Hasil Samping Dari Jagung

admin 2

Hasil Samping Dari Jagung – Jagung dan biji kopi kini menjadi favorit baru di pasar ekspor Sumut (Sumut). Kedua produk yang dulunya dianggap sebagai produk limbah ini sangat penting di pasar internasional.

Kepala Karantina Pertanian Belawan Lenny Hartati Harahup mengungkapkan, kulit jagung dan kulit atau sekam kopi merupakan bahan baku pembuatan pakan ternak. Oleh karena itu, banyak industri di dunia yang memesan kedua produk tersebut dari Sumut.

Hasil Samping Dari Jagung

“Dari kulit jagung, kulit kopi, hingga pakan ternak. Kemudian kulit jagung dan kulit kopi itu limbah, pertanian asal-asalan. Kalau diolah dengan baik, bisa diekspor,” kata Lenny kepada Sumut. , Senin (22/6/2023).

Pemerintah Klaim Jagung Melimpah, Kenapa Langka Dan Mahal? Halaman All

Ekspor pakan ternak akan mencapai 520.000 ton pada April 2023, terbesar kelima setelah minyak sawit, kelapa kering, minyak sawit, dan stearin inti sawit.

Sekam siap ekspor berasal dari Sidikalang, disusul sekam kopi dari perkebunan kopi Hambang Hasundut dan Simalungun.

Saat ini lokasi pabriknya dekat Tebing Tinggi sangat bermanfaat bagi petani karena bisa menghasilkan banyak uang dari limbah pertanian,” kata Lenny.

Tak puas dengan hal tersebut, Lenny mengatakan saat ini mereka tengah menjajaki lahan penanaman jagung dan kopi dan memperluasnya hingga memanfaatkan sisa pertanian untuk keperluan ekonomi.

Tolong Dong Jawabin Tabel Iniplease!!!untuk Nama Bahan Pangan :jagungkacang Hijautalas

Sedangkan untuk negara ekspor, Lenny berharap bisa masuk ke negara lain selain Jepang, China, dan Korea Selatan. Lenny berencana memasuki pasar luar negeri, yakni sektor hewan peliharaan.

“Rencananya kami akan pergi ke Taiwan dan Selandia Baru, di mana mereka punya peternakan. Jadi daging ini bagus untuk hewan peliharaan,” kata Lenny. Home › Jagung Untuk Peternakan › Jual Beli Kambing, Domba Bantul Jogja › Keunggulan Jagung untuk Pakan Ternak › Pakan Kambing dan Domba › Silase Rumput Jagung › Silase Rumput Jagung › Rumput Jagung

BACA JUGA  Mengomentari Buku Fiksi

Ada banyak istilah di Indonesia/daerah untuk berbagai jenis limbah jagung atau limbah industri yang dapat dimanfaatkan untuk pakan ternak seperti kambing dan domba. Pakan Ternak/Pakan Berkelanjutan. Beberapa poin penting:

Kecambah jagung adalah keseluruhan tanaman jagung termasuk batang, daun dan buah kecil jagung, yang biasanya dipanen pada umur 45-65 tahun (SOEHARSONO dan SUDARYANTO, 2006). Ada yang tidak menanam jagung kecil dan menyebutnya jagung. Secara umum, petani jagung lebih menyukai proyek ini dibandingkan petani besar; Petani menanam jagung hanya untuk keperluan pangan dan bila sudah mencapai tahap tertentu (masih dalam tahap reproduksi baru atau tahap muda) jagung utuh dipotong dan/atau diolah menjadi silase. . Anda dapat mempelajari cara membuat silase jagung di halaman lain situs ini.

Halaman:adat Istiadat Daerah Sulawesi Utara.pdf/98

Stok jerami/jagung adalah bagian batang dan daun yang dibiarkan kering di lahan dan dikumpulkan pada saat jagung dipanen. Gulma jagung serupa sering ditemukan di ladang tempat jagung ditanam untuk jagung atau jagung pangan; Tidak makan sayur (Mariono et al., 2004). Silase jagung juga bisa dibuat dari jerami.

