Nomogram Harry King

administrator

0 Comment

Link

Nomogram Harry King – Suka buku ini? Anda dapat menerbitkan buku Anda online secara gratis dalam hitungan menit! Buat buku flip Anda sendiri

Dari rumus ini dimungkinkan untuk menghitung jumlah sampel dari suatu populasi antara 10 dan 1.000.000. Dari tabel 5.1 terlihat bahwa semakin tinggi tingkat kesalahan maka semakin kecil sampelnya. Misalnya: Untuk 1000 populasi, untuk kesalahan 1%, ukuran sampel = 399; Banyaknya sampel untuk margin of error 5% = 258, dan untuk margin of error 10%, jumlah sampel = 213. Dari tabel tersebut juga terlihat bahwa jika populasinya tak terhingga maka jumlah sampelnya . adalah 1% = 664, 5% = 349, dan 10%, 272 anggota karena kesalahan. Untuk populasi 10 orang, jumlah anggota sampel sebenarnya hanya 9,56 tetapi bertambah menjadi 10. Cara penentuan besar sampel seperti tersebut di atas didasarkan pada asumsi bahwa populasi berdistribusi normal. Jika sampel tidak berdistribusi normal, misalnya populasi homogen, maka metode ini tidak perlu digunakan. Misalnya, jika populasinya adalah suatu zat tunggal, misalnya logam, yang struktur molekulnya homogen, maka ukuran sampel yang diperlukan hanya boleh 1%. Sebenarnya ada rumus berbeda untuk menghitung ukuran sampel, misalnya Cochrane, Cohen, dll. Ketika keduanya digunakan untuk menghitung ukuran sampel, terdapat sedikit perbedaan angkanya. Jadi yang mana yang kamu gunakan? Sebaiknya gunakan ukuran sampel yang lebih besar. Selain itu, pada Gambar 5.7 di bawah ini, kami menyediakan cara untuk menentukan jumlah anggota sampel menggunakan tata nama Harry King. Dalam nomenklatur Harry King, ukuran angka maksimal adalah 2000, dengan tingkat kesalahan yang berbeda-beda, mulai dari 0,3% hingga 15%, dan faktor estimasi disesuaikan dengan tingkat kesalahan yang ditentukan. Pada analisa nominal terlihat faktor perkalian pada selang kepercayaan 80% = 0,780, faktor perkalian 85% = 0,785; Faktor perkalian 99% = 1,195 dan faktor perkalian 99% = 1,573. Contoh: Misal populasinya 200 orang. Jika tingkat kepercayaan sampel 95% atau margin of error 5%, maka jumlah sampel yang diambil adalah 0,58 200 X 1,195) = 19, 12 orang. (Bila angka 200 melebihi tingkat kesalahan 5%, Anda akan mendapatkan poin: lebih tinggi dari angka 60. Poin ini sekitar 58, untuk kesalahan 5% berarti di bawah! Keyakinan 95%, jadi faktor perkaliannya = 1.195.). 88

Nomogram Harry King

2 3 4 5 10 20 30 40 50 60 (%) 70 80 90 95 Persentase sampel populasi Tingkat kesalahan di atas 15% ~– Populasi – ‘ A 8 N T E: DUPLEX 90 CONFIDENCE ONLY Nilai tampilan: Mu . Tentukan R atau E akan e dengan mengalikan faktor-faktor termasuk interval kepercayaan lainnya: Conf.lnt. 80% 85% 95% 99% millet.Fakta. 0, 780 0, 875 1, 195 1, 573 30 40 50 60 70 80 90 100 150 300 400 500 600 700 800 900 1000 1500 0 0 0 0 Saling 0 0 0 0 0 0 0 0 0 keluar dari 2.000 penduduk 99 Diinginkan tingkat kesalahan E Menentukan ukuran sampel Sebuah studi sampel akan dilakukan untuk mengetahui respon kelompok masyarakat terhadap layanan dari beberapa pemerintah daerah. Kelompok masyarakat berjumlah 1000 orang yang dapat digolongkan menurut tingkat pendidikannya, misalnya tamatan S] = 50, BS = 300, SMK = 500, SMP = 100, SD = 50 (penduduk bersenjata). Dengan menggunakan Tabel 5.1, jika populasi = 1000, margin of error 5%, maka ukuran sampel = 258. Karena populasinya bertingkat, maka sampelnya juga bertingkat, stratifikasi ditentukan setelah langkah 89.

