Hal Yang Tidak Termasuk Dalam Jurus Makin Cakap Digital Adalah

administrator

0 Comment

Link

Hal Yang Tidak Termasuk Dalam Jurus Makin Cakap Digital Adalah – Karanganyar – Banyak yang menyebut era digital saat ini sebagai masyarakat “prosumer”. Artinya setiap orang adalah pencipta, pengirim dan pengguna.

Namun, ada pula yang menyebut era Internet sebagai “fifth estate” atau pilar kelima demokrasi. The Fifth Estate terinspirasi oleh kajian media yang mengidentifikasi pers sebagai pilar keempat pemerintahan, setelah eksekutif, yudikatif, dan legislatif.

Hal Yang Tidak Termasuk Dalam Jurus Makin Cakap Digital Adalah

Hal tersebut disampaikan Guru Ilmu Sosial Lintang Universitas Diponegoro Semarang, Ratri Rahmiaji, pada webinar literasi digital bertema “Ciptakan Siswa Kompeten Digital” yang diselenggarakan Kementerian Komunikasi dan Informatika Jawa Tengah, Jawa Tengah pada Selasa (13/13/13). Jawa. 7/2021).

Jurus Mencetak Siswa Yang Cakap Digital

Menurut Lintan, Internet memiliki sejumlah potensi sebagai landasan demokrasi. Hal ini mencakup: tidak dapat diatur, tidak hegemonik, terdesentralisasi, heterogen, sukarela – sejumlah karakteristik yang mengurangi kendali atau wewenang negara.

Tak hanya persoalan kelima estate, Lintang juga mencoba memperkenalkan istilah “echo chamber” dan “filter bubble” untuk menciptakan kerangka pemahaman terhadap keadaan era digital (Internet) yang mendominasi seluruh aspek kehidupan yang dijelajahi masyarakat. . setiap hari. .

Menurut Lintang, ruang gema merupakan gambaran metaforis suatu situasi di mana keyakinan dipertahankan atau disebarkan oleh suatu komunitas dan diulang-ulang. Filter gelembung adalah pandangan menyortir dan memilih informasi menggunakan algoritma berdasarkan gagasan relevansi, relevansi, dan selektivitas.

“Singkatnya, bubble filter ini memisahkan informasi berdasarkan minat pengguna jaringan dan membuat rekomendasi berdasarkan prediksi berdasarkan minat tersebut,” kata Lintang kepada lebih dari 800 peserta webinar.

Makin Cakap Digital 2023 Pendidikan Jawa Tengah & Diy: Cermat Bermain Media Sosial

Pada topik hari ini, Lintang berpesan kepada peserta webinar untuk tidak cuek dan hanya memposting di media sosial. Hal itu ia sampaikan mengingat sikap warganet yang menganut prinsip “Saya terbitkan, maka saya ada”. Frasa ini mengacu pada cogito ergo sum dari filsuf Perancis René Descartes, yang berarti “Saya berpikir, maka saya ada”.

Menurut Lintang, sikap terhadap iklan juga dipengaruhi oleh perasaan FOMO (takut membeli), suatu kecemasan yang disebabkan oleh perasaan tertinggal. Perasaan cemas muncul karena Anda tidak membuka jejaring sosial seperti Instagram, Facebook, YouTube atau Twitter.

Ciri-ciri pengidap FOMO : Tidak bisa melepaskan ponselnya, panik jika ditinggal di rumah, kesal jika teman berangkat kerja tanpa ponselnya, cemas saat melihat orang lain bahagia dan puas. media sosial” sepanjang waktu, apalagi kalau ada orang lain yang punya. Untuk melihat reaksinya,” jelas Lintang.

Selain itu, Bambang Pujiono, dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Budi Luhur Jakarta, mengutip Wagner dan menekankan perlunya mahasiswa mengidentifikasi kompetensi dan keterampilan bertahan hidup yang diperlukan untuk menghadapi dunia kehidupan dan pekerjaan. dan kewarganegaraan di abad ke-21. keterampilan

BACA JUGA  25 Ml Berapa Sendok

Kecakapan Yang Diperlukan Agar Terhindar Dari Bahaya Di Ruang Digital

Pertama, kemampuan berpikir kritis dan memecahkan masalah; kedua, kerjasama dan kepemimpinan; ketiga, kelincahan dan fleksibilitas; Keempat, inisiatif dan kewirausahaan; Kelima, mampu berkomunikasi secara efektif secara lisan dan tulisan; keenam, kemampuan mengakses dan menganalisis informasi; Dan ketujuh, rasa ingin tahu dan imajinasi.

Bambang mengatakan lembaga pendidikan mempunyai standar proses pembelajaran (SP). Melaksanakan pengalaman belajar yang interaktif, inspiratif, menarik dan menantang, mendorong partisipasi aktif peserta didik dan memberikan ruang yang luas bagi prakarsa, kreativitas dan kemandirian sesuai dengan bakat, minat, perkembangan fisik dan mental peserta didik.

