Kita Semestinya Menaati Semua Norma Yang Berlaku Dalam Masyarakat Karena

administrator

0 Comment

Link

Kita Semestinya Menaati Semua Norma Yang Berlaku Dalam Masyarakat Karena – Suka buku ini? Anda dapat menerbitkan buku Anda secara online secara gratis dalam hitungan menit! Buat skrip Anda sendiri

Sepakati aturan tentang apa yang pantas dan apa yang tidak pantas. Ada tindakan yang baik atau buruk, bisa dilakukan atau tidak. Ini adalah awal dari pendirian berkualitas tinggi. Karena aturan ini dibuat berdasarkan kesepakatan bersama, satu tindakan atau peristiwa memungkinkan terciptanya aturan yang berbeda antara satu negara dan negara lain. Lihat, dua anak kecil yang belum pernah bermain “A” melihat teman mereka yang lebih tua bermain “A”. Kemudian timbul keinginan untuk memanggil “Alif” di antara keduanya. Untuk memenuhi keinginan tersebut, kedua anak ini akan bermain bersama. Undang-undang yang diusulkan mungkin mirip dengan undang-undang yang ada, tetapi mereka juga mungkin berbeda. Untuk kedua anak, aturan yang disepakati itu baik untuk keduanya, meskipun tidak baik untuk kelompok lain. Contoh ini menunjukkan bagaimana perbedaan nilai moral terjadi antara satu negara dengan negara lain. Coba cari tahu tentang faktor-faktor lain yang menyebabkan perbedaan nilai-nilai kebaikan di masyarakat. Sumber : smpnegeri1leces.blogspot.com Gambar 2.4 Contoh Perilaku Baik Siswa Terhadap Guru Terdapat norma sosial standar kesopanan dalam masyarakat, yang antara lain dapat dilihat pada tata cara berpakaian, pola bicara, perilaku terhadap orang lain. Teknik mengunjungi rumah orang lain, teknik menyapa orang lain, teknik makan, dll. Aturan pergaulan dalam masyarakat bertahan lama dan menjaga masyarakat, dengan berjalannya waktu, itu terintegrasi dan membentuk budaya. Banyak pendapat ahli yang membagi pendidikan pancasila dan kewarganegaraan 39

Kita Semestinya Menaati Semua Norma Yang Berlaku Dalam Masyarakat Karena

Antara prinsip kebaikan dan budaya dan hukum budaya. Perilaku mengacu pada tindakan yang diulang-ulang dalam peristiwa yang sama, kemudian diterima dan diterima oleh masyarakat. Sedangkan budaya adalah hukum/perilaku yang dianggap baik dalam masyarakat tertentu dan dipraktikkan secara turun-temurun. Salah satu perbedaan antara budaya dan tradisi adalah kekuatan kendala di keduanya. Sanksi pelanggaran adat tidak sekuat sanksi pelanggaran hukum adat. Misalnya, sudah menjadi kebiasaan bagi banyak orang Indonesia untuk pulang sebelum merayakan Idul Fitri, Natal, atau hari raya keagamaan lainnya. Namun, jika suatu hari dan upacara tidak kembali ke rumah, hukuman dari masyarakat tidak sama dengan orang yang melanggar hukum adat tentang pernikahan. Sanksi bagi pelanggar standar moral dapat berupa fitnah sosial, ketidakpedulian atau kesenangan. Sanksi datang dari luar orang tersebut, berlawanan dengan nilai-nilai moral dari dalam. Melemahnya sanksi berbasis komunitas merusak norma sosial yang kuat tentang rasa hormat. Misalnya meminta izin untuk pergi ke orang dewasa (permisi). Bagi mereka yang berada di pedesaan, kerugian ini akan lebih parah dibandingkan di perkotaan. Apakah ada faktor-faktor lain yang mempengaruhi kekuatan penghormatan terhadap hukum? Diskusikan dengan kelompokmu dan presentasikan hasil diskusimu di depan kelas untuk mendapatkan umpan balik dari kelompok lain. Kegiatan 2.2 1. Mengenali berbagai standar kebaikan, termasuk sikap dan kebiasaan yang mempengaruhi lingkungan Anda, di lingkungan sekolah, organisasi dan masyarakat. Seperti standar kesopanan dan tata cara berpakaian, pola bicara, pola perilaku (rapat, hak keluar kelas). Kebiasaan pulang kampung, saat petani panen, dll. Bahkan tradisi seperti sistem pembagian warisan, sistem pemberian telinga, sistem penyelesaian perselisihan antar manusia, upacara kelahiran, upacara perkawinan dan upacara kematian. 2. Memperoleh informasi dari berbagai sumber dengan membaca, mengamati, dan mewawancarai para tokoh lokal/adat tentang praktik dan standar peraturan (isi), bagaimana standar ditegakkan, apa hukumnya jika melanggar standar tersebut. 40 SMP/MTs Kelas VII

