Mudah Terjadi Pada Manusia, 7 Jenis Kekurangan Gizi Yang Paling Umum Di Masyarakat

Edukasinewss – Tentunya Anda sudah mengetahui bahwa tubuh membutuhkan nutrisi agar dapat tumbuh dan berkembang.

Selain itu, tubuh membutuhkan nutrisi agar kita bisa berenergi dan berenergi secara optimal.

Tanpa nutrisi yang cukup, pasti ada bagian tubuh atau kemampuan kita yang kurang ideal atau terasa sakit.

Meskipun terdapat banyak sumber makanan dengan nutrisi yang dibutuhkan oleh tubuh, namun tetap saja terjadi kasus gizi buruk.

Masalahnya, manusia tidak hanya memiliki satu masalah kekurangan gizi, tetapi banyak pada saat yang bersamaan.

Lalu apa saja jenis kekurangan gizi yang bisa terjadi pada manusia dan apakah hal itu umum terjadi?

Dilansir dari Healthline, berikut tujuh kekurangan nutrisi yang terjadi pada tubuh.

1. Kekurangan vitamin A

Kekurangan vitamin A adalah kekurangan gizi umum pada manusia, orang dewasa dan anak-anak.

Kekurangan vitamin A dapat menyebabkan kerusakan mata sementara dan permanen bahkan kebutaan.

Kekurangan vitamin A juga dapat menekan fungsi kekebalan tubuh dan meningkatkan angka kematian, terutama pada anak-anak dan ibu hamil atau menyusui.

Oleh karena itu penting bagi setiap orang untuk memenuhi vitamin A karena zat ini membantu dalam pembentukan dan pemeliharaan kesehatan kulit, gigi, tulang dan membran sel, serta menghasilkan pigmen mata yang penting untuk penglihatan.

Ada dua jenis diet vitamin A:

  • Preformed vitamin A Bentuk vitamin A ini ditemukan pada produk hewani seperti daging, ikan, unggas dan produk susu.
  • Provitamin A Jenis ini ditemukan pada makanan nabati seperti buah-buahan dan sayuran, seperti beta-karoten.

2. Kekurangan vitamin B12

Vitamin B12, juga dikenal sebagai cobalamin, adalah vitamin yang larut dalam air.

Setiap tubuh membutuhkan B12 agar dapat berfungsi secara normal karena vitamin ini berperan dalam pembentukan darah, serta fungsi otak dan saraf.

Vitamin B12 hanya ditemukan dalam jumlah yang tepat dalam makanan hewani, meskipun jenis rumput laut tertentu mungkin menyediakan dalam jumlah kecil.

Oleh karena itu, orang yang tidak makan produk hewani berisiko lebih tinggi mengalami kekurangan vitamin B12.

Orang yang kekurangan vitamin B12 akan mengalami anemia megaloblastik, yaitu kelainan darah yang menyebabkan sel darah merah membengkak.

Gejala lain termasuk fungsi otak yang buruk dan peningkatan kadar homosistein, yang merupakan faktor risiko banyak penyakit.

3. Kekurangan vitamin D

Orang dewasa dengan kekurangan vitamin D mungkin mengalami kelemahan otot, keropos tulang, dan peningkatan risiko patah tulang.

Pada anak-anak, kekurangan vitamin D dapat menyebabkan keterlambatan pertumbuhan dan tulang lunak (rakhitis).

Untuk menghindari berbagai risiko tersebut, ada baiknya untuk mendapatkan vitamin D yang cukup.

Pasalnya, vitamin D merupakan vitamin yang larut dalam lemak yang bertindak seperti hormon steroid dalam tubuh.

Vitamin D berjalan melalui aliran darah ke dalam sel, memberitahu mereka untuk mengaktifkan atau menonaktifkan gen.

Vitamin D diproduksi dari kolesterol di kulit saat terkena sinar matahari.

4. Kekurangan yodium

Kekurangan nutrisi umum berikutnya adalah yodium.

Yodium adalah mineral penting untuk fungsi tiroid normal dan produksi hormon tiroid.

Hormon tiroid terlibat dalam banyak proses kelangsungan hidup manusia seperti pertumbuhan, perkembangan otak, dan pemeliharaan tulang, serta mengatur tingkat metabolisme tubuh.

Seseorang yang kekurangan yodium mengembangkan kelenjar tiroid yang membesar, juga dikenal sebagai gondok.

Tidak hanya itu, kekurangan yodium juga dapat menyebabkan peningkatan denyut jantung, sesak napas, dan penambahan berat badan.

Lebih buruk lagi, kekurangan yodium yang parah dikaitkan dengan bahaya serius, terutama pada anak-anak karena dapat menyebabkan keterbelakangan mental dan gangguan perkembangan.

5. Kekurangan magnesium

Magnesium merupakan mineral utama dalam tubuh yang berperan penting dalam struktur tulang dan gigi.

Jika asupan magnesium rendah, kondisi ini terkait dengan diabetes tipe 2, sindrom metabolik, penyakit jantung, dan osteoporosis.

Kekurangan magnesium dapat disebabkan oleh penyakit, penggunaan obat-obatan, penurunan fungsi pencernaan, atau asupan magnesium yang tidak memadai.

Gejala utama kekurangan magnesium yang parah termasuk detak jantung tidak teratur, kram otot, sindrom kaki gelisah, kelelahan, dan sakit kepala migrain.

Kekurangan magnesium jangka panjang dapat membuat tubuh menderita resistensi insulin dan tekanan darah tinggi.

6. Kekurangan kalsium

Kalsium diperlukan untuk setiap sel dalam tubuh karena bermanfaat untuk mineralisasi tulang dan gigi, terutama pada masa pertumbuhan dan pengawetan tulang yang cepat.

Jadi orang perlu memenuhi kebutuhan kalsiumnya.

Karena mereka yang kekurangan kalsium akan lebih mudah terkena osteoporosis, yang ditandai dengan tulang yang lebih lunak dan rapuh.

Pada anak-anak, kekurangan kalsium menyebabkan infeksi pada tulang lunak (rakhitis).

7. Kekurangan zat besi

Zat besi adalah mineral penting bagi tubuh dan juga merupakan komponen besar sel darah merah, karena mengikat hemoglobin dan mengangkut oksigen ke sel-sel tubuh.

Dua jenis zat besi makanan adalah:

  1. Zat besi heme Jenis zat besi ini diserap dengan baik oleh tubuh dan biasanya terdapat pada makanan hewani, dimana daging merah mengandung jumlah yang sangat tinggi.
  2. Besi non-heme, yang tidak mudah diserap seperti besi heme. Zat besi non-heme umumnya ditemukan dalam makanan hewani dan nabati.

Orang yang kekurangan zat besi umumnya mengalami anemia, di mana jumlah sel darah merah dan kemampuan darah untuk membawa oksigen menurun.

Gejala biasanya termasuk kelelahan, kelemahan, sistem kekebalan yang lemah, dan fungsi otak yang buruk

Nah sob, dari ulasan di atas, berbagai kekurangan nutrisi bisa berdampak buruk bagi tubuh.

Karena itu, pastikan untuk memenuhi kebutuhan nutrisi yang berbeda.

Dan tentunya hal ini bertujuan agar tubuh berfungsi dengan normal, daya tahan tubuh meningkat, agar terhindar dari penyakit.

Leave a Comment