Mengapa Wilayah Kalimantan Tidak Berpotensi Menjadi Daerah Rawan Gempa

syarief

0 Comment

Link

Mengapa Wilayah Kalimantan Tidak Berpotensi Menjadi Daerah Rawan Gempa – JAKARTA – Badan Meteorologi, Cuaca, dan Geofisika (BMKG) menemukan hampir seluruh wilayah Indonesia bisa terkena gempa karena ada patahan yang melewatinya. Hanya pulau Kalimantan yang dianggap aman dari gempa karena tidak terpengaruh oleh jalur patahan aktif.

“Di Sabang di Merauke banyak resiko gempa, kecuali di Kalimantan tidak banyak. Hal ini karena kekurangan daratan dan lautan, sehingga Palu adalah gempa bumi,” ujar Kepala BMKG dan Gempabumi tersebut. Tsunami Center, Rahmat Triyono berbincang dengan Okezone, Selasa (16/10/2018).

Mengapa Wilayah Kalimantan Tidak Berpotensi Menjadi Daerah Rawan Gempa

Triyono menegaskan, hampir seluruh laut dan daratan di Indonesia dilintasi oleh garis patahan yang dapat menyebabkan gempa. BMKG dan pemerintah sendiri sudah mengetahui dan mempublikasikan data daerah yang terkena kesalahan operasional.

Pemindahan Ibu Kota Negara Dalam Tinjauan Geografi Pertahanan

“Hampir seluruh Indonesia terdampak gempa. Sudah ada 9 kloter dari berbagai dinas yang merencanakan gempa dan ditutup, ada beberapa area, area merah, area hijau, dan area kuning,” jelasnya.

Namun, Triyono mengakui masih banyak kawasan yang terkena dampak kesalahan operasional yang menjadi kawasan pemukiman. Tempat-tempat ini menghasilkan uang bagi masyarakat.

Selain itu, gempa besar mengguncang dua wilayah Indonesia belum lama ini. Pertama, Lombok, Nusa Tenggara Barat, dan Sulawesi Tengah (Sulawesi Tengah) yang menyebabkan ribuan korban jiwa.

Diketahui, gempa sedang mengguncang beberapa wilayah Indonesia, seperti Situbondo, Jogja, dan sebagian pulau Jawa lainnya. ‘ Lintang Selatan (LS), 1130 44’ Bujur Timur (E) dan 1190 000 Bujur Timur (E). Secara administratif, batas-batas Provinsi Kalimantan Timur adalah:

Sejumlah Wilayah Di Kaltim Berpotensi Hujan Lebat Pada Sabtu Dan Ahad

Provinsi Kalimantan Timur merupakan salah satu provinsi di Indonesia dengan luas wilayah yang relatif besar, yaitu seluas 16.732.065,18 hektar. Luas wilayah Provinsi Kalimantan Timur adalah 12.734.692 hektar. Lahan yang luas ini memungkinkan Provinsi Kalimantan Timur untuk mengelola sumber daya alamnya.

Dilihat dari sebaran geografisnya, luas sumber daya lahan (land area) terbesar di Kalimantan Timur adalah Kawasan Hutan dengan luas 8.339.155 Ha (65,48%), termasuk kawasan lindung. yang diperkirakan seluas 2.283.360 Ha dan luas hutan 6.055.793 Ha. Sedangkan sisanya seluas 4.395.537 Ha (34,52%) yang berstatus Areal Penggunaan Lain (APL) terbagi menjadi 3.269.560 Ha (25,67%) untuk pertanian dan budidaya tanaman pangan dan 412.095 Ha (3),23%), berupa tempat yaitu daratan 396.266 Ha (3,11%), kawasan penangkapan ikan 91.547 Ha (0,71%), kawasan wisata – darat seluas 97.423 Ha (0,76%), kawasan industri seluas 32.887 Ha (0,25%), dan perairan 95.758 Ha (0,75%).

BACA JUGA  Obat Sakit Kepala Untuk Ibu Menyusui

Iklim Provinsi Kalimantan Timur berkisar dari sedang hingga sedang, dengan ketinggian berkisar antara 0-1500 mdpl dan kemiringan berkisar antara 0-60 persen. Dataran rendah banyak dijumpai di daerah dekat sungai. Sedangkan wilayahnya berbukit dan bergunung dengan ketinggian rata-rata lebih dari 1.000 meter di atas permukaan laut dengan kemiringan 300 persen barat laut dan 300 persen utara. Kondisi tersebut terkait dengan kemampuan tumbuh tanaman yang berbeda, volume dan pasokan air, kapasitas air untuk bekerja dan risiko erosi tanah.

