Hubungan Antara Sosialisasi Dan Kepribadian Adalah

administrator

0 Comment

Link

Hubungan Antara Sosialisasi Dan Kepribadian Adalah – Pengertian sosialisasi secara sederhana dapat dipahami sebagai proses internalisasi nilai dan norma sosial dalam diri individu. Sosialisasi merupakan bagian mendasar dari proses interaksi sosial. Sebagai makhluk sosial, kita selalu berinteraksi dengan orang lain. Ada sosialisasi dalam proses interaksi. Proses sosialisasi sudah dimulai sejak kita lahir ke dunia ini. Misalnya ketika orang tua kita mengajari kita berbicara, mengajak kita makan dengan tangan kanan atau mengajak kita bermain. Sosialisasi melibatkan nilai-nilai yang kemudian kita renungkan saat kita dewasa dalam berpikir.

Dia. Soerjono Soekanto Sosialisasi adalah suatu proses sosial dimana individu memperoleh pembentukan sikap untuk berperilaku sesuai dengan perilaku orang-orang disekitarnya.

Hubungan Antara Sosialisasi Dan Kepribadian Adalah

C. Sosialisasi Horton dan Hunt berarti bahwa seseorang hidup sesuai dengan norma kelompok tempat dia tinggal dan dengan demikian menciptakan kepribadian yang unik.

Hj. Titi Kadi, M.pd

D Sosialisasi Edward Shils Sosialisasi sebagai proses sosial seumur hidup yang dialami sebagai anggota suatu kelompok dan masyarakat melalui pembelajaran budaya.

Sosialisasi adalah proses internalisasi nilai dan norma sosial dalam diri individu agar sesuai dengan mereka sebagai anggota kelompok atau masyarakat. Proses identifikasi menunjukkan internalisasi nilai dan norma dari luar. Nilai dan norma tersebut pada akhirnya mempengaruhi pembentukan kepribadian. Di sini konsep sosialisasi dan prosesnya sangat erat kaitannya dengan pembentukan kepribadian.

Dia. Pengetahuan tentang nilai-nilai dan norma-norma yang berlaku dalam suatu masyarakat sebagai keterampilan dan pengetahuan yang dibutuhkan seseorang untuk melanjutkan hidupnya di tengah-tengah masyarakat di mana dia menjadi anggotanya.

B. Lingkungan sosial-budaya, pengetahuan tentang lingkungan sosial tempat individu hidup maupun lingkungan sosial baru, di mana mereka menjadi terbiasa dengan nilai-nilai dan norma-norma sosial masyarakat yang berlaku.

B_daa48225 Edf9 43dd 9e7c E9e0550c7bdb

Dia. SOSIALISASI PRIMER Sosialisasi primer merupakan sosialisasi pertama yang dilakukan oleh seseorang pada masa kanak-kanak dimana ia menjadi anggota masyarakat, pada tahap ini proses sosialisasi primer membentuk kepribadian anak dan dunia umum serta keluarga sebagai agen sosialisasi. Sosialisasi primer terjadi ketika anak mulai mengenal anggota keluarga dan lingkungan keluarga, dan lambat laun ia mulai membedakan dirinya dengan orang lain di sekitar keluarganya. Karena seorang anak memiliki pola interaksi yang terbatas, maka peran orang-orang terdekat dengan anak menjadi sangat penting. Kepribadian seorang anak sangat ditentukan oleh interaksi antara anak dengan anggota keluarga terdekatnya.

B. Sosialisasi Sekunder Sosialisasi sekunder adalah proses selanjutnya di mana individu yang disosialisasikan diperkenalkan ke aspek baru dunia objektif masyarakat. Pada tahap ini proses sosialisasi mengarah pada terwujudnya sikap profesional (dunia yang lebih spesifik) dan dalam hal ini agen sosialisasi adalah lembaga pendidikan, teman sebaya, lembaga pelayanan dan lingkungan keluarga yang lebih luas. Proses resosialisasi adalah pemaksaan identitas diri yang baru pada seseorang, dan dalam proses sosialisasi seseorang mengalami pencabutan identitas diri yang lama.

BACA JUGA  Apakah Yang Dimaksud Menoleh Dalam Tari

Proses Sosialisasi Sosialisasi adalah proses dimana orang belajar untuk berinteraksi, bertindak, berpikir, dan merasakan dengan orang lain. Semua ini merupakan elemen penting dalam menciptakan partisipasi sosial yang efektif dalam kelompok masyarakat. Menurut Lindsley dan Beach (2004), proses sosialisasi dalam masyarakat adalah sebagai berikut.

Dia. Tahap Persiapan Tahap ini dialami manusia sejak lahir, ketika seorang anak mempersiapkan diri untuk mengenal dunia sosialnya, termasuk mendapatkan pemahaman tentang dirinya sendiri. Pada tahap ini, anak mulai meniru kegiatan meskipun belum sempurna.

