crossorigin="anonymous"> Menurut Teori Arrhenius Nh4oh Merupakan Senyawa Basa Karena - Edukasinewss.com

Menurut Teori Arrhenius Nh4oh Merupakan Senyawa Basa Karena

Menurut Teori Arrhenius Nh4oh Merupakan Senyawa Basa Karena – Asam dan basa manakah pada reaksi berikut yang tidak dapat dijelaskan dengan menggunakan teori Arrhenius? a) HNO2=>H+ + NO2-. b) NaOH=> Na+ + OH- c) Ca(OH)2 => Ca2+ +2OH- d) H3PO4 => 3H+ + PO4 3- e) HCl + KOH => KCl + H2O

Asam dan basa yang tidak dapat dijelaskan dengan teori Arrhenius pada reaksi berikut e) HCl + KOH => KCl + H2O

Menurut Teori Arrhenius Nh4oh Merupakan Senyawa Basa Karena

Soal baru dari kimia 1.) 4,0 gram unsur x bereaksi tepat dengan 6,0 G unsur y membentuk senyawa Z. Jika 2,0 gram unsur x dan 5,0 gram unsur y bereaksi, berapa massa ikatan z yang terbentuk? apakah ada massa sisa reaktan?Jelaskan!…… 2.) Pada senyawa 1 dan 2, nitrogen dan oksigen dalam senyawa nitrogen oksida adalah 46,67% dan 36,84%, data mana yang akan datang. menurut hukum kelipatan?……… 3.) Gas asetilena (C_*H_) terbakar setelah reaksi berikut: 2C_*H_(g) + 5O_(g) -> 4C*O_ (g) ) + 2H_ *O(g) 6,02 x 1023 dioksida (C*O_), berapa molekul gas asetilena yang dikonsumsi?…….4.) Satu liter gas fosfor (P ) bereaksi. Dengan 5 liter gas oksigen (02) menghasilkan 2 liter gas (PO). Tentukan: Membandingkan tingkat respons b. Rumus molekul (P_*O_) c. Bagaimana persamaan reaksi untuk reaksi ini?…………… 5.) Tiga liter gas propana (CH) terbakar sempurna dengan oksigen (0) membentuk gas karbon dioksida (CO2) dan air, menurut persamaan reaksi berikut. C G H B (g)+( S*O_(g) -> 3C*O_(g) + 4H_*O(g) Carilah volume gas-gas lainnya. Unsur manakah yang 5P, 15Q, 33R, 35S, dan 54T? Misalnya, jika nomor atom suatu unsur adalah X = 13 dan nomor massanya adalah 27, maka atom tersebut mempunyai nama struktur kimia di bawah ini? Ag elektroda di anoda dan Fe di katoda kiri, maka pH larutan setelah elektrolisis selesai Jawaban: 12+log2 Hidrolisis garam adalah “penguraian garam dalam air untuk membentuk asam dan/atau basa” satu atau kedua komponen garam tersebut adalah asam lemah dan/atau basa lemah.Jika komponen suatu garam adalah asam kuat dan basa kuat, maka komponen ioniknya adalah asam kuat.atau basa kuat tidak akan terhidrolisis.Karena penjelasan di atas, kation dan anion yang dihasilkan akan bereaksi. Hidrolisis adalah kation garam dan elektrolit lemah. Pada saat yang sama, kation garam dan anion, yang merupakan elektrolit kuat lebah tidak terhidrolisis. Reaksi garam dengan air, dimana komponen garam (kation atau anion) dari asam lemah atau basa lemah bereaksi dengan air membentuk ion H3O+ (=H+) atau ion OH-. Jika H3O+ terbentuk sebagai hasil hidrolisis, larutan bersifat asam, dan jika ion OH terbentuk sebagai hasil hidrolisis, larutan bersifat basa.

