crossorigin="anonymous"> Orang Yang Melakukan Reportase Adalah - Edukasinewss.com

Orang Yang Melakukan Reportase Adalah

Orang Yang Melakukan Reportase Adalah – Pembaca atau pendengar sering menginginkan penjelasan mengapa kejahatan terjadi. Mereka berkata, “Bisakah ini terjadi pada saya?” – mereka bertanya. Mungkin mereka ingin tahu agar hal serupa tidak terjadi pada mereka. Pembaca dan pendengar perlu mengetahui bagaimana hukum dilanggar, dan bagaimana pelanggar hukum ditangkap dan dihukum. Ini membantu mereka memahami masalah hukum dan apa hukuman bagi mereka yang melanggarnya. Kebanyakan orang mematuhi hukum, dan berita kriminal adalah peristiwa yang tidak biasa (salah satu kriteria berita).

3 Pelaporan kejahatan jenis baru: Pelaporan kejahatan harus selalu up-to-date. Karena berita kriminal menjadi cepat tua. Akal sehat: Di sebagian besar komunitas, pembunuhan atau perampokan bersenjata bukanlah kejadian sehari-hari, jadi ini layak diberitakan. Menarik atau penting: Beberapa warga negara yang taat hukum tertarik pada orang yang melanggar hukum dengan cara yang serius atau tidak biasa. Kejahatan umum dapat menjadi signifikan dalam hak mereka sendiri ketika ditempatkan dalam konteks. Tentang orang: Kejahatan melibatkan orang sebagai pelaku dan korban.

Orang Yang Melakukan Reportase Adalah

4 Nilai berita yang serius: Kejahatan yang lebih serius biasanya memiliki nilai berita. Kejahatan Fantastis: Kejahatan Luar Biasa Berusaha untuk Inovasi. Ukuran Komunitas: Kejahatan biasanya lebih lazim di komunitas kecil. Jika Anda seorang reporter surat kabar di kota besar, pembajakan mobil sederhana mungkin tidak layak diberitakan. Jika Anda seorang jurnalis di komunitas kecil, pencurian mobil mungkin menjadi berita terbesar. Identitas penjahat dan korban: Kejahatan menjadi layak diberitakan ketika orang-orang yang layak diberitakan terlibat. Seseorang yang turun ke jalan mungkin tidak akan menjadi berita besar, tetapi jika orang itu adalah bupati, itu akan sangat layak diberitakan. Penipuan menjadi lebih penting ketika politisi terkemuka terlibat.

Demo Ricuh Omnibus Law, 28 Orang Ditahan Polda Metro

5 Sumber informasi Untuk mengurangi risiko ketidakakuratan, cobalah untuk mendapatkan informasi dari berbagai sumber sebanyak mungkin. Cobalah untuk mewawancarai para korban. Jika tidak ada korban, coba saudara atau teman Anda. Akses TKP sehingga Anda dapat menambahkan detail penting ke cerita Anda atau mencetak foto. Menonton TKP membantu Anda memvisualisasikan peristiwa.

6 Sumber Daya Anda juga harus memberikan informasi dasar untuk membantu orang memahami apa yang terjadi atau konsekuensi dari kejahatan tersebut. Anda dapat menghubungi sumber independen, meskipun mereka tidak mengetahui tentang kejahatan itu sendiri. Misalnya, seorang psikolog dapat menafsirkan TKP. Setelah mengumpulkan semua informasi, itu harus diatur dengan hati-hati. Tinjau informasi yang dipertanyakan atau bertentangan dan informasi apa yang dibutuhkan. Tentukan fakta mana yang benar dan mana yang salah. Meskipun laporan polisi biasanya cukup akurat, laporan tersebut jarang dapat diandalkan, jadi Anda mungkin ingin memeriksa beberapa di antaranya.

Kejahatan: Mengapa polisi menyelidiki kejahatan? Korban dan tersangka: dapatkan informasi sebanyak mungkin, termasuk nama, umur dan alamat (walaupun tidak selalu sebelum dipublikasikan), pekerjaan, dll. Dapatkan detail setiap saksi yang dapat Anda ajak bicara. Keadaan Mendesak: Mungkin ada beberapa keadaan khusus yang menimbulkan kejahatan. Misalnya, suatu jabatan tertentu dapat dibagi untuk kelima kalinya dalam satu bulan; atau pemiliknya adalah pegawai negeri.

