Nabi Berdakwah Di Kota Mekah Selama

administrator

0 Comment

Link

Nabi Berdakwah Di Kota Mekah Selama – Nabi Muhammad sallAllahu ‘alayhi wasallam mengisolasi diri dari kebodohan dan kemusyrikan masyarakat dengan berlindung di gua Hira’ di Jabal Nur yang terletak sekitar 2 kilometer dari kota Makkah. Pada bulan Ramadhan tahun ketiga, wahyu pertama ALLAH Subhanahu wa Ta’ala datang melalui malaikat Jibril. Wahyu pertama berkaitan dengan ayat 1 sampai 3 dari Surat Al-`Alaq.

Menurut perhitungan, peristiwa ini terjadi pada malam Senin tanggal 21 Ramadhan atau setara dengan 10 Agustus 610 Masehi. Yang Mulia, semoga Tuhan memberkatinya dan memberinya kedamaian, saat itu berusia 40 tahun.

Nabi Berdakwah Di Kota Mekah Selama

Beberapa hari setelah kejadian tersebut, wahyu kedua datang kepada Nabi Muhammad (sallAllahu `alayhi wasallam). Wahyu tersebut adalah ayat 1 sampai 5 surat Al-Muddaththtir.

Mukjizat Mekah Dan Madinah

Adegan dakwah telah dirahasiakan di Makkah selama 3 tahun. Khotbah tersebut disampaikan kepada orang-orang terdekat Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wasallam, yakni kalangan keluarga dan para sahabatnya.

Pada hari pertama dakwah, total ada empat orang yang memeluk Islam. Mereka adalah Khadija binti Khuwaylid (istri Baginda), Zayd bin Thabit bin Shurahbil al-Kalbi (pelayan Baginda), Ali bin Abu Thalib (sepupunya, anak lain dan dalam asuhan Baginda) dan Abu Bakar if – Siddiq . (sahabat setia Yang Mulia).

Berkat Abu Bakar as-Siddiq, total 5 orang memeluk Islam. Mereka adalah `Utsman bin `Affan al-Umawi, al-Zubayr bin al-`Awwam al-Asadi, `Abdul Rahman bin `Awf al-Zuhri, Sa`d bin Abi Waqqas al-Zuhri dan Thalhah bin `Ubaydullah al-Taymi . .

Kemudian disusul Bilal bin Rabbah al-Habshiy, `Ubaydah `Amir bin al-Jarrah, Abu Salamah bin `Abd al-Asad al-Makhzumi, al-Arqam bin Abi al-Arqam al-Makhzumi, `Uthman bin Maz`a dan kedua saudaranya, yaitu Qudamah dan `Abdullah, `Ubaydah bin al-Harits bin al-Muttalib bin `Abd Manaf, Sa`id bin Zayd al-`Adawi dan istrinya Fatimah binti al-Khattab (saudara perempuan `Umar bin al- – Khattab), Khabbab bin al-Aratt, `Abdullah bin Mas`ud al-Hudhaliy dan banyak lainnya. Kelompok yang pertama kali memeluk Islam disebut al-Sabiqun al-Awwalun. Jumlah mereka dikatakan lebih dari 40 orang. Namun, jumlah mereka masih kontroversial di kalangan peneliti.

Sejarah Dakwah Nabi Muhammad Saw Periode Madinah

Di antara perintah yang diturunkan pertama kali adalah doa. Pada awal Islam, ALLAH mewajibkan shalat 2 rakaat di pagi hari dan 2 rakaat di malam hari. Pada masa rahasia ini, terjalinlah persaudaraan yang erat antara orang-orang yang memeluk Islam. Setelah hampir 3 tahun, kaum Quraisy Makkah mulai belajar tentang dakwah rahasia. Meski awalnya tidak peduli, mereka tetap mengutus orang untuk memata-matai guna mengetahui hasil dakwah Nabi Muhammad sallAllahu `alayhi wasallam.

Khotbah di depan umum terjadi pada tahun keempat masa nubuatan. Ayat pertama yang diturunkan mengenai hal ini adalah ayat 214 Surat Asy-Shu`ara. Langkah pertama setelah Nabi Shallallahu `alayhi wasallam menerima wahyu adalah memanggil Bani Hasyim. Bani al-Muttalib bin `Abd Manaf juga berpartisipasi. Sebelum Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam berpidato, Abu Lahab terlebih dahulu berpidato. Dalam pidatonya tersebut, Abu Lahab meremehkan Nabi Muhammad Shallallahu `alayhi wasallam. Yang Mulia tetap diam dan tidak berbicara selama upacara.

BACA JUGA  Cerita Sakadang Kuya Jeung Sakadang Monyet

Kemudian Yang Mulia memanggil mereka kembali untuk kedua kalinya. Kali ini Abu Thalib mengatakan bahwa dukungan akan diberikan terhadap apa yang disabdakan Nabi Muhammad Shallallahu `alayhi wasallam. Meski Abu Lahab kembali menjadi lawan, namun dengan dukungan dan jaminan dari Abu Thalib, Nabi Muhammad sallAllahu `alayhi wasallam akan melanjutkan usahanya untuk menyampaikan seruan dakwah kepada semua.

