Hikmah Kehadiran Islam Di Nusantara

admin 2

0 Comment

Link

Hikmah Kehadiran Islam Di Nusantara – Islam di Indonesia cukup kompleks secara historis dan sosiologis; Misalnya, banyak permasalahan dalam sejarah dan awal perkembangan Islam. Memang benar, penulisan sejarah Indonesia diprakarsai oleh para orientalis yang kerap berusaha meremehkan peran Islam, di samping upaya para cendekiawan Muslim yang ingin menyajikan kebenaran sejarah yang lebih jujur.

Kenyataannya, kemunculan Islam di Indonesia berlangsung secara damai. Hal ini berbeda dengan penyebaran Islam di Timur Tengah yang dalam beberapa kasus disertai dengan pendudukan militer. Islam disebarkan sampai batas tertentu oleh para pedagang, dan kemudian dilanjutkan oleh para pengelana Dai dan Sufi. Orang-orang yang diundang pertama tidak mempunyai keinginan lain selain memikul tanggung jawab atas tugas-tugas mereka yang tidak masuk akal, sehingga nama mereka disebutkan. Karena wilayah Indonesia yang begitu luas serta kondisi dan keadaan yang berbeda-beda, maka wajar saja terjadi perbedaan pendapat mengenai kapan, di mana, dan di mana Islam pertama kali masuk ke Indonesia.[1]

Hikmah Kehadiran Islam Di Nusantara

Anda mungkin menyebutnya teori Gujarat, yang dipopulerkan oleh Orientalis Belanda terkenal Snouk Hurgronje, yang berpendapat bahwa pedagang dari kota pelabuhan Dhaka di India Selatan membawa Islam ke nusantara. Teori Snock Hurgronje dikembangkan lebih lanjut oleh Morrison pada tahun 1951. Menunjuk pada suatu lokasi tertentu di India, ia mengklaim bahwa Islam masuk ke nusantara dari sana. Dia menggambarkan pantai Coromandel sebagai pelabuhan tempat para pedagang Muslim memulai perjalanan mereka ke pulau-pulau tersebut [2].

Hijrah Islam Indonesia

Berbeda dengan Hamka yang mengkritik teori Gujarat bahwa Islam masuk ke Kepulauan Mekah, yang disebut teori Mekah. Hamka berpendapat bahwa peran bangsa Arab dalam membawa Islam ke Indonesia dimulai di Mekkah yang saat itu merupakan pusat studi Islam; atau dari Mesir. Artinya, Gujarat adalah satu-satunya tempat pemberhentian misionaris Muslim di nusantara.[3]

Hal ini berbeda dengan teori Bengali yang dikemukakan oleh Fatimiyah yang menyatakan bahwa Islam berasal dari Bengali (Bangladesh). Ia mencontohkan pernyataan Tom Pires yang menyebut sebagian besar orang terkemuka di Pasai adalah orang Bengali atau keturunannya.

Pandangan lain berdasarkan teori Persia dikembangkan oleh Hoesein Djayadiningrat. Pandangannya didasarkan pada tradisi Islam yang sangat erat kaitannya dengan tradisi Persia di nusantara. Merayakan tanggal 10 Muharram atau Asyura, Shura Kashe dll. Pandangan selanjutnya yang dipopulerkan oleh Sayyid Naquib Alatas adalah bahwa umat Islam Tionghoa Kanton bermigrasi ke Asia Tenggara sekitar tahun 867 M, sehingga banyak umat Islam Kanton yang bermigrasi ke Palembang, Kedah, Kampa, Brunei dan pesisir timur negara-negara Melayu (Patani). , Kelantan, Terengganu dan Pahang) dan Jawa Timur.[5]

BACA JUGA  Bulan Rajab Tanggal Berapa

Sejak zaman prasejarah, penduduk kepulauan Indonesia dikenal sebagai pelaut yang mampu mengarungi lautan lepas. Jalur pelayaran dan perdagangan telah ada antara kepulauan Indonesia dan berbagai wilayah di daratan Asia Tenggara sejak awal Masehi.[6] [7]

Memaknai Dakwah Keindonesiaan Dan Nasionalisme

Indonesia dikenal sebagai negara dengan populasi Muslim terbesar di dunia. Padahal jika kita melihat sejarah lahirnya Islam yang dibawa oleh para nabi, kita melihat bahwa kepulauan nusantara ini belum banyak diketahui orang. Namun berkat kegigihan para dai dan ulama, perkembangan Islam sangat pesat hingga saat ini. Ajakan yang mereka sampaikan harus dilakukan secara damai, bukan dengan kekerasan atau kekerasan. Selain itu, Islam adalah agama yang benar dan rasional yang mengajarkan perdamaian dan kesetaraan.

