Jelaskan Alasan Kaum Remaja Sering Menyalahgunakan Obat Narkotika

syarief

0 Comment

Link

Jelaskan Alasan Kaum Remaja Sering Menyalahgunakan Obat Narkotika – Masa remaja merupakan masa peralihan dalam kehidupan seseorang yang meliputi masa kanak-kanak dan masa dewasa. Pada masa ini, remaja seringkali menjadi semakin penasaran. Ini adalah hal yang sangat baik, namun bisa sangat mengkhawatirkan jika mereka terjebak pada sesuatu yang negatif atau merugikan.

Laporan dari situs Kominfo.jatimprov.go.id menunjukkan bahwa pada tahun 2021, jumlah upaya penggunaan narkoba di kalangan remaja akan mencapai 57 persen dari total penggunaan narkoba. Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) menjelaskan 82,4 persen anak merupakan pekerja, 47,1 persen menjadi pemasok, dan 31,4 persen menjadi guru. Statistik ini nampaknya sangat memprihatinkan, generasi muda yang seharusnya menjadi generasi penerus bangsa justru terkontaminasi narkoba.

Jelaskan Alasan Kaum Remaja Sering Menyalahgunakan Obat Narkotika

Meningkatnya kasus penyalahgunaan narkoba di kalangan remaja tentunya disebabkan oleh banyak faktor pendukung antara lain rasa ingin tahu, sikap yang tinggi atau lingkungan yang bersahabat. Lingkungan yang bersahabat dianggap sebagai salah satu faktor yang paling berkontribusi terhadap penggunaan narkoba di kalangan generasi muda, banyak di antara mereka yang cenderung mencoba, melakukan kesalahan, dan menjadi kecanduan karena dorongan dari teman-temannya. Kurangnya pendidikan tentang bahaya narkoba di kalangan remaja dapat menyebabkan peningkatan penyalahgunaan narkoba.

Artikel Kasus Narkoba Pada Remaja[1]

Mencegah kasus pelecehan secara langsung tidaklah mudah karena memerlukan banyak peran pendukung. Tentu saja keluarga dan tempat tinggal menjadi hal terpenting dalam hal ini. Orang tua dapat memberikan edukasi atau edukasi kepada anak mengenai bahaya narkoba, dengan tujuan agar mereka memahami mengapa dirinya perlu melindungi diri dari penggunaan narkoba. Orang tua juga dapat memantau status pertemanan anaknya untuk meminimalisir pergaulan anaknya dengan teman yang mungkin merupakan pecandu narkoba.

Situs web ini menggunakan cookie untuk memberikan pengalaman penelusuran yang lebih baik. Dengan mengakses situs web ini, Anda menyetujui penggunaan cookie kami. Tutup Kebijakan Privasi

Situs web ini menggunakan cookie untuk meningkatkan pengalaman Anda saat menjelajahi situs web. Di antara cookie ini, cookie yang diklasifikasikan sebagai penting disimpan di browser Anda karena cookie tersebut penting untuk fungsionalitas komponen utama situs web. Kami juga menggunakan cookie pihak ketiga yang membantu kami menganalisis dan memahami cara Anda menggunakan situs web ini. Cookies ini disimpan di browser hanya dengan persetujuan Anda. Anda juga mempunyai pilihan untuk tidak menerima cookie ini. Namun memilih untuk tidak ikut serta dalam beberapa cookie ini dapat memengaruhi pengalaman penelusuran Anda.

Cookie sangat penting agar situs web dapat berfungsi dengan baik. Kategori ini hanya mencakup cookie yang memastikan fungsionalitas dasar dan fitur keamanan situs web. Cookies ini tidak menyimpan informasi pribadi apa pun.

BACA JUGA  Bentuk Pecahan Campuran Dari 13 Per 4 Adalah

Inilah Mengapa Remaja Rentan Kecanduan Narkoba

Cookie non-esensial adalah cookie apa pun yang tidak secara spesifik diperlukan agar situs web dapat berfungsi dan digunakan secara langsung untuk mengumpulkan data pribadi melalui analisis, iklan, dan konten tersemat lainnya. Penting untuk mendapatkan persetujuan pengguna sebelum menggunakan cookie ini di situs web Anda. Masa remaja merupakan tahap perkembangan antara masa kanak-kanak dan masa remaja. Perkembangan seseorang pada masa kanak-kanak dan remaja akan membentuk perkembangan orang dewasa. Oleh karena itu, jika anak-anak dan remaja menjadi korban narkoba, masa depan mereka menjadi suram atau hilang.

