Cerita Rakyat Malim Deman

administrator

0 Comment

Link

Cerita Rakyat Malim Deman – Cerita rakyat yang dikisahkan Kakak saat ini berasal dari Sumatera Barat. Ini tentang seorang pemuda yatim piatu di daerah itu. Kakak tidak butuh waktu lama untuk menceritakan cerita rakyat pendek dalam Hikayat Malim Deman.

Pada suatu ketika hiduplah seorang pemuda yatim piatu. Namanya Malim Damon. Dia adalah seorang pemuda tampan yang bekerja keras. Dia bekerja sehari-hari di ladang dan di peternakan ibunya di pinggir hutan. Dia bekerja untuk membantu pamannya.

Cerita Rakyat Malim Deman

Di sekitar ladang hiduplah seorang janda tua yang merupakan ibu dari Malim Yaksha. Namanya Mandeh Rubia. Malim Damon mengenal baik janda tua itu. Bahkan, Mandeh Rubiyah menganggap Malim Dayman seperti anaknya sendiri. Mande Rubia sering mengirimkan makanan ke Malim Deman sedangkan Malim Deman mengawasi ladang di malam hari.

Kesultanan Palembang Palembang Terkenal Dgn Nama Sriwijaya , Kemudian Setelah Dikalahkan Oleh Majapahit Ia Menjadi Malap. Setelah Islam Bertapak Kerajaan.

Pada suatu malam, Malim Deman kembali menjaga ladang. Dia sendirian di tengah lapangan. Dia merasa sangat haus. Malim Dimon segera mendatangi gubuk Mande Rubia untuk meminta air minum. Sebelum sampai di gubuk Rubia di Malam Deman Made, Malem Deman Mande mendengar suara beberapa wanita di belakang gubuk Rubia. Sambil berjalan, terdengar sangat mencurigakan, Malim mendekati sumber setan itu.

Setan Malim terkejut melihat tujuh bidadari sedang mandi di kolam belakang gubuk Mandeh Rubia. Malim Deman terpesona melihat kecantikan tujuh peri yang wajahnya terkena cahaya bulan purnama. Setan Malim melihat tujuh saputangan tergeletak di tepi kolam. Malim Daemon berspekulasi bahwa para bidadari pergi dari surga menuju kolam dengan menggunakan tujuh selendang. Diam-diam dia menghampiri ketujuh saputangan itu dan mengambil salah satunya. Sapu tangan itu segera disembunyikan dan dia kembali memata-matai ketujuh bidadari yang masih mandi.

BACA JUGA  Ibu Sedang Memasak Di Dapur

Pagi harinya, ketujuh bidadari itu ingin kembali ke kayangan. Salah satu malaikat, malaikat termuda, tidak dapat menemukan saputangannya. Keenam saudara perempuannya berusaha membantunya menemukan saputangan tersebut, namun hingga subuh, saputangan bidadari bungsu belum juga ditemukan. Saat matahari hendak terbit, keenam utusan yang menerima selendang itu harus meninggalkan adik perempuannya. Enam di antaranya menggunakan selendangnya untuk kembali ke kayangan.

Yang bungsu meninggalkan saudara perempuannya dan menangis. Dia takut berada di negeri setan Malim maka dia pergi dan menghibur malaikat yang lebih muda. Malim kemudian mengundang Malaikat Iblis ke rumah Mande Rabia. Mande Rabia yang gembira menerima bidadari bernama Putri Bungsu dan mengakuinya sebagai anaknya.

Pdf) Unsur Mitos Berdasarkan Teks Sastera Melayu Tradisional

Malim Deman kembali ke rumahnya setelah mengantarkan bidadari bernama Putri Bungsu ke rumah Mandeh Rabia. Malim Damon kembali ke rumah dan memberitahu ibunya tentang kejadian tersebut. Ia juga menjelaskan bahwa ada bidadari yang tinggal bersama Mande Rabia. Malim Daemon kemudian memberikan ibunya selendang bidadari untuk disimpan. Malim Daemon meminta ibunya menyembunyikan saputangan itu selamanya.

Sejak saat itu, Malim kesulitan menemui Damon Putri Bungsu di rumah Mande Rabia. Malim Damon dan Putri Bungsu tampak saling mencintai. Kemudian keduanya menikah. Segera mereka memiliki seorang putra. Malim Damon menamai putranya Suthan Duano.

Putri Bungsu Malim sangat bahagia menikah dengan Damon. Namun sejak lahirnya Sutan Duano, tingkah Malim Deman berubah. Malim Damon menghabiskan sebagian besar waktunya di arena perjudian. Ia sangat tertarik untuk bertaruh pada sabung ayam. Saking puasnya berjudi, ia sering tidak pulang berhari-hari.

Putri Bungsu sangat sedih karena kelakuan buruk suaminya. Terkadang dia menangis sendirian, meratapi nasibnya. Keinginannya untuk kembali ke surga kembali muncul. Semakin lama rasanya, semakin baik. Hingga suatu hari, Malim menemukan sapu tangan Damon di rumah ibunya. Dia berpura-pura mengeringkan saputangannya. Setelah beberapa saat dia membawa syal itu ke kamarnya. Kemudian Putri Bungsu Malim menemui petugas Daemon Bujong Karim. “Tolong beritahu Malim Damon bahwa aku akan kembali ke surga bersama Sutan Duano.”

BACA JUGA  Contoh Kesan Terhadap Guru

Bacalah Kutipan Hikayat Berikut!hikayat Malim Deman2). Jawablah Pertanyaan Pertanyaan Berikut

Bujong Karim segera menemukan Malim Setan di arena perjudian. Usai pertemuan, ia menyampaikan pesan putri bungsunya kepada Malim Damon.

Malim Damon panik dan berlari pulang menemui istri dan putranya. Tapi sudah terlambat. Dia kembali ke rumah dan menemukan istri dan putranya telah pergi. Istrinya membawa anak kesayangannya kembali ke surga. Malim Damon hanya bisa menyesali kematian putra dan istrinya. Dia sangat sedih. Tapi penyesalan hanyalah penyesalan, apa yang terjadi tidak bisa terulang kembali. Perilaku buruknya membuat dia kehilangan keluarga tercintanya.

Pesan moral dari cerita rakyat pendek Hikayat Malim Deman adalah perjudian hanya akan merugikan anda dan keluarga di kemudian hari. Perbuatan buruk seperti ini sebaiknya dihindari agar tidak terjadi kerugian di kemudian hari. Kita juga harus berhati-hati dalam bekerja karena tidak ada gunanya menyesal di kemudian hari.

Hak Cipta © 2023 Cerita Rakyat Nusantara Kumpulan Cerita Pengantar Tidur untuk Anak – Tema WordPress Ascension oleh GoDaddy

Pawangana: July 2011

Cerita malin deman, cerita rakyat dari depok, cerita malim dewa, gambar buku cerita rakyat, sampul cerita rakyat, cerita rakyat putri nyale, harga buku cerita rakyat, cerita hikayat malim dewa, cerita rakyat, ebook cerita rakyat, buku cerita rakyat, cerita rakyat indo

Tags:

Share:

Related Post

Leave a Comment