Kasongan Merupakan Penghasil Karya Seni Kerajinan

admin 2

0 Comment

Link

Kasongan Merupakan Penghasil Karya Seni Kerajinan – Yogyakarta merupakan tempat yang menarik untuk mencari pengalaman wisata. Wisata kuliner, wisata belanja, wisata alam, wisata desa, dan wisata lainnya bisa menjadi pilihan. Kehadiran desa wisata menjadi daya tarik tersendiri bagi siapa pun yang berkunjung ke Yogyakarta. Setiap desa wisata mempunyai ciri khas tersendiri karena keunikan kerajinan tangan, bangunan dan tradisi desa wisata tersebut.

Kasongan merupakan salah satu desa wisata yang terkenal dengan kerajinan tangan. Kecamatan Kasongan Kasihan, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, sekitar 7 km sebelah selatan kota Yogyakarta. Sangat mudah bagi wisatawan yang ingin berkunjung ke Kasongan, dari Jalan Bandul lanjutkan ke arah selatan hingga terlihat Gerbang Kasongan di sisi kanan jalan. Gerbang ini merupakan gerbang besar berwarna merah dengan dua buah patung kuda. Terdapat galeri pinggir jalan yang menemani wisatawan saat melewati gerbang.

Kasongan Merupakan Penghasil Karya Seni Kerajinan

Kasongan terkenal dengan ragam gerabah dan gerabahnya. Tembikar merupakan suatu alat yang dibuat dari tanah liat melalui proses pembakaran. Kasongan yang awalnya hanya membuat mainan sederhana untuk anak-anak, kini berkembang menjadi desa wisata. Banyaknya kundi (pengrajin tembikar) di Kasongan menjadi ciri tembikar yang masih ada. Keunikannya terletak pada perpaduan simetri dan bentuk abstrak. Ukuran bervariasi tergantung pada jenis tembikar yang dibuat dan mungkin tergantung pada preferensi pelanggan.

S2 2013 324882 Chapter1

Sihono, salah satu pemilik toko gerabah di Kasongan menjelaskan tentang gerabah yang mereka hasilkan. “Pembuatan gerabah merupakan kerajinan yang berasal dari zaman dahulu. Sebelum ada desain modern seperti saat ini, gerabah memiliki desain yang sederhana seperti guratan jari telunjuk,” jelasnya.

Proses pembuatan gerabah tidaklah mudah. Setidaknya ada dua metode yang terlibat. Pertama, gerabah diproduksi dengan cara mencetak dari palu atau cetakan yang sudah ada. Sedangkan pada cara kedua, gerabah dibuat langsung dengan tangan tanpa menggunakan cetakan. Cara pembuatan gerabah secara langsung tanpa cetakan seringkali menjadi sensasi bagi wisatawan yang ingin mendalami cara pembuatan gerabah.

Awalnya campuran tanah liat itu ditempatkan pada alat berbentuk pohon bundar yang bagian atasnya dapat diputar. Bagian awal inilah yang menentukan pola tanah liat yang ingin dibuat. Selanjutnya dengan bantuan jari-jari, massa tanah liat tersebut segera dibentuk sesuai keinginan pembuatnya. Membuat lipatan tersebut tidaklah mudah, tangan kiri memegang bentuk luar sambil memutar kayu, sedangkan tangan kanan bekerja untuk semakin membentuk pola yang diinginkan. Setelah dicetak, pot dikeringkan dengan cara diangin-anginkan sesuai kebutuhan dan hasil cetakan dijemur di bawah sinar matahari untuk menghilangkan kelembapan dari tanah liat guna mencegah retaknya pot.

BACA JUGA  Perhatikan Gambar-gambar Tersebut Adalah Jaring-jaring Bangun

Langkah selanjutnya adalah membakar gerabah dengan tungku pembakaran dan jerami agar menjadi kokoh, keras dan kuat. Membakar dengan kompor memang mahal, tapi hasilnya lebih bagus dan merata.

Mengenal Ragam Kerajinan Khas Indonesia Yang Mendunia

Setelah kerajinan tanah liat terbentuk dengan baik, lanjutkan ke langkah terakhir. Tembikar dipoles agar menarik sehingga mampu bersaing dan bernilai ekonomi tinggi.

