Berikut Ini Penggolongan Bahan Makanan Dalam Dkbm Kecuali

administrator

0 Comment

Link

Berikut Ini Penggolongan Bahan Makanan Dalam Dkbm Kecuali – Apakah kamu suka buku ini? Hanya dalam beberapa menit, Anda dapat menerbitkan buku Anda secara online secara gratis! Buat flipbook Anda sendiri

Modul Praktikum Gizi dan Kesehatan Jurusan Pendidikan Biologi Sekolah Tinggi MIPA Universitas Negeri Yogyakarta 2022

Berikut Ini Penggolongan Bahan Makanan Dalam Dkbm Kecuali

Petunjuk Penyusunan Laporan dan Pembobotan Penilaian Nama : NIM : Kelompok : Tanggal/Hari : Kegiatan Laporan Praktek Gizi dan Kesehatan……………….. A. Tujuan Aktual Berisi tujuan aktual dari setiap kegiatan (5 poin) B .Prosedur latihan memuat prosedur praktis meliputi alat, bahan dan prosedur kerja yang digunakan. Alat dan bahan ditulis dengan jumlah/volume/. Catatan lengkap tentang alat dan bahan serta jumlah/volume/berat yang digunakan selama praktek. (20 poin) C. Hasil dan Pembahasan Berisi analisis data (tabel, bagan, grafik, foto, dll) dan pembahasan berdasarkan referensi yang digunakan. Semua referensi yang digunakan dikutip sesuai kaidah penulisan artikel ilmiah dan dicantumkan dalam daftar pustaka. Penggunaan referensi untuk diskusi akan menambah nilai laporan. (35 poin) D. Kesimpulan Suatu kesimpulan yang berisi hasil praktis. Sesuaikan poin kesimpulan berdasarkan tujuan yang realistis. (15 poin) E. Daftar Pustaka (minimal 5 referensi diterbitkan sampai dengan 5 tahun sebelum tahun penulisan). Sertakan referensi/referensi yang digunakan. Penulisannya mengikuti kaidah baku daftar pustaka karya ilmiah. (15 poin) F. Lampiran Berisi laporan sementara/data mentah, perhitungan, foto, tabel/formulir isian. (10 poin)

Modul Dasar Ilmu Gizi Lengkap

Universitas Negeri Yogyakarta Sekolah Tinggi Ilmu Pendidikan Matematika dan Biologi Program Pembelajaran Modul Praktikum Analisis Kurikulum Gizi dan Kesehatan DKBM dan AKG I. Analisis DKBM A. Tujuan 1. Siswa dapat mengartikan Daftar Bahan Makanan (DKBM) 2. Siswa dapat mengetahui isi dari DKBM Klasifikasi bahan makanan. 3. Siswa dapat menggunakan Tabel Komposisi Makanan (DKBM) B. Prinsip Dasar Makanan mengandung energi dan zat-zat yang dibutuhkan oleh tubuh manusia. Informasi mengenai kandungan energi dan gizi suatu makanan sangat kita perlukan agar kita mengetahui apakah makanan yang dikonsumsi seseorang sudah memenuhi kebutuhannya ataukah ia perlu memperbanyak konsumsi makanan tertentu untuk memenuhi seluruh kebutuhan energi dan gizinya. Selain itu, informasi ini diperlukan agar Anda mengetahui berapa banyak makanan yang perlu Anda konsumsi untuk memenuhi kebutuhan energi dan nutrisi tubuh. Pengubahan pangan menjadi energi dan zat gizi yang dikandungnya dapat dilakukan dengan empat alat, yaitu Daftar Komposisi Pangan (DKBM), Daftar Daging Deli (DMM), Daftar Serapan Minyak (DPM), dan Daftar Ukuran Rumah Tangga (URT). )). ). . Daftar Isi Bahan Makanan (DKBM) adalah daftar kandungan gizi berbagai bahan makanan yang digunakan di Indonesia. DKBM mengandung berbagai zat gizi per 100 gram berat bersih. Selain itu, terdapat informasi kadar air dan persen berat konsumsi (BDD) bahan pangan. BDD adalah bagian suatu bahan yang bersih dan siap dimakan atau dimasak dan diolah. BDD ditentukan dengan menimbang seluruh bahan makanan kemudian membuang bagian yang tidak dapat dimakan (seperti cangkang, duri, sirip, dan lain-lain). Kemudian timbang kembali dan hitung.