Kutipan dan Relevansi: Informasi yang Anda kumpulkan harus selalu berfokus pada keaslian. Karena jika tidak benar, Anda tidak hanya mempertaruhkan tanggung jawab hukum, tetapi juga reputasi Anda. Periksa kembali apakah Anda memahami apa yang Anda pelajari dan simpan catatan yang akurat. Jika ragu dengan informasi yang diberikan sebelumnya, periksa dengan sumber lain. Anda juga dapat menggunakan buku referensi, kartu atau folder. Jika polisi mengatakan kantor pusat perusahaan ada di Jalan Manga, Anda bisa mencarinya di buku telepon dll. harus konfirmasi.

Dua Hari Tes Massal, Tim Covid 19 Hunter Jatim Berhasil Rapid Test 1.279 Pdp Dan Otg, Dapati 82 Orang Reaktif

Wartawan kejahatan menghadapi sejumlah tantangan etis dalam pekerjaan mereka. Mungkin tantangan terbesar adalah mengingat posisi mereka dalam kaitannya dengan polisi, penjahat, dan publik.

10 Loyalitas yang Terbagi Sebagai seorang jurnalis, komitmen yang paling penting adalah menyampaikan kebenaran kepada publik. Namun terkadang polisi ingin Anda menyembunyikan atau mengubah kebenaran untuk membantu menangkap penjahat. Misalnya, mereka meminta Anda untuk tidak menerbitkan atau menyiarkan berita tentang pembunuhan karena mereka yakin kerahasiaan akan membantu menangkap tersangka tertentu. Anda seharusnya tidak mengambil keputusan seperti itu dengan enteng. Selalu tanyakan editor berita Anda sebelum menutup transaksi.

11 Kejahatan Peniru Ada perdebatan panjang tentang kejahatan peniru: apakah orang melakukan kejahatan karena mereka melihatnya di media? Karena ada kejahatan tertentu yang diperlihatkan untuk dilihat, didengar atau dibaca orang. Meskipun media tidak mendorong orang untuk melakukan kejahatan, mereka sering menunjukkan bagaimana hal itu dapat dilakukan. Anda harus menulis ini untuk memberi tahu publik dan membantu mereka memahami mengapa hal itu terjadi, tetapi Anda tidak boleh mendorong kejahatan peniru.

Pemberitaan kejahatan membutuhkan kepekaan khusus karena begitu mudahnya menyebarkan ketakutan. Anda harus selalu menyeimbangkan kebutuhan publik: informasi apa yang dibutuhkan atau tidak. Anda mungkin perlu memperingatkan mereka tentang pembunuh berantai, tetapi Anda harus sejelas mungkin. Jika polisi mengatakan bahwa pembunuhnya terlihat di provinsi utara, Anda akan mendesak orang-orang di provinsi utara untuk berhati-hati agar tidak mengkhawatirkan orang lain. Sebagai aturan umum, jika Anda berpegang pada fakta dan melaporkan secara akurat, Anda tidak akan dituduh khawatir dan menyebarkan rasa takut.

Muncul Varian Baru, Mahasiswa Kkn Melakukan Edukasi Pencegahan Penularan Covid 19 Varian Omicron

13 Nama-nama rilis Anda harus selalu memeriksa dengan polisi sebelum merilis nama-nama korban kejahatan, terutama jika korban sudah meninggal. Biasanya tugas polisi adalah memberi tahu kerabat korban terlebih dahulu agar tidak terlalu kaget.

Positif palsu Anda harus menghindari positif palsu. Anda aman jika Anda hanya melaporkan apa yang Anda ketahui dengan baik. Jika Anda mulai melompat ke kesimpulan Anda, Anda akan mendapat masalah. Bayangkan Anda tiba di TKP. Mayat pria itu ditemukan di trotoar di bagian bawah gedung perkantoran berlantai sepuluh. Polisi memberi tahu Anda bahwa dia jatuh hingga tewas dari sebuah gedung. Apakah itu didorong? Apakah dia melompat? Apakah dia menutup jendela dan jatuh? Polisi juga mengatakan mereka menanyai pria yang bekerja dengan korban di lantai atas.

Praduga Tidak Bersalah Selalu uji informasi, laporkan secara seimbang, hindari mencampuradukkan fakta dan pendapat yang menghakimi, dan gunakan praduga tidak bersalah.

