Kebat Tegese

administrator

0 Comment

Link

Kebat Tegese – Adigung Adigung Adiguna, ketiga kata ini mungkin sudah tidak asing lagi bagi masyarakat Yaveli. Istilah atau falsafah hidup yang diturunkan dari generasi ke generasi ini digunakan untuk menggambarkan seseorang yang memiliki sifat egois dan sombong. Keangkuhan dan kesombongannya sungguh luar biasa, bahkan di luar nalar.

Pepatah Jawa ini mengajarkan bahwa seseorang tidak boleh mementingkan atau menyombongkan diri akan keindahan tubuh, ekspresi wajah, ukuran atau asal usul tubuh, ilmu atau pembelajaran, kefasihan atau manisnya suara, dan sebagainya. Hendaknya setiap manusia memahami bahwa segala sesuatu yang dimilikinya hanyalah anugerah. dari Allah SWT. Dalam kesempatan ini, persaudaraan setia hati Terate belajar dari pepatah itu, mengingatkan anggotanya untuk tidak menyombongkan apa yang dimilikinya.

Kebat Tegese

Orang yang menganggap dirinya lebih unggul dari orang lain adalah orang yang sombong dan angkuh. Kesombongan ini merusak hubungan baik antar manusia dan merugikan diri sendiri. Untuk itu sebagai insan Setia Hati Terate hendaknya mempunyai sikap rendah hati dan tidak memandang rendah orang lain.

Tjah Djawa: Serat Wulangreh Dhandhanggula

Selain itu, sangat berbahaya juga jika dia bersikap sombong dan menganggap dirinya lebih unggul dari saudara-saudara Terat Setia Hati lainnya. Hal ini sering kali membuat saudara setia Hatti Terate bertindak sepihak terhadap saudara setia Hatti Terate lainnya. Sikap sepihak ini menghancurkan ikatan persaudaraan yang sudah lama terjalin.

Oleh karena itu, sebagai umat yang setia hati, hendaknya kita selalu saling mengingatkan untuk menjaga sikap rendah hati dan tidak sombong. Kita hendaknya saling menghormati dan menghargai serta selalu berusaha meningkatkan kualitas diri tanpa merendahkan orang lain. Dengan begitu kita bisa menjadi orang sukses di mata Tuhan dan juga di mata manusia.

Adiganga Adigung Sifat Adiguna merupakan sifat manusia yang mempunyai dampak negatif terhadap kehidupan sosial manusia. Oleh karena itu, sebagai orang yang berbudaya, kita harus berusaha menghindari sifat-sifat ini dan mengembangkan pandangan hidup yang lebih positif. Pada artikel kali ini kita akan membahas ketiga ciri Aadigang Adigung Adigunam, dampak negatifnya terhadap kehidupan sosial dan cara menghindarinya. Semoga artikel ini dapat menjadi pemahaman dan pedoman bagi kita semua untuk hidup dalam masyarakat yang rukun dan damai.

Arogansi, suatu sifat yang sering diasosiasikan dengan kesombongan dan kesombongan, merupakan salah satu hal yang paling tidak disukai dalam masyarakat. Siapa pun yang memiliki sifat Adigong suka menyombongkan kekuatan, kekuasaan, kedudukan, kekuasaan atau otoritas. Sikap ini diwujudkan dalam tindakan yang lalim, sewenang-wenang, dan hati-hati tanpa menghiraukan nilai moral yang dikandungnya.

BACA JUGA  Tuliskan Pokok Informasi Dari Paragraf Cuaca Berangin

Modul Basa Jawa Kelas Ii Semester Genap

Seseorang dengan sifat Adhigang selalu berusaha memposisikan dirinya sebagai pribadi yang memiliki kekuatan unik dan tiada tara. Dia menganggap dirinya orang terkuat yang pernah ada. Hal ini berakibat buruk, karena jika seseorang menampilkan dirinya sebagai pesaing, maka orang tersebut dianggap musuh yang harus disingkirkan.

Namun ada baiknya kita tidak menjadikan sosok Adi Gangga sebagai tolak ukur dalam hidup kita. Sebaliknya, kita hendaknya selalu berusaha menjaga kerendahan hati dan tidak memandang rendah orang lain. Kita harus memahami bahwa kekuasaan, kekuatan, kedudukan, kuasa atau kewibawaan yang dimiliki manusia hanyalah anugerah dari Allah SWT. Oleh karena itu, kita harus selalu berusaha menggunakan kekuatan dan wewenang kita untuk kebaikan yang lebih besar.