BACA JUGA  Macam Macam Toolbar

C. Langkah 1. Alat dan Bahan DKBM (Daftar Bahan Makanan) Alat Tulis Neraca Bahan Makanan 2. Tahap Praktikum Uraian Materi Praktikum b. Setiap siswa menyelesaikan tugas 3. Membaca dan menggunakan Tata Cara Pelaksanaan Kerja DKBM secara berkelompok untuk mengetahui gambar/buku asli mana yang anda peroleh dari Tabel Komposisi Makanan (DKBM). Diskusikan bersama kelompok untuk mengetahui tentang: pengertian, kegunaan dan kelemahan DKBM, klasifikasi bahan makanan dan nilai gizi. Menentukan nilai gizi bahan dan makanan Tuliskan menu tiga jenis makanan yang Anda konsumsi dan hitung nilai gizi makanan tersebut sesuai pedoman DKBM. Gambar 1. Cara menghitung unsur hara dengan menggunakan DKBM

D. Format Laporan Hasil Pembahasan Laporan Tabel DKBM Pengertian DKBM Tujuan DKBM Besaran Kelompok Bahan Makanan/Satuan Gizi DKBM Tabel Bahan Gizi DKBM Kegunaan dan Kekurangan DKBM Tujuan DKBM Kekurangan DKBM Klasifikasi Bahan Makanan Tujuan Klasifikasi Bahan Makanan Tujuannya agar lebih mudah melihat kandungan nutrisinya. Klasifikasi pada tabel komposisi pangan didasarkan pada Klasifikasi Bahan Pangan Internasional yaitu: Kelompok Bahan Pangan

Kandungan Gizi Bahan Makanan Penentuan BDD pada DKBM merupakan langkah awal dalam menentukan kandungan gizi karbohidrat dan protein pada bahan makanan Nama bahan makanan Energi (kal) Protein (g) BDD (%) II. Menganalisis AKG A. Tujuan 1. Siswa dapat menjelaskan pengertian AKG 2. Siswa dapat menjelaskan fungsi tabel AKG 3. Siswa dapat menggunakan tabel AKG 4. Siswa dapat menggunakan perhitungan Kecukupan Energi Individu dan Kelompok 5. Siswa dapat menghitung kecukupan protein individu dan kelompok B. Prinsip Kecukupan Gizi (AKG) didasarkan pada kelompok umur, jenis kelamin, ukuran tubuh, aktivitas fisik dan kondisi fisiologis khusus untuk kesehatan yang optimal. Jenis zat gizi yang dianjurkan dalam AKG antara lain energi, protein, vitamin (A, D, E, K, B, dan C) dan mineral (kalsium, fosfor, zat besi, zinc, yodium, dan selenium). Kecukupan energi (AKG) dapat digunakan untuk mengetahui kecukupan energi dan gizi individu maupun kelompok. Data kecukupan energi dan gizi akan digunakan untuk mengembangkan menu seimbang bagi individu dan kelompok umur dalam keadaan sehat. C. Proyek Pemecahan Masalah 1. Sesuai dengan “Anjuran Nilai Gizi Bagi Masyarakat Indonesia Peraturan Nomor 28 Tahun 2019” yang dikeluarkan oleh Menteri Kesehatan Republik Indonesia (http://hukor.kemkes.go. id/uploads/product_law/PMK_No__28_Th_2019_ttg_Recommended_Nutrition_Adequacy_Futrition_Fundon_Futrition_FM.

BACA JUGA  Fungsi Tari Bondan

Pedoman Belajar Untuk Anak

2. Berdasarkan kebutuhan kalori dan kecukupan gizi, rencanakan menu makanan yang sesuai dengan kondisi berikut. Berdasarkan uraian kasus, menu makanan yang direncanakan meliputi 3 kali makan (sarapan, makan siang, dan makan malam), 2 kali snack (pagi dan sore), dan 1 kali makan malam (snack malam pada acara-acara khusus). Skenario 1 • Ibu Lina datang ke posyandu pada tanggal 7 November 2021 untuk memeriksakan bayi kembarnya yang diberi nama Lisa dan Lita. Lisa dan Lita dilahirkan oleh bidan desa pada tanggal 1 April 2021. Berat badan lahir mereka normal, dengan berat lahir 2925 gram (Lisa) dan 2775 gram (Lita), serta panjang badan 48 cm (Lisa) dan 47 cm (Lita) masing-masing. • Anda adalah salah satu mahasiswa KKN yang mendampingi kader Posyandu di desanya. • Ibu Lina bercerita tentang permasalahan yang dihadapinya dalam menentukan menu makanan untuk kedua putri kembarnya dan meminta bantuan anda. • Saat ini, kedua anak perempuan tersebut memiliki berat badan normal, namun hanya sedikit di atas rata-rata berat badan bayi normal seusia mereka. Adegan 2 • Ria dan Teuku, pengantin baru yang sangat bahagia. Mereka baru menikah dua bulan lalu, dan di bulan ketiga, Leah mengejutkan suaminya dengan hasil tes positif. Karena begitu berharganya anak-anak masa depan mereka, mereka tidak hanya akan menjadi anak pertama di masa depan, tetapi juga cucu pertama dari orang tuanya. Sebagai orang tua baru, mereka merawat rahim Ria dengan sangat hati-hati dan penuh perhatian. Belakangan ini Ria sering muntah-muntah, terutama pada pagi dan sore hari. Teuku yang cukup prihatin bertanya kepada Anda sebagai sepupu jauh Ria bagaimana cara terbaik menyiapkan makanan yang sehat, bergizi, dan tidak membuat Ria sakit dan muntah. • Saat ini berat badan Ria 48 kg dan TB 160 cm. Skenario 3 • Tetangga Anda Ibu Arum di Jakarta meminta bantuan Anda dalam menyiapkan menu makanan sehat untuk orang tuanya yang tinggal sendirian di masa pandemi Covid-19. Mereka berdua berusia lanjut, berusia 70 dan 65 tahun,