Kasongan menjadi terkenal di dunia karena tembikarnya. Kerajinan inilah yang membawa nama Kasongan ke luar negeri. Produk gerabah seperti mangkok, wadah makanan, dekorasi interior dan mosaik pajangan diekspor ke Australia, Eropa dan Asia.

Kabul Craft merupakan pemasok kerajinan gerabah yang mengekspor ke negara lain. “Kalau minat wisatawan Asia sama, kami akan melayani lebih banyak kawasan Eropa seperti Spanyol dan Prancis. Di Australia ada beberapa,” kata Agung, Managing Director Kabul Craft.

Dengan pertumbuhan tersebut, terlihat peningkatan signifikan jumlah pembeli dari luar negeri. Desain, bentuk dan finishing gerabah lebih modern dan mengikuti selera pasar saat ini. Meski Kasongan mengalami kemajuan pesat dalam desain, finishing, dan bentuk, namun masih banyak perajin yang tetap mempertahankan konsep tradisional seperti Kiran, Singo, Hot Spot, dan Celengan.

Kerajinan Bambu Dan Rotan

Ada yang langsung membeli gerabah yang sudah jadi, ada pula yang memberikan desain untuk kita, walaupun kita bekerja di bidang seni kita harus menyesuaikan dengan selera pemesan agar tidak mundur, Agung salah satunya penyelenggara pameran gerabah di Kasongan.

Showroom di Kasongan ini mempunyai kekhasan tersendiri pada setiap produk gerabahnya. Namun gerabah yang umum dipajang di sana adalah karya Kundi dari daerah Kasongan. Tidak semua pemilik showroom memiliki fasilitas produksi sendiri.

Menurut Tya, pengelola Linglang Craft, gerabah yang ada di tokonya tidak selalu buatan sendiri, melainkan berasal dari masyarakat setempat pada saat proses pembuatan gerabah. Kemudian finishing seluruhnya dilakukan di rumah produksi. Hubungan antara pelanggan dan pemilik showroom ibarat hubungan simbiosis.

Tembikar setiap tahun memiliki esensi uniknya sendiri. Menurut Sihono, dirinya merupakan salah satu penggila gerabah yang sudah menggeluti dunia gerabah sejak kelas enam sekolah dasar. Saat ini para kolektor gerabah sedang mencari gerabah dengan pola lengkung klasik, akunya. Lengkungan sederhana pada permukaan gerabah merupakan garis tipis yang mencerminkan gerabah primitif. Faktanya, sebagian besar kolektor lebih menyukai tembikar kuno daripada tembikar modern dan bentuknya rumit. Menurut Sihono, gerabah merupakan kerajinan sederhana namun indah.

BACA JUGA  Saat Berjalan Ke Samping Kiri Maka Arah Pandangan Mata Ke

Sentra Industri Keramik Klampok

Namun, menurut Agong, minat wisatawan mancanegara dan nusantara ke Desa Wisata Kasongan kini sudah mulai sepi dan tidak seramai dulu. Ia meyakini munculnya krisis global dan minimnya intervensi pemerintah dalam menggalakkan kampanye di Kasongan akan berdampak pada pengusaha. Persaingan dari negara-negara tetangga seperti Thailand, Filipina, dan Vietnam, yang lebih unggul dalam desain modern dan harga terjangkau, juga berdampak.

“Pada awal tahun 2000an dan akhir tahun 90an, Desa Wisata Kasongan diharapkan sukses karena pada saat itu ekspor sangat mudah dan mudah mendapatkan banyak pembeli dan bahan.” “Pemerintah siap untuk lebih mendampingi dan memajukan desa ini sehingga daya jualnya meningkat,” pungkas Agung.

Sebagai sebuah kerajinan yang diwariskan secara turun temurun, keberadaan gerabah tetap bertahan selamanya. Kehadirannya menyemarakkan setiap sudut dan celah bumi melalui tangan sang kekasih yang selalu letih. Ibaratnya jiwa, karena pada akhirnya periuk tanah itu mempunyai tuannya sendiri. Kundi berharap kedepannya Kasongana tidak hanya menjadi desa wisata penghasil rupee, tapi juga desa wisata penyelamat seni tanah liat. (Diane Pushpita, Laures Dika Yulanda, Novella Candra Vastika) Hai Locavores! Siapa yang datang ke Joga Nagar? Anda pasti bisa menyebutkan banyak tempat wisata dan kuliner di sana. Joga terkenal dengan berbagai desa wisata dengan ciri khasnya masing-masing. Ku Ka termasuk Desa Wisata Kasongan di Kabupaten Bantul Jogja. Daerah tersebut dikenal sebagai penghasil gerabah dan rumah-rumah penduduknya telah diubah menjadi museum seni. Penasaran ingin tahu keseruan desa ini? Yuk, simak ulasannya di bawah ini.

