Ini Bedanya Milk Cleanser Dengan Facial Wash Untuk Membersihkan Wajah Berdasarkan Jenis Kulit

Edukasinewss – Jenis produk pembersih wajah yang paling populer di pasaran adalah pembersih susu dan toner.

Kedua produk ini biasanya digunakan untuk membersihkan wajah dari kotoran atau sisa make up yang digunakan sepanjang hari.

Namun, masih banyak orang yang bingung dengan perbedaan kedua jenis produk pembersih wajah tersebut.

Manakah dari dua pembersih wajah paling populer ini yang paling baik membersihkan kulit kita?

Milk Cleanser

Bagi sobat yang ingin memilih pembersih wajah yang lembut, milk cleanser atau susu pembersih bisa menjadi pilihan yang tepat.

Ini karena susu pembersih membersihkan kulit kita lebih lembut daripada pembersih wajah biasa yang mengandung bahan tambahan.

Berdasarkan hal ini, pembersih susu biasanya ringan dan lembut karena terbuat dari emulsi alami lemak dan air.

Namun, ada juga banyak pembersih susu yang menambahkan bahan seperti rosemary, vitamin C, lidah buaya, dan minyak kelapa yang terasa sangat lembut di kulit.

Dengan teksturnya yang lembut, susu pembersih efektif menghilangkan kotoran atau sisa riasan harian Anda tanpa khawatir kulit wajah Anda iritasi.

Facial Wash

Sabun cuci muka atau face wash merupakan produk pembersih wajah yang bertujuan untuk membersihkan kotoran hingga ke pori-pori terdalam.

Produk ini berbahan dasar air, dan biasanya berbentuk gel, busa, cetakan, atau bubuk.

Berbasis air, pencuci muka membutuhkan air untuk mengaktifkan busa sebelum mengaplikasikannya ke wajah.

Sabun wajah seringkali juga mengandung bahan astringent untuk memerangi produksi minyak di wajah.

Perbedaan antara Facial Wash dan Milk Cleanser

Sebagian besar produk pencuci muka membutuhkan air untuk mengaktifkannya sehingga dapat membentuk busa atau tekstur seperti scrub.

BACA JUGA  Cara Membuat Hiasan Dinding Kamar Buatan Sendiri Doraemon

Berbeda dengan milk cleanser yang tidak membutuhkan air untuk mengaktifkannya.

Munculnya busa saat mengoleskan milk cleanser biasanya disebabkan oleh faktor lipid dalam formula yang disebabkan oleh campuran minyak dan air.

Air hanya diperlukan untuk membersihkan susu pembersih setelah digunakan.

Perbedaan terbesar antara pembersih dan tonik untuk susu wajah adalah kekerasannya.

Milk Cleanser memiliki tekstur emollient yang membuatnya ringan dan berbusa seperti awan.

Sementara pembersihan wajah tampak lebih drastis, terkadang menghilangkan minyak esensial dari wajah kita, membuatnya terasa kering dan kencang.

Mana yang lebih baik: toner wajah atau Milk Cleanser?

Milk Cleanser sangat ideal untuk orang dengan kulit normal, kering hingga sensitif.

Karena sifatnya yang lembut, susu pembersih dapat dengan lembut menghilangkan kotoran sekaligus menjaga minyak alami pada kulit.

Selain itu, pembersihan wajah dianggap terlalu keras bahkan untuk kulit sensitif karena menghilangkan minyak alami kulit.

Akibatnya, wajah akan berusaha mengimbangi kekeringan setelah membersihkan wajah dengan facial wash dengan memproduksi minyak berlebih.

Ini juga menyebabkan siklus kulit yang tidak sehat menjadi sangat kering hingga sangat berminyak.

Namun, sabun cuci muka mungkin bisa menjadi pilihan yang tepat bagi Anda yang memiliki kulit berminyak dan berjerawat.

Alasannya adalah kulit berminyak membutuhkan produk yang lebih keras karena perlu menghilangkan sebum ekstra yang dihasilkan kulit.

Susu pembersih tidak cocok karena tidak mengandung bahan penting yang dapat menghilangkan lemak berlebih.

Faktanya, menggunakan pembersih susu pada kulit berminyak dapat memperburuk jerawat karena memasukkan sebum dan minyak berlebih ke dalam kulit.

Misalnya, pembersih wajah yang mengandung tonik dapat menunjang kebutuhan kulit berminyak dalam membersihkan kotoran, sisa make up, dan minyak dari kulit.

BACA JUGA  Tips Belanja Hemat Yang Perlu Kawan Puan Terapkan Saat Menghadapi Promo 5.5

Jika Anda berteman, mana yang paling cocok untuk Anda? Tonik untuk wajah atau Milk Cleanser?

Leave a Reply

Your email address will not be published.