Contoh Soal Pembiasan Cahaya

syarief

0 Comment

Link

Contoh Soal Pembiasan Cahaya – Artikel ini membahas tentang pembiasan cahaya dan hubungannya dengan kemunculan fenomena paling alami yang pernah Anda temui, pelangi.

, Seperti lirik lagu di atas, pelangi memiliki warna yang berbeda-beda. Ada merah, kuning dan hijau. Warna-warna ini membuat pelangi indah dipandang.

Contoh Soal Pembiasan Cahaya

Kamu sudah belajar dulu tentang pantulan cahaya dan jenis-jenisnya ya. Hal ini menunjukkan bahwa selain dipantulkan, cahaya juga dapat dibelokkan,

Docx) Pembiasan Cahaya

, Pembelokan cahaya ini disebut pembiasan cahaya. Secara definisi, pembiasan cahaya adalah fenomena penyimpangan arah rambat cahaya ketika melewati dua media yang berbeda kerapatan optiknya.

Nah, coba lihat gambar di atas. Pada gambar ini, cahaya melewati dua medium yang tingkat kepadatannya berbeda, yaitu udara dan air. Susunan partikel di udara bebas, sehingga molekul dapat bergerak bebas. Berbeda dengan air, ia mempunyai susunan partikel yang lebih padat, sehingga molekulnya tidak bergerak bebas dan mudah. Oleh karena itu, udara memiliki massa jenis yang lebih rendah dibandingkan air.

Kerapatan optik suatu medium berhubungan dengan indeks bias (n). Semakin tinggi indeks bias suatu medium, semakin tinggi pula kerapatan optik medium tersebut. Akibatnya, cahaya yang melewati medium dengan indeks bias lebih tinggi (kerapatan lebih tinggi) akan mempunyai arah kelengkungan lebih besar. Ya, arah pembelokan cahaya diukur dari bidang batas kedua medium.

Lalu bagaimana jika kerapatan optik mediumnya rendah, seperti udara. Artinya, yang terjadi justru sebaliknya. Suatu medium dengan kerapatan optik yang rendah berarti indeks bias medium tersebut juga rendah. Akibatnya arah putaran cahaya yang melewati medium akan lebih kecil dari daerah batas kedua medium.

Ruang Sains: Pembiasan Cahaya

Ketika cahaya dibiaskan dari udara ke air (Gambar A), cahaya akan merambat dari medium yang kurang rapat ke medium yang lebih rapat. Indeks bias air lebih tinggi dibandingkan indeks bias udara (n

), sehingga arah pembelokan cahaya dari bidang batas kedua media semakin besar. Oleh karena itu, cahaya akan dibiaskan/dibelokkan mendekati garis normal.

Sebaliknya, jika cahaya dibiaskan dari air ke udara (Gambar B), cahaya akan merambat dari medium yang lebih rapat ke medium yang kurang rapat. Indeks bias udara lebih rendah dibandingkan indeks bias air (n

), sehingga arah pembelokan cahaya dari bidang batas kedua media juga kecil. Oleh karena itu cahaya akan dibiaskan/dibelokkan oleh garis normal. Perbedaannya bisa dilihat di foto, kan?

Pengamatan Sifat Sifat Cahaya: Pengertian Dan Contoh Soal

Baiklah, saya harap Anda sudah memahami pembiasan cahaya sekarang. Berikut adalah rumus yang bisa kamu gunakan untuk mengerjakan soal-soal yang berkaitan dengan pembiasan cahaya. Perhatikan dan coba selesaikan soal-soal berikut ini, yuk!

BACA JUGA  Mata Ikan Di Jari Tangan

1. Cahaya merambat dari air ke kaca. Jika indeks bias air 1,33 dan indeks bias kaca 1,54, hitunglah cepat rambat cahaya dalam kaca jika diketahui cepat rambat cahaya dalam air adalah 2,25 x 10

Ya, kedua contoh pertanyaan di atas hanyalah sebagian kecil dari jenis pertanyaan yang akan ditanyakan kepada Anda tentang materi reflektif. Jadi Anda juga bisa mengasah kemampuan Anda dengan berlatih jenis soal lainnya di ruang belajar. OKE?

Oh ya, kamu masih ingat itu kan? Awalnya kami bertanya-tanya bagaimana pelangi terbentuk? Kemudian Anda juga diberitahu bahwa pelangi terbentuk karena pembiasan cahaya. Bagaimana itu mungkin? Warna pelangi ada banyak sekali, ada yang merah, kuning, hijau dan warna lainnya. Sedangkan pada pembahasan sebelumnya tidak ada yang menyebutkan bahwa jika cahaya dibelokkan maka “akan terlihat warna pelangi”.

