Cita-cita Ra Kartini Yang Berkaitan Dengan Masa Depan Perempuan Indonesia

syarief

0 Comment

Link

Cita-cita Ra Kartini Yang Berkaitan Dengan Masa Depan Perempuan Indonesia – Coba Yas Mohon Tunggu… Jurnalis – Tugas sehari-hari seperti desain grafis, edit foto, edit video (gambar bergerak). Tapi saya masih menolak untuk menyeimbangkan hidup saya.

21 April 2016 21:26 21 April 2016 21:26 Diperbarui: 21 April 2016 21:33 94 2 0

Cita-cita Ra Kartini Yang Berkaitan Dengan Masa Depan Perempuan Indonesia

Siapa yang tak kenal Kartini, setiap tanggal 21 April selalu diperingati dengan kebaya, tak terkecuali perayaan hari Kartini terbuka. Sekolah tetapi ibu-ibu di banyak daerah juga tidak mau ketinggalan. Kini Hari Kartini juga dijadikan sebagai program penghargaan bagi perempuan yang didedikasikan untuk perempuan yang benar-benar inspiratif.

Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kemenag Ri

Namun yang mengejutkan, di tengah perayaan Hari Kartini, banyak di antara kita yang belum mengetahui kisah Kartini, perjalanan hidupnya dalam memperjuangkan hak-hak perempuan. Banyak yang mengetahui surat-surat Kartini yang hanya sekilas berjudul “Dari Kegelapan Menemukan Cahaya”, namun nyatanya hanya sedikit orang yang menyukai atau pernah membaca buku tersebut.

RA Kartini adalah pejuang kebebasan pendidikan bagi perempuan. Namun sebelum mimpinya menjadi kenyataan, Kartini sudah menghadap Tuhan. Kartini meninggal beberapa hari setelah melahirkan anak pertamanya. Adik-adiknya (Rukmini, Kardina, Kartina, Sumantri) berusaha meneruskan cita-cita tersebut.

Kartini mendobrak batasan-batasan tradisional sebagai perempuan yang hidup dalam komunitas Jawa yang harus didukung. Kartini ingin dirinya dan adik-adiknya bisa belajar dengan baik tanpa tertukar dengan peraturan dan ketentuan yang membuatnya terlihat ‘tinggi’.

Keempat adik RA Kartini mengetahui niat besar Kartini yang tidak memenjarakan perempuan secara adat (perempuan tidak boleh keluar rumah dan harus dikurung untuk menikah jika sudah dianggap dewasa). ). Jadi perempuan tidak seperti laki-laki yang bisa mengenyam pendidikan tinggi.

Diperingati Setiap Tanggal 21 April, Ini Sejarah Hari Kartini Yang Wajib Kita Ketahui

Kini kita melihat Kartini tidak pernah sendirian kecuali adik-adiknya yang mengusung pemikirannya. Kini seluruh perempuan Indonesia melanjutkan perjuangannya tanpa melupakan kodratnya sebagai perempuan, sebagai istri yang imam, sebagai ibu yang merawat dan mengasuh anak-anaknya.

“Kami tidak ingin menjadikan siswa-siswa kami sebagai orang Eropa atau Jawa Barat. Dengan pendidikan gratis, kami bahkan ingin menjadikan orang Jawa sebagai orang Jawa yang sesungguhnya, orang Jawa yang penuh cinta dan semangat terhadap tanah air dan bahasa negaranya.” – BELI Kartini, kita dilahirkan. 21 April 1879 di Jepara, Jawa Tengah. Kemudian pada tanggal 2 Mei 1964, berdasarkan Surat Perintah Presiden Republik Indonesia (Capris RI) Nomor 108, Kartini dinyatakan sebagai pahlawan kemerdekaan nasional dan dipilihlah hari lahirnya seperti Hari Kartini. Hal ini dianggap sebagai bentuk peringatan dan apresiasi atas kerja keras mereka di masa lalu dalam mencapai kesetaraan ras, serta sebagai bentuk perjuangan kebebasan perempuan Indonesia. Inilah sebabnya mengapa para feminis sering menggunakan hari ulang tahun mereka sebagai kesempatan untuk menjual ide-ide mereka kepada publik dan menjualnya seperti kue panas.

BACA JUGA  Bangsa Indonesia Bertekad Untuk Menentang Setiap Bentuk Penjajahan

Indonesia telah lama mendukung dan menghormati hak-hak perempuan bahkan sebelum masa RA Kartini. Dalam hal ini, Belanda menekankan Courtney sebagai perwakilan Barat dengan menerbitkan surat-suratnya tujuh tahun setelah kematiannya. Ketertarikan mereka tidak lain adalah mendukung konsep feminisme. Hanya surat-surat terpilih yang dipilih untuk diterbitkan. Sementara itu, ada cerita lain dimana Kartini belajar Alquran dari seorang Kayai bernama Shula Darat dan ingin mengenal Islam lebih dalam, namun Belanda menutupinya.