Pdf) Makalah Hubungan Sosialisasi, Kepribadian, Dan Kebudayaan “ Mengintip Tabiat Midodareni “

B. Tahap Peniruan (Play Stage) Tahap ini dimana anak menirukan peran orang dewasa dengan lebih sempurna. Pada tahap ini, ia mulai mengembangkan kesadaran akan namanya sendiri dan siapa nama orang tuanya, kakak-kakaknya. Anak mulai memahami apa yang dilakukan seorang ibu dan apa yang diharapkan seorang ibu dari seorang anak. Dengan kata lain, kemampuan menempatkan diri pada posisi orang lain juga dimulai pada tahap ini. Kesadaran mulai timbul bahwa ada banyak orang di dunia sosial manusia. Beberapa dari orang-orang ini adalah orang-orang yang mereka anggap penting untuk pembentukan dan kelangsungan hidup mereka, dari mana anak-anak menyerap norma dan nilai.

C. Tahap siap bermain (play stage) Pada tahap siap bermain, peniruan mulai menurun dan digantikan oleh peran langsung yang dimainkan oleh diri sendiri dengan penuh kesadaran. Ini juga meningkatkan kemampuan Anda untuk menempatkan diri pada posisi orang lain, memungkinkan kemampuan untuk bermain bersama. Kesadaran akan permintaan untuk melindungi keluarga dan bekerja sama dengan teman-temannya. Semakin banyak lawan berinteraksi, semakin kompleks hubungan itu. Individu mulai terhubung dengan teman sebaya di luar rumah.

D Tahap penerimaan norma kolektif (normalized stage) Pada tahap ini, seseorang dianggap dewasa, dan dapat menjadi status masyarakat secara luas. Individu dapat bersabar tidak hanya dengan orang yang berinteraksi dengan mereka, tetapi juga dengan komunitas yang lebih besar. Orang dewasa memahami pentingnya aturan, kemampuan untuk bekerja sama bahkan dengan orang lain yang tidak mereka kenal, pada tahap pengembangan diri ini orang tersebut telah menjadi warga negara dalam arti yang utuh.

Media Sosialisasi Media sosialisasi atau agen adalah pihak yang melakukan atau akan melakukan sosialisasi. Ada lima agen sosialisasi utama yaitu:

Jadwal Bimtek Nasional Hubungan Keuangan Antara Pemerintah Pusat Dan Pemerintahan Daerah

Dia. Bayi baru lahir dalam keluarga mengalami proses sosialisasi untuk pertama kalinya. Di sini anak-anak pertama-tama mengidentifikasi lingkungan sosial dan budaya mereka. Anak mulai mengenal setiap anggota keluarganya, ayah, ibu dan saudaranya, hingga saling mengenal dan mengikuti norma-norma yang berlaku dalam keluarga. Oleh karena itu, diharapkan akan lahir keluarga yang penuh keharmonisan. Keluarga merupakan institusi yang memiliki pengaruh paling penting dalam proses sosialisasi manusia.

BACA JUGA  Menggambar Cerita Dengan Karakter Yang Tegas Pada Garis-garis Dapat Menggunakan

B. Kelompok bermain (peer group) Kelompok bermain merupakan agen sosialisasi yang memiliki pengaruh besar dalam membentuk perilaku seseorang. Dalam kelompok bermain, anak belajar berinteraksi dengan orang-orang yang seumuran atau seumuran.

C. Sekolah Sekolah merupakan agen sosialisasi dalam sistem pendidikan formal. Hal-hal baru dipelajari di sekolah yang tidak dipelajari di keluarga atau di tim olahraga. Pendidikan formal di sekolah mempersiapkan siswa untuk menguasai peran-peran baru yang dapat mereka ambil ketika mereka tidak lagi bergantung pada orang tua.

D Lingkungan kerja Lingkungan kerja tim sangat beragam, misalnya kelompok pekerja pabrik, kelompok pekerja kantoran, kelompok tani dan kelompok dagang. Setiap kelompok memiliki aturannya masing-masing. Siapapun yang melanggar aturan dapat dikenakan sanksi. Melalui aturan, seseorang mempelajari berbagai nilai dan norma yang harus diikuti untuk mencapai tujuan, misalnya meningkatkan disiplin diri dan kerja sama dengan teman. Dalam hubungan sosial di lingkungan kerja, setiap orang harus memainkan perannya sesuai dengan kedudukannya.

Hubungan Antara Sosialisasi Kepribadian Dan Penyimpangan Sosi

E. Media Massa Media massa juga merupakan agen sosialisasi yang sangat mempengaruhi perilaku masyarakat. Kehadiran media massa mempengaruhi sikap dan tindakan anggota masyarakat. Nilai dan norma yang diungkapkan dan disajikan oleh media massa ditanamkan dalam diri seseorang melalui penglihatan atau pendengaran. Informasi yang diterima melalui media massa dapat bersifat positif maupun negatif. Jika informasinya positif, maka terciptalah kepribadian yang positif. Sebaliknya, jika informasinya negatif, maka terbentuklah kepribadian negatif.

