Lirik Lagu Uma Abah

syarief

0 Comment

Link

Lirik Lagu Uma Abah – Anang Ardiansyah lahir di Kampung Arab, Banjarmasin, Kalimantan Selatan pada 3 Mei 1939. Putra sulung dari pasangan Nur Cahaya dan Masran. Ada 123 lagu yang ditulisnya. Terkumpul dalam album: Balada Iman (1982), Kambang Goyang (1983), Galuh Banjar (1985), Latinia (1986), Diang Katinting (1987), Curiak (1988). Anang Ardiansyah Banjarmasin meninggal dunia pada 7 Agustus 2015. Dimakamkan di TPU Guntung Lua Banjarmasin.

Balad Iman, Lagu Banjar Terbaik 84 berisi 12 lagu, 5 diantaranya diciptakan oleh Anang Ardiansyah. Ada dua lagu yang dia nyanyikan di album ini. Lagu-lagu yang diciptakannya mencerminkan semangat dan budaya masyarakat Banjar. Juga mewakili budaya Melayu yang memadukan Bugis, Jawa, Cina sebagai dasar budaya Banjar. Anang Ardiansyah adalah tokoh dalam ensiklopedia kebudayaan Banjar.

Lirik Lagu Uma Abah

Salah satu lagu terkenal dalam album ini adalah Paris Barantai yang dinyanyikan oleh Emelia Agus. Ditulis oleh Anang Ardiansyah sekitar tahun 1959. Kemudian diedit

Lirik Sholawat Ilahilas Tulil Firdaus Atau Syair Abu Nawas

Dan pada tahun 1960 direkam oleh Studio Lokananta, Solo, dalam format LP. Lagu itu dibuat dalam waktu kurang dari sebulan. Paris Barantai adalah lagu bahagia yang kami terjemahkan untuk mengekspresikan keindahan alam Kotabaru, dengan laut, ombak, perahu, dan gunung. Maka judul lagu Anang Ardiansyah ini berjudul “Kotabaru”. Kotabaru merupakan ibu kota negara bagian Kotabaru yang terletak di Pulau Laut yang terpisah dari Pulau Kalimantan.

Nyatanya, apa yang disampaikan Anang Ardiansyah lewat lagu Paris Barantai jauh dari segalanya. Keindahan alam Kotabaru memang manis. Isi pokoknya adalah ayat yang berbunyi “…dari tangan ke dada, hidung ke pipi…”.

Ini adalah kenyataannya. Lagu Paris Barantai merupakan tari tradisional Gandut yang dibawakan Anang Ardiansyah, tari remaja pesisir dengan aroma erotis dan carob. Terciptanya lagu ini bermula dari perkenalan Anang Ardiansyah dengan seorang penari Gandut bernama Suparis yang bajunya terbuat dari kain rantai, sehingga lahirlah judul lagu Paris Barantai. Lagu Anang Ardiansyah menjadi salah satu ikon lagu daerah tanah air seperti lagu Kalimantan Selatan atau Banjar.

BACA JUGA  Contoh Tauhid Mulkiyah

(Sumber: Buku Karya Abah Raja Ai, Biografi Maestro Lagu Banjar Karya Anang Ardiansyah, Nasrullah & Riswan Irfani, Pagan Press, Lamongan, September 2020.)

Lirik Sholawat Badar Dan Artinya, Syair Pujian Untuk Nabi

Lagu Anang Ardiansyah lainnya di album ini adalah Bismillah Kata Bermula. Sebuah karya musik bertema religi. Bisa juga disebut sebagai lagu yang mencerminkan semangat album Balada Iman.

Kandungan religi dalam lagu-lagu Anang Ardiansyah sangat dipengaruhi oleh masa kecilnya yang penuh dengan suasana religius karena kebiasaannya belajar Islam bersama keluarga. Di usia remaja, kemampuan Anang Ardiansyah dalam mengaji, diuji dengan terpilih menjadi pembicara terbaik se-Malang, Jawa Timur. Selama di Pulau Jawa ia mempelajari pendidikan agama. Ia bersekolah di SMA Islam, Sekolah Islam Bori, Jalan Semeru, Kota Malang.

Kehidupan religius seperti itu jarang terjadi dalam kehidupan Anang Ardiansyah. Meski masa kecilnya di Banjarmasin, Anang Ardiansyah sempat menggeluti kajian agama, khususnya tradisi keberagaman umat Islam di kota Banjarmasin. Anang Ardiansyah juga bisa membaca Alquran sejak SD, dengan menggunakan buku Qaida Al-Baghdadiya. Lebih dikenal dengan Alifan.

Suku Banjar (Urang Banjar) merupakan suku dengan wilayah cakupan Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Timur. Suku Banjar juga terdapat di Riau, Jambi, Sumatera Utara, dan Semenanjung Malaysia, akibat migrasi masyarakat Banjar ke Kepulauan Melayu pada abad ke-19.