BACA JUGA  Contoh Kata Kerja Transitif

Menentukan Ukuran Sampel

13 = 259. Dalam penghitungan yang menghasilkan kesalahan (dengan koma), sebaiknya jumlah sampel lebih besar dari 259. Kurang dari 258 berarti aman. Gambaran umum populasi dan ukuran sampel dapat ditampilkan. Gambar 5.8 Di Bawah: Populasi 1000 Sampel 278 Gambar 5.8 Sampel dari populasi bertingkat dengan margin kesalahan Roscoe sebesar 5%. Research Methods for Business (1982:253) memberikan rekomendasi ukuran sampel untuk penelitian sebagai berikut. 90

Dependen), maka jumlah anggota sampel = 10 x 5 = 50. 4. Untuk penelitian eksperimen sederhana yang menggunakan kelompok eksperimen dan kelompok kontrol, jumlah anggota sampel antara 10 sampai 20. F. Cara pemilihan sampel anggota. Pada awal bab ini telah disebutkan bahwa ada dua metode pengambilan sampel, yaitu pengambilan sampel probabilitas dan pengambilan sampel non-probabilitas. Probability sampling adalah metode pengambilan sampel yang memberikan kesempatan yang sama kepada anggota populasi untuk dipilih menjadi anggota sampel. Cara ini sering disebut dengan random sampling atau pengambilan sampel secara acak. Pengambilan sampel secara acak dapat dilakukan dengan angka acak, komputer atau lotere. Jika ritualnya dilakukan dengan cara undian, maka setiap anggota populasi diberi nomor pertama sesuai dengan banyaknya anggota populasi. Karena metode pengambilan sampel bersifat acak, maka setiap anggota populasi mempunyai peluang yang sama untuk dipilih menjadi anggota sampel. Pada contoh di atas, peluang setiap anggota populasi = 111.000. Jadi jika angka pertama yang ditarik harus dikembalikan, jika tidak maka peluangnya tidak akan sama lagi. Misalnya, jika angka pertama tidak dikembalikan, probabilitas berikutnya adalah 1: (1000 – 1) = 1/999. Peluang akan semakin besar jika apa yang telah diambil tidak kembali. Jika ada yang diambil dianggap sah dan Jagi mengembalikannya. 91

BACA JUGA  Apa Arti Penting Lingkungan Bagi Manusia

Pengukuran dan Instrumen Penelitian Dalam penelitian kuantitatif, peneliti akan menggunakan instrumen untuk mengumpulkan data, namun dalam penelitian kualitatif-naturalistik peneliti menjadi instrumennya, karena dalam penelitian kualitatif peneliti adalah instrumen utama. Instrumen penelitian digunakan untuk mengukur nilai-nilai variabel yang diteliti. Dengan demikian, jumlah instrumen yang digunakan untuk penelitian akan bergantung pada jumlah variabel yang diteliti. Jika variabel penelitiannya lima, maka jumlah instrumen yang digunakan dalam penelitian juga lima. Beberapa alat penelitian ada yang standar, namun masih ada beberapa yang harus dikembangkan sendiri oleh peneliti. Karena instrumen laboratorium akan digunakan dalam pengukuran untuk menghasilkan data kuantitatif yang akurat, maka setiap instrumen harus memiliki skala. Di halaman-halaman ini, langkah-langkah berbeda akan diberikan. A. Macam-macam Pengukuran Skala merupakan suatu konvensi yang dijadikan acuan untuk menentukan panjang dan lebar selang waktu pada suatu alat ukur, sehingga pada saat alat ukur tersebut digunakan untuk mengukur menjadi kuantitatif. Misalnya timbangan emas sebagai alat untuk mengukur berat emas dibuat dengan timbangan mg dan digunakan untuk mengukur informasi kuantitatif tentang berat emas dalam satuan mg yang dihasilkan; Meteran ini dibuat dengan skala ROM sebagai alat pengukur panjang dan memberikan informasi panjang secara kuantitatif dalam satuan mrn. Dengan skala ini, nilai numerik variabel yang diukur dengan instrumen khusus dapat dinyatakan sehingga lebih akurat, efisien dan komunikatif. Misal emas beratnya 19 gram, beratnya 92 gram