16 De-identifikasi Kegagalan untuk mengidentifikasi korban kejahatan tidak senonoh dan de-identifikasi pelaku anak.

Plis Jawab Mau Di Kumpulin Cepat​

Untuk mengoperasikan situs web ini, kami mengumpulkan data pengguna dan membaginya dengan pemroses. Untuk menggunakan situs web ini, Anda harus menyetujui kebijakan privasi kami, termasuk kebijakan cookie kami.2 Masa Depan Media Philip Meyer (Koran yang Menghilang: Melestarikan Koran di Era Informasi): 2043 Media cetak mati di seluruh Amerika. Rupert Murdoch: Apakah anak di bawah 30 tahun melihat iklan baris di surat kabar? Iklan baris dulu sungai emas, sekarang sungai mengering. Dirilis oleh Kedutaan Besar AS (23/23 2008): “Diproyeksikan terjadi penurunan tajam dalam jumlah besar AS. Pembaca Gazeta-Yash mendapatkan berita mereka dari Internet. Konten memperkirakan bahwa dalam 20 tahun, semua kecuali 4 surat kabar utama AS akan online. The New York Times, The Washington Post, USA Today dan The Wall Street Journal.

Dalam 20 tahun terakhir, pembaca surat kabar (keterbacaan) di Amerika Serikat telah menurun sebesar 40%. Pada tahun 1991, 70 persen pemirsa menonton berita di televisi, sekarang menjadi sekitar 50 persen. Pendapatan iklan bahkan turun lebih banyak dari pemirsa. Usia rata-rata pembaca surat kabar di Amerika Serikat adalah 54 tahun.

Pada tahun 2011, jumlah surat kabar harian di Amerika Serikat adalah 1.382, naik dari 1.382 pada tahun 1985. Biaya iklan surat kabar juga turun tajam. Menurut eMarketer, belanja iklan surat kabar akan mencapai $16,4 miliar pada tahun 2016, turun dari hampir $4 miliar pada tahun 2011. Di sisi lain, jumlah majalah meningkat. Pada tahun 2011, 7.179 majalah diterbitkan, dibandingkan tahun 2002 saja. Namun, biaya iklan juga turun. Penurunan pada tahun 2011 menjadi $100 juta. (Sumber: Statista)

5d Sebaliknya, 90 persen warga AS sekarang menggunakan berita, Twitter, Facebook, Vine, Tumblr, dll. melalui media sosial seperti Pada 2012, 70 persen warga AS terhubung ke Internet, dan 82 persen menerima berita melalui ponsel. Di AS, masyarakat, khususnya generasi muda, menggunakan Twitter sebagai sumber berita. Para peneliti menulis rata-rata dua miliar tweet dalam dua setengah hari. Jumlah data digital telah berkembang menjadi 2,8 triliun gigabyte di seluruh dunia. (sumber: thenation.pk)

Bantuan Kesehatan Kepada Ibu Znv Di Cianjur

Laporan “Is America at a Digital Inflection Point?” (Jeffrey Cole) menulis bahwa umur media cetak di Amerika Serikat sekarang hanya lima tahun. Satu-satunya media cetak dan media ekstremis kecil yang bertahan. Surat kabar utama yang selamat adalah The New York Times, The Washington Post, The Wall Street Journal, dan USA Today. Di saat ekstrim lainnya, surat kabar lokal/regional akan tetap bertahan. Komputer desktop akan mati dan digantikan oleh tablet/smartphone.

32 Vatan Basma Media pada tahun ke-32 Orde Baru; hanya ada 289 media cetak, enam saluran TV, dan 740 stasiun radio. Setahun setelah reformasi, jumlah penerbitan di media cetak meningkat (enam kali lipat). Oleh karena itu, setahun setelah reformasi, lahirlah media cetak baru sebanyak 140 per bulan atau lima media per hari. (Direktorat Pengembangan Media: 1999)

9 Hanya Tuhan Yang Tahu Pengumpulan Data Dewan Pers Jurnalis Indonesia: Salinan dan Nomor 2006: 851 Media (SKH 284, SKM 327, Majalah 237, Buletin 3). Kebocoran data 1999: 4,7 juta mantan media tewas, jurnalis dipecat, tidak ada data tersedia

10 Tidak. Surat Kabar Beredar (Ribuan) 1 Kompas Jawa Pos Suara Pembaruan Media Indonesia Surat Kabar Tempo Republika Rakyat Merdeka Pos Kota Ide Suara Merdeka Kedaulatan Rakyat 159 Sumber: Asmono Wikan, sunting

Jual Cuci Gudang Buku Arief Effect Paling Murah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *