, baju adat Lombok dengan kain sepanjang pinggang. Aksesoris atau asesorisnya seperti rantai perak, ikat pinggang, anting, kalung, dan lain sebagainya.

Cappuq atau Sapuk, sebuah mahkota yang diletakkan di kepala. Pegon, baju khas jawa dengan jaket barat. Leang atau Dodot, alat musik untuk memegang keris. Gaun ini dikenakan dengan cara dililitkan di pinggang, seperti ikat pinggang.

Kainnya dilapisi Wiro, yaitu kain yang menutupi tubuh bagian bawah dari pinggang hingga kaki dan bagian tengah kepala digantung rapat. Keris, sebuah aksesori atau pelengkap. Umbak Selendang merupakan tarian khusus pasangan atau pelindung masyarakat yang ditampilkan dalam upacara khusus di desa Sasak. Jenis kain yang paling banyak digunakan adalah kain merah dan kain hitam dengan spidol sepanjang 4 meter.

BACA JUGA  Warna Peek A Boo

Produk klasik Sasak mempunyai detail atau desain apa saja untuk pakaian wanita dan pakaian pria, antara lain:

Mengenal Ritual Barodak Yang Tak Lekang Oleh Waktu

Pangkak tidak digunakan pada zamannya karena perempuan Sasak sudah berganti memakai selendang, selendang sebagai tanda menjaga bagian tubuh atau keperawanan bagi perempuan. Tangkong, sebagai simbol kekuatan perempuan. Tongkak, simbol ketaatan kepada Tuhan Yang Maha Esa dan pengabdian kepada orang tua, suami kepada istri, dan masyarakat.

Lempot, lambang rasa cinta terhadap sesama yang patut dimiliki oleh semua suku Sasak. Kereng, sebagai simbol membangun tubuh dan menghargai orang lain. Materi, sebagai lambang kecantikan perempuan dan lambang masyarakat, semakin banyak benda-benda materi dan berharga yang digunakan, begitu pula awal mula perempuan.

Cappuq atau Sapuk, tanda takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. Pegon, sebagai lambang kehormatan dan rasa hormat seseorang terhadap orang lain. Leang atau Dodot, lambang tugas, pengabdian kepada orang tua dan masyarakat.

Ofu dan Wiro, simbol kerendahan hati dan kesopanan harus ada dalam segala bentuk suku Sasak. Keris menurut kaidah penggunaan keris sebagai tanda umum harus dilihat secara berhadapan sebagai tanda seorang pelaut, jika tinggi berarti melawan atau berhati-hati. Selendang Umbak, simbol cinta dan kebijaksanaan bagi pemakainya.

Baju Adat Sumbawa

Bagi wisatawan yang ingin mengetahui tentang pakaian adat Sasak bisa mencoba memakainya langsung dengan mengunjungi Desa Sasak Sade. Dusun Sasak Sade merupakan salah satu desa di Pulau Lombok yang dikenal dengan suku Sasak. Desa ini masih mempertahankan budaya tradisional suku Pulau Lombok.

Salah satu yang membuat Dusun Sade unik adalah banyaknya wisatawan asing maupun domestik yang datang untuk merasakan sendiri kekayaan budaya dan keunikan budaya desa Sasak. Dalam melestarikan budaya Sasak, Pemerintah Daerah bekerja sama dengan pihak organisasi menjadikan Dusun Sade Lombok sebagai tempat belajar dan melestarikan budaya Sasak.

Dusun Sade Lombok terletak di Desa Rambita, Kecamatan Pujut, Lombok Tengah. Dekat dengan Bandara Internasional Lombok. Dibutuhkan sekitar 30 menit untuk mencapai tujuan Anda. Di Dusun Sade hanya terdapat 152 kepala keluarga dan keluarga Sasak tinggal di Lombok Tengah, mereka mengikuti tradisi Dinasti Pejanggik di Praya wilayah Lombok Tengah. Inilah yang menjadikan kota ini populer dan menyenangkan untuk dikunjungi.

BACA JUGA  Contoh Discovery Dan Invention

Sekian informasinya mengenai pakaian adat suku sasak. Kami berharap ini dapat menjadi informasi lebih lanjut bagi Anda. Kunjungi terus wisata Lombok untuk informasi wisata Sumbawa Barat – Melanjutkan Pembangunan Indonesia merupakan tema HUT RI ke 78 tahun 2023. Tema ini menggambarkan tentang capaian pembangunan negara tubuh. Sesuai tema HUT tahun 2022, sekedar untuk menyemangati masyarakat Indonesia untuk maju.

Mengenal Sasambo, Suku Suku Di Provinsi Nusa Tenggara Barat

Menariknya, di Hari Kemerdekaan RI tahun 2023 ini, konsep Bhinneka Tunggal Ika nampaknya semakin kuat. Konsep ini diungkapkan melalui penggunaan pakaian adat dari berbagai desa dan suku tanah air. Budaya-budaya dari berbagai negara tersebut menambah keindahan Indonesia, karena merupakan negara yang memiliki tradisi dan adat istiadat dalam satu wilayah yaitu bernama Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Begitu pula dengan Sumbawa Barat, Provinsi Nusa Tenggara (NTB) yang turut berperan dalam perayaan kemerdekaan Indonesia. Presiden Sumbawa Barat, H.W.Musyafirin dan Wakil Presiden Sumbawa Barat, Fud Syaifuddin juga mengenakan pakaian adat. H.Firin, sebutan penguasa dua istilah tersebut diketahui saat menjadi tamu VVIP HUT RI di Istana Merdeka, Jakarta, mengenakan pakaian adat Samawa dan tobo jendela keramik. membuat kepala / kepala.