BACA JUGA  Anayallah Rampak Mayesha

Upi Yai Digimagz Oktober

3. Menyusun laporan hasil penelitian dalam bentuk presentasi atau presentasi lainnya. Tambahkan foto atau video untuk menghapusnya. Kembangkan kreativitas periklanan untuk membuatnya menyenangkan. 4. Presentasikan presentasi Anda dalam presentasi kelas atau di depan kelas. 5. Bandingkan hasil pekerjaanmu dengan teman-temanmu di kelas. Jika hasil karya teman Anda lebih baik, maka akan dijadikan masukan untuk karya yang lain. C. Prinsip Agama Prinsip agama adalah aturan atau prinsip hidup manusia yang bersumber dari wahyu Tuhan. Mereka yang mendukung agama percaya bahwa sistem agama ini adalah dari Allah SWT, yang dikirim kepada para nabi dan rasul-Nya untuk menyebarkannya ke seluruh orang di dunia. (a) (b) (c) (d) (e) Sumber: betweenafoto.com (a), tanagekeo.com (b), www.wego.co.id (c), www.liputan6.com (d) , at jowonews.com (e) Gambar 2.5 Umat beragama beribadat menurut agamanya, Islam (a), Kristen (b), Hindu (c), Budha (d), dan Khonghucu (e) Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan 41

Lihat gambar ini. Di mana para pengikut agama ini beribadah? Mengapa mereka perlu beribadah? Jika seseorang tidak beribadah menurut agama dan kepercayaannya, apa akibatnya? Tulis tentang itu dan kirimkan ke guru Anda. Memahami sumber prinsip-prinsip agama dari Tuhan membuat seseorang berusaha mengendalikan hidup dan perilakunya dalam kehidupan. Setiap orang harus melakukan apa yang diperintahkan Allah dan meninggalkan apa yang dilarang-Nya. Pelanggaran terhadap norma agama adalah dosa dan barang siapa yang melakukan perbuatan tersebut akan dihukum di api neraka. Hanya orang beragama yang akan mengikuti prinsip agama karena ateis (tidak percaya Tuhan) tidak percaya dan percaya bahwa ada prinsip agama. Indonesia bukanlah negara monoteistik. Namun, negara Indonesia berketuhanan Yang Maha Esa, sebagaimana ditegaskan dalam sila pertama Pancasila, bertuhan Yang Maha Esa. Hal ini juga ditegaskan dalam Pasal 29 Ayat (1) Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 yang menyatakan bahwa “negara berdasar atas Ketuhanan Yang Maha Esa”. Pengamalan prinsip-prinsip agama dalam masyarakat Indonesia bergantung pada agama yang dianutnya. Prinsip-prinsip agama bagi pemeluk Islam didasarkan pada Al-Qur’an dan hadits Rasulullah. Orang Kristen dan Katolik bergantung pada Alkitab untuk hidup mereka. Orang Hindu menjalani hidup mereka dengan Vedanta. Tripitaka adalah pedoman hidup Buddhis. Sedangkan kitab suci Konghucu adalah Shizuo dan Jung. Sumber: bantenpost.com Gambar 2.6 Kerukunan Umat Beragama 42 Kelas VII SMP/MTs