Di bukit Safa, seluruh kaum Quraisy berkumpul untuk mendengarkan apa yang hendak disampaikan oleh Nabi Muhammad Shallallahu `alayhi wasallam. Seperti pada reuni keluarga yang digelar sebelumnya, Abu Lahab kembali menjadi lawannya. Setelah Nabi Muhammad Shallallahu `alayhi wasallam berbicara, Abu Lahab berteriak:

Pdf) Al Basirah ةيرصبلا

Lalu datanglah firman ALLAH surat Al-Hijr ayat 94, memerintahkan Nabi Muhammad sallAllahu `alayhi wasallam untuk mengeluarkan dakwah secara terang-terangan dan mengabaikan keberatan kaum musyrikin di Mekkah. Dengan turunnya ayat ini, Rasulullah Shallallahu `alayhi wasallam mulai mengkritisi segala bentuk kemusyrikan yang terdapat di masyarakat. Dengan penjelasan dan kritik ini, perlawanan kaum musyrik Mekah terhadap dakwah Rasulullah SAW dimulai.

Karena penindasan yang mengerikan yang dilakukan oleh kaum musyrik Mekkah terhadap umat Islam, kebanyakan dari mereka harus menyembunyikan keislaman mereka. Sebab jika terungkap maka akan terjadi pertumpahan darah dan eliminasi umat Islam. Oleh karena itu lebih bijaksana jika segala aktivitas dan ibadahnya dilakukan secara sembunyi-sembunyi.

Rumah al-Arqam bin Abi al-Arqam al-Makhzumi yang terletak di bukit Safa yang cukup terpencil, pada tahun kelima kenabian digunakan sebagai pusat dakwah dan tempat berkumpulnya umat Islam. Tapi, berbeda dengan Nabi Muhammad sallAllahu `alayhi wasallam, Baginda terus terang-terangan berdakwah dan menyembah kaum musyrik tanpa ada yang bisa menghentikan mereka. Di antara faktor-faktornya adalah Yang Mulia mendapat perlindungan dan jaminan dari Bani Hasyim dan Bani `Abd al-Muttalib, terutama melalui Abu Thalib, yang merupakan orang penting dan terkenal di kalangan Quraisy.

Ini adalah ringkasan singkat dari kisah Rasulullah, semoga Allah memberkati dia dan memberinya damai, pada awal periode di mana ia menerima wahyu. Betapa beratnya rintangan yang harus dilalui Baginda untuk menyampaikan pesan agung ALLAH Subhanahu wa Ta’ala ini.

BACA JUGA  Saat Pendaratan Kedua Lengan Ke Depan Untuk

Perkembangan Dakwah Pada Masa Nabi Muhammad Saw

Tidak mudah bagi Yang Mulia untuk membawa pesan mulia ini ke tengah masyarakat, apalagi mendapat tentangan yang sangat keras dari semua lapisan masyarakat, terutama dari para taipan dan taipan. Maka marilah kita bersyukur dan belajar dari cerita ini.

Untuk gambaran yang lebih jelas dan pedih, telaahlah kisah orang mulia ini yaitu Rasulullah Shallallahu `alayhi wasallam. Pasti akan timbul rasa cinta dan kasih sayang kepada Baginda atas pengorbanan yang telah beliau lakukan untuk menyebarkan dakwah. Salah satu cara termudah adalah dengan mendapatkan buku Sirah Rasulullah sallAllahu `alayhi wasallam yang beredar di pasaran seperti buku Ar-Rahiq Al-Makhtum yang disusun oleh Syekh Safiyyu ar-Rahman al-Mubarakfuri. Tulisan di atas dirangkum dari isi buku.

Catatan ini telah diposting pada Minggu, 13 Februari 2011 jam 19:23 dan menandai rasulullah, sirah dan diajukan di bawah Tak Berkategori. Anda dapat mengikuti tanggapan apa pun terhadap entri ini melalui umpan RSS 2.0. “Dan beri tahu kerabat terdekatmu. Dan rendahkanlah dirimu bersama orang-orang yang mengikutimu, yaitu dengan orang-orang yang beriman. (Ash-Syu’araa’: 214-215).

Dakwah terbuka ini dimulai sejak tahun keempat kenabian, yakni setelah turunnya wahyu yang berisi perintah Allah SWT bahwa dakwah harus dilakukan secara terbuka. Wahyu tersebut berupa ayat Al-Quran surat asy-syu’ara’: 214-216.