Berdasarkan elevasi daratan di Provinsi Kalimantan Timur, wilayah tertinggi berada pada ketinggian 100-500 M seluas 4,23 juta Ha (terutama di Kabupaten Kutai Timur dan Kabupaten Berau), disusul wilayah ini. ketinggian 25-100 M di 4.12. Ha, dan luas 0-25 M seluas 2,08 Ha. Artinya, wilayah di Kaltim nampaknya berada di kawasan reproduktif rendah karena merupakan kawasan beracun. Sementara itu, dataran tinggi provinsi Kalimantan Timur (ketinggian 1000-15000 M) diperkirakan seluas 2,02 juta Ha, terutama di Provinsi Mahakam Ulu, Kabupaten Kutai Timur dan Kabupaten Kutai Kartanegara.

Gawat! Bmkg Peringatkan Lokasi Ikn Di Kalimatan Timur Rawan Gempa

Mengenai luasan datar di wilayah Kalimantan Timur, dataran yang dikelola dataran dengan penampang datar 15-25 persen mencakup 7,23 juta Ha yang didefinisikan dalam, terutama di Kutai Timur, Daerah Kutai Barat dan Berau. Selain itu, luas lahan dengan kemiringan lebih dari 40 persen (dalam) adalah 2,91 juta Ha dan 2,82 juta Ha (datar dan licin) 2-15 persen. Beberapa sungai yang ada di provinsi Kalimantan Timur adalah Sungai Mahakam, Gunung Batuayan, Sungai Bahan, Sungai Bani, Sungai Kayan, Sungai Senyiur, Sungai Sesayap, Sungai Telen dan Vahan.

Aktivitas geologi yang berlangsung di Provinsi Kalimantan Timur menghasilkan jenis batuan yang berbeda-beda. Jenis batuan yang terbentuk berupa sedimen, batuan beku (eksternal dan internal) dan batuan metamorf terdapat pada berbagai mineral, baik logam (mineral besi) maupun non logam (mineral industri) dan bahan bangunan penting. .- ekonomi. semi tambang dapat tersebar di kabupaten/kota Kalimantan Timur. Sayangnya, kelimpahan mineral menarik orang untuk penambangan berlebihan dan menyebabkan kerusakan lingkungan. Perlu dilakukan penambangan yang berkelanjutan sesuai dengan “Good Mining Practice” yang berwawasan lingkungan. Wilayah potensi pertambangan di Provinsi Kalimantan Timur tersebar di berbagai wilayah seperti terlihat pada Peta 1.5.

BACA JUGA  4 Pangkat X 64

Secara administratif Provinsi Kalimantan Timur terbagi menjadi 7 (tujuh) kabupaten, yaitu: Berau, Kutai Kartanegara, Kutai Timur, Kutai Barat, Paser, Penajam Paser Utara, dan Mahakam Ulu, dan pemerintahan kota ini memiliki 3 (tiga) wilayah. , yaitu: Balikpapan, Bontang, dan Samarinda. Pembagian wilayah administrasi Provinsi Kalimantan Timur menurut kabupaten/kota dapat dibagi sebagai berikut:

Dari segi kondisi cuaca, pengukuran cuaca di Provinsi Kalimantan Timur dilakukan melalui tiga stasiun cuaca, yaitu: di Provinsi Samarinda, Balikpapan dan Tanjung Redeb. Diketahui bahwa situasi curah hujan di Provinsi Kalimantan Timur berada di tengah-tengah jika dilihat dari ketiga stasiun tersebut. Tabel II.2 di bawah menunjukkan kondisi cuaca Provinsi Kalimantan Timur di tiga bandara.

Sinar Pagi Baru

Seluruh wilayah Provinsi Kalimantan Timur memiliki tanah yang diketahui melalui interpretasi peta citra satelit yang membedakan ciri-ciri tanah. Hasil penutupan lahan akhir dapat dilihat pada peta 1.8 di bawah ini.

Risiko bencana adalah ukuran probabilitas dari apa yang diharapkan jika bencana menjadi bencana. Dalam perencanaan untuk mengurangi risiko diperlukan adanya informasi dasar berupa gejala untuk menentukan pentingnya tindakan yang akan dilakukan. Indeks Risiko Bencana bertujuan untuk memberikan informasi tentang jumlah risiko berbasis risiko dan kombinasi dari risiko tersebut dan juga sebagai dasar untuk memahami kerentanan, kerentanan dan peluang masyarakat. Kalimantan Timur merupakan daerah rawan gempa dan letusan gunung berapi. Bencana yang paling sering terjadi di Provinsi Kalimantan Timur adalah banjir, kebakaran, kekeringan, cuaca ekstrim, tanah longsor, erosi, kebakaran hutan dan kebakaran hutan.