BACA JUGA  Teknik Aplikasi Adalah Gabungan Dari

Nilai dan etika agama tidak hanya mengatur hubungan antara manusia dengan Tuhan, tetapi juga mengatur bagaimana manusia mempengaruhi makhluk lain yang diciptakan oleh Tuhan. Manusia sebagai ciptaan Tuhan memiliki akal dan budi. Untuk itu, Tuhan telah memberikan tanggung jawab kepada manusia untuk tidak hanya memanfaatkan alam, tetapi juga untuk merawat dan melindunginya. Penting juga bagi manusia untuk menciptakan kebaikan dan kebahagiaan pada sesama manusia. Oleh karena itu, dengan mengikuti prinsip-prinsip agama, ketaatan kepada Tuhan akan menimbulkan hubungan manusia dengan sesama di lingkungannya. Kegiatan 2.3 1. Amati penerapan nilai-nilai agama di lingkungan sekolah dan masyarakat sekitar. 2. Mencari standar etika yang baik yang mencakup moral dan ritual yang sesuai dengan nilai-nilai agama. Misalnya, mengunjungi rumah orang, menerima panggilan telepon, upacara pemakaman, dan lainnya. 3. Membuat laporan singkat hasil pemantauan pelaksanaan kebijakan di lingkungan sekolah dan masyarakat sekitar. 4. Presentasikan hasil laporan Anda di depan kelas untuk mendapatkan umpan balik dari teman-teman Anda. D. Hukum dan peraturan adalah aturan tentang perilaku manusia dan hubungan sosial dan dibuat oleh negara dan ditegakkan oleh orang-orang untuk mematuhi aturan dan larangan yang ditetapkan dalam undang-undang. Oleh karena itu, dalam kehidupan sehari-hari, aparat penegak hukum seperti polisi, pengacara, dan hakim dapat memaksa masyarakat untuk menaati hukum dan menghukum mereka yang melanggar hukum. Hukum juga mengatur bentuk kehidupan lainnya, seperti larangan kejahatan dan pelanggaran, larangan korupsi, larangan penggundulan hutan dan tanggung jawab pengelolaan hutan, dan pengenaan pajak. Semua warga negara Indonesia harus mematuhi undang-undang ini. Pancasila dan Pendidikan Adat 43

Padahal, hukum dirancang untuk menciptakan kedamaian dan ketentraman dalam kehidupan bermasyarakat. Oleh karena itu, setiap aturan hukum memiliki dua macam ciri, yaitu sebagai berikut. (a. Sifatnya adalah hukum, yang memerintahkan orang untuk melakukan sesuatu jika tidak dilakukan, (b) akan melanggar hukum. Misalnya, undang-undang untuk pengemudi (c) berarti memiliki dan mengelola: membawa mediaindonesia sim (SIM). Jalan Gedung menyatakan bahwa “Barangsiapa yang merupakan Kejaksaan Agung (b) yang mengemudikan kendaraan di Jalan Mahkamah Agung tanpa SIM dipidana dengan pidana kurungan paling lama 4 bulan atau denda.” 1.000.000,00 (satu juta rupiah)). B. Sifat larangan yang mencegah orang untuk melakukan sesuatu jika seseorang melakukan sesuatu yang dilarang, merupakan pelanggaran hukum. Misalnya, adanya larangan bagi pengemudi melebihi batas kecepatan yang diizinkan dan ngebut dengan kendaraan lain (ketentuan Pasal 115 Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan). Carilah contoh dari berbagai sumber (buku, surat kabar, internet) tentang kedua jenis identitas hukum tersebut. Buat laporan hasil Anda dan serahkan langsung ke guru PPKN. Indonesia adalah negara yang menegakkan supremasi hukum. Hal itu dapat kita lihat dalam Pasal 1 Ayat (3) Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 yang berbunyi “Indonesia adalah negara hukum”. Penegakan hukum sangat penting dalam masyarakat. Hal itu untuk menjamin ketertiban dan kehidupan bernegara. seperti

BACA JUGA  Bangsa Indonesia Bertekad Untuk Menentang Setiap Bentuk Penjajahan

Contoh Pelanggaran Kewajiban Warga Negara

Fungsi norma dalam masyarakat, 4 macam norma yang berlaku di masyarakat, semua kenangan yang kita lalui, hakikat norma yang berlaku dalam masyarakat, macam macam norma dalam masyarakat, contoh norma dalam kehidupan masyarakat, norma yang ada di masyarakat, norma yang berlaku di masyarakat, mengapa norma diperlukan dalam masyarakat, ketaatan dan pelanggaran terhadap norma yang berlaku dalam masyarakat, norma yang berlaku dalam masyarakat, 4 norma yang berlaku di masyarakat

Tags:

Share:

Related Post

Leave a Comment