Foto Dakwah: Kemurnian Agama Islam Masih Terjaga Di Kota Mekah Dan Madinah

Hal pertama yang dilakukan Nabi SAW saat menerima teguran tersebut adalah mengajak para anggota Bani Hasyim untuk menghadiri jamuan makan yang diselenggarakan olehnya. Mereka berjumlah empat puluh lima orang, yang juga merupakan bagian dari keluarga Bani al-Mutalib bin Abdul Manaf. Pada pertemuan ini, Abu Lahab memulai pembicaraan dengan mengatakan:

“Ini semua paman dan sepupumu, mari kita bicarakan tapi mari kita tinggalkan pertanyaan tentang Saba’ah meninggalkan agama, kamu juga perlu tahu di mana semua orang Arab dari rasmu, mereka tidak punya kekuatan, dan aku tidak punya lagi. hak untuk menahanmu, agar kamu bisa sebaik anak ayahmu, jika kamu berhenti sebanyak yang kamu lakukan, maka dia akan lebih mudah diterima oleh semua suku Quraisy dan oleh bangsa Arab. didukung. Sampai saat ini saya tidak pernah mengetahui ada orang yang mendatangkan kejahatan kepada umatnya, bagaimana caramu melakukannya.”

Rasulullah s.a.w hanya diam dan tidak mengatakan apa pun selama pertemuan tersebut. Kemudian nabi mengundang kami lagi dan berkata:

“Puji Tuhan, kepada-Nya aku memohon pertolongan, kepada-Nya aku beriman, kepada-Nya aku bertawakal; aku bersaksi bahwa tidak ada Tuhan selain Tuhan Yang Maha Esa. Beliau berkata lagi: Sesungguhnya pemimpin tidak berdusta, sebab di sisi Tuhan ada Tiada Tuhan selain Dia, sesungguhnya akulah utusan Allah kepadamu pada khususnya dan kepada umat manusia pada umumnya, yang tidak lain adalah tidurmu, dan kamu akan dibangkitkan sebagaimana kamu telah sembuh, sesungguhnya kamu akan dihitung atas setiap amal yang kamu kerjakan. jawabannya adalah di surga selamanya atau di neraka selamanya.

BACA JUGA  Makna Puisi Sajak Anak Muda

Rasulullah ‎saw. ‏sholat Di Dalam Ka’bah ‎

“Tidak ada sesuatu pun yang lebih diridhai Allah bagi kami selain menolongmu, menerima nasehatmu, memercayai perkataanmu, yang berkumpul di sini adalah anak-anak keluarga ayahmu, aku hanya ‘salah satunya’ namun aku lebih segera terima apa yang kamu suka Ayo, lanjutkan dengan sesuatu yang diperintahkan, demi Allah aku tetap menjagamu dan menjadi syafaat untukmu, namun jiwaku tetap tidak bisa dan tidak akan berpisah dengan agama Abdul Muthalib.

“Demi Allah, ini salah satu celahnya, raihlah tangannya sebelum ia dibela orang lain. Abu Thalib menjawab: Demi Allah, kami akan membelanya selama masih ada nyawa di dalam tubuhnya.”

Meski banyak yang tidak masuk Islam, ada 3 anggota keluarga Bani Hasyim yang masuk Islam, namun mereka merahasiakannya. Mereka adalah Ali bin Abu Thalib, Ja’far bin Abu Thalib dan Zaid bin Haritsah.

Setelah Nabi SAW yakin bahwa Abu Thalib sedang menjaganya saat ia sedang menyampaikan risalah Tuhannya, pada suatu hari Rasulullah berdiri di atas bukit Safa dan memanggil penduduk kota La Makkah, khususnya mereka yang mereka tinggal. dan hidup. mengelilingi Ka’bah hingga berakhir di bukit Safa.

Mengapa Dakwah Rasulullah Ditolak? Ini Jawabannya!

Sepanjang dakwah Rasulullah SAW secara terang-terangan berhasil menarik Islam di kalangan kafir Quraisy yaitu; Hamzah bin Abdul Muthalib dan Umar bin Khattab. Hamzah bin Abdul Muthalib memeluk Islam pada tahun ke-6 Nabi SAW dan kenabian Umar bin Khattab pada tahun 581-644 M.

Nabi SAW juga menyampaikan seruannya untuk berdakwah kepada orang-orang di luar kota Makkah. Di antara mereka yang berhasil memeluk Islam adalah: Abu Zar Al-Giffari dan Tufail bin Amr Ad-Dausi.

Setelah itu, Rasulullah (SAW) mengarahkan seruan dakwahnya kepada masyarakat kota Yastrib (Madinah).

Berapa lama nabi nuh berdakwah, nabi nuh berdakwah kepada kaumnya siang dan malam selama, nabi ibrahim berdakwah kepada, di kota mekah, nabi harun diutus oleh allah untuk berdakwah kepada, nabi saleh as berdakwah kepada kaum, suasana di kota mekah, nabi ayub sakit kulit selama, makam nabi ibrahim di mekah, nabi nuh berdakwah selama, rasulullah berdakwah di madinah selama, nabi berdakwah di madinah selama

Tags:

Share:

Related Post

Leave a Comment