Sebagai orang yang bermoral baik, kita harus selalu menyelesaikan konflik dengan sopan dan hormat. Seseorang yang bermoral baik selalu memperhatikan nilai-nilai moral dalam segala tindakannya. Dengan demikian, seseorang yang memiliki sifat Adhiganga dapat tumbuh menjadi orang yang bijaksana dan menggunakan seluruh kekuatan yang dimilikinya untuk kepentingan bersama.

Jadi, sebagai orang yang berakhlak baik, hendaknya kita selalu mempunyai sikap rendah hati dan tidak pernah memandang rendah orang lain. Kita hendaknya selalu berusaha mempergunakan kekuasaan dan kewenangan yang kita miliki untuk kepentingan yang lebih besar guna menciptakan lingkungan yang lebih harmonis dan damai.

Contoh Paribasan, Peribahasa Dalam Bahasa Jawa Lengkap Dengan Artinya

Aadigung atau Aadigung adalah ciri orang yang lebih mementingkan hal-hal seperti kekayaan, harta benda, kehormatan atau harga diri. Orang dengan sifat ini menghargai segala sesuatu berdasarkan uang atau materi. Mereka menjadi orang yang sangat materialistis dan percaya bahwa segala sesuatu bisa dilakukan dengan uang. Namun, sifat ini berdampak negatif pada dirinya dan orang-orang di sekitarnya.

Adigungu dalam kehidupan bermasyarakat menimbulkan kesenjangan sosial. Orang yang menganggap dirinya lebih unggul dari orang lain karena kekayaannya cenderung memandang rendah orang yang merasa minder dan minder. Hal ini tentu tidak baik bagi kehidupan bermasyarakat yang rukun dan tenteram.

Sifat Adigung menimbulkan ketidakadilan dan diskriminasi dalam berbagai aspek kehidupan, seperti pekerjaan, pendidikan, atau penyelesaian permasalahan di masyarakat. Orang yang mengutamakan uang dan materi dalam hidupnya mengabaikan nilai-nilai moral dan etika dalam berinteraksi dengan orang lain.

Sebagai manusia yang berbudaya, kita harus menjauhi sifat unggul tersebut dan mengembangkan sikap yang lebih positif terhadap nilai-nilai moral dan etika dalam segala aspek kehidupan, seperti kerendahan hati, menghargai keberagaman dan prioritas. Dengan demikian, kita akan mampu membangun masyarakat yang lebih harmonis, adil, dan sejahtera bagi semua pihak.

BACA JUGA  Apakah Tujuan Pembuatan Patung Arsitektur

Kamus Bahasa Jawa Dan Artinya [lengkap Dan Update 2023]

Adiguna sebagaimana disebutkan merupakan sifat yang melebih-lebihkan bakat dan kecerdasan seseorang. Tentu saja bakat dan kecerdasan menjadi kelebihan yang patut disyukuri. Namun bila sifat ini dilebih-lebihkan, maka bisa berdampak buruk pada kehidupan sosial seseorang.

Seseorang dengan sifat adiguna selalu menganggap dirinyalah orang yang paling cerdas dan berbakat. Sikap ini dapat menimbulkan rasa bangga yang berlebihan, membuat seseorang haus akan harga diri dan membuat orang lain merasa tidak kompeten. Dampak negatifnya adalah munculnya kesenjangan dalam hubungan sosial, karena mereka yang naik jabatan terlalu tinggi mengabaikan peran dan peluang orang lain.

Namun, sebagai manusia yang rasional dan berpikiran positif, hendaknya kita bisa mengambil hikmah dari sifat primitif. Kita harus belajar menghargai bakat dan kecerdasan kita, namun tetap menjaga sikap rendah hati. Sebab kesuksesan seseorang tidak hanya ditentukan oleh bakat dan kecerdasannya saja, namun juga ditentukan oleh sikap dan tindakannya.

Jadi marilah kita mengambil hikmah dari sifat asli kita dan berusaha untuk tidak menyinggung perasaan orang lain. Kita harus rendah hati dan menghormati orang lain serta terus mengembangkan kemampuan kita tanpa mengabaikan peran orang lain. Dengan cara inilah kita bisa mencapai kesuksesan sejati dan membangun hubungan sosial yang harmonis dengan orang lain.

Modul 2 Pages 1 10

Adigundam Adigundam Orang dengan sifat Adiguna cenderung merasa lebih unggul dari orang-orang di sekitarnya. Sifat-sifat tersebut seringkali membuat orang yang memilikinya menjadi kurang menghargai dan menghormati orang lain. Oleh karena itu, penting untuk lebih memahami ciri-ciri masyarakat Adiganga Adiguna.