Islam sebenarnya masuk ke nusantara sejak awal, dibawa oleh para pedagang dari Arab pada abad ke-7 atau ke-1. Pada masa itu, para saudagar muslim selain berdagang juga ingin menunaikan kewajibannya sebagai umat Islam, yaitu menyampaikan ajaran Islam kepada orang lain. Sebagai motivasinya ada hadis Nabi berikut ini: “Sampaikanlah apa yang datang dariku, walaupun hanya berupa ayat.”

Ajaran saudagar muslim mendapat sambutan hangat dari masyarakat, sehingga ajaran Islam cepat diterima masyarakat. Hal ini disebabkan karena para pedagang mempunyai sikap yang sopan, ramah, dan berpenampilan simpatik yang mencerminkan keyakinannya, serta memiliki pengetahuan ahli terhadap produk aslinya. Mereka mempunyai kebiasaan hidup bersih, rapi dan bersahabat dengan orang lain. Oleh karena itu, banyak orang yang secara sukarela masuk Islam, tidak hanya dari kalangan rakyat jelata tetapi juga dari para Raja yang berperan sebagai Syah Bandar. Raja-raja ini tidak hanya memeluk Islam pada abad ke-13 tetapi juga ikut menyebarkan, menerbitkan, dan mengembangkan Islam.

Begitu pun awal peralihan ke Islam tercatat dalam sejarah. Bin Abi Waqas mengatakan, ia mencapai kota Barus, 414 km dari kota Medan, dengan melakukan ekspedisi.[9] Kota Baros sudah ada sejak awal abad ke-7 dan didirikan pada waktu yang sama. Tidak benar jika agama pertama di nusantara adalah Hindu, disusul Islam. Karena Islam datang bersamaan dengan agama Hindu, maka baik agama Hindu maupun Islam masuk dan menyebar di sana pada waktu yang bersamaan. Dan bukan hanya pedagang Arab saja yang datang. baik dari Hadramaut dan Yaman, dll. Bantuan diberikan kepada orang-orang Arab yang datang. Berbekal pengetahuan saat menjalankan misinya, dia memetakan area tersebut, kembali dan mencatat. Mereka kemudian dibekali dengan dakwah dakwah dan berbisnis sambil menyebarkan nilai-nilai Islam. Hingga puncaknya terdapat kerajaan-kerajaan Islam, di nusantara dari Sabang sampai Meroke, dari Sumatera hingga ujung timurnya. Bahkan ada kerajaan Muslim yang terkenal di Timur. Dalam bahasa Arab suatu kerajaan disebut raja (malik) dan kerajaan (malk). Dalam bahasa setempat disebut dengan Maluku. Maluku berasal dari Arab, ada di kerajaan-kerajaan Muslim. Karena pada abad ke-13 yang meliputi Ternate, Tidore, Bakan, Ambon dan Papua, perlu anda ketahui bahwa abad ke-13 bukanlah awal munculnya Islam, melainkan awal dari pemantapan nilai-nilai Islam.

BACA JUGA  Sebuah Kolam Renang Mempunyai Kedalaman 5 M

Solution: Ppt Kehaadiran Islam Di Nusantara Alur Dan Cara Dakwah

Dengan kata lain, pertama-tama orang tualah yang memimpin penyebaran Islam, kemudian ulama mengajarkan nilai-nilai Islam yang benar. Bagaimana cara shalat yang baik dan beriman pada tauhid. Karena baru diperkenalkan pada waktu itu, karena ada masyarakat yang mengenal Islam tetapi tidak bisa shalat dengan baik.

Dengan kata lain, Sultan Turki saat itu diutus oleh para Ulama pada tahun 1400an, 1400, 1200 bahkan 1200-1400 pada awal abad ke 13. Ulama adalah orang-orang yang dekat dengan Allah SWT, memahami sistem kehidupan, hidup dan mengenal bahasa Arab Yurisprudensi dakwah. Orang yang berilmu dan dekat dengan Allah swt tidak hanya disebut ulama tetapi juga disebut wali. Dalam surat Al-Baqarah ayat 257 bentuk jamaknya adalah Evliya:

Maaf, itu saja, itu saja, itu saja.

Wali Songo (Lembah Sembilan) merupakan komunitas Dawali yang pertama kali didirikan oleh Sunan Gresik (Mawlana Malik Ibrahim) pada tahun 1404 M (808 H). Vali Songo adalah reformis sosial pada masanya; Dampaknya sangat besar, mulai dari kesehatan hingga pertanian, dari perdagangan hingga budaya, seni, masyarakat, dan pemerintahan.