Diberikan Beberapa Rumus Molekul Senyawa, Siswa Dapat Menentukan Zat Yang Bersifat Asam Atau Basa

3 Kita tahu bahwa ketika larutan asam bereaksi dengan larutan basa, akan terbentuk senyawa garam. Ketika garam larut dalam air, ada dua kemungkinan: ion asam lemah (seperti CH3COO-, CN-, dan S2-) atau ion basa lemah (seperti NH4+, Fe2+, dan Al3+) bereaksi dengan air. Reaksi ion dengan air disebut hidrolisis. Hidrolisis progresif terkait dengan kecenderungan ion-ion ini untuk membentuk asam atau basa asli. Contoh: CH3COO– + H2O ⎯⎯→ CH3COOH + OH– NH4+ + H2O ⎯⎯→ NH4OH + H+ ion dari asam kuat (misalnya Cl–, NO3– dan SO42–) atau ion dari basa kuat (misalnya Na+ dan K+) dengan air tidak bereaksi atau hidrolisis tidak akan terjadi. Ini karena ion-ion ini cenderung tidak membentuk asam atau basa alaminya. (Ingat kekuatan asam-basa!) Na+ + H2O ⎯⎯→ tidak ada reaksi SO42- + H2O ⎯⎯→ tidak ada reaksi Hidrolisis hanya terjadi ketika melarutkan senyawa garam yang dibentuk oleh ion asam lemah dan ion basa lemah. Jadi, garam netral (dari asam kuat dan basa kuat) tidak terhidrolisis.

1. Hidrolisis garam asam lemah dan basa kuat Bila garam dari asam lemah dan basa kuat dilarutkan dalam air, kation basa kuat tidak terhidrolisis, dan anion asam lemah terhidrolisis. Jadi, garam dari asam lemah dan basa kuat mengalami hidrolisis parsial atau hidrolisis parsial bila dilarutkan dalam air. Contoh: CH3COONa(aq) ⎯⎯→ CH3COO–(aq) + Na+(aq) CH3COO– + H2O CH3COOH + OH– Na+ + H2O ⎯⎯→ tanpa reaksi Nilai pH larutan garam dapat ditentukan dari persamaan berikut: A – + H2O HA + OH- pOH = -log [OH-] pH = 14 – pOH

Garam dari asam kuat dan basa lemah juga mengalami hidrolisis parsial ketika dilarutkan dalam air. Hal ini karena kation dapat dihidrolisis oleh basa lemah, sedangkan anion tidak dapat dihidrolisis oleh asam kuat. Contoh: NH4Cl ⎯⎯→ NH4+ + Cl– NH4+ + H2O NH4OH + H+ Cl– + H2O Tidak ada reaksi. PH larutan garam ini dapat ditentukan dengan menggunakan persamaan berikut: a. M+ + H2O MOH + H+ b. pH = -log [H+] Sifat-sifat larutan garam bergantung pada kekuatan relatif asam dan basa penyusunnya. Jenis larutan garam dirangkum dalam tabel di bawah ini.

6 Hidrolisis hanya terjadi sebagai akibat dari pelarutan senyawa garam yang dibentuk oleh ion asam lemah dan ion basa lemah. Jadi, garam netral (dari asam kuat dan basa kuat) tidak terhidrolisis.

Asam Basa Pada Reaksi Berikut Yang Tidak Dapat Dijelaskan Menggunakan Teori Arrhenius Adalah? A)

Ketika garam dari asam lemah dan basa kuat dilarutkan dalam air, kation basa kuat tidak terhidrolisis, sedangkan anion asam lemah terhidrolisis. Jadi, garam dari asam lemah dan basa kuat mengalami hidrolisis parsial atau hidrolisis parsial bila dilarutkan dalam air. Contoh: CH3COONa(aq) → CH3COO–(aq) + Na+ (aq) CH3COO– + H2O ↔ CH3COOH + OH– Na+ + H2O → tanpa reaksi pH larutan garam dapat ditentukan dari persamaan A– + H2O ↔ HA . + konstanta hidrolisis OH–:

Garam dari asam kuat dan basa lemah juga mengalami hidrolisis parsial ketika dilarutkan dalam air. Hal ini karena kation dapat dihidrolisis oleh basa lemah, sedangkan anion tidak dapat dihidrolisis oleh asam kuat. Contoh: NH4Cl → NH4+ + Cl– NH4+ + H2O ↔ NH4OH + H+ Cl– + H2O → tidak terjadi reaksi.