Oleh karena itu, sangat penting untuk menghindari ciri Adiganga Adigunda Adiguna ini. Jangan merasa lebih unggul atau lebih baik dari orang lain karena perbedaan latar belakang, penampilan atau kemampuan. Kita semua memiliki kekuatan dan kelemahan masing-masing. Anda tentu tidak ingin menyemangati atau mempengaruhi orang lain dengan perkataan Anda, karena hal ini dapat menimbulkan ketidaknyamanan bahkan konflik di antara kita. Ada baiknya kita saling menghormati dan menghargai orang lain dengan baik agar kita bisa hidup bersama secara damai dan harmonis.

BACA JUGA  Jarak Jakarta Surabaya

Adigung dan Adiguna mengingatkan masyarakat untuk tidak terlalu mengandalkan kekuatan, tenaga, dan kemampuannya sendiri. Rusa melambangkan Adi Gangga, gajah melambangkan Adi Guna, dan ular melambangkan Adi Guna. Setiap hewan mewakili sesuatu yang diandalkan manusia, seperti rusa karena kecepatannya, gajah karena ukurannya, dan ular karena bisanya. Namun ketiga hewan tersebut pada akhirnya mati, yang menunjukkan bahwa hanya mengandalkan kemampuan sendiri saja tidak cukup. Oleh karena itu, masyarakat harus berhati-hati dan waspada dalam berperilaku karena kecerobohan akan mengakibatkan kegagalan dan akibat yang tidak diinginkan. Pada akhirnya hewan-hewan tersebut mati akibat ulah dan kelalaiannya sendiri. Hal ini menunjukkan bahwa kita tidak boleh sombong dan terlalu percaya diri terhadap kekuatan, tenaga dan kemampuan kita, namun harus rendah hati dan waspada.

Pesan bijak dalam Serat Wulangre Sri Sunana Pakubuwane IV mengajarkan masyarakat untuk tidak terlalu mengandalkan kekuatan sendiri, terutama dalam hal Adigong, Adigun dan Adiguna. Adiganga melambangkan kekuatan, Adigunda melambangkan Shakti, dan Adiguna melambangkan kecerdasan. Pesan moral yang kuat ini terdapat pada ayat 4-10 Pupuha 3 (Sekar Gambuh) dan mengingatkan kita untuk selalu rendah hati dan waspada dalam segala tindakan.

Tolong Kak Dibantu,sampe Padha Ke 4 Atau 5 Aja,makasih​

Tege: Ada ceritanya; Adiguna Adigung Adigung; Rusa Adigung dan Gajah Adigung; prazmia; Ketiganya binasa bersama-sama (sampiuh).

Bobot: sosok rusa; Tergantung kecepatan lompatannya; Sedangkan gajah mengandalkan tubuhnya yang panjang; Kemudian ular itu mengandalkan racunnya yang kuat.

Bobot: Misalnya; Jangan mengandalkannya; Putra mereka adalah seorang raja yang perkasa; Begitulah sifat orang-orang hebat; Akhirnya menjadi jelek.

Bobot: pembantu; ketergantungan pada intelijen; Segala kebijaksanaan adalah milik-Nya; Betapa pintarnya saya; Pada akhirnya, ternyata hal tersebut tidak mungkin dilakukan

Motivation Letter Example For Romanian Government Scholarship

Bobot: orang yang hidup; Jangan gunakan ketiga huruf ini; Bersabarlah, peka dan hati-hati; Semua tindakan terlihat; Pertimbangkan perilaku manusia

Tege: Mengenai tiga pertanyaan ini; Seekor rusa mati saat bersenang-senang; Gajah itu ceroboh; Ular itu mati; Karena itu tergantung racun yang efektif.

Berdasarkan penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwa masyarakat tidak boleh terlalu mengandalkan kelebihan yang dimilikinya seperti kekuatan, kekuasaan, dan kecerdasan. Hal ini sesuai dengan peringatan yang diberikan Sri Sunan Pakubuwuana IV dalam Serat Wulangre. Rusa, gajah dan ular adalah simbol

Tegese pawarta, kain kebat, tumpeng tegese, tegese, gegayuhan tegese, samping kebat, wasis tegese, kebat, gawok tegese, celepuk kebat, pawiyatan tegese, sarung kebat

Tags:

Share:

Related Post

Leave a Comment