Contoh Jelaskan 4 Penyebab Konflik Dalam Masyarakat Yang Beragam

administrator

0 Comment

Link
Contoh Jelaskan 4 Penyebab Konflik Dalam Masyarakat Yang Beragam

Contoh Jelaskan 4 Penyebab Konflik Dalam Masyarakat Yang Beragam

  1. Perbedaan Suku, Agama, Ras, dan Antar Golongan (SARA)

Konflik SARA merupakan salah satu penyebab konflik yang paling umum terjadi di masyarakat yang beragam. Perbedaan suku, agama, ras, dan antar golongan sering kali menjadi sumber konflik karena masing-masing kelompok merasa memiliki identitas dan kepentingan yang berbeda. Hal ini dapat memicu terjadinya rasa curiga, permusuhan, dan bahkan kekerasan.

Contoh konflik SARA yang pernah terjadi di Indonesia antara lain:

  • Konflik antara umat Islam dan Kristen di Maluku pada tahun 1999-2002.
  • Konflik antara suku Dayak dan suku Madura di Kalimantan Barat pada tahun 2012.
  • Konflik antara umat Islam dan Hindu di Bali pada tahun 2016.
  1. Perebutan Sumber Daya Alam

Perebutan sumber daya alam juga dapat menjadi penyebab konflik di masyarakat yang beragam. Ketika sumber daya alam yang terbatas diperebutkan oleh berbagai kelompok, hal ini dapat memicu terjadinya konflik yang berkepanjangan.

Contoh konflik perebutan sumber daya alam yang pernah terjadi di Indonesia antara lain:

  • Konflik antara masyarakat setempat dan perusahaan tambang di Papua.
  • Konflik antara masyarakat nelayan dan perusahaan perikanan di Sulawesi Selatan.
  • Konflik antara masyarakat adat dan perusahaan kehutanan di Kalimantan Tengah.
  1. Kesenjangan Ekonomi

Kesenjangan ekonomi juga dapat menjadi penyebab konflik di masyarakat yang beragam. Ketika sebagian besar masyarakat hidup dalam kemiskinan, sementara sebagian kecil masyarakat lainnya hidup dalam kemewahan, hal ini dapat memicu terjadinya rasa iri, dengki, dan bahkan kebencian.

Contoh konflik kesenjangan ekonomi yang pernah terjadi di Indonesia antara lain:

  • Konflik antara petani dan pemilik tanah di Jawa Tengah.
  • Konflik antara buruh dan pengusaha di Jakarta.
  • Konflik antara masyarakat miskin kota dan masyarakat kaya kota di Surabaya.
  1. Politik Identitas
BACA JUGA  Judul Berita Teks Pada Harian Kompas Cetak

Politik identitas merupakan strategi politik yang menggunakan identitas kelompok untuk menarik dukungan pemilih. Ketika politik identitas digunakan untuk memecah belah masyarakat dan mengadu domba kelompok satu dengan kelompok lainnya, hal ini dapat memicu terjadinya konflik.

Contoh konflik politik identitas yang pernah terjadi di Indonesia antara lain:

  • Konflik antara partai politik yang berbasis agama pada pemilu presiden tahun 2004.
  • Konflik antara partai politik yang berbasis etnis pada pemilu legislatif tahun 2009.
  • Konflik antara partai politik yang berbasis ideologi pada pemilu presiden tahun 2014.

Tags:

Share:

Related Post

Leave a Comment