Karakter Musikal Kolintang

syarief

0 Comment

Link

Karakter Musikal Kolintang – Halaman ini berisi artikel tentang alat musik kayu Minahasa. Untuk tradisi musik dari Indonesia bagian timur, lihat Kulintang.

Kolintang adalah alat musik perkusi tradisional Minahasa dari Sulawesi Utara, Indonesia, terdiri dari senar yang disusun berjajar dan diletakkan di atas mangkuk kayu.

Karakter Musikal Kolintang

Kolintang biasanya dimainkan secara beramai-ramai. Kolintang pada masyarakat Minahasa digunakan untuk mengiringi upacara adat, tarian, nyanyian dan musik. Kayu yang digunakan untuk membuat Kolintang merupakan kayu lokal yang ringan namun kuat, seperti kayu Telur (Alstonia sp), kayu Venuang (Octomeles Sumatrana Mik), kayu Cempaka (Elmerrillia Tsiampaca), kayu Waru (Hibiscus Tiliaceus) dan sejenisnya. . memiliki desain benang paralel. .

Seni Musik Viii Kurikulum Merdeka Pages 101 150

Pada tahun 2013, alat musik Kolintang yang berasal dari suku Minahasa di Sulawesi Utara diakui oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI sebagai Warisan Budaya Takbenda Indonesia.

Kata “kolintang” berasal dari bunyi “tong” untuk nada rendah, “ting” untuk nada tinggi, dan “tang” untuk nada sedang. Dahulu masyarakat Minahasa biasanya mengajak orang menari kolintang dengan mengucapkan “Ayo menari tong-ting-tang” atau dalam bahasa daerah Minahasa “Maimo Kumolintang”. Dari tingkah lakunya itulah lahirlah kata “kolintang”.

Ada legenda Minahasa tentang asal muasal alat musik kolintang. Di sebuah desa di Minahasa, hiduplah seorang gadis cantik dan penyanyi handal bernama Lintang. Suatu hari, Lintang melamar Makasiga, seorang pematung muda. Lintang menerima lamaran Makasiga dengan satu syarat – Makasiga harus menemukan alat musik yang bunyinya lebih bagus dari seruling emas. Makasidze berhasil menemukan alat musik pendahulu kolintang ini berkat kepiawaiannya mengukir. Misalnya bahasa, musik, tari, hajatan dan lain sebagainya. Warisan budaya apa pun bisa bertahan jika generasi mendatang mampu melestarikannya. Dengan kata lain, jika tidak ada yang melestarikannya maka warisan budaya akan hilang.

Setiap daerah di Indonesia mempunyai warisan budayanya masing-masing, sehingga kesenian di Indonesia pun semakin beragam. Salah satu kesenian tradisional Indonesia yang menjadi ciri atau ciri khas setiap daerah adalah alat musik daerah. Secara umum alat musik dapat diartikan sebagai sesuatu yang biasa digunakan oleh masyarakat setempat untuk hiburan atau pertunjukan.

Seni Musik Rpp Smk

”, yang diartikan sebagai nama dewi yang bertanggung jawab dalam pengelolaan seni. Sederhananya, alat musik adalah suatu alat yang diciptakan atau dimodifikasi untuk menghasilkan musik, atau sesuatu yang menghasilkan suara yang indah bila dikendalikan oleh pemainnya.

Masuk ke Provinsi Sulawesi Utara, khususnya Kabupaten Minahasa, mempunyai sejarah menarik yang akan dibahas pada artikel kali ini. Suku Minahasa merupakan suku yang terbentuk dari penggabungan berbagai suku yang masuk ke Sulawesi Utara. Suku ini mempunyai kebudayaan tersendiri seperti bahasa, adat istiadat dan kesenian seperti tari dan alat musik.

BACA JUGA  Bagaimana Agar Upaya Persuasif Berhasil

Kolintang merupakan salah satu alat musik tradisional masyarakat Minahasa di Sulawesi Utara. Alat musik ini terbuat dari kayu khusus yang disusun dan dimainkan dengan cara dipukul. Seperti dilansir kemdikbud.go.id, Kolintang sekilas hampir sama dengan alat musik Gambang asal Jawa, hanya saja bunyi yang dihasilkan lebih penuh dan cara memainkannya sedikit berbeda. Jika penasaran yuk kita ulas sejarah, pengertian dan permainan alat musik Kolintang.