Pada masa remaja, keinginan untuk bereksperimen, mengikuti tren dan gaya hidup serta bersenang-senang sangat tinggi. Meskipun semua kondisi ini umum terjadi, hal-hal tersebut dapat mempermudah mendorong generasi muda untuk menggunakan narkoba. Statistik menunjukkan bahwa generasi muda merupakan salah satu pengguna narkoba terbesar.

Masalahnya menjadi lebih besar jika generasi muda menjadi sakit akibat penggunaan narkoba dan HIV/AIDS menyebar di kalangan generasi muda. Hal ini dibuktikan dengan penggunaan narkoba dengan jarum suntik bersama. Negara ini akan kehilangan banyak generasi muda karena penyalahgunaan narkoba dan penyebaran HIV/AIDS. Hilangnya generasi muda ibarat kehilangan bangsa.

Dampak penyalahgunaan narkoba terhadap seseorang sebenarnya tergantung pada jenis narkoba yang digunakan, kepribadian pengguna, dan keadaan atau kondisi pengguna. Secara umum dampak kecanduan narkoba dapat diamati pada aspek fisik, mental, dan sosial seseorang.

Jovendra Aliansyah Fdk

Trauma fisik, psikologis dan sosial saling terkait. Ketergantungan fisik juga dapat menimbulkan nyeri hebat (scavo) bila terjadi putus obat (tidak meminum obat tepat waktu) dan rangsangan psikis (bahasa gaul sugesti) berupa keinginan kuat untuk makan. Gejala fisik dan psikis ini berhubungan dengan gejala sosial seperti berbohong kepada orang tua, mencuri, marah, dan berbuat curang.

Seringkali gejala ini sangat terlihat dan tampak sangat aneh. Dia mengalami perubahan yang sangat berbeda dibandingkan sebelum dia mencoba narkoba. Anda mungkin sangat menarik diri atau mudah cemas.

Karena narkoba juga berdampak pada organ tubuh, maka orang yang bereksperimen dengan narkoba merasakan ketidaknyamanan pada tubuhnya sehingga ragu melakukan banyak hal karena ketidaknyamanan pada tubuhnya.

Orang yang mencoba narkoba dan menjadi kecanduan akan menyimpan banyak rahasia karena takut ketahuan menggunakan narkoba.

Hindari Narkoba Dan Kenali Bahaya Narkoba

Karena obat memiliki efek yang kuat pada saraf, saraf yang mengontrol tidur menjadi terganggu dan tidak dapat berfungsi dengan baik. Tak jarang pecandu narkoba terlihat lelah dan mata merah akibat kurang tidur

BACA JUGA  Dimana Orang Utan Dilindungi

Situs web ini menggunakan cookie untuk memberikan pengalaman penelusuran yang lebih baik. Dengan mengakses situs web ini, Anda menyetujui penggunaan cookie kami. Tutup Kebijakan Privasi

Situs web ini menggunakan cookie untuk meningkatkan pengalaman Anda saat menjelajahi situs web. Di antara cookie ini, cookie yang diklasifikasikan sebagai penting disimpan di browser Anda karena cookie tersebut penting untuk fungsionalitas komponen utama situs web. Kami juga menggunakan cookie pihak ketiga yang membantu kami menganalisis dan memahami cara Anda menggunakan situs web ini. Cookies ini disimpan di browser hanya dengan persetujuan Anda. Anda juga mempunyai pilihan untuk tidak menerima cookie ini. Namun memilih untuk tidak ikut serta dalam beberapa cookie ini dapat memengaruhi pengalaman penelusuran Anda.

Cookie sangat penting agar situs web dapat berfungsi dengan baik. Kategori ini hanya mencakup cookie yang memastikan fungsionalitas dasar dan fitur keamanan situs web. Cookies ini tidak menyimpan informasi pribadi apa pun.

Andhika Yudho Prasetyo Fsh

Cookie non-esensial adalah cookie apa pun yang tidak secara spesifik diperlukan agar situs web dapat berfungsi dan digunakan secara langsung untuk mengumpulkan data pribadi melalui analisis, iklan, dan konten tersemat lainnya. Penting untuk mendapatkan persetujuan pengguna sebelum menggunakan cookie ini di situs web Anda. “Beri aku seribu orang tua dan aku pasti akan mencabut Semiro. Beri aku sepuluh pemuda dan aku akan mengguncang dunia” (