Kulit Jagung / Corn Husk merupakan kulit terluar dari jagung yang sering dibuang begitu saja. Kulit jagung manis dapat dijadikan silase karena mengandung banyak gula (ANGGRAENYet al., 2005; 2006).

Biji jagung merupakan limbah yang diperoleh pada saat buah dirontokkan. Anda akan menemukan jagung kupas sebagai tanaman utama dan sisa buahnya disebut tongkol atau jangle (ROHAENI et al., 2006b).

Selain limbah jagung, ampas jagung juga dapat dimanfaatkan sebagai pakan ternak. Di Indonesia, pabrik pengolahan jagung masih sedikit sehingga jumlah limbah yang dihasilkan di pabrik tersebut juga sedikit. Saat ini, produk dari perusahaan jagung jenis ini di luar negeri berbeda-beda menurut pabrik dan metode yang mereka gunakan. Istilah bahan kimia/produk perusahaan-perusahaan tersebut masih bahasa asing, namun banyak produk seperti CGM, DDGS yang diimpor ke Indonesia dan digunakan sebagai pakan atau unggas berkelanjutan. Produk dari industri jagung Indonesia:

Panen Jagung Biokteknologi, Wabup Dompu

Biji jagung diproduksi dengan membuang jagung, komponen utama jagung. Badan terasa berat (PAMUNGKASet al., 2004). Nilai gizi biji jagung sangat bermanfaat.

Hominy (empak) merupakan produk dari semolina, yaitu dari penggilingan kering jagung. Kumannya telah dihilangkan, endosperma dan kulit luarnya masih menempel pada daging buahnya.

BACA JUGA  Matriks 4x3

Memanfaatkan limbah jagung sebagai makanan segar sangatlah mudah dan murah, namun limbah jagung berlimpah saat panen, jadi sebaiknya disimpan sebagai makanan selama musim panas atau saat makanan langka. .

Di Indonesia, banyak peternak di Sumatera Utara (SITEPU, komunikasi pribadi) atau Jawa Timur (WIBOWO, komunikasi pribadi) memberikan benih jagung kepada ternaknya dibandingkan mengikuti proses yang dilakukan peternak sapi perah komersial. Di Indonesia bagian timur, jerami jagung dapat diolah segar dan dikeringkan atau menjadi pakan jangka panjang seperti pelet, kubus dan disimpan sebagai pakan ternak (NULIK et al., 2006). Saat ini limbah jagung banyak terdapat di negara-negara penghasil jagung seperti Amerika dan negara lain seperti Argentina dan Brazil (MCCUTCHEON dan SAMPLE, 2002).

Soal Kelas 8 Bab V

Pengelolaan limbah jagung sangat penting untuk keberlanjutan pangan. Meskipun sebagian besar limbah diberikan langsung kepada ternak setelah jagung dipanen, sebagian limbah tersebut diolah atau disimpan sebagai jerami (jagung kering menjadi jerami) atau silase. diet (MCCUTCHEON DAN SAMPEL, 2002).

Tanaman jagung merupakan tanaman yang termasuk dalam genus Zea yang tumbuh baik pada tanah Latozol dengan kemiringan 5-8%, keasaman 5,6-7,5 dan suhu 27-32ºC (AZRAI et al., 2007). Selain buah atau biji, tanaman jagung juga menghasilkan berbagai limbah, dan bagian terbesarnya adalah batang jagung (tungku), diikuti oleh daun, sekam dan jagung (Tabel 1).

Uji rasa menunjukkan bahwa sapi lebih menyukai daun dan sekam jagung dibandingkan sekam atau sekam (WILSON et al., 2004).

Jumlah sampahnya hampir sama ANGGRAENNamun al. (2006), misalnya berbagai limbah jagung yang dihasilkan Balai Penelitian Jagung dan Sereal Maros. Rasio batang berkisar antara 55,38 hingga 62,29%, rasio daun antara 22,57 hingga 27,38%, dan rasio kulit kayu antara 11,88 hingga 16,41%. Dalam penelitian ini ANGRAEN Namun al. (2006), jagung tidak dimasukkan dalam rasio limbah.