Memahami Peran Sosialisasi dalam Membentuk Kepribadian Kepribadian 1) Roucek dan Warren. Kepribadian adalah organisasi faktor biologis, psikologis, dan sosiologis yang mendasari perilaku seseorang.

3) Rekayasa. Kepribadian adalah keseluruhan perilaku seseorang dengan sistem kecenderungan tertentu yang berinteraksi dengan serangkaian situasi.

1) Warisan Biologis Semua individu normal dan sehat memiliki kesamaan biologis seperti lengan, panca indera, gonad dan otak yang kompleks. Warisan biologis setiap orang juga unik, artinya tidak ada seorang pun (kecuali kembar) yang memiliki ciri fisik yang sama. Untuk beberapa sifat, warisan biologis lebih penting daripada yang lain. Misalnya, beberapa penelitian menunjukkan bahwa kecerdasan anak angkat lebih mirip dengan kecerdasan orang tua kandungnya daripada orang tua angkatnya; Dan di beberapa keluarga, anak kandung lebih cenderung mengikuti IQ orang tua mereka daripada anak angkat.

BACA JUGA  Mr Senyawa

Activity For Kids! Join Now!

2) Lingkungan Fisik Salah satu faktor yang mempengaruhi kepribadian adalah lingkungan fisik. Athabaskan memiliki kepribadian dominan yang memungkinkan mereka bertahan hidup di iklim Arktik yang lebih dingin. Pedalaman Australia harus berjuang mati-matian untuk tetap hidup, tetapi orang Samoa menghabiskan beberapa jam setiap hari untuk menemukan lebih banyak makanan daripada yang bisa mereka makan. Suku Ik Uganda (diucapkan “eek”) perlahan-lahan kelaparan karena hilangnya tempat berburu tradisional mereka dan menjadi orang yang paling rakus dan rakus di dunia; Benar-benar tanpa keramahtamahan, bantuan, atau kasih sayang, alih-alih mengeluarkan makanan dari mulut anak-anak mereka dalam perjuangan untuk bertahan hidup. Quelas dari Peru telah dijelaskan oleh Trotter (1973) sebagai orang yang paling kejam di dunia dan dia mengaitkannya dengan hipoglikemia yang disebabkan oleh kekurangan makanan.

3) Budaya memperlakukan anak sejak lahir sedemikian rupa sehingga membentuk kepribadiannya. Setiap budaya menyajikan seperangkat pengaruh umum yang sangat bervariasi dari masyarakat ke masyarakat. Seperti yang dikatakan Linton: “Dalam beberapa (masyarakat) bayi disusui hanya saat mereka menangis.” Di masyarakat lain, mereka menyiram dengan jadwal teratur. Di beberapa masyarakat mereka diasuh oleh wanita mana pun, sementara di masyarakat lain mereka diasuh oleh ibu mereka sendiri. Di beberapa masyarakat, proses menyusui bayi merupakan aktivitas santai bersama anak laki-laki dan memberikan kenikmatan sensual baik bagi ibu maupun bayinya. Di masyarakat lain, mengasuh anak bukanlah kegiatan yang membutuhkan waktu khusus dan santai. Melihat aktivitas tersebut mengganggu aktivitas rutinnya, sang ibu meminta anaknya untuk menyelesaikannya secepat mungkin.

4) Pengalaman kelompok dihayati dalam kelompok tertentu sepanjang hidup, dan ini penting sebagai model gagasan atau norma perilaku seseorang. Kelompok seperti itu disebut kelompok referensi. Kelompok keluarga adalah kelompok yang paling penting pada awalnya, karena merupakan satu-satunya kelompok yang hadir pada masa bayi yang paling sensitif. Kepribadian dasar individu terbentuk selama tahun-tahun pertama dalam lingkungan keluarga. Beberapa tahun kemudian tim

Pengertian sosialisasi dan kepribadian, jelaskan hubungan antara teknologi komunikasi dan informasi, sosialisasi dan kepribadian, makalah sosialisasi dan kepribadian, hubungan antara administrasi organisasi dan manajemen, adakah hubungan antara sakit kepala dan sering buang air kecil, hubungan antara iso 9001 iso 14001 dan ohsas 18001, materi sosialisasi dan pembentukan kepribadian, makalah sosialisasi dan pembentukan kepribadian, hubungan sosialisasi dengan kepribadian, sosialisasi dan pembentukan kepribadian, jelaskan hubungan antara web hosting dan nama domain

Tags:

Share:

Related Post

Leave a Comment