Jalannya Sinar Pada Peristiwa Pembiasan Cahaya Berikut Ini Yang Benar Adalah

Pernahkah Anda membaca artikel tentang sifat-sifat cahaya yang berbeda? Jika iya pasti anda tahu bahwa salah satu sifat cahaya adalah dapat dijelaskan. Um… bagaimana menjelaskan maksudnya?

Oke, sebenarnya cahaya putih yang kita lihat biasanya terdiri dari warna-warna berbeda dan warna tersebut bisa terdistorsi atau pecah. Inilah sebabnya mengapa cahaya putih disebut cahaya polikromatik, misalnya sinar matahari. Cahaya putih punya banyak warna lho! Warnanya merah, oranye, kuning, hijau, biru, nila dan ungu. Biasanya kita menyingkatnya dengan mejikuhibinia. Seperti warna pelangi, bukan?

Penghancuran cahaya putih menjadi berbagai warna disebut hamburan. Dispersi disebabkan oleh perbedaan indeks bias masing-masing cahaya, sehingga ketika cahaya dibiaskan dalam suatu medium, cahaya tersebut menghasilkan warna yang berbeda-beda, seperti pelangi.

Selain gambar di atas, hamburan juga bisa terjadi ketika sinar matahari mengenai tetesan air hujan. Awalnya sinar matahari akan dibiaskan oleh tetesan air hujan. Setelah itu, warna putih sinar matahari akan berubah menjadi warna-warna indah langit yang kita sebut pelangi.

Lembar Kerja Garis Paralel Dan Tegak Lurus Untuk Kelas 7 Di Quizizz

Sebab, posisi kita berada akan menentukan apakah kita bisa melihat pelangi atau tidak. Untuk melihat pelangi dengan jelas, saat hujan kita harus berdiri membelakangi matahari. Posisi Matahari tidak boleh terlalu tinggi. Jika terlalu tinggi, kita tidak akan bisa melihat pelangi. Oleh karena itu, peluang terbaik untuk melihat pelangi adalah saat hujan turun pada pagi atau sore hari.

, Masih banyak contoh pembiasan cahaya yang bisa Anda jumpai dalam kehidupan sehari-hari. Anda dapat melihat contohnya pada gambar berikut.

BACA JUGA  Nama Tari Yang Berasal Dari Jawa Barat Di Samping Adalah

Ciptakan pelangi Anda sendiri. Untuk melakukannya, Anda bisa mencari area terbuka yang terkena sinar matahari. Kemudian semprotkan airnya dengan botol semprot

Di area yang terkena sinar matahari. Hasilnya, Anda bisa melihat warnanya tampak seperti warna pelangi. Bagus sekali, 1. Memahami pembiasan cahaya pada dua medium. 2. Tentukan hubungan antara jenis medium dan sudut bias

Cahaya: Partikel Atau Gelombang

Ketika seseorang berenang, seolah-olah dia sedang mengapung di tempat yang tidak terlalu dalam. Namun kenyataannya, panggul yang dimasuki seseorang jauh lebih dalam. Hal ini diketahui karena polarisasi cahaya yang melewati udara lebih kecil rapatnya dibandingkan dengan polarisasi cahaya yang masuk ke dalam air (lebih rapat) dan akan dibiaskan lebih jauh dari garis normal. Untuk lebih memahami pembiasan cahaya, mari kita pelajari dengan menggunakan materi berikut ini.

Salah satu sifat cahaya adalah dapat dibiaskan. Pembiasan cahaya adalah pembelokan cahaya akibat perbedaan kerapatan antara dua media. Contoh fenomena pembiasan yang umum ditemui adalah pembiasan cahaya pada air, terbentuknya pelangi, bintang tampak mendekat, dan masih banyak lagi yang lainnya.

Ada hukum yang menjelaskan fenomena pembiasan cahaya ini, yang disebut hukum Snell.

2. a) Jika sinar datang dari medium yang lebih rapat ke medium yang kurang rapat, maka sinar tersebut dibiaskan dari garis normal.

Soal & Kunci Jawaban Ulangan Sumatif Bab 4 Ipa Kelas 8 Smp Semester 1 Kurikulum Merdeka

B) Jika cahaya datang dari medium yang kurang rapat ke dalam medium yang rapat, maka cahaya akan dibiaskan mendekati garis normal.

3. Perbandingan sinus sudut datang (i) dengan sinus sudut bias (r) adalah suatu bilangan tertentu. Angka tetap ini sebenarnya menunjukkan indeks bias.