Pada saat itu terdapat sebuah desa yang sangat indah dan permai bernama To Un Rano. Desa ini kini lebih dikenal banyak orang dengan nama Desa Tondano. Dahulu di desa yang terletak di wilayah Minahas ini hiduplah seorang gadis cantik yang terkenal di seluruh desa sehingga banyak anak muda yang sangat mencintainya. Gadis itu bernama Lintang, ia pandai bernyanyi dan mempunyai suara yang emas, suaranya nyaring dan menarik, sehingga banyak orang yang kaget dengan suaranya.

Jual Mainan Microphone Karaoke Anak Mainan Anak Perempuan Cowok Cewek Mainan Mikrofon Karaoke Super Shinger

Pada suatu ketika, ada sebuah festival remaja di desa To Un Rano. Pada saat itu muncullah seorang pemuda ganteng dan ganteng yang mengenal Lintang dan memberitahukan namanya, Makasiga. Singkat cerita, Makasiga jatuh cinta pada Lintang dan kemudian memutuskan untuk menikah dengan Lintang. Namun ada satu syarat jika Lintang menerima lamaran Makasiga, yaitu Makasiga harus diberikan alat musik yang bunyinya lebih bagus dari seruling emas.

Mengingat keinginan dan syarat yang harus dipenuhi, Mashiga keluar masuk hutan untuk mencari alat musik yang dicari Lintang. Saat malam tiba, badan Makasigi terasa dingin, namun keesokan harinya ia terus menebang kayu untuk dijemur. Ketika kayunya sudah cukup kering, dia mengambilnya satu per satu dan melemparkannya ke tempat berbeda.

Ketika potongan kayu itu jatuh dan menghantam tanah, segera terdengar suara yang sangat keras dan menyenangkan. Makasiga sangat senang karena berkat kesabaran dan kegigihannya, ia berhasil menciptakan sebuah alat musik. Pada saat yang sama, dua orang pemburu juga mendengar suara-suara di tempat lain, sehingga mereka berusaha mencari sumber suara tersebut.

Singkat cerita, Makasiga jatuh sakit dan lemas karena terlalu fokus mencari alat musik Lintang hingga lupa makan dan minum. Dua pemburu menemukannya dan membawanya kembali ke desa mereka. Namun karena penyakitnya semakin parah, Makasiga meninggal dunia. Mendengar Makasiga meninggal, Lintang jatuh sakit parah dan mengikutinya ke akhirat.

BACA JUGA  Koordinat Puncak

Soal!!!1.golongkan Mana Yang Termasuk Alat Musik Ritmis Melodis Dan Harmonis?2.sebutkan Lagi

Kisah ini merupakan kisah masyarakat Minahasa tentang asal muasal alat musik kolintang yang merupakan alat musik tradisional dari Minahasa Sulawesi Utara. Bahannya dari kayu, namun jika dipukul akan menghasilkan suara yang nyaring dan merdu sehingga banyak orang yang ingin mendengarkannya.

Suara yang dihasilkan bisa mencapai nada tinggi atau rendah, tergantung selera pemain kolintang. Jenis kayu yang digunakan untuk membuat Kolintang adalah kayu terong, bandaran, quiholela, kakinik atau kayu lainnya yang ringan namun teksturnya padat dan serat kayunya tersebar dengan baik, misalnya membentuk garis-garis mendatar.

Kata “Kolintang” pada dasarnya berasal dari bunyi “tong” yang berarti nada rendah, ting untuk nada tinggi, dan tang untuk nada sedang. Dahulu masyarakat Minahasa biasanya mengajak orang menari kolintang dengan mengucapkan “Ayo menari tong-ting-tang” atau dalam bahasa daerah Minahasa “Maimo Kumolintang”. Karena kebiasaan pengucapan tersebut, kata “Kolintang” masih terlihat sampai sekarang.

Alat musik Kolintang awalnya terdiri dari beberapa potong kayu yang diletakkan berjajar di atas kaki pemainnya, yang duduk di tanah dengan kedua kaki berdiri tegak. Namun terkadang kaki pemain menggantikan dua batang pisang, sehingga Kolintang dapat berdiri dan bermain sambil berdiri.

Angklung Kolintang: Karakter Nada Musik Kolintang Asli Minahasa

Kotak resonator mulai digunakan ketika Pangeran Diponegoro dan para pengikutnya mengasingkan diri di Minahasa pada tahun 1830 dengan membawa seperangkat gamelan. Kotak resonator sendiri biasanya terbuat dari bahan kayu keras seperti jati atau mahoni. Seiring berjalannya waktu, Kolintang mulai menggunakan kotak resonator dalam produksinya.