Penampakan orang pertama di Sumbawa Barat itu tampak mengenakan kemeja putih dengan ikat pinggang berwarna emas yang terbuat dari bahan khusus di kedua sisinya. Dahulu para kepala suku Sumbawa mengenakan pakaian seperti itu. Saat ini tersedia atau digunakan saat acara atau kegiatan di Sumbawa dan Sumbawa Barat. Pakaian penguasa adat Dea Pati Koasa Kamutar Ling Ano Rawi dari Sultan Sumbawa Sultan Muhammad Kaharuddin IV juga sangat menarik karena ditutupi dengan sarung berhiaskan benang emas dan merupakan nama umum masyarakat Samawa, Kere. Sayang. Kain tenun kre alang atau sarung digunakan sebagai pengganti tali.

Busana Bupati Sumbawa Barat dikaitkan dengan penampilan istri sekaligus Ketua TP PKK Sumbawa Barat, Hj. Hanifah W.Musyafirin. Hj. Hanifah yang menemaninya ke Istana Merdeka juga mengenakan pakaian adat Samawa (Sumbawa-Sumbawa Barat) yang oleh masyarakat Samawa disebut Lamung Pene yang diberi hiasan warna emas khusus atau disebut kemang goyang. Sekilas, pakaian adat yang dikenakan masyarakat Bugis, Makasar.

Sinopsis Busana Fashion Show

Pakaian adat yang mereka kenakan sangat menarik. Namun yang terpenting, hadirnya penguasa dan istrinya di Istana Merdeka juga merupakan pengumuman bahwa Sumbawa Barat juga memiliki pakaian adat yang tidak kalah dengan daerah lain.

BACA JUGA  Kpk Dari 4 Dan 8

Wakil Gubernur Kabupaten Sumbawa Barat Fud Syaifuddin juga mengenakan pakaian adat lainnya. Beliau merupakan ketua program untuk merayakan komitmen Kabupaten, orang nomor dua di KSB ini memutuskan untuk mengenakan pakaian adat daerah kepulauan, khususnya pakaian adat Bugis Makassar. Bagian utama peci adalah kepalanya yang berwarna emas atau disebut Songkok Reca. Lagu ini bukan sekedar penutup kepala, lagu ini merupakan referensi atau pernyataan pribadi bagi orang bijak dan cantik kerajaan tulang.

Untuk dekorasinya, Anggota Parlemen Dea Pati Koasa Ling Ano Rawi dari Balai Adat Tana Samawa (LATS) memilih warna biru dengan kain emas di kedua sisinya, ditambah ikat pinggang emas bernama Pabbekkeng. Dasi tradisional Bugis diikat dengan keris atau biasa disebut Kawali oleh orang Bugis di bagian depan, bedanya dengan orang Jawa diikat di bagian belakang.

Tak mau kalah, istrinya yang juga Ketua GOW Sumbawa Barat, Neni Apriati Fud Syaifuddin, juga tampil serasi dalam balutan pakaian adat Bugis Makassar atau Baju Bodo. Ada keterkaitan antara pakaian adat suku Samawa dengan suku Bugis. Semuanya bagus, menambah kekayaan dan keindahan budaya Indonesia. (MC Sumbawa Barat)

Hut Ke 64 Kabupaten Sumbawa, Persit Kck Cabang Xxvi Dim 1607/sumbawa Ikut Samawa Karnaval Budaya

Operasi Tiga Hari, Satpol PP Sumbawa Barat dan Bea Cukai menyita ribuan batang rokok 01 September 2023

Dengan terbentuknya PLID, maka dimintakan informasi sesuai haknya dalam mengakses informasi publik yang dibuat oleh pemerintah KSB sesuai UU No. 14 Tahun 2008.

Jam kerja Senin sampai Jumat pukul 08.00 – 17.00 WITA. Informasi akan diberikan dalam waktu sepuluh (10) hari kerja dan dapat diperpanjang dalam waktu tujuh (7) hari dengan memberikan alasan tertulis.

SatpolPP Kabupaten MTQ Tugas dan Pajak Kekurangan Gas LPG Disnakertrans Peringatan Perusahaan di Lombok Utara Gempa di Sumbawa Barat Dinas Tenaga Kerja Dinas Tenaga Kerja Indonesia TKA Kominfo Stunting Lasqi PSD tgh Seminari Zam Umkm Wabup Pesan Kesehatan Rabies.

Peringati Hari Guru, Sdn Sermong Gelar Pawai Adat Dan Profesi

Pakaian adat sumbawa, pakaian adat sumbawa besar, adat pernikahan sumbawa, gambar rumah adat sumbawa, pakaian adat suku sumbawa, baju pengantin adat sumbawa, rumah adat suku sumbawa, baju adat jawa, adat sumbawa, rumah adat sumbawa, baju adat sumbawa besar, persewaan baju adat

Tags:

Share:

Related Post

Leave a Comment