Yuhuu :)): 2011

Menurut Anang Ardiansyah, identitas masyarakat Banjar adalah beragama Islam. Jadi, lagunya bersifat religi, terutama dalam amalan sehari-hari. Lewat lagu religinya, Anang Ardiansyah menikmati kehidupan keagamaan, cara berpuasa, berpuasa, merayakan hari raya, kata syahid. Meski Sangu Batula adalah metafora kehidupan, namun jika pergi seperti mati, makanya membawa banyak perbekalan. Inilah nilai luar biasa dari album ini. Memiliki pesan etika dan religi seperti yang disampaikan dalam dua lagu di atas.

BACA JUGA  Akar Dari 2744

Anang Ardiansyah lahir di Kampung Arab, Banjarmasin, Kalimantan Selatan pada 3 Mei 1939. Putra sulung pasangan Nur Cahaya dan Masran. 123 lagu telah ditulis. Dalam album Terangkum:

Balada Iman, Album Lagu-lagu Banjar Terbaik 84 ini memiliki 12 lagu, 5 diantaranya diciptakan oleh Anang Ardiansyah. Ada dua lagu yang saya rekam di rekaman ini. Lagu-lagu yang ekslihannya mengandung sikap hidup dan budaya Urang Banjar. Juga mencerrminkan budaya Melayu sebagai akar budaya Banjar yang berasimilasi dengan Bugis, Jawa, Tionghoa. Anang Ardiansyah merupakan tokoh pentang dalam ensiklopedia budaya Banjar.

Salah satu lagu yang cukup album kasetnya dirilis di Paris Barantaiyang dinyanyikan oleh Emelia Agus. Ditulis Anang Ardiansyah pada tahun 1959. Setelah itu diaransemen dan Orkes Irama Daerah Modern Rindang Banuada dibawakan pada tahun 1960 di StudioLokananta, Solo, sukuknya perup piringan hitam direkam. Lagu itu sukukta tidak lebih dari satu bulan. Paris Barantai sebuah lagu gebira yang kita maknai sebagi utfana menengei beyanda alam Kotabaru, dengan laut, ombak, kapal, dan gunungnya yang diselimuti mega. Jadi, Anang Ardiansyah yang paling fenomenal buat saya, tapi sudah “Kotabaru”. Kotabaru adalah ibu kota Kabupaten Kotabaru yang terletak di Pulau Laut, terpisah dari Pulau Kalimantan.

Belajar Dari Lagu Banjar

Namun Anang Ardiansyah lewat lagu Paris Barantai ini jauh dari itu semua. Keindahan alam Kotabaru hanya pemanis belaka. Kata kuncinya adalah “…tangan ka dada, hidung ka pipi…”.

Ini adalah kenyataannya. Lagu Paris Barantai adalah bhagana Anang Ardiansyah tentang tari Gandut tradisional, tarian muda-mudi pesiri yang beraroma erotis, berbau carobo. Terciptanya lagu ini dari perkenalan Anang Ardiansyah dengan seorang penari Gandut bernama Suparis yang bajunya dari kain berantai-rantai, maka lahirlah judul lagu Paris Barantai. Lagu karya Anang Ardiansyah mendiya salah satu icona lagu daerah yang besutto secara nasional sebagai lagu Kalimantan Selatan atau Banjar.

BACA JUGA  Gombal Anak Ipa

Abah Raja Ai, Biografi Anang Ardiansyah Sang Maestro Lagu Banjar, Nasrullah & Riswan Irfani, Pagan Press, Lamongan, September 2020.

Muatan religius dalam lagu Anang Ardiansyah sangat sikkei latar belakang masa kecilnya yang kental dengan suasana religius sejak kikata belajar mengaji dengan familiyani di Pasar Lama. Selepas masa kecilnya, Anang Ardiansyah memilih yang terbaik di Malang, Jawa Timur. Pendalam agaran agama ditempuhnya selama di Pulau Jawa. Itu adalah sebuah sekolah menengah Islam, khususnya Sekolah Islam Bori, di Jalan Semeru, Kota Malang.

Kurir Bingung Pemilik Rumah Putar Musik Kencang, Akhirnya Ikut Dangdutan, Ganti Lirik: Buk Paket Buk

Kehidupan beragama seperti ini jarang ditemui dalam kehidupan Anang Ardiansyah, Semasa kecil di Banjarmasin, Anang Ardiansyah sering mengikuti kajian agama khususnya tradisi keagamaan masyarakat Islam di kota Banjarmasin.

Suku Banjar (Urang Banjar) adalah suku bangsa dengan wilayah Kalimantan Selatan, sebagai Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur. Suku Banjar juga dapat ditemukan di Riau, Jambi, Sumatera Utara dan Semenanjung Malaysia karena Orang Banjar bermigrasi ke Kepulauan Melayu pada abad ke-19.

Menurut Anang Ardiansyah, identitas orang Banjar adalah Islam. Are Sangu Batulak adalah perumamaan hidup, kalau kita bepergian takui-olah pergi mati, agar banyak-banyak pemaya bekal. Itu hal utama dalam album ini. Ada pesan etika dan religi seperti yang seiwadi dalam dua lagu di atas.

Lagu abah ali, download lagu abah mk, download lagu abah emak, lagu abah, lagu saur abah

Tags:

Share:

Related Post

Leave a Comment