Salah satu dasar penghitungan Indeks Bencana adalah kebutuhan dokumen kajian bencana dan rencana penanggulangan bencana. Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kaltim di provinsi sebagai perangkat daerah terkait pembelajaran baru akan menyusun laporan penelitian tahun 2020 dan rencana tahun 2021 dalam lima tahun terakhir. . . Indeks Risiko Bencana yang diterbitkan oleh BNPB Pusat merupakan Indeks Risiko Bencana tahun 2013 yang mencakup Provinsi Kalimantan Timur dengan skor 165 yang merupakan yang tertinggi.

Dari segi jumlah penduduk, jumlah penduduk di Provinsi Kalimantan Timur setiap tahun mengalami peningkatan, baik karena pertumbuhan penduduk (kelahiran) maupun karena imigrasi. Jumlah penduduk Kalimantan Timur pada tahun 2019 sebanyak 3.630.765 jiwa dan akan meningkat menjadi 3.849.832 jiwa pada tahun 2021.

Bmkg: Pola Sirkulasi Angin Terpantau Di Wilayah Perairan Ntt, Begini Analisis Dampaknya

Persebaran penduduk di Provinsi Kalimantan Timur tidak merata sehingga menimbulkan disparitas antar wilayah/kota, baik jumlah penduduk maupun jumlah penduduk. Penduduk Provinsi Kalimantan Timur terutama berada di kota Samarinda yaitu sebesar 21,59 persen. Kota Samarinda tidak diragukan lagi merupakan tempat terpadat mengingat Kota Samarinda merupakan pusat pemerintahan dan perdagangan di Kalimantan Timur. Saat ini persebaran penduduk di Provinsi Kalimantan Timur persebarannya kurang dari lima persen di Kota Bontang (4,82%), Provinsi Penajam Paser Utara (4,85%), Provinsi Kutai Barat (4,44%), dan Mahakam kecil. Kabupaten Ulu memiliki pangsa kurang dari satu persen (0,92%).

BACA JUGA  Kata Kerja Aktif Adalah

Pertumbuhan penduduk di Provinsi Kalimantan Timur meningkat sebesar 2,27 persen dalam kurun waktu lima tahun dari tahun 2017 – 2021. Kabupaten Mahakam Ulu merupakan kabupaten yang paling padat penduduknya. Sementara itu, jumlah penduduk menurun di Kabupaten Kutai Timur dengan jumlah penduduk 0,29 persen.

Titik tertinggi di provinsi Kalimantan Timur berada di kota Balikpapan yang masing-masing seluas 1.386,61 km2. Sedangkan kepadatan terendah terdapat di Kabupaten Mahakam Ulu sebesar 1,81 per km2. Luas wilayah Kalimantan Timur adalah 30,23 km2.

Berdasarkan Sex Ratio, jumlah penduduk Provinsi Kalimantan Timur tahun 2021 menunjukkan bahwa jumlah laki-laki lebih banyak dari pada perempuan, atau lebih spesifik 100-110 jiwa untuk 100 perempuan.

Tarakan Kawasan Paling Rawan Gempa Di Kalimantan Karena Sesar Aktif

Penduduk menurut jenis kelamin, penduduk menurut jenis kelamin dan penduduk menurut Kabupaten/Kota di Provinsi Kalimantan Timur Tahun 2021.

Menurut umur penduduk, mayoritas penduduk di Provinsi Kalimantan Timur adalah usia produktif (15-64 tahun) yang mencapai 68,92 persen menurut representasi piramida penduduk. . . Dengan demikian rasio beban tanggungan Provinsi Kalimantan Timur pada tahun 2021 tercatat sebesar 45,16%. Artinya dari 100 orang yang bekerja (produktif), ada sekitar 45 orang yang tidak produktif dan tidak produktif. Hal ini disebabkan adanya jalur patahan yang disebut Sesar Tarakan di daerah ini.

Koordinator Tanggap Gempa dan Tsunami Kementerian Iklim, Meteorologi, dan Geofisika (BMKG), Daryono.

Gempa berpotensi tsunami, mengapa indonesia rawan gempa bumi, daerah rawan gempa bumi, daerah yang rawan gempa, peta wilayah kalimantan selatan, daerah rawan gempa, peta wilayah kalimantan barat, gempa di kalimantan, mengapa indonesia rawan gempa, lowongan kerja wilayah kalimantan, wilayah indonesia yang rawan gempa, mengapa wilayah indonesia rawan gempa bumi

Tags:

Share:

Related Post

Leave a Comment