100 kg zat besi, suhu tubuh manusia yang sehat adalah 37 derajat Celcius, IQ seseorang adalah 150. Selain itu, ketika mengukur perilaku, sikap sekelompok orang akan bergantung pada seberapa besar mereka menjadi bagian dari skala perilaku. Skala yang berbeda dapat berupa: skala nominal, skala reguler, skala interval dan skala rasio, skala nominal, reguler, interval dan data rasio akan ditemukan dalam skala ini (diberikan pada bab pertama). Skala perilaku berbeda yang dapat digunakan dalam penelitian administratif, pendidikan dan sosial adalah: 1. Skala Liket 2. Skala Guttman 3. Skala penilaian 4. Perbedaan makna. Kelima jenis skala ini, bila digunakan dalam pengukuran, menyediakan data interval atau rasio. Hal ini tergantung pada area pengukuran. 1. Skala Likert Skala likert digunakan untuk mengukur sikap, pendapat dan pendapat seseorang atau sekelompok orang mengenai peristiwa sosial. Dalam penelitian, fenomena sosial tersebut ditentukan secara khusus oleh peneliti, yang kemudian disebut sebagai variabel penelitian. Dengan skala likert, variabel-variabel yang diukur dijabarkan ke dalam indikator-indikator variabel. Isyarat-isyarat ini kemudian digunakan sebagai titik awal pengumpulan item instrumen yang dapat berupa pernyataan atau pertanyaan. Respon setiap instrumen dinilai dari yang paling positif hingga paling negatif dengan menggunakan skala Likert, yang dapat dinyatakan antara lain: a. Sangat setuju. selalu b. setujub. sering c. mencurigakan c. Terkadang d. Konflik d. tidak pernah dan Tidak setuju sepenuhnya. Sangat positif. sangat bagusb. positifb. Benar c. negatif c. Tidak bagus, sangat negatif. sangat menyakitkan Untuk analisis kuantitatif, jawabannya dapat diberi skor, misalnya: 93

BACA JUGA  Tari Seudati Berasal Dari Daerah

Prognostic Assessment Of Patients With Acute Myocardial Infarction Treated With Primary Angioplasty

25) atau 65% karyawan yang memberikan tanggapan setuju dan sangat setuju. Hasilnya adalah sebagian besar karyawan menyetujui cara kerja yang baru. Data interval juga dapat dianalisis dengan menghitung rata-rata skor jawaban masing-masing responden. Berdasarkan skor yang telah ditentukan maka dapat dihitung sebagai berikut. 94

Untuk 25 responden SS = 25 x 5 = 125 Jumlah nilai untuk 40 responden SS 40 x 4 160 Jumlah nilai untuk 5 responden RG 5 x 3 15 Untuk 20 orang Jumlah nilai Jawaban TS 20 x 2 20 Jumlah nilai untuk 10 orang menjawab STS 10 x 1 10 Jumlah tidak. Total nilai 350 untuk semua bagian (Standar) = 5 x 100 = 500 (Jika semua menjawab SS ). Total skor yang diperoleh dalam penelitian = 350. Jadi, berdasarkan data tersebut, tingkat penerimaan cara kerja baru = (350:500) x 100% = 70% dari yang diharapkan (100%) akan konstan. Diuraikan sebagai berikut: STS I TS I RG ST SS I I I I 100 200 300 350 400 500 ladi Menurut data yang diperoleh dari 100 responden.

Harry styles, harry kane, harry pother, tabel nomogram harry king, lego harry, harry potter, harry poter, prince harry, tabel nomogram, nomogram, harry, harry potters

Tags:

Share:

Related Post

Leave a Comment