Indeks bias adalah perbandingan antara nilai sin sudut datang (i) dan sudut bias (r). Ada dua jenis indeks bias: indeks bias absolut dan indeks bias relatif.

Indeks bias absolut adalah perbandingan kecepatan cahaya di ruang hampa dengan kecepatan cahaya di medium lain.

Mengurai Cahaya Menjadi Pelangi

Dalam penerapannya, pembiasan cahaya dapat diamati ketika kita mencelupkan pensil ke dalam gelas yang berisi air. Maka pena akan tampak bengkok. Hal ini dapat terjadi karena cahaya merambat dari medium yang kurang rapat ke medium yang lebih rapat. Ketika cahaya merambat dari medium udara ke medium akuatik, cahaya tidak akan tampak membelok secara langsung sepanjang suatu garis.

Jika cahaya merambat dari medium optik yang kurang rapat ke medium optik yang lebih rapat, misalnya dari udara ke air, maka cahaya akan dibiaskan mendekati garis normal.

Jika cahaya merambat dari medium optik yang lebih rapat ke medium optik yang kurang rapat, misalnya dari air ke udara, maka cahaya akan dibiaskan menjauhi garis normal. (Johan, 2008:1)

BACA JUGA  Manfaat Perdagangan Internasional Di Bidang Sosial

Fenomena pembiasan yang disebut fenomena “pembiasan pada prisma” juga dapat terjadi pada prisma. Apabila sinar seperti sinar laser merah memasuki suatu prisma maka sinar tersebut akan mengalami dua kali pembiasan yaitu pada saat udara masuk ke dalam prisma dan pada saat kembali dari prisma ke udara.

Lembar Kerja Garis Paralel Dan Tegak Lurus Untuk Kelas 5 Di Quizizz

Ketika melewati sebuah prisma, berkas cahaya putih dapat terpecah menjadi beberapa warna primer, seperti merah, jingga, kuning, hijau, biru, dan ungu. Rentang warna primer ini disebut spektrum warna. Cahaya putih mengandung beberapa warna, sehingga disebut cahaya beraneka warna. Fenomena pembagian seberkas cahaya putih menjadi warna primer yang berbeda disebut dispersi. Penyebaran cahaya terjadi karena setiap warna cahaya mempunyai kecepatan rambat yang berbeda-beda. Sudut yang dibentuk oleh sinar ekstrim merah dan ungu disebut sudut Persia.

Selanjutnya adalah “Pembiasan Lensa”. Pembiasan ini dapat terjadi pada lensa cembung (cembung) dan lensa cembung (cekung). Lensa cembung adalah lensa yang bagian tengahnya lebih tebal dibandingkan bagian tepinya. Ada tiga jenis lensa cembung: lensa cembung ganda (bikonveks), lensa cembung datar (plano-cembung), dan lensa cembung-cekung (cembung-cekung). Lensa cekung adalah lensa yang bagian tengahnya lebih tipis dibandingkan bagian tepinya. Lensa cekung ada tiga jenis, yaitu lensa cekung ganda (bikonkaf), lensa cekung datar (planokonkaf), dan lensa cekung-cembung (cekung-cembung).

Karena lensa cembung mempunyai dua permukaan melengkung, maka ia mempunyai dua jari-jari kelengkungan dan dua titik fokus. Ibarat cermin, jari-jari kelengkungan lensa adalah dua kali panjang fokus (2). Untuk lensa cembung, terdapat tanda positif (+) pada jari-jari kelengkungan (R) dan titik fokus (f), sehingga lensa cembung sering disebut lensa positif.

Pada pembiasan ini panjang fokus lensa cembung bergantung pada ketebalan lensa itu sendiri. Jika lensanya tebal, panjang fokusnya pendek. Tiga sinar istimewa yang diketahui pada pembiasan cahaya oleh lensa cembung:

E Modul Tematik Sifat Sifat Cahaya Kelas Iv Sd

4. Benda berada pada titik fokus utama (F), sehingga tidak terbentuk bayangan karena sinar bias dan pemuaiannya tidak berpotongan (sejajar).

5. Benda berada di titik pusat kelengkungan lensa (di R; dimana R = 2F), sehingga bayangannya nyata, terbalik,

Pembiasan cahaya prisma, soal pembiasan cahaya, hukum pembiasan cahaya, contoh gambar pembiasan cahaya, laporan pembiasan cahaya, pengertian pembiasan cahaya, rumus pembiasan cahaya, arti pembiasan cahaya, pembiasan cahaya, contoh pembiasan cahaya, pembiasan cahaya pada lensa, alat pembiasan cahaya

Tags:

Share:

Related Post

Leave a Comment