Kementerian Ketenagakerjaan Belum Tentukan Jadwal Pasti Penyaluran Subdisi Gaji

Edukasinewss – Kementerian Tenaga Kerja akan merealisasikan pembayaran Skema Bantuan Subsidi Upah (BSU) atau subsidi penggajian bagi pekerja yang terdampak pandemi pada tahun ini.

Kepala Biro Humas Kementerian Tenaga Kerja (Kemenaker), Presiden Fadli Harhab menjelaskan, pemerintah melalui Kementerian Tenaga Kerja masih menyusun proses pendistribusian BSU, mulai dari regulasi hingga kriteria. penerima.

Ia mengatakan saat masih menjabat: “BSU masih berjalan, artinya proses ini harus melalui prosedur yang jelas, baik proses legal framework, pembahasan anggaran dan komunikasi dengan Kementerian Teknologi, BPJS untuk rekrutmen, dan ini masih berlangsung. ” Hubungi dia pada Selasa (5/10/2022).

Pihaknya belum bisa memastikan jadwal pembagian bantuan gaji. Namun, Cherol berharap implementasi program BSU segera tercapai.

“Kami ingin (distribusi) lebih cepat dan lebih baik. Karena proses ini harus komprehensif tidak hanya di Kementerian Tenaga Kerja, tetapi juga di Kementerian Teknologi, BPJS Ketenagakerjaan “, dia berkata.

“Harapannya itu, kita ingin ini transparan, akurat dan terukur, baik dari segi kualitas proses maupun implementasinya. Kita sudah mulai bekerja dan kita memperhatikan “, lanjutnya.

Beberapa waktu lalu, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Erlanga Hartarto mengungkapkan, besaran subsidi upah yang diberikan kepada pekerja dengan gaji di bawah Rp 3,5 juta adalah sebesar Rp 1 juta.

Ia mengatakan, bantuan sosial tersebut akan disalurkan pemerintah pada tahun ini setelah memberikan bantuan tunjangan upah pada 2020-2021.

Program baru yang dijalankan oleh presiden adalah subsidi upah untuk gaji di bawah Rs 3,5 juta. Besarannya satu juta rupiah per penerima, kata Erlanga dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa (4/5/2022).

Airlangga menjelaskan, dana yang dialokasikan pemerintah untuk program bansos ini sebesar Rp 8,8 triliun. Ini menargetkan 8,8 juta orang yang memenuhi syarat untuk mendapatkan bantuan.

“Targetnya 8,8 juta tenaga kerja dan kebutuhan anggaran Rp 8,8 triliun,” katanya.

Leave a Comment