Keterampilan digital yang terus mendapatkan popularitas di kalangan pelajar mencakup penggunaan mesin pencari dan keterampilan media sosial. Mesin pencari berguna untuk menambah pengetahuan, meningkatkan frekuensi latihan pemecahan masalah, dan mencari informasi menarik dan menarik.

“Pada saat yang sama, media sosial berfungsi sebagai sarana untuk membentuk kelompok-kelompok produktif terkait ilmu pengetahuan, berbagi informasi/kreasi/kepada orang lain, dan sebagai sarana hiburan yang positif,” jelas Bambang.

Cepat Mengadopsi Teknologi Digital, Masyarakat Ri Perlu Kedepankan Etika

Dimoderatori oleh Harry Perdana, debat virtual ini juga menghadirkan Novi Kurnia (Guru Ilmu Komunikasi FISIP UGM), Ari Uhito Gondez (Aktivis Sosial) dan Adinda Defy sebagai key opinion leader. (*) Nusaperdana.com, Kampar. Untuk mewujudkan masyarakat Indonesia yang melek digital, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Cominfo) mengadakan acara literasi digital pada Senin, 26 Juli 2021 pukul 14.30 WIB – Kabupaten Kampar. Provinsi Riau.

Acara ini bertujuan untuk memperdalam pemahaman masyarakat mengenai literasi digital dan smart feedback di 77 kota/negara mulai dari Aceh hingga Lampung serta pejabat publik dengan total peserta 600 orang di setiap acara. . , TNI/Polri, orang tua, pelajar, profesional, guru dan lain-lain.

Acara ini akan membahas 4 kerangka kerja digital yang mencakup keterampilan digital, keamanan digital, etika digital, dan budaya digital, yang masing-masing kerangka memiliki tema berbeda.

Sebagai keynote speaker, Gubernur Provinsi Riau, Dr. H. Syamsuar, M.Si menyampaikan tentang tujuan literasi digital agar masyarakat dapat memanfaatkan teknologi digital untuk memberikan manfaat bagi pembangunan daerahnya kepada putra-putri daerah melalui platform digital. Tn. Presiden Republik Indonesia, Pak Jokowi pun turut angkat bicara mendukung inisiatif Cominfo Digital Literacy 2021.

Acne Wand Ini Bisa Hapus Jerawat Dalam Semalam😍

Rana Rayendra, SIKOM (CEO & Co-Founder @cepat.project), dalam sesi keterampilan digital. Rana memaparkan topik “Meningkatkan Kualitas Konten Digital”.

Dalam pemaparannya, Rana menjelaskan bahwa ketika seseorang memutuskan untuk membuat konten, mereka akan banyak membaca untuk mencari informasi terkait konten yang akan mereka buat. Dengan demikian, pembuat konten secara tidak langsung meningkatkan keterampilan lain seperti interpretasi dan berpikir kritis. Kemungkinan ini sebenarnya diperlukan untuk menyebarkan informasi melalui jejaring sosial sesuai dengan sasaran dan kaidah bahasa. Selain itu, pembuat konten harus mematuhi kriteria yang diperlukan untuk membuat konten yang baik.

BACA JUGA  Contoh Bacaan Idgham Bighunnah

Konten digital mencakup teks, gambar, video, dan audio. Jenis konten mencakup informasi, pendidikan, dan hiburan. Ada cara ajaib untuk bekerja dengan konten digital, termasuk kata-kata, fakta, dan emosi. Kata-katanya termasuk copywriting, skrip video, dan subtitle. Pendekatan berbasis fakta melibatkan menghindari kebohongan dan melakukan penelitian, wawancara, dan investigasi. Gerakan emosional melibatkan sentuhan dan empati yang nyata. Rana menyimpulkan bahwa konten negatif bisa bermanfaat, namun konten positif bertahan berabad-abad.

Hariko Vibawa Satriya, M.H.I. (penulis The Art of Managing a Social Media Team) menghadiri sesi keamanan digital. Hariko menyinggung topik “Peran Orang Tua dalam Edukasi Keamanan Internet”.

Peluncuran Literasi Digital, Indonesia Makin Cakap Digital

Hariko menjelaskan apa yang harus dilakukan untuk mengendalikan anak bermain online, seperti membatasi penggunaan media sosial anak, menjadwalkan penggunaan media sosial anak, meminta anak menggunakan informasi pribadinya, dan memantau aktivitas media sosial anak. , menanamkan rasa cinta terhadap keluarga dan pemeriksaan kesehatan jiwa dan raga secara rutin. Pastikan anak mengetahui syarat penggunaan media sosial, UU ITE, dan UU KIP.

Jika anak Anda dilecehkan secara seksual atau ditindas di dunia maya secara online, ajari mereka untuk terbuka dan memberi tahu orang tuanya. Persiapkan anak Anda secara mental untuk menghadapi keadaan darurat. Mintalah anak Anda membaca aturan menggunakan media sosial. Ingatkan juga anak untuk berhati-hati dalam menggunakan media sosial. Berikan penjelasan yang terbaik kepada anak hingga orang tua memahami maksudnya.

