Dimisalkan

administrator

0 Comment

Link

Dimisalkan – Dalam ayat berikut Allah berfirman tentang kedudukan seorang ‘Alim yang benar-benar mulia namun merendahkan dirinya dengan sedikit nikmat duniawi:

Tuhan memberkati Anda, Insya Allah

Dimisalkan

“Dan jika Kami menghendaki, Kami akan meninggikan (derajatnya) dengan ayat-ayat ini, tetapi dia peduli pada dunia dan mengikuti hawa nafsunya, maka perumpamaannya seperti anjing, jika kamu mengikutinya, dia tidak akan mengeluarkannya. contohnya.” Lidah… dan jika dibiarkan, dia (juga) menjulurkan lidahnya. Inilah perumpamaan orang-orang yang mengingkari ayat-ayat Kami. Jadi ceritakan (mereka) kisah-kisah ini untuk membuat mereka berpikir. (Qs. al-A’raf : 176)

Barisan Geometri Free Online Exercise

Para Mufassirin mengatakan bahwa ayat ini tentang seseorang yang bernama Bal’am bin Ba’ura pada masa Bani Israel. Beliau adalah seorang ulama Bani Israel pada masa Nabi Musa Alaihissalam. Dia termasuk orang yang mengenal Ismul A’zham (nama terbesar Allah). Dia memiliki 12.000 tinta untuk menulis deskripsi yang dia kirimkan.

Malik bin Dinar Rahimahullahu mengatakan bahwa dia termasuk orang yang terkabul doanya. Bangsa Israel datang kepadanya ketika mereka membutuhkan. Suatu ketika beliau diutus oleh Nabi Musa ‘alaihissalam untuk mengajak salah satu penguasa Madyan agar kembali kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Raja memberinya harta, kemudian ia meninggalkan ajaran Musa ‘alaihissalam dan mengikuti agama raja. Artinya: Dinding’ yadzu billah.

Ini jelas merupakan ancaman bagi orang-orang yang diberi karunia ilmu dan keimanan oleh Allah. Kemudian mereka menyimpang dari jalan yang benar, ilmunya tidak dimanfaatkan dan mereka berbuat buruk seperti orang yang mengingkari ayat-ayat Allah dan menganiaya diri dengan maksiat. Ibarat orang yang tidak berilmu dan tidak tahu cara memimpin.

Manusia diberi karunia pengetahuan; Setelah mengingat banyak dalil, ucapan-ucapan bijak dan banyak pengikutnya, ayat ini menjadi tanbih, peringatan untuk selalu waspada terhadap godaan berupa mantra-mantra dari dunia. Berapa banyak orang yang dianggap Kyai, Ustadz, Ulama atau tokoh yang didengar suaranya, yang menjadi ancaman ketika menyampaikan kebenaran, lamban ketika menghadapi keburukan, dan tiba-tiba menjadi lantang ketika membela hal-hal yang bertentangan dengan syariat ditolak hanya karena godaan duniawi? Imannya disandera, ilmu dan fatwanya dibeli, seperti Bileam yang menyerahkan ilmu dan imannya untuk menuruti kemauan seorang raja.

BACA JUGA  Pamayang Hartina

Tugas Tutorial 2

Padahal, dengan ilmu syariat yang Allah anugerahkan kepadanya, ia berpotensi mencapai derajat yang tinggi di mata Allah, sebagaimana sabdanya:

Yaitu menjaga perhiasan kehidupan duniawi dan kemegahannya. Dia lebih menyukai kelezatannya, kenikmatannya dan pesonanya. Ia tertipu oleh kesenangan duniawi; Kehormatan di mata masyarakat karena dianggap dekat dengan penguasa, kekayaan melalui penjualan fatwa dan kesenangan-kesenangan lainnya yang melemahkan keimanan. Yang menurut ilmunya haram, yang dianggap halal, yang diketahuinya maksiat, ia mengeluarkan fatwa sebagai sesuatu yang Ma’ruf. Hingga keadaannya terkesan lebih jahil dibandingkan orang jahil.

“Maka perumpamaan itu seperti seekor anjing, jika kamu mengikutinya maka dia akan menjulurkan lidahnya, dan jika kamu membiarkannya menjulurkan lidahnya – (QS. Al-A’raf: 176).

Para komentator tidak setuju tentang artinya. Ada yang berpendapat bahwa maksudnya menjadi seekor anjing adalah ia tersesat, terus-menerus dalam kesalahannya dan tidak mau menggunakan doanya untuk beriman. Keadaan tersebut diibaratkan seperti seekor anjing yang selalu menjulurkan lidahnya pada kedua keadaan tersebut, ketika dihentikan ia menjulurkan lidahnya, dan ketika dibiarkan ia menjulurkan lidahnya tanpa perubahan. Ia tidak mempergunakan ilmu dan shalatnya untuk sesuatu yang bermanfaat bagi keimanan, keadaannya sama saja dengan orang yang tidak mempunyai kedua-duanya.

Ekonomi 2 Sektor

“Bagi mereka sama saja, apakah kamu memperingatkan mereka atau tidak, mereka tidak akan mempercayainya.” (QS. Al Baqarah: 6)

Ada pula yang menafsirkan contoh ini untuk menggambarkan keserakahannya terhadap dunia, sehingga teguran tidak menghalanginya untuk menghisap dan kegilaannya terhadap dunia tidak mereda, seperti halnya ketika ia tidak diberi teguran. Pikiran dan hatinya mati rasa terhadap nasihat.

Sungguh metafora yang buruk bagi mereka, betapa rendahnya harkat dan martabat mereka sebagai manusia, apalagi mengetahui kebenaran. Dengan potensi yang dimilikinya, ia dapat memiliki segala jenis kegembiraan yang sempurna dan abadi, namun ia memilih kegembiraan yang berumur pendek.

BACA JUGA  Sinonim Dari Kata Sulit

Peringatan keras dari Allah ini juga disebabkan oleh penyimpangan dan kesalahan yang dilakukan oleh orang-orang yang berilmu atau diyakini berilmu. Berbeda dengan kesalahan orang awam atau pun ahli agama. Dampak negatifnya tidak hanya menimpa pelakunya saja, namun juga berdampak lebih luas bagi banyak orang dan lebih berbahaya. Bisa saja masyarakat awam akan mengikuti kesalahannya atau justru akan mencoreng citra Islam dan umat Islam. Kami memohon kepada Allah untuk melindungi kami dari keyakinan palsu setelah mendapat petunjuk, Wallahul Muwaffiq.

Soal Dimisalkan Hasil Perkalian Sukubanyak X (3x^(4)+5x^(2) 2x+3)xx (x^(3) X^(2)+2)

Tags:

Share:

Related Post

Leave a Comment