Benturan Kepentingan Dalam Kebijakan Kantong Plastik Berbayar

syarief

0 Comment

Link

Benturan Kepentingan Dalam Kebijakan Kantong Plastik Berbayar – Keluhan tersebut ditemukan di salah satu restoran cepat saji di Dini Jakarta Pusat. Tentu saja es krim manis yang saya pesan enak. Setelah diperiksa lebih lanjut, es di dalam es batu di dasar gelas masih padat.

“Yah, kalau kamu tidak minum lewat sedotan, kamu sibuk dan tidak bisa bangun. Kamu tinggal minum saja,” perempuan berusia 30 tahun itu mengguncang gelasnya penuh harap. Es di dasar gelas pecah.

Benturan Kepentingan Dalam Kebijakan Kantong Plastik Berbayar

Pengalaman Dini mungkin juga dirasakan oleh pakar makanan cepat saji lainnya. Beberapa restoran cepat saji di Indonesia sudah tidak lagi menyediakan sedotan untuk minumannya.

Harian Nasional By Harian Nasional

Menurut Forum Ekonomi Dunia (WEF), jumlah tersebut akan mencapai 1.124 juta ton pada tahun 2050, meningkat hampir empat kali lipat dari 311 juta ton pada tahun 2014. Selanjutnya pada tahun 2050, sampah plastik diperkirakan berjumlah 4 kali lipat berat ikan. rasio 1:1. Faktanya, pada tahun 2014 rasio berat ikan terhadap sampah plastik adalah 1:4 (1 ton sampah berbanding 4 ton ikan).

Ancaman nyata sampah plastik telah melahirkan gerakan pengurangan konsumsi plastik. Misalnya McDonald’s yang merupakan salah satu restoran cepat saji yang mengikuti program ini. Mulai November 2018, restoran bermaskot badut ini akan berhenti menyajikan junk food di 189 restorannya di seluruh Indonesia.

“Program ini dapat mendorong masyarakat untuk mengurangi sampah, khususnya sedotan plastik,” Sutji Lantika, Wakil Direktur Komunikasi McDonald’s Indonesia, dikutip Antara.

KFC Indonesia melakukan hal serupa di 630 gerai di seluruh Indonesia. Selain itu, banyak restoran cepat saji lainnya yang ikut serta dalam kampanye pengurangan sedotan plastik.

Dampak Positif Pembangunan Lainnya Terhadap Lingkungan Hidup

Banyak pemerintah daerah di Indonesia yang berupaya mengurangi sampah plastik. Banyak daerah telah menerapkan kebijakan yang membatasi distribusi dan penggunaan plastik. Salah satunya adalah Bali.

Undang-undang Gubernur Bali No. memuat larangan plastik. Pembatasan pengumpulan sampah plastik sekali pakai (PSP), termasuk kantong plastik, sedotan plastik 97/2018, dan styrofoam.

Daftar 7: Setiap produsen PSP; Pengaturan dan pengaturan bantuan dalam pendistribusian dilarang. Pada Bab 9 ayat 1, seseorang atau pelaku usaha dilarang menggunakan PSP.

Ini seperti dua sisi mata uang. Di sisi lain, ada juga kelompok yang menentang proyek pengurangan sampah plastik, apalagi jika melarang penggunaan plastik. Kelompok-kelompok ini mencakup pelaku ekonomi termasuk industri daur ulang; Termasuk produsen PSP.

Tolong Bantu Jawab Ya,teks Nya Adalah Benturan Kepentingan Dalam Kebijakan Kantong Plastik Berbayar ​

Direktur Pemasaran PT Trinseo Materials Indonesia Donny Wahudi menilai pelarangan PSP dapat mengganggu bisnis. Sebuah contoh dikatakan; Salah satunya adalah pelarangan penggunaan styrofoam pada tahun 2016 yang dilakukan Wali Kota Bandung saat itu.

BACA JUGA  Bahan Makanan Dapat Matang Karena Menerima Titik-titik Dari Api

“Sejak November 2016 hingga kuartal II 2017, permintaan styrofoam sudah menurun. Bukan hanya kami, tapi para pedagang eceran saja yang mengeluhkan larangan tersebut,” kata Dhoni.

Dhoni mengatakan, sejumlah pedagang mengeluh karena terpaksa menggunakan kemasan lain seperti kertas minyak saat melayani pelanggan. Faktanya, styrofoam lebih murah dibandingkan kertas.

Oleh karena itu, pengecer juga akan menaikkan harga pangan sebesar 20 hingga 25 persen. Pengecer semakin tertantang untuk menjual makanannya.