Berbeda dengan kedua jenis garam di atas, garam yang terbentuk dari asam lemah dan basa lemah mengalami hidrolisis sempurna saat dilarutkan dalam air. Hal ini karena kation dapat dihidrolisis oleh basa lemah dan anion oleh asam lemah. Contoh: CH3COONH4 → CH3COO– + NH4+ CH3COO– + H2O ↔ CH3COOH + OH– NH4+ + H2O ↔ NH4OH + H+ pH larutan garam ini dapat ditentukan dengan persamaan reaksi: M+ + A– + H2O + MOH ↔ konstanta hidrous :

15 HIDROLISIS GARAM Reaksi antara asam dan basa membentuk garam disebut reaksi netralisasi. Namun, reaksi netralisasi tidak berarti bahwa larutan garam itu netral. Sabun adalah contoh dari garam alkali. Pembahasan dalam bab ini berkaitan dengan sifat-sifat larutan garam. Pertama, Anda diajak mempelajari sifat-sifat larutan garam. Kemudian kita bahas teori yang menjelaskan sifat air asin, konsep hidrolisis. Pada bagian terakhir, kita membahas rumus yang dapat digunakan untuk memperkirakan pH larutan garam berdasarkan konsentrasi dan tetapan ionisasi asam atau basa pembentuknya.

Jelaskan Pengertian Asam Basa Menurut Teori Bronsted Lowry

1. Sifat larutan garam Diketahui bahwa garam merupakan senyawa ionik yang terdiri dari kation logam dan anion sisa dari asam. Kation garam dapat dianggap sebagai basa dan anion sebagai asam. Setiap garam mengandung komponen basa (kation) dan asam (anion). Lihat contoh di bawah ini. Contoh 1: Natrium klorida (NaCl) terdiri dari kation Na+ yang dapat berikatan dengan NaOH. dan Cl- berasal dari HCl. Dalam air, NaCl ada sebagai ion individu. NaCl(aq) — Na+(aq) + C1-(aq) Contoh 2: Amonium sulfat [(NH4)2SO4] terdiri dari kation NH4+ dan anion SO42-. Ion NH4+ berasal dari basa NH3, ion SO42- berasal dari asam sulfat (H2SO4), dalam larutan (NH4)2SO4 ada sebagai ion terpisah. (NH4)2SO4 (berair) – 2NH4 (berair) + SO42- (berair)

17 Perhatikan juga bahwa beberapa asam dan basa diklasifikasikan sebagai elektrolit kuat dan lainnya sebagai elektrolit lemah. Asam dan basa yang biasa kita jumpai dan tergolong elektrolit kuat antara lain: Asam, kuat: H2SO4, HCl, HNO3 (juga HI, HBr, dan HClO4). Basa kuat: NaOH, KOH (semua basa logam alkali) dan Ca(OH)2, Ba(OH)2 (semua basa logam alkali tanah, kecuali Be(OH)). Dari hasil percobaan diketahui bahwa sifat-sifat larutan garam bergantung pada kekuatan relatif asam dan basa. Garam dari asam kuat dan basa kuat bersifat netral Garam dari asam kuat dan basa lemah bersifat asam Garam dari asam lemah dan basa kuat bersifat basa. dan Kb). Ka > Kb asam K, < Kb basa Ka = Kb netral

18 2. Konsep Hidrolisis Kita telah melihat bahwa ada larutan garam yang bersifat asam, basa atau netral, misalnya larutan NH4Cl menjadi asam. Apakah larutan itu bersifat asam atau basa bergantung pada perbandingan konsentrasi ion H+ dengan konsentrasi ion OH-. Anda mungkin bertanya mengapa larutan NH4Cl bersifat asam ([H+]> [0H-])? Bukankah NH4C1 hanya membentuk ion NH4 dan ion Cl dalam air Sifat larutan garam dapat dijelaskan dengan konsep hidrolisis. Hidrolisis adalah istilah umum untuk reaksi suatu zat

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *