Jalur Pelayaran Bangsa Belanda Ke Indonesia

admin 2

0 Comment

Link

Jalur Pelayaran Bangsa Belanda Ke Indonesia – Dia berlayar dari Lisbon menyusuri pantai Afrika dari tahun 1478. Pada tahun 1486 kapalnya terjebak dalam badai di ujung selatan Afrika. Tempat itu bernama Tanjung Topan, namun Kaisar menamainya Tanjung Harapan.

Pada tahun 1497, Vasco da Gama berangkat dari Lisbon melalui rute Bartolomé Díaz. Pada tahun 1498 ia tiba di Kalikut, sebuah kota perdagangan di pantai barat daya India.

Jalur Pelayaran Bangsa Belanda Ke Indonesia

Pada tahun 1511, Alfonso berhasil merebut kembali Malaka dari Sultan Mahmud Syah. Sejak itu, Portugis mendominasi perdagangan rempah-rempah di Asia Tenggara. Pada tahun 1512, Portugis menang di Maluku.

Jalur Penjelajahan Samudra Bangsa Eropa Ke Indonesia Halaman All

Jika Portugis menjajah lautan di sebelah timur, Spanyol menjajah lautan di sebelah barat. Pada tanggal 2 Agustus 1492, Columbus pertama kali berlayar melintasi Samudera Atlantik. Pada tanggal 12 Oktober 1492, ia tiba di Bahama. Saya kira dia sudah sampai di India, makanya orang India disebut orang India. Pada tahun 1493 ia kembali ke Spanyol dan kembali ke tempat penjelajahan bersama ahli geografi Amerigo Vespucci.

Pada tanggal 10 Agustus 1519, Magellan memulai perjalanannya melintasi Samudera Atlantik. Dari ujung selatan benua Amerika, Magellan melanjutkan perjalanannya melintasi Samudera Pasifik. Pada tahun 1521 Magellan tiba di pulau Massava. Daerah ini kemudian disebut Filipina setelah raja Spanyol, Raja Philip

Dipimpin oleh de Abreu, Portugis melanjutkan perjalanan dari Malaka menuju Maluku. Pada tahun 1512 datang ke Maluku. Mereka membeli rempah-rempah di sana. Pada awalnya mereka disambut dengan gembira oleh masyarakat Maluku, namun masyarakat tidak senang karena Portugis ingin menguasai perdagangan dan menguasai Maluku.

Pada tahun 1521 kapal Spanyol tiba di Maluku. Mereka membeli banyak rempah-rempah. Saat itu sedang berlangsung persaingan antara Portugal dan Spanyol.

Aceh, Pintu Masuk Jalur Rempah Nusantara

Belanda pertama kali tiba di Indonesia khususnya di pelabuhan Banten pada tahun 1596. Pada tahun 1602, Belanda mendirikan VOC dengan tujuan menguasai perdagangan rempah-rempah di Indonesia.

Pertanyaan baru dalam IPS adalah menentukan jenis sumber daya alam, apa upaya pembangunan yang sama setelah Indonesia merdeka? Penguatan angkatan bersenjata dan angkatan bersenjata b. Mewujudkan masyarakat adil dan makmur c. Berdirinya Negara Republik Demokratik Indonesia d. Untuk menjaga kemandirian, keamanan, dan stabilitas bangsa, bagaimana kondisi sampah plastik di Indonesia? Tolong dijawab, berkat salah satu peta Linschoten dalam bukunya yang terkenal, Itinerario, terbitan tahun 1596. Ini adalah peta pertama yang diterbitkan di Timur Jauh; Menampilkan lokasi di Cina, Jepang, Korea, Asia Tenggara, Filipina, Selat Malaka, Kalimantan, dan Jawa. Linschoten disiapkan dari peta sumber utama Portu

Lilie Suratminto tertarik mempelajari bahasa dan budaya Belanda, serta menjadi pemerhati warisan budaya kolonial. Saat ini Dekan Fakultas Sosial Humaniora Universitas Buddha, Tang Charoen.

BACA JUGA  Contoh Tulisan Balok

.co.id – Dari peta rahasia yang disalin, mitra dagang regional telah menjadi global. Apa dampaknya terhadap pulau-pulau tersebut? Ada berkah, ada musibah. Namun, itu semua karena bumbunya.

Sejarah Musik Keroncong Di Indonesia, Instrumen Tradisional Bangsa Moor

Belanda berlokasi strategis di banyak kawasan komersial. Negara itu disebut “Nederlanden” atau dataran rendah, setidaknya sekitar abad ke 16. Perdagangan, industri, dan pertanian berkembang. Banyak perusahaan dan industri bermunculan di kota-kota pelabuhan seperti Amsterdam, Rotterdam, Delft, Hoorn, Vere dan Middelburg.

Pada masa itu, terdapat barang dagangan yang sangat penting bagi orang Eropa yaitu rempah-rempah. Belanda menerima lada, nanas, cengkeh, pala, dan jahe dari pelabuhan Lisbon, Portugal.

Hal ini disebabkan kecerdikan Portugis. Selama hampir satu abad, negara ini tetap menjadi jalur pelayaran rahasia ke Asia. Bisa dikatakan, untuk memperlancar distribusi perdagangan khususnya rempah-rempah, banyak kantor niaga Belanda yang membuka kantor di Lisbon.

Pada tahun 1548 terjadi perang antara Amerika Serikat dan Republik Belanda. Raja Philip II dari Spanyol menolak tawaran Willem van Oranje untuk menghentikan penganiayaan, penganiayaan dan pembunuhan terhadap pengikut Calvin. Selama perang ini, banyak pengusaha dan orang kaya dari pusat perdagangan Antwerp, Ghent dan Bruges di Belanda selatan meninggalkan Belanda utara. Mereka pergi ke Delft, Middelburg, Vere, Rotterdam, Hoorn, Enkhuizen dan Amsterdam. Ada pula yang pergi ke Inggris dan Jerman.

Penjelajahan Samudera Oleh Bangsa Portugis, Spanyol, Dan Belanda

Lambang VOC dan Batavia karya Jeronimus Becx, 1651. Lambang VOC memperlihatkan sebuah kapal dagang; Di sebelah kiri adalah dewa Neptunus, di sebelah kanan adalah dewa laut, Amphilith. Sedangkan pada lambang Batau terdapat pedang yang dimahkotai dengan daun salam; Kedua belah pihak telah menenggelamkan gajah

Ada yang menarik, yaitu kelakuan saudagar Belanda. Meski negaranya sedang berperang dengan Spanyol, mereka tetap membekali Spanyol dengan senjata dan amunisi yang mereka impor dari Skandinavia. Intinya, para pedagang mendapat banyak keuntungan dari seringnya terjadi perang di Eropa. Hal inilah yang menjadikan Amsterdam sebagai pusat komersial yang menyaingi Antwerp yang saat itu merupakan pelabuhan terbesar di Eropa Barat.

Kenyamanan para saudagar Belanda terusik ketika Konfederasi Iberia terbentuk pada tahun 1580. Portugal bersatu dengan Spanyol yang notabene musuh Belanda. Para saudagar Belanda terpaksa menutup kantor dagangnya di Lisbon. Mereka bertemu ibu mereka di beberapa kota pelabuhan di Belanda.

Untuk bertahan dalam persaingan perdagangan yang ketat, maka didirikanlah perusahaan dagang Compagnie van Verre, sebuah perusahaan perdagangan jarak jauh, yang terdiri dari 10 perusahaan dagang yang berusaha mencari jalan sendiri menuju pusat rempah-rempah di Hindia Timur, yaitu bukan sebuah pulau pada saat itu.

BACA JUGA  Bis Bis Apa Yang Bisa Masuk Masjid

Penaklukan Kepulauan Banda Oleh Belanda

Compagnie van Verre mendirikan ekspedisi pertama yang dipimpin oleh Willem Barentsz. Rencananya mereka akan berlayar melalui Selat Bering, Alaska, lalu menuju ke selatan melalui Jepang, Taiwan, dan berlanjut ke Maluku. Perjalanan melalui Siberia utara dimaksudkan untuk menghindari armada kuat Spanyol dan Portugal. Kedua pesaing ini mendominasi Samudera Atlantik dan Hindia selama lebih dari satu abad.

Sayangnya, kapal ekspedisi pertama Belanda tersebut rusak akibat es dan tidak dapat diperbaiki saat berada di sekitar Pulau Novaya Zemlya. Banyak korban yang mati kedinginan atau dibunuh oleh beruang kutub. Awak kapal Barentsz kembali ke Belanda dengan dua perahu kecil. Barentsz meninggal pada tahun 1597, saat kembali ke rumah.

Namun, upaya mencari jalan menuju pulau tersebut tidak berhenti. Hal ini sejalan dengan semboyan mereka, dispereert niet atau ‘jangan menyerah’.

Jan Huygens van Linschoten adalah seorang Belanda yang bekerja bersama saudaranya, Willem Tin, di Keuskupan Gowa, India. Ia menjabat selama lima tahun sebagai sekretaris Dewan Gubernur Gowa.

Jalur Rempah Indonesia Disinggahi Kapal Layar Arka Kinari

Ia mempunyai hubungan yang sangat baik dengan tuannya, Uskup Agung Gowa, sehingga ia bisa bekerja dengan leluasa. Ia menggunakan kesempatan ini untuk menulis tentang aktivitas komersial Portugal di India, Cina, Jepang, dan wilayah lain di pulau tersebut. Di sana ia banyak mendengar cerita tentang Jawa, Jepang, dan Cina. Hubungan kedua negara pada masa lalu bisa dikatakan kurang baik karena selalu ada konsensus.

Ia menyadari peta jalur laut saat itu sangat dibutuhkan Belanda, terutama setelah Portugal dan Spanyol bergabung dengan Uni Iberia.

Potret Jan Huygen van Linschoten (1563 – 8 Februari 1611). pedagang dan sejarah Belanda. Linschoten diam-diam menyalin peta jalur laut yang dirahasiakan Portugis selama lebih dari satu abad.

Linschoten diam-diam menyalin peta jalur laut yang dirahasiakan Portugis selama lebih dari satu abad. Ia kemudian memutuskan untuk kembali ke kampung halamannya di Enkhuizen di Belanda. Alasan utamanya, Willem Tin, saudaranya meninggal.

Karavel, Kapal Andalan Portugis Dan Spanyol Untuk Jelajahi Dunia

Salinan peta navigasi Portugis ini kemudian diterbitkan dalam bukunya yang terkenal Itinerario. Judul peta yang sangat panjang: Voyage ofte Schipvaart van Jan Huygens van Linschoten naer oost ofte Portugael induhende in corte beschrijvinghe der selve landen ende zee custen. Artinya “Perjalanan Jan Huygens van Linschoten ke Timur Portugal dengan penjelasan singkat tentang negara dan pantainya”. Rencana perjalanan tersebut kemudian diterjemahkan ke dalam bahasa Jerman, Inggris, dan Prancis. Sejak saat itu, Asia bukan lagi kawasan yang tersembunyi.

Rencana Perjalanan Linschoten menjadi acuan Compagnie van Verre dalam membiayai perjalanan komersial pertamanya ke pulau-pulau tersebut. Perjalanan tersebut terdiri dari tiga kapal besar Amsterdam (260 ton), Mauritius (460 ton) dan Hollandia (460 ton) serta kapal penghubung yang lebih kecil Duyfken (50 ton). Kapal ini dilengkapi tentara dan artileri. Semua di bawah komando Jenderal Cornelis de Houtman dan Van Beuningen. Kapal ini meninggalkan Texel pada tanggal 2 April 1595. Amsterdam terbakar pada tanggal 11 Januari 1597 di Pulau Bawean.

BACA JUGA  Perasaan Yang Ditimbulkan Setelah Membaca Sebuah Poster Disebut

Jer basuki mawa bea mengatakan pepatah jawa yang artinya untuk mencapai tujuan harus ada pengorbanan. Begitu pula untuk mencapai tujuan mencapai kepulauan tersebut, Belanda telah bekerja keras dan berkorban.

Berbekal informasi dari buku Itinerario, kapal pelayaran kedua pertama yang didirikan oleh Compagnie van Verre tiba di pelabuhan Karang Antu, Banten, pada tanggal 21 Juni 1596 dan diterima secara resmi oleh Sultan Banten pada bulan Juli. 2, 1596.

Sejarah Latar Belakang Kedatangan Bangsa Eropa Ke Indonesia

Meninggalkan Texel, kapal pertama terdiri dari 249 awak. Namun yang kembali hanya 87 awak kapal. Mereka kembali ke Amsterdam pada tanggal 14 Agustus 1597 dengan membawa 240 karung lada, 45 ton nanas, dan 30 cabai. Keberhasilan kunjungan ini membuka hubungan antara Belanda dan kepulauan tersebut.

Untuk menghindari persaingan perolehan rempah-rempah antar pedagang di Belanda, maka didirikanlah perusahaan dagang. Namanya Vereenigde Oost Indische Compagnie, atau disingkat VOC.

Modal perusahaan dagang ini berasal dari saham swasta dan publik. Dengan menjual sahamnya kepada masyarakat, VOC berhasil menghimpun modal dasar sebesar 6.424.588 gulden dari lima kota yaitu Amsterdam, Hoorn, Rotterdam, Delft, Enkhuizen dan Middelburg. Jumlah ini besar karena saham bisa dimiliki secara luas (tidak hanya oleh Belanda) dan bisa diperdagangkan.

The Ship of the Ship karya Cornelis de Houtman, lukisan abad ke-17 tentang seorang penjelajah Belanda yang menemukan jalur laut dari Eropa ke pulau-pulau. Kapal tersebut tiba pada tanggal 27 Juni 1596 di perairan Banten, kemudian kembali pada tanggal 14 Agustus 1597.

Menuju Indonesia, Pelaut Voc Tersesat Di Australia Dan Mencetak Sejarah

Kamar Amsterdam adalah penggalangan dana terbesar, sehingga merupakan pihak yang paling berpengaruh dalam pengambilan keputusan. Kedudukan Dewan 17 atau De Heeren Zeventien di Amsterdam yang mengangkat dan memberhentikan gubernur VOC serta kebijakan penting lainnya.

Dengan ratifikasi octroi (kanan

Jalur pelayaran dan kedatangan bangsa barat ke indonesia, jalur pelayaran bangsa spanyol ke indonesia, peta jalur pelayaran bangsa eropa ke indonesia, jalur pelayaran bangsa inggris ke indonesia, jalur pelayaran bangsa barat ke indonesia, masuknya bangsa belanda ke indonesia, jalur pelayaran belanda ke indonesia, peta jalur pelayaran bangsa barat ke indonesia, rute pelayaran belanda ke indonesia, jalur pelayaran bangsa portugis ke indonesia, jalur pelayaran bangsa eropa ke indonesia, jalur pelayaran bangsa eropa

Tags:

Share:

Related Post

Leave a Comment