Plastik Dan Caranya Menyusup Ke Dalam Tubuh Manusia

Aktor profesional lain yang peduli terhadap kebijakan anti plastik adalah aktor Agus Hartono. Bersama Asosiasi Daur Ulang Indonesia (ADUPI), Agus menggugat pelarangan PSP ke Mahkamah Agung (MA).

Keputusan Gubernur Bali No. 97/2018 pada awal tahun 2019. Alasan mereka adalah karena UU No. 18/2008 UU Pengelolaan Aset No. 39/1999 tentang Hak Asasi Manusia.

Agus mengatakan, undang-undang ini sangat mengurangi produksi pabrik kantong plastik, selain melanggar undang-undang. Hal ini disebabkan oleh penurunan tajam permintaan kantong plastik, terutama dari pedagang hasil panen baru.

“Dalam enam bulan pertama [ekspor kantong plastik ke Bali] berkurang signifikan hingga 50 persen. Namun, [situasi] membaik saat bulan puasa,” kata Pemimpin PT Agus Hartono Sinar Semerlang Placindo. atau

Bungai Rampai Final

Selain itu, AduPI tidak setuju untuk membatasi penggunaan PSP. Selain itu, PSP tergolong plastik yang cocok untuk didaur ulang atau bernilai ekonomis. Banyak masyarakat di Indonesia yang diyakini bergantung pada industri daur ulang sampah plastik.

“Dalam bisnis daur ulang ini, jutaan orang memperoleh penghasilan dari memulung, menyedot debu, mendaur ulang, dan mendaur ulang. Menurut IPI (Ikatan Pemulung Indonesia), jumlah pekerja adil akan mencapai 5 juta,” kata Wakil Direktur AUPI. Justin Waganda adalah presidennya.

Apakah mendaur ulang solusinya? Menurut AduPI, cara mengurangi sampah plastik yang tepat bukanlah dengan melarang penggunaan plastik, melainkan dengan mendaur ulangnya. Selain itu, barang-barang plastik tergolong sangat mudah didaur ulang.

“Masyarakat menganggap plastik itu musuh. Padahal plastik itu baik bagi lingkungan dan bisa didaur ulang. Kandungan karbonnya kaca, lebih sedikit dibandingkan kertas atau alumunium,” kata Justin.

Media Indonesia By Asmat

Tak hanya itu, daur ulang diatur dalam UU No. 18/2008 tentang pengelolaan sampah Namun pengelolaan atau daur ulang sampah saat ini belum diterapkan dengan baik di Indonesia. Ia mengatakan, “Sampai saat ini masih banyak masyarakat yang belum mengetahui bahwa di Indonesia terdapat industri khususnya daur ulang sampah plastik.”

BACA JUGA  Posisi Dagu Saat Melakukan Guling Depan Adalah

Keadaan ini diperparah dengan perilaku masyarakat yang mempunyai kecenderungan membuang sampah sembarangan. Padahal, masyarakat berperan penting dalam mengelola sampah atau mendaur ulangnya sesuai undang-undang.

Oleh karena itu, tingkat daur ulang sampah plastik di Indonesia tergolong rendah yaitu sebesar 17,4 persen. Menurut AduPI, tingkat daur ulang di India masih lebih rendah dibandingkan Amerika, yaitu 34 persen, dan Jerman sebesar 66 persen.

“Kami membutuhkan dukungan pemerintah untuk melanjutkan pendanaan ini. Sejauh ini belum ada mandat pemerintah untuk industri daur ulang,” kata Justin.

Media Indonesia 11 Januari 2023

Di sisi lain, Direktur Eksekutif Kampanye Kantong Plastik India, Tisa Mafira Recycle, meragukan sampah plastik bisa dikurangi. Menurutnya, pelarangan PSP adalah solusi terbaik.

Pasalnya, kemampuan untuk meningkatkan laju daur ulang sampah plastik tidaklah mudah. Berdasarkan catatannya, tingkat daur ulang sampah plastik di Indonesia sekitar 10 persen.

“Ini pekerjaan rumah yang banyak bagi kami. Kalau mau mendaur ulang dengan baik, coba gunakan 90 persen,” katanya kepada Tempo.

Tifa mengatakan kebijakan pelarangan kantong plastik membuahkan hasil positif. Lihat saja Banjarmasin misalnya. Kota ini telah berhasil mengurangi 9,4 juta kantong plastik setiap tahunnya dalam dua tahun.

Dilema Sampah Plastik: Antara Kepentingan Lingkungan Dan Bisnis

Saya tidak bisa menyangkalnya. Plastik tidak bisa dihilangkan dari kehidupan sehari-hari. Hanya ada sedikit ruang tanpa plastik. Sayangnya, akibat meningkatnya penggunaan plastik, plastik mendominasi sampah dunia. Sifat plastik yang keras dapat menyebabkan pencemaran dari darat hingga laut.

