Membayar Sebagian Utang Perusahaan Mengakibatkan

administrator

0 Comment

Link

Membayar Sebagian Utang Perusahaan Mengakibatkan – Saat ini kebangkrutan dan kebangkrutan merupakan permasalahan yang sering terjadi, terutama dikalangan pemilik usaha. Misalnya, pada tahun 2017, setidaknya delapan (8) perusahaan Indonesia dinyatakan pailit oleh Pengadilan Niaga Pusat Jakarta karena gagal membayar utangnya.[1] Dampak dari putusan pailit terhadap perusahaan-perusahaan tersebut tidak hanya dirasakan oleh para pengusaha saja, namun juga oleh pihak-pihak lain yang berkepentingan atau biasa disebut dengan pihak yang berkepentingan.

, masyarakat dan kreditor[2] Namun debitur atau pelaku usaha yang tidak mampu membayar utangnya juga dapat meminta kewajiban pembayaran utang yang ditangguhkan (PKPU) sebagai alternatif pembayaran utang. Lalu apa itu kepailitan dan PKPU berdasarkan peraturan perundang-undangan di Indonesia?

Membayar Sebagian Utang Perusahaan Mengakibatkan

Pengertian pailit dapat ditemukan pada Pasal 1. Angka 1 Undang-Undang Nomor 37 Tahun 2004 tentang Kepailitan dan Pencairan Kewajiban Utang (UU KPKPU), yaitu penyitaan umum atas seluruh harta kekayaan debitur pailit yang diadministrasikan dan dilikuidasi. Di luar oleh wali di bawah pengawasan hakim pengawas. Selain itu, berdasarkan Pasal 2 ayat (1) UU KPKPU, pelaku usaha atau debitur yang tidak dapat membayar utangnya dapat dikenakan putusan pailit oleh pengadilan, baik atas permohonannya, atas permintaan salah satu kreditur, atau atas permintaan kreditur lain. . Syarat pailit dapat ditemukan pada pasal dan ayat yang sama yang menyatakan:

Bahaya Kebanyakan Utang, Bikin Gali Lubang Tutup Lubang

“Seorang debitur yang mempunyai dua orang kreditor atau lebih dan tidak membayar lunas sekurang-kurangnya satu utang yang telah jatuh tempo dan wajib, berdasarkan putusan pengadilan, baik atas permohonannya maupun atas permohonan seorang atau lebih kreditur, dinyatakan pailit”.

Dari Pasal 2 ayat 1 UU KPKPU terlihat bahwa syarat-syarat untuk dinyatakan pailit secara baku hanya 3 (3), yaitu adanya utang yang tidak dapat dibayar oleh debitur, lebih dari 1 (a) pencipta. dan jangka waktu pemulihan dari salah satu kreditur telah berakhir.[3] Selain itu, dalam pasal yang sama dijelaskan bahwa pihak-pihak yang dapat mendaftarkan bank adalah: 1) peminjam itu sendiri, 2) peminjam, 3) kejaksaan atau kejaksaan, 4) Bank Indonesia, 5) Badan Pasar Modal .Pengawasan dan 6) Menteri Keuangan[4] Namun akibat hukum dari putusan pailit berdasarkan Pasal 24 UU KPKPU adalah debitur secara sah akan kehilangan hak untuk menguasai dan mengurus harta kekayaannya, termasuk harta pailit. Selanjutnya, putusan pailit menyebabkan debitur tidak cakap secara hukum, sehingga debitur tidak dapat secara sah menjalankan, menguasai atau mengurus harta kekayaannya.[5]

BACA JUGA  Ciri Ciri Mad Layyin

Sama halnya dengan kepailitan, PKPU juga merupakan upaya debitur untuk melunasi utangnya. PKPU diajukan oleh seorang kreditur yang mempunyai lebih dari 1 (satu) kreditur atau satu kreditur berdasarkan Pasal 222 UU KPKPU. Namun perbedaan utamanya adalah dalam PKPU masih terdapat peluang bagi debitur untuk menawarkan rencana perdamaian, yaitu berupa penawaran kepada kreditur untuk membayar sebagian atau seluruh utangnya jika debitur tidak mampu atau mengantisipasi hal tersebut. Mampu terus membayar hutang Anda. [6] Salah satu bentuk rencana perdamaian yang sering digunakan dalam PKPU adalah restrukturisasi utang. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa PKPU merupakan upaya kreditur dan debitur untuk mencapai kesepakatan di antara mereka mengenai penyelesaian utang, sebelum penyelesaian akhir dilaksanakan oleh pengadilan.[8 ]

Membayar utang, doa membayar utang, cara cepat membayar utang, cara membayar utang negara, cara membayar sebagian tagihan shopee paylater, membayar fidyah utang puasa, cara membayar spaylater sebagian, cara membayar shopee paylater sebagian, cara membayar utang dengan cepat, cara membayar utang, cara membayar tagihan spaylater sebagian, niat membayar utang puasa

Tags:

Share:

Related Post

Leave a Comment