Pesan ini membuktikan bahwa pemuda adalah harapan bangsa. Sejarah telah menunjukkan bahwa peran pemuda dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia sangat besar. Namun semangat, energi, kreativitas, kecerdasan dan patriotisme pemuda sangat penting untuk mencapai kemerdekaan. Selain itu, Indonesia saat ini memiliki keunggulan demografis, yaitu jumlah penduduk usia produktif lebih besar dibandingkan penduduk usia non-produktif. Berdasarkan hasil sensus tahun 2020, 70,72% penduduk Indonesia yang berjumlah 270,72 juta jiwa telah mencapai usia kerja (BPS, 2021). Jika generasi baru yang menjadi bagian dari bonus demografi ini adalah generasi tua, maka bonus demografi ini merupakan peluang besar untuk mempercepat pembangunan dan kesejahteraan. Oleh karena itu, generasi baru harus dilindungi dari segala ancaman yang dapat merugikan kualitas dan nilainya sebagai aset bangsa. Ancaman nyata lainnya yang merugikan generasi baru adalah penyalahgunaan narkoba di kalangan generasi muda.

Temuan penelitian menunjukkan bahwa remaja lebih cenderung terlibat dalam penyalahgunaan narkoba. Dalam penelitian tahun 2018 yang dilakukan Badan Narkotika Nasional (BNN) dan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) di 18 provinsi, terdapat 2.297.492 laki-laki dan perempuan dalam kategori penyalahgunaan narkoba satu tahun (BNN, 2019). Berdasarkan penelitian yang dilakukan di 34 provinsi di Indonesia pada tahun 2019, rata-rata usia pertama kali menggunakan narkoba adalah 19,2 tahun dengan kategori remaja (BNN, 2020). Jumlah tersangka kasus narkoba di bawah dan di atas 5 tahun berdasarkan data BNN dan Polri. Usia 16 hingga 19 tahun mencapai 4,74% atau 2.785 orang dari total 58.764 orang (BNN, 2021).

BACA JUGA  Salah Satu Hal Yang Tidak Diperhatikan Dalam Membaca Puisi Adalah

Remaja (WHO) berusia antara 10 hingga 19 tahun, dan menurut Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), remaja berusia antara 10 hingga 24 tahun belum menikah. Remaja menghadapi perubahan luar biasa dalam aspek fisik, emosional dan mental. Perkembangan ini menantang generasi muda untuk beradaptasi dengan perkembangan fisik baru, identitas sosial, dan pandangan dunia yang lebih luas (Angaswarni dan Sogurides dari Norsalam, 2019). Generasi muda sangat ingin tahu dan menyukai hal-hal baru.

Modul Pendidikan Anti Narkoba Bagi Kalangan Keluarga

Otak yang mengontrol pencarian kesenangan berkembang sangat pesat. Ketidakseimbangan ini menyebabkan generasi muda mencari hal-hal baru dan mengambil risiko (Medicine and Council, 2011). Masa remaja adalah masa pencarian jati diri. Selama ini mereka akan menerima pendapat teman sebaya atau teman kelompoknya (Unalia & Etika dalam Unalia, 2020). Rasa ingin tahu/bereksperimen menjadi alasan utama penggunaan narkoba di kalangan pelajar dan mahasiswa, disusul alasan mencari kesenangan, bujukan teman, dan tekanan dari masalah pribadi (BNN, 2019) Penjelasan tersebut sesuai dengan hasil kajian BNN. ).

Faktor-faktor yang mendorong remaja menggunakan narkoba perlu kita ketahui agar kita dapat melakukan upaya preventif agar mereka terhindar dari bahaya narkoba. Faktor risiko yang mempengaruhi remaja untuk menggunakan narkoba meliputi:

Kepercayaan dan pengabdian kepada Tuhan serta pendapat/kepercayaan remaja terhadap narkoba dapat mempengaruhi keputusan remaja untuk menggunakan narkoba atau tidak. Kurangnya keyakinan, komitmen dan keyakinan bahwa penggunaan narkoba tidak mempunyai akibat yang merugikan dapat meningkatkan risiko penyalahgunaan narkoba di kalangan generasi muda. Berikutnya adalah ini

Kepercayaan diri dan rendahnya kemampuan pemecahan masalah menjadi kesenjangan dalam presentasi

Pdf) Studi Deskriptif Kualitatif: Persepsi Remaja Terhadap Perilaku Menyimpang

Alasan tangan sering kesemutan, alasan kepala sering pusing, alasan remaja telat haid, alasan rambut sering rontok, alasan sering kesemutan, alasan jerawat sering muncul, alasan sering buang air kecil, alasan kenapa kepala sering pusing, alasan kenapa rambut sering rontok, alasan kepala sering sakit, alasan kaki sering kesemutan, alasan kenapa sering sakit kepala

Tags:

Share:

Related Post

Leave a Comment