Ketersediaan materi merupakan persoalan mendasar dalam kajian sejarah. Sejarah dapat disalahgunakan untuk kepentingan kelompok tertentu. Kadang-kadang bisa dihilangkan, atau bahkan ditambahkan ke dalam sediaan. Tentu saja hal ini bisa membuat orang salah mengambil kesimpulan tentang kisah hidup sang tokoh.

Kartini, Pejuang Kesetaraan Dan Kesenian Dari Jepara

Seperti kisah perjuangan Kartini. Selama ini dapat dipahami bahwa perjuangan Kartini adalah dalam semangat kebebasan agar perempuan dapat mempunyai hak yang sama dan setara dengan laki-laki. Bahkan telah beralih pada gagasan-gagasan liberal, feminisme dan feminisme, serta gagasan-gagasan yang bertentangan dengan hakikat perempuan dan menyimpang dari pemahaman Islam yang benar.

Sangat sulit bagi Kartini untuk bertahan dalam lingkungan yang bertentangan dengan pandangannya. Kehidupannya di kalangan bangsawan memungkinkannya berteman dengan orang-orang Belanda yang didominasi gagasan Barat, sementara komunitas tempat ia tinggal menganut tradisi. Oleh karena itu, Kartini kerap berusaha mencari jawaban atas pemikiran yang dihadapinya. Kartini mendapatkan jawaban pastinya beberapa tahun sebelum kematiannya, Kartini akhirnya mendapatkan jawaban atas pertanyaan yang ada di benaknya. Ia mulai mencoba mengikuti ajaran Islam. Awalnya ajaran Islam tidak mendapat tempat di benak Kartini. Pasalnya, ia mempunyai pengalaman buruk, yakni bertemu dengan seorang guru, namun ia enggan menjelaskan maksud ayat yang dibacakannya.

Dengan kedudukannya yang besar, ia tak memungkiri bisa berteman dengan orang-orang keluarga Belanda. “Kartini sering berkirim surat kepada teman-temannya tentang betapa kesalnya dia karena tidak bisa memahami isi Al-Qur’an karena dia tidak bisa berbahasa Arab.” …Bagaimana saya bisa mencintai agama saya, jika saya tidak memahaminya, saya tidak dapat memahaminya. Al-Qur’an sangat suci, tidak dapat diterjemahkan ke dalam bahasa apapun. Tidak ada yang mengerti bahasa Arab di sini. Disini kami telah mengajari manusia membaca Al-Qur’an, namun yang membacanya tidak memahaminya. Menurut saya, pekerjaan yang bodoh, orang diajar membaca, tapi apa yang dibaca tidak diajarkan untuk ditafsirkan. Saat Anda mengajari saya bahasa Inggris, saya harus menghafal kata-kata Anda, tetapi Anda tidak membiarkan saya memahami satu kata pun tentang maksudnya. “Karena kamu orang yang baik, maka kamu berhak menjadi orang baik, bukan, Stella? (Surat Cortney kepada Stella, 6 November 1899).

BACA JUGA  Jelaskan Mengenai Faktor Internal Dalam Tindakan Ekonomi

Oleh karena itu, pandangan Kartini yang demikian tidak lepas dari kebijakan Belanda saat itu yang menghalangi kaum pribumi untuk menerjemahkan Al-Qur’an. Setelah pertemuan Anda dengan KH, keadaan Anda justru sebaliknya. Muhammad Syulah bin Umar. Beliau adalah ulama besar Daratan di Semarang. Dia telah membalikkan keadaan sejauh ini. Kartini sangat tertarik dengan tafsir surat al-Fatihah yang diceritakan para imam. Kartini pun menyuruh salah satu pamannya untuk ikut bersamanya menemui Kayai. Demikian petikan dialog Kartini dan Kayai Shola Darat yang ditulis oleh Ibu Fadela Shola (salah satu kerabat Kayai Shola Darat).

Inspirasi Kartini, Inspirasi Perjuangan

“Saya bertanya, apa hukumnya jika seseorang mempunyai ilmu tetapi menyembunyikan ilmunya?” Kayai Shula terkejut mendengar pertanyaan Darth Kartini yang dilontarkan secara diplomatis. “Mengapa Raiden Aging menanyakan hal itu?” Shula Darat bertanya lagi. “Apa, pertama kali dalam hidupku aku bisa memahami arti huruf pertama, dan Alquran pertama, isinya paling bagus, menggugah hatiku, jadi hatiku sangat bersyukur. Demi Tuhan, tapi aku bertanya-tanya mengapa para ulama kita melarang penerjemahan Al-Qur’an dalam bahasa Jawa pada periode ini?

