Kenali Gejala Serta Penyebab Prediabetes Lengkap Dengan Langkah Pencegahannya

Edukasinewss – Berikut gejala dan penyebab pradiabetes dengan tindakan pencegahannya.

Pradiabetes adalah kondisi medis serius di mana kadar gula darah lebih tinggi dari normal tetapi tidak cukup tinggi untuk didiagnosis sebagai diabetes tipe 2.

Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC), lebih dari 80% orang dengan pradiabetes tidak tahu bahwa mereka memilikinya.

Sementara itu, pradiabetes dapat meningkatkan risiko diabetes tipe 2, penyakit jantung, dan stroke.

Lalu apa saja gejala pradiabetes?

Gejala pradiabetes

Awalnya Diposting oleh mayoclinic.org Pradiabetes biasanya tidak menunjukkan tanda atau gejala apapun.

Salah satu kemungkinan tanda pradiabetes adalah penggelapan kulit pada bagian tubuh tertentu mulai dari leher hingga ketiak.

Penyebab pradiabetes

Masih dari CDC, berikut penyebab diabetes:

Insulin adalah hormon yang diproduksi oleh pankreas yang bertindak sebagai kunci untuk memasukkan gula darah ke dalam sel untuk digunakan sebagai energi.

Ketika Anda memiliki pradiabetes, sel-sel dalam tubuh Anda tidak merespons insulin secara normal.

Pankreas memproduksi lebih banyak insulin untuk mencoba dan merespon sel.

Pada titik tertentu, pankreas tidak dapat terus tumbuh dan gula darah meningkat.

Faktor risiko pradiabetes:

Kegemukan

Obesitas merupakan faktor risiko penting untuk pradiabetes.

Semakin banyak jaringan lemak yang Anda miliki, terutama di otot dan kulit di sekitar perut Anda, semakin resisten sel Anda terhadap insulin.

Usia

Meskipun diabetes dapat terjadi pada semua usia, risiko berkembangnya pradiabetes meningkat setelah usia 45 tahun.

sejarah keluarga

Risiko terkena pradiabetes meningkat jika salah satu orang tua atau saudara kandung Anda menderita diabetes tipe 2.

Anda menderita diabetes gestasional (diabetes selama kehamilan).

BACA JUGA  5 Manfaat Buah Nangka Untuk Kesehatan: Turunkan Kadar Kolesterol, Jaga Kesehatan Pencernaan

Apakah Anda menderita PCOS?

Wanita dengan kondisi ini, yang ditandai dengan ketidakteraturan menstruasi, pertumbuhan rambut berlebihan, dan obesitas, memiliki risiko lebih besar terkena pradiabetes.

Merokok

Merokok dapat meningkatkan resistensi insulin dan meningkatkan risiko diabetes tipe 2 pada penderita pradiabetes.

Faktor lain:

tekanan darah tinggi

– rendahnya kadar kolesterol high-density lipoprotein (HDL), kolesterol “baik”

– kadar trigliserida yang tinggi – sejenis lemak dalam darah

Berikut cara mengetahuinya

Cara mengenali pradiabetes, diadaptasi dari rsuddrloekmonohadi.kuduskab.go.id:

Pradiabetes tidak dapat ditentukan secara langsung.

Oleh karena itu, pradiabetes hanya dapat didiagnosis melalui pemeriksaan laboratorium yang dilakukan oleh dokter.

1. Tes Glukosa Darah Puasa (BIP)

Sebelum melakukan tes darah, pasien harus berpuasa selama 8-12 jam.

Pasien dengan nilai glukosa darah puasa dianggap normal jika masih kurang dari 100 mg/dL dan pradiabetes jika nilainya antara 100 dan 125 mg/dL.

Sedangkan penderita diabetes tipe 2 (DM) jika nilai BIP di atas 126 mg/dL.

2. Tes toleransi glukosa oral (TTGO) 2 jam PP

Setelah pengukuran glukosa darah puasa, pasien diminta untuk mengambil cairan gula.

Kemudian, dua jam kemudian, sel darah dikumpulkan kembali.

Kadarnya dianggap normal bila hasilnya kurang dari 140 mg/dL dan diabetes bila hasilnya antara 140 dan 199 mg/dL.

Jika hasil tes menunjukkan kadar glukosa 200 mg/dL atau lebih, ini menandakan bahwa pasien tersebut menderita DM tipe 2.

3. Tes Hemoglobin A1c (HbA1c)

Tes darah ini dilakukan untuk mengetahui rata-rata kadar gula darah selama tiga bulan terakhir.

Ia bekerja dengan mengukur jumlah gula darah yang menempel pada sel darah merah.

Semakin tinggi kadar gula darah, semakin tinggi kadar gula darah yang terikat pada sel darah merah.

BACA JUGA  Santap Hidangan Saat Hari Raya, Ini Ragam Makanan Pencegah Kolestrol Saat Lebaran

Kondisi pasien dianggap normal jika kadar HbA1c kurang dari 5,7% dan pradiabetes dengan hasil kadar HbA1c berkisar 5,7-6,4%.

Pada saat yang sama DM jika HbA1c adalah 6,5% atau lebih.

Tindakan Pencegahan

Makan makanan yang sehat

Lebih aktif melalui olahraga

Menurunkan berat badan ekstra

Kontrol tekanan darah dan kolesterol

Jangan merokok

Leave a Reply

Your email address will not be published.