Plt Gubernur: Selalu Ada Hikmah Di Balik Musibah

Berkembangnya agama Islam disebarkan oleh berbagai kalangan seperti para saudagar, misionaris, sufi, dan para wali. Para wali menyebarkan Islam ke seluruh nusantara, khususnya di daratan

Menurut teori ini, masuknya agama Islam datang langsung dari Mekkah atau Arab dan terjadi pada abad ke-1 Hijriah atau ke-7 Masehi. Para saudagar dari Timur Tengah melakukan misi perdagangan dan dakwah. Bahkan, dakwah menjadi motivasi utama mereka datang ke Indonesia.[11] [keduabelas]

Teorinya, masuknya Islam ke Indonesia berasal dari Gujarat pada abad ke-7 Masehi atau abad ke-13 Masehi. Gujarat terletak di India bagian barat, dekat Laut Arab [13].

Menurut teori ini, munculnya Islam di Indonesia berasal dari para pedagang Tionghoa. Buktinya raja Islam pertama di Jawa, Raden Patah dari Bintoro Demak, adalah keturunan Tionghoa.[15]

Pdf) Kontroversi Sejarah Kehadiran Islam Di Bima

Masing-masing teori di atas mempunyai kekuatan dan kelemahannya masing-masing. Tidak ada kepastian yang mutlak dan jelas dalam teori-teori ini. Meminjam terminologi Aziumardi Azra, kemunculan Islam di Indonesia sebenarnya terjadi melalui proses yang kompleks; Artinya, tidak datang dari satu tempat, dari satu peran dalam tim, dan tidak sekaligus.

BACA JUGA  Pak Anto Mendapat Giliran Ronda Setiap 6 Hari

Pada abad ke-13 M, Kerajaan Samudera Pasai didirikan oleh Sultan Malik Al Shaleh. Kerajaan Samudera Pasai terletak di Aceh Utara, tepatnya di wilayah Lhokseumawe. Kerajaan Samudera Pasai disebut-sebut sebagai kerajaan Islam pertama di Indonesia. Menurut sejarahnya, Islam masuk ke kerajaan ini pada abad ke-12 Masehi.

Kesultanan atau Kerajaan Achae didirikan pada tahun 1514 dan didirikan oleh Sultan Ibrahim. Kerajaan ini termasuk bekas kerajaan Samudera Pasai dan Aceh Besar. Islam sendiri masuk ke kerajaan ini pada abad ke-12 Masehi.

Diperkirakan pada tahun 225/840 M, kerajaan ini awalnya dikuasai oleh Maharaja Pho Hela Syahir Wuwiatan Meurah Perlak Syahir Wuwi, putra Raja Siam yang beragama Budha. Peralihan kerajaan Budha ke Islam dimulai pada tahun 173 M/800 M. Kerajaan ini terletak di pesisir timur Aceh.

Pdf) Fikih Kontemporer Bahasa Lokal (studi Kitab Al Hikmah Karya Kh. Ahmad Syakir Lasem)

Kerajaan ini dipimpin oleh Jalan Rodan dan berdiri pada tahun 1475 – 1518. Kerajaan Demak mempunyai kekuasaan di wilayah Demak, menjadi kerajaan Islam pertama di Pulau Jawa di wilayah Bintara. Islam konon sudah ada sejak kepemimpinan Raden Patah, yakni pada tahun 1478. Pertumbuhan Islam di Jawa mampu berkembang pesat berkat peran Wallison.

Kerajaan ini merupakan kelanjutan dari kerajaan Demak yang menguasai kesultanan Jawa setelah Demak. Surakarto atau Solo terletak di wilayah Kartasura dekat Jawa Tengah. Didirikan pada tahun 1568 oleh Jaka Tingkir atau Sultan Adi Wijaya yang namanya cukup familiar. Wilayah kekuasaannya meliputi kerajaan kuno Demak dan sebagian Jawa Tengah. Kerajaan menerima Islam pada tahun 1478.

Maka Ki Ageng didirikan oleh Sutawijaya, seorang keturunan Pemanahan. Raja yang terkenal pada masa itu adalah Mas Rangsang bernama Sultan Agung Haniokrokusumo yang melakukan ekspansi hingga memperoleh pengaruh di Pulau Jawa. Sepeninggalnya (dimakamkan di Imogiri), ia digantikan oleh putranya yang bergelar Amangkurat I.

Jadi kerajaan Gova dan Talo, yang didirikan pada abad ke-13, adalah

Masuknya Islam Ke Indonesia Berawal Dari Aceh, Benarkah?

Islam kata kata hikmah, mutiara hikmah islam, hikmah khitan dalam islam, radio islam nusantara, kata2 hikmah islam, ilmu hikmah nusantara, hikmah aqiqah dalam islam, universitas islam nusantara bandung, ebook islam nusantara, kata hikmah islam tentang kehidupan, islam nusantara, peradaban islam nusantara

Tags:

Share:

Related Post

Leave a Comment