Sesi Budaya Digital Dr. Musner Indra, M.P.D. (Tuanku Tambusay, dosen dan direktur Sekolah Laboratorium Universitas Pahlwan). Musner menyampaikan materi “Literasi Digital dalam Meningkatkan Pemahaman Nasional.”

Munner mencatat bahwa literasi adalah praktik dan hubungan sosial yang terkait dengan pengetahuan, bahasa, dan budaya. Indonesia mempunyai angka melek huruf tertinggi kedua di dunia, yang berarti merupakan negara dengan minat membaca yang sangat rendah. Rendahnya tingkat literasi membuat masyarakat Indonesia sulit membedakan fakta dan penipuan. Teknologi canggih, termasuk informasi, komunikasi dan transportasi, mendobrak batas-batas dan mengubah masyarakat secara dinamis.

In Memory] Pemikir Visioner. Teman, Sahabat, Dan Guru Dalam Pena

Permasalahan dalam kehidupan masyarakat Indonesia meliputi permasalahan eksternal, permasalahan internal dan melemahnya pemahaman terhadap nilai-nilai Panxila akibat ketidakmampuan dalam menyelesaikan kedua permasalahan tersebut. Tantangan eksternal berupa konflik ideologi dan media massa dalam gelombang globalisasi saat ini. Permasalahan internal berasal dari keberagaman budaya, ras, agama, dan suku.

BACA JUGA  Jelaskan Termasuk Data Kualitatif Atau Data Kuantitatif Pernyataan Berikut Ini

Yang harus dilakukan dalam hubungan kemanusiaan adalah mengetahui keadaan dan kondisi negara dan bangsa saat ini, suatu bangsa yang mempunyai rasa kebangsaan dan berkepribadian berdaulat dan mandiri.

Pemahaman nasional adalah pemahaman masyarakat tentang jati diri bangsanya, yang memungkinkan mereka memanfaatkan segala peluang negara untuk mencapai cita-cita dan kepentingan nasional. Pemahaman kebangsaan menjadi kunci kesamaan visi dan pemersatu tujuan menghadapi tantangan bangsa Indonesia di dalam dan luar negeri untuk generasi sekarang dan mendatang. Sentimen nasional mendorong keberagaman, toleransi dan nasionalisme di tengah keruntuhan budaya dan tantangan globalisasi.

Panel terakhir pada sesi etika digital adalah FAZIL AFRIZAL, S.KOM (IT Security di PT. SoftCheck). Fazil mengangkat tema “Jangan Online Saja”.

Bks3 Cinta Bernoda Darah Bagian 2 By Andry K

Fizil menjelaskan: Internet penuh dengan tautan yang Anda klik yang mungkin berisi virus komputer. Terkadang kita menjumpai link yang mencurigakan, namun kita semua tidak mengerti bagaimana cara membedakan link asli dan palsu dan apakah link tersebut aman atau tidak. Periksa kembali suatu tautan, percayai browser pilihan Anda, baca detailnya sebelum mengeklik, dan pelajari cara membedakan antara tautan asli dan palsu.

Pastikan tautannya melalui situs yang sah dengan HTTPS, bukan hanya http://, tetapi aman dengan tanda S di belakangnya. Percayai browser pilihan Anda dengan menggunakan browser tepercaya seperti Chrome, Firefox, atau Safari. Harap baca detailnya sebelum mengklik: Sumpah di situs web adalah penipuan, begitu pula halaman Hubungi Kami. Jika Anda berencana membeli produk dari situs ini, harap baca informasinya dengan cermat sebelum membeli.

Webinar diakhiri oleh Yulli Suchitta Dewey, S.IKOM (Founder Bhoomi dan influencer dengan 12.9k pengikut). Julius menutup webinar dengan topik yang diangkat oleh para narasumber yaitu di era serba kemudahan ini, banyak hal yang bisa dilakukan untuk mengubah persepsi dan kualitas literasi media sosial masyarakat.

Mengandalkan keterampilan literasi dasar seperti membaca dan menulis saja tidak cukup untuk mencegah pesatnya perkembangan literasi.

Kiat Cegah Kecanduan Digital Pada Remaja

Yang tidak termasuk dalam aplikasi presentasi adalah, yang tidak termasuk dalam ketentuan umum polis asuransi jiwa tradisional, makin cakap digital, dibawah ini yang tidak termasuk dalam ketentuan umum polis asuransi jiwa tradisional adalah, yang tidak termasuk dalam analisis swot adalah, berikut yang tidak termasuk dalam, hal yang membuat jerawat makin parah, yang tidak termasuk dalam aplikasi microsoft office adalah, apa saja yang termasuk dalam digital marketing, yang termasuk dalam properti adalah, yang tidak termasuk dalam menu insert adalah, di bawah ini yang tidak termasuk dalam web browser adalah

Tags:

Share:

Related Post

Leave a Comment