Setelah bertemu Kartini, Kayai Shola Darat terinspirasi untuk menerjemahkan Al-Qur’an ke dalam bahasa Jawa. Bahkan, di hari pernikahan Kartini, Kaya menerjemahkan Alquran (Faizur Rahman fit Tafsir al-Qur’an Jilid Satu yang berjumlah tiga belas juz, dari Surah Fatiha hingga Surah Ibrahim.

Dari situlah Kartini mulai mempelajari Islam dalam arti sebenarnya. Namun, sangat disayangkan pendeta tersebut meninggal sehari yang lalu. Oleh karena itu, Al-Qur’an tidak diterjemahkan ke dalam bahasa Jawa oleh Kayi Darat.

Jika Kartini mampu membaca seluruh ajaran Islam (Qur’an) sampai tuntas, maka tidak mungkin ia mampu memanfaatkan seluruh isi pembelajarannya. Kartini dikenal sebagai pahlawan rakyat meski berbeda dengan tradisi yang mengakar di sekitarnya. Oleh karena itu, Kartini juga akan mempunyai modal ketaatan yang tinggi terhadap ajaran Islam. Misalnya, dia adalah salah satu tokoh yang paling kuat menentang poligami. Namun setelah mengenal Islam, ia mau menerimanya.

BACA JUGA  Hand Spring Adalah

Dinas Kebudayaan (kundha Kabudayan) Daerah Istimewa Yogyakarta

Perjuangan Kartini dengan perempuan kini sepertinya sudah melampaui batas. Seperti kutipan surat Kartini yang menjadi saksi atas ketidakadilan yang dialami perempuan Indonesia saat itu.

“Di sini kami meminta agar kami melakukan upaya untuk melatih dan mendidik anak perempuan, bukan karena kami ingin mereka bersaing dengan anak laki-laki dalam upaya hidup mereka.” Namun karena kami yakin akan pengaruhnya yang besar terhadap perempuan, sehingga perempuan bisa menjadi lebih baik. Untuk memenuhi tanggung jawab mereka, tanggung jawab alam sendiri telah ditempatkan di tangan mereka: menjadi ibu, pendidik pertama manusia”.

Jika dicermati, tidak ada satu kata pun dalam surat ini yang mengajarkan perempuan untuk mempunyai hak, tanggung jawab, status dan peran dengan laki-laki. Kartini berpendapat bahwa kesadaran seseorang tercermin dari kesadaran cara berpikirnya. Kartini mengupayakan pendidikan dan pelatihan bagi perempuan hanya untuk meningkatkan kesadaran rakyatnya agar mampu menunaikan tanggung jawabnya sebagai perempuan.

Oleh karena itu, salah besar jika atas nama perjuangan Kartini, perempuan kini terjebak pada nilai-nilai kebebasan dan pemikiran barat yang ditentang oleh sang pahlawan. Sebagai pembela hak-hak perempuan, perjuangan yang dipimpin oleh kaum feminis jauh dari semangat perjuangan Kartini. Kartini tidak meminta persamaan hak dalam segala bidang, Kartini hanya meminta agar perempuan diberikan hak untuk mendapatkan pendidikan yang memadai agar dapat menunaikan amanahnya sebagai ibu, tidak lebih.

Renungan Perjuangan R.a. Kartini Di Tengah Masa Pandemi

Kartini memutuskan untuk menjadi muslimah yang taat dengan mengumandangkan azan dari Surat Al-Baqarah. 193. Manaza Zulmati al-Nur yang artinya dari kegelapan menuju terang, menasehati agar mengubah diri dari pemikiran yang salah menuju ajaran yang benar (Islam) yang ditetapkan Tuhan. Tidak berlebihan jika disimpulkan bahwa tujuan Kartini adalah mendorong setiap perempuan menjadi muslimah yang taat pada ajaran agamanya.

“…, menurut kami masyarakat Eropa itu sungguh luar biasa, luar biasa. Tolong, tapi apakah Anda sendiri menganggap masyarakat Eropa itu sempurna? Bisakah Anda menyangkal bahwa ada hal-hal indah di masyarakat Anda. Banyak hal di balik itu mereka tidak pantas untuk menyebut mereka beradab sama sekali.

Inilah fakta yang patut diajarkan kepada generasi kita saat ini, semangat juang Kartini.

Ra kartini masa kini, cita cita ra kartini, cita-cita masa depan, foto ra kartini, kata kata ra kartini, biografi ra kartini yang singkat, masa perjuangan ra kartini, buku biografi ra kartini, gambar ra kartini, buku ra kartini, kartini masa depan, ra kartini

Tags:

Share:

Related Post

Leave a Comment