Cerita Pria Di Sukabumi Dimarahi Pengendara Mobil Saat Bantu Urai Kemacetan, Ditendang Dan Dipukul

Edukasinewss – Seorang pemuda di Sukabumi, Jawa Barat, dianiaya.

Dia ditendang dan dipukuli oleh pengemudi mobil.

Kecelakaan bermula saat korban sedang membantu mendeteksi kemacetan lalu lintas.

Namun, pelaku tidak terima dan menghina korban.

Korban kemudian diminta datang ke rumah pelaku dan meminta maaf.

Namun, korban diperlakukan dengan kasar.

Seorang pria bernama Wildan, 28, asal Kadudampet, Kecamatan Kadudampet, Kota Sukabumi, menjadi korban penganiayaan pada 1 Mei 2022 di Jalan Seoul.

Weldan mengatakan dalam rapat pada Sabtu (7/5/2020) bahwa kejadian itu bermula saat ia membeli Tekjeel untuk berbuka puasa.

Saat itu jalanan sedang ramai. Ambil inisiatif untuk menjaga lalu lintas tetap lancar.

“Saya beli es krim, lalu ada mobil yang saya bantu (parkir), terus menerus. Lalu sopir menghentikan mobil dan berkata ” Apa yang harus diatur? Dia berkata, “Semua polisi menghormati kami dari apa yang Anda katakan “.

Setelah itu, ia menerima pesan bahwa saudara yang bersangkutan adalah anggota DPRK, sehingga ia memutuskan untuk pulang.

“Kata orang menyerah saja dan pulang, itu tidak benar. Saya akan langsung pulang.”

“Kemudian saya pulang ke rumah, dan tak lama kemudian seseorang memanggil saya pulang dan meminta saya datang ke rumahnya untuk meminta maaf,” katanya.

“Saat saya datang ke rumahnya, saya diundang. Tiba-tiba, tanpa mengetahui masalahnya, saya dipukul dan ditendang.”

“Beberapa orang meminta saya untuk meminta maaf, dan saya melakukannya saat saya menangis,” jelasnya.

Ia telah melaporkan dirinya ke Polsek Sekool, Polres Sukabumi, terkait dengan kejadian tersebut.

Namanya kecil dan dia tidak punya apa-apa. Aku menyerah begitu saja. Kami mengajukan pengaduan polisi kemarin.

Leave a Comment