Saat itu, Kolintang hanya memasukkan satu lagu dengan susunan nada diatonis, berjarak dua oktaf dari teks. Selain itu, beberapa alat musik lain digunakan untuk mengiringi Kolintang, seperti gitar, ukulele, dan bass.

Namun, pada tahun 1960 ditingkatkan menjadi tiga setengah oktaf dengan sebutan satu mayor, satu natural, dan satu minor. Nada dasar masih terbatas pada tiga kunci (naturel, mol 1 dan kruis 1). Terlebih lagi, berjalannya waktu menyebabkan rentang nada melebar lagi menjadi empat setengah oktaf dari F ke C.

Sebagai alat musik, Kolintang terus mengalami perkembangan. Pada mulanya hanya berupa alat musik melodis yang disebut kolintang. Namun menurut uraian Beibi Sumanta dalam Kolintang Inspirasi Indonesia, Kolintang memiliki komposisi musik yang lengkap sebanyak sepuluh buah, yaitu melodi 1 (ina esa), melodi 2 (ina rua), melodi 3 (ina taveng), cello (cella), bas. (lovai), tenor 1 (karua), tenor 2 (karua rua), alt 1 (uner), alt 2 (uner rua), ukulele atau alt 3 (katelu).

BACA JUGA  Sighat Wakaf Bisa Berupa

Bab 4,11, 12 Ansambel, Alat Musik Daerah

Lagu Kolintang merupakan pembawa lagu khususnya lagu daerah Minahasa. Umumnya melodi menggunakan dua atau tiga drum. Jika satu ukuran memainkan melodi, pemain lainnya memainkan kombinasi atau nada improvisasi.

Untuk memainkan nada panjang, pemain Kolintang harus menggoyang kendang atau menahan nada yang dimainkan. Sampai saat ini perkembangan alat musik Kolintang terus berlanjut dari segi kualitas alat musiknya dan perluasan spektrum detailnya, yaitu bentuk rumah resonatornya.

Untuk mengetahui lebih jauh tentang alat musik Kolintang, kita perlu mengetahui bentuk dari alat musik tersebut. Alat musik Kolintang dapat dikenali dari bentuknya yang unik, yaitu rangkaian bilah-bilah kayu yang disusun bertumpuk namun sekaligus mengecil.

Panjang dan lebar bar ini menyesuaikan dengan nada yang ingin dihasilkan. Pemain kolintang harus belajar memegang tongkat dengan baik dan benar agar dapat menghasilkan suara yang nyaring dan merdu. Selanjutnya, hal ini juga berlaku pada cara menciptakan nada yang tepat. Oleh karena itu, terkadang musisi Kolintang harus menggunakan tiga nada (chord) dalam sebuah lagu.

Ciri Ciri Musik Tradisional Beserta Fungsinya, Kenali Alat Musik Daerah Di Indonesia

,pemain musik kolintang pasti menggunakan tiga batang tongkat. Pada dudukan bilahnya, Kolintang terdiri dari dua baris bilah bunyi kayu, yang masing-masing nada pada rak atas dan bawah mempunyai nada yang berbeda-beda. Semakin banyak soundbar yang digunakan, semakin banyak nada yang dapat dihasilkan musisi.

Seperti telah disebutkan sebelumnya, cara memainkan alat musik kolintang adalah dengan memukulnya dengan palu atau alat musik perkusi khusus. Alat musik perkusi mempunyai keunikan sehingga suara yang dihasilkan akan terdengar bagus dan nyaring. Oleh karena itu, ujung palu atau kolintang biasanya dipukul dengan kain.

Begitu pula dengan alat musik Gamelan, palu atau alat Kolintang yang digunakan untuk memainkan Kolintang biasanya terdiri dari tiga buah buah yang diberi nomor berbeda-beda. Dalam kasus palu, angka pertama dipegang dengan tangan kiri, sedangkan angka kedua dan ketiga dipegang dengan tangan kanan.

Khusus untuk dua batang dan

Harga Mini Xylophone Terbaru Desember 2023 |biggo Indonesia

Nama instrumen daerah asal karakter musikal karakter non musikal, harga kolintang, video musikal, karakter musikal suling, karakter musikal angklung, karakter musikal kecapi, youtube musikal, kolintang, musikal, karakter non musikal angklung, harga kolintang 1 set, sejarah kolintang

Tags:

Share:

Related Post

Leave a Comment