Dedak Dan Bekatul

Hal pertama yang harus diperhatikan saat memberikan limbah jagung, termasuk kulitnya, ke ternak adalah kontaminasi jamur. Jamur tumbuh dengan cepat di tempat yang lembab dan panas seperti Indonesia, terutama jika jerami/batangnya tidak dikeringkan dengan benar. Aspergillus dan Fusarium adalah jamur yang paling umum ditemukan pada biji dan limbah jagung. Jamur ini menghasilkan racun yang bersifat racun bagi hewan dan manusia yang memakan hewan tersebut. Mikotoksin yang paling umum adalah aflatoksin yang dihasilkan oleh Aspergillus flavus dan fumonisin Fusarium graminearum yang dihasilkan oleh jamur Fusarium moniliforme, deoxynivalenol dan zearalenone (TRUNG et al., 2008; TANGENDJAJA et al., 2008).

BACA JUGA  Tanda Fermata

Direktorat Jenderal Peternakan mempunyai batas atas 100 – 200 ppb untuk kadar aflatoksin pada pakan ruminansia (SUPARTO, 2004). Kadar tersebut jauh lebih tinggi dari standar maksimal aflatoksin pada pakan ayam, khususnya bebek. Tingkat yang sangat tinggi ini dan kurangnya laporan mengenai aflatoksikosis pada ternak berarti bahwa mikotoksin dalam pakan yang terkontaminasi masih kurang atau bahkan tidak mendapat perhatian sama sekali. Karena Codex (FAO/WHO Food Standards) kini menetapkan tingkat maksimum kontaminasi aflatoksin dalam susu sebesar 0,05 ppb (CODEX, 2007), maka mungkin perlu untuk merevisi dan menurunkan tingkat maksimum konsentrasi aflatoksin dalam pakan sapi perah.

Pemanfaatan sisa makanan pada biji-bijian dan produk samping industri jagung sangat berbeda. Tongkol jagung merupakan bahan kering in vitro yang paling sedikit dicerna (68%), sedangkan batang jagung paling sedikit dicerna dalam rumen (51%) (MCCTUCHEON AND SAMPLE, 2002). Daya cerna kulit jagung dan sekam (60%) hampir sama dengan rumput gajah sehingga kedua produk ini dapat menggantikan rumput gajah sebagai pakan. Nilai gizi (TDN) tertinggi terdapat pada silase jagung termasuk buah masak dan kandungan sekam terendah (Tabel 2). Faktor terpenting dalam menyusun pola makan seimbang adalah nilai TDN. Persyaratan TDN relatif tinggi untuk sapi potong dan sapi perah, dan persyaratan TDN minimum dapat ditemukan di NRC (2001).

Selain nilai TDN yang rendah, kulit jagung juga memiliki kandungan protein paling rendah dibandingkan produk lainnya, sedangkan silase jagung manis memiliki kandungan protein paling tinggi.

Skk Migas Pertamina Ep Limau Panen Raya Di Muara Enim: Dukung Ketahanan Pangan Nasional

Kandungan protein jerami yang diproduksi di Sulawesi Selatan berkisar antara 3,78 hingga 5,37%, hal ini menunjukkan bahwa jerami jagung tidak boleh digunakan sebagai pakan ternak. Kulit jagung mengandung protein yang sangat sedikit yaitu 3%, namun 70% dari nilai tersebut merupakan rumen indigestible protein (UIP).

Sebaliknya batang dan batang jagung lebih banyak mengandung serat NDF dibandingkan limbah lainnya. Di antara jagung yang dihasilkan Balai Penelitian Serealia, serat rumput (NDF) tertinggi terdapat pada jagung kultivar Maros (73,58%) dan terendah pada S99TLYQGH-AB (61,11%).

Jika ada jagung

Hasil kerajinan dari kulit jagung, efek samping masker jagung, efek samping makan jagung, hasil olahan dari jagung, snack dari jagung, efek samping rambut jagung, efek samping jagung, hasil samping tanaman jagung, hasil olahan jagung, efek samping gula jagung tropicana slim, hasil karya dari kulit jagung, makanan ringan dari jagung

Artikel Terbaru

Leave a Comment