Kasongan merupakan sebuah kawasan wisata di Jogja yang secara administratif terletak di Desa Bangunjiwo, Kecamatan Kasihan, Kabupaten Bantul, Jogja. Kasongan dikenal sebagai desa wisata karena daya tarik pembuatan berbagai jenis gerabah. Keterampilan membuat gerabah telah diwariskan secara turun temurun di kalangan masyarakat desa ini. Ketika para penduduk setempat datang ke daerah tersebut, mereka melewati rumah-rumah yang telah diubah menjadi galeri seni. Bentuknya bermacam-macam antara lain toples, pot bunga, patung Budha, piring, kendi, kompor, celengan dan barang lainnya. Harga kerajinan tanah liat ini berkisar antara Rp 10.000 hingga jutaan rupee.

BACA JUGA  Apakah Herpes Bisa Sembuh

Seni Rupa Yogyakarta

Kisah desa wisata Kasongan bermula dari matinya seekor kuda mata-mata Belanda di persawahan warga desa selatan kota Yogyakarta. Khawatir akan hukuman dari penjajah Belanda saat itu, pemilik tanah melepaskan kepemilikan atas tanah tersebut, yang diikuti oleh penduduk lain yang takut akan hukuman. Penduduk desa lainnya mengidentifikasi jumlah lahan sawah. Warga yang tidak memiliki lahan sawah akhirnya memulai aktivitas baru di sekitar rumahnya, yaitu membuat tanah liat yang tidak mudah pecah dan bisa digunakan untuk dijadikan peralatan memasak dan mainan.

Seiring berjalannya waktu, kerajinan tangan dari tanah liat atau kerajinan tanah liat atau clay telah berkembang menjadi lebih serbaguna sesuai dengan kebutuhan dan keinginan pasar. Kerajinan desa Kasongan sebenarnya tidak hanya terbuat dari tanah liat/gerabah saja, namun masyarakat Kasongan menggunakan bahan kelapa, bambu, kelor, kayu dan lain-lain yang banyak terdapat di lingkungan sekitar. Barang, perhiasan bernilai tinggi. Keterampilan membuat gerabah yang diwariskan secara turun temurun menjadikan Desa Kasongan sebagai desa wisata gerabah tradisional di Kabupaten Bantul.

Seiring berkembangnya zaman dan teknologi, industri gerabah mengalami fluktuasi produktivitas karena harus bersaing ketat dengan produk plastik dan logam. Meski semangat dan semangat sebagian perajin gerabah untuk menyelamatkan industri gerabah dari kepunahan dibarengi dengan tantangan berat terutama dalam hal pemasaran, namun pemerintah Desa Kasongan memberikan perhatian khusus untuk mengapresiasi dan memberdayakan mereka. Meningkatkan kejayaan tembikar.

Dengan tekad yang besar, pemerintah desa mengundang para perajin dan pemuda yang aktif untuk mengubah keterampilan gerabah mereka menjadi wisata edukasi. Kini Desa Kasongan telah menjadi desa wisata edukasi, wisatawan dapat merasakan suasana berbeda ketika berkunjung, dimana pengunjung dapat melihat berbagai jenis pembuatan gerabah dan praktek pembuatan gerabah langsung di bawah bimbingan dan pengajaran para perajin. Tembikar Lukis Custom Anda bisa membeli berbagai macam gerabah untuk souvenir, peralatan rumah tangga, perabot dapur, dan tamu juga bisa memesan gerabah custom.

Toko Teko’ Pamerkan Keramik Keramik Cantik Yogya

Sampai

Karya seni kerajinan, daerah penghasil seni kerajinan keramik, lukisan merupakan karya seni, kerajinan kasongan jogja, arsitektur merupakan karya seni rupa, karya seni kerajinan tangan, jepara merupakan pusat seni kerajinan, kerajinan kasongan, batik merupakan karya seni rupa, meja hias di ruang tamu merupakan karya seni, lukisan merupakan contoh karya seni, kasongan merupakan

Tags:

Share:

Related Post

Leave a Comment