Ini adalah masalah nyata. Di sisi lain, plastik memberikan kemudahan bagi masyarakat dan menjadi sumber pendapatan bagi sebagian orang. Di sisi lain, ancaman sampah plastik yang menumpuk dan menimbulkan kerusakan lingkungan menjadi hal yang memprihatinkan. Setelah Tiongkok melarang impor sampah, Indonesia justru menerima banyak sampah dari negara lain.

Dunia sedang menghadapi permasalahan, khususnya sampah plastik sekali pakai. Seruan dan imbauan merupakan istilah umum mengenai bahaya pencemaran lingkungan. Sampah plastik menumpuk di tempat pembuangan sampah dan mengalir ke sungai dan lautan, sehingga mengancam kesehatan global.

Sampah makanan dan plastik merupakan jenis sampah yang dihasilkan. Data TPST Bantargebang Bekasi Jawa Barat saja menunjukkan, 7.864 ton sampah per hari menyumbang 39 persen. Sampah plastik merupakan jenis sampah terbanyak kedua yang dihasilkan masyarakat Jakarta, yaitu sebesar 33 persen.

BACA JUGA  Bagaimana Cara Manusia Memanfaatkan Lingkungan Biotik

Tentukan Topik Diskusi Tersebut 3. Temukan Pendapat Pro Dan Kontra Dalam Teks Diskusi “benturan

Sisanya merupakan limbah benih sebesar 9%; 4% limbah berbahaya; kayu dan jerami 4 persen; kertas 4 persen; 3% karet/kulit; 2 persen sampah hewan peliharaan dan 2 persen sampah lainnya. Data ini merupakan informasi terkini yang dikumpulkan Dinas Lingkungan Hidup selama Ramadhan 2019. Pola konsumsi masyarakat selama Ramadhan meningkat sebesar 4 persen untuk TPST Bantargebang, sama seperti Ramadhan 2018.

“Ini adalah situasi yang tidak terlihat di sebelas bulan lainnya, seperti makan Tazil dan Bukkaba,” kata Fitria Ariani, Direktur LPBI Nahdlatul Ulama (NU) Tepi Barat Indonesia. Apalagi hampir semua tajel dibungkus secara tunggal. Gunakan plastik.”

Dalam lingkungan keagamaan Indonesia, Nahdlatul Ulama (NU) mengetahui bahwa organisasi ini berperan penting dalam menghilangkan pencemaran lingkungan. Selain itu, diseminasi ilmiah dinilai kurang mampu memperkuat kesadaran lingkungan. Misalnya, slogan yang menghubungkan sampah dengan banjir mungkin tidak berguna bagi masyarakat di dataran tinggi karena mereka tidak terkena dampak banjir. Mari kita bicara tentang hal-hal yang tidak berdampak langsung seperti pemanasan global atau perubahan iklim.

NU bermaksud untuk mengisi kekurangan ini melalui program ‘Kuorum Plastik’ dan inisiatif lainnya. ‘Plastik Al-Qur’an’ dapat diartikan sebagai aksi sosial untuk mengurangi sampah plastik yang tertanam dalam kajian kitab suci. Program untuk pesantren ini sudah berjalan selama dua tahun dan sekolah serta komunitas belajar Islam menjadi sasaran utama sosialisasi.

Babak Baru Perangi Sampah: Nu Fatwa Haram Aksi Nyampah Sembarangan

Istilah “landasan iman” sudah tidak berlaku lagi. Fitri mengatakan, kata “periksa” dan ayat-ayat “buruk lainnya” dalam kitab Dhamma diperlukan dan ingin dilakukan.

Hasil ‘buku plastik’ NU bisa dilihat sebagai altar buku-buku Islam dan santri. Saat berbelanja, tidak ada kantong plastik, berhenti menggunakan kantong plastik dan gunakan lingkungan pesantren gratis di lingkungan pesantren hijau. Total ada 120 cabang cabang sampah pbnot yang berada di wilayah Islam dan NU.

Padahal, sejak tahun 1994, NU telah melakukan pencemaran lingkungan. Haram Fawas diutus untuk menghentikan hujan dan ledakan. Pada Kongres NU ke-29

Cara memanaskan asi dalam kantong plastik, berikut yang termasuk kebijakan otonomi daerah dalam bidang ekonomi demi kepentingan masyarakat adalah, pemangku kepentingan dan kebijakan terkait dengan industri pariwisata, kebijakan kantong plastik berbayar, benturan kepentingan dalam pengadaan, pengertian kantong plastik berbayar, kantong plastik berbayar, kebijakan kantong plastik

Tags:

Share:

Related Post

Leave a Comment