Sedangkan pembantunya menjalani isolasi mandiri karena kontak erat dengan suaminya yang dinyatakan positif. • Ayah Ibu Arum memiliki tinggi badan 160cm dan berat badan 72kg sedangkan ibu tinggi badan 150cm dan berat badan 50kg. D. Format Laporan Laporan Hasil Pembahasan Interpretasi Tabel AKG Nama: Topik: Hasil Pembahasan Interpretasi Tabel AKG…………………………………………………………… ………… …………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………….. …… …………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………….. …………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………….. ………… ………… …………………………………………………………………………………………………………………………………… …………………… ………… ………………………………………………………………………………………………………………….. …………… ……………………………………………………………………………………………………………………………………………… …………………… Pemecahan Masalah Proyek Tabulasi Data Menu Makanan Bahan Komposisi Fakta Gizi Kalori Sarapan Pagi: Jajanan: Dll Total: ____________ E. Diskusi Kelompok Perhatikan Tabel 2.4 kemudian diskusikan dengan teman untuk menjelaskan maksud dari tabel tersebut. Hasil diskusi dipresentasikan di depan kelas. Nama bahan makanan Energi (kal) Protein (g) BDD (%) Beras poles 361 8,7 100 Beras poles matang 178 2,1 100 Beras merah 359 7,5 100 Bihun 360 4,7 100 610, Jagung 8, 7 100

BACA JUGA  The Window Since Three Days Ago

Program Pembelajaran Pendidikan Biologi Sekolah Tinggi Matematika dan Sains Universitas Negeri Yogyakarta Modul Praktikum Gizi dan Kesehatan Mengukur dan Menafsirkan Data Gizi A. Tujuan 1. Mahasiswa dapat mengetahui status gizi peserta 2. Mahasiswa dapat memantau pola makan peserta selama 3 tahun3 .Siswa dapat menyiapkan menu yang sesuai untuk peserta B. Prinsip Penentuan kebutuhan kalori harian tubuh harus dihitung dengan memperhatikan penilaian tinggi badan (TB), berat badan (BB), bentuk tulang dan proporsi kelemahan, otot dan tulang, dan adanya edema , splenomegali, hepatomegali dan gejala patologis lainnya. Berat badan harus diukur sebelum makan, dan sepatu harus dilepas dan pakaian minimal harus dipakai. Mencatat dan menilai asupan makanan seseorang adalah bagian yang paling sulit dan sering kali mengecewakan dari seluruh aspek penilaian status gizi seseorang. Hal ini disebabkan karena : 1. Sulit bagi pewawancara untuk mencatat apa yang dimakan tanpa mempengaruhi jawaban pasien. 2. Banyak orang tidak dapat lagi mengingat apa yang mereka makan atau berapa banyak yang mereka makan. 3. Hampir tidak mungkin untuk menentukan kandungan nutrisi dari makanan yang Anda makan. Berbagai cara untuk memperoleh data asupan makanan, yaitu: 1. Pengingat 24 jam. Metode ini mudah diterapkan dan karenanya sangat populer. Pasien diminta untuk mengisi atau diwawancarai oleh ahli gizi/perawat untuk mengetahui apa yang dimilikinya

Berikut ini adalah contoh perusahaan penyedia layanan hosting kecuali, berikut ini yang termasuk dalam sistem komunikasi elektronik kecuali, berikut ini merupakan komposisi dalam fotografi kecuali, penderita gagal ginjal dapat diobati dengan cara berikut ini kecuali, zat gizi yang terkandung dalam makanan berikut ini kecuali, berikut ini makanan yang mengandung vitamin d kecuali, berikut ini contoh dbms kecuali, berikut ini merupakan sumber pembangkit listrik energi terbarukan kecuali, berikut ini ruang lingkup yang dikaji dalam ekologi kecuali, berikut ini adalah produk asuransi syariah kecuali, berikut ini adalah gerakan dalam permainan bola basket kecuali, autoimunitas akan menyebabkan beberapa penyakit berikut ini kecuali

Tags:

Share:

Related Post

Leave a Comment