Patrap Tegese

administrator

0 Comment

Link

Patrap Tegese – Sikap atau cara orang berdiri, duduk, berbicara (berbicara), berjalan dapat menjadi suatu titik, seperti jiwa dan kepribadian seseorang.

Jika seseorang mempunyai semangat dan rasa percaya diri yang tinggi, maka postur berdiri, duduk, bermain catur, berjalan, dan sebagainya, akan berbeda dengan postur tubuh orang yang lemah, kurang percaya diri dan tidak berani.

Patrap Tegese

Dulu, saat kita berbicara dengan seseorang yang kita hormati, suara kita harus pelan, hampir tidak terdengar. Karena orang berbicara dengan suara yang lebih pelan menurut pendapat pada saat itu, dianggap lebih baik hati, lebih sopan.

Tolong Bantuin 7 10 Pliis​

Namun sekarang, berdirilah dan bicaralah (chaturan) dengan suara yang lembut, suara yang lembut, suara yang kuat dan enak didengar, bukan sikap yang kasar. Bahkan menimbulkan rasa simpati dan dapat mendisiplinkan diri.

Yang diharapkan adalah postur tubuh yang tegak, disini bukan postur tubuh yang kaku seperti patung, namun terkadang disertai dengan sikap yang menyenangkan.

Jika Anda sedang duduk di gereja atau di kantor dan seseorang mendekati Anda, Anda harus berdiri: terima salam.

Jika Anda akan menonton film, bioskop atau acara lainnya, jangan membuat kebisingan yang mengganggu kesenangan orang lain. Ingatlah bahwa orang lain yang menonton terkejut dengan apa yang mereka lihat dan dengar.

Sherinna Mega: Kawruh Sesorah

Jika Anda duduk di kursi sebelah, jika ada yang datang, jangan segan-segan menyingkir dengan menarik kaki ke belakang. Sebaliknya jika lewat sendiri, sebelum berpapasan dengan orang yang duduk lebih dulu, harus berjalan ke arah yang benar agar tidak menginjak kaki mereka, namun alangkah baiknya jika mengatakan: “Saya. Maaf”.

Sebelum Anda duduk, sebaiknya periksa apakah kursi yang ingin Anda duduki itu asli. Jadi jangan salah. Karena kalau salah joknya kurang pas, dan kalau dipindah sayang.

BACA JUGA  Penjiwaan Tari Gambyong Adalah

Duduk di gerbong, trem, harus mempertimbangkan kebutuhan penumpang lain. Oleh karena itu, tempat duduk untuk dua orang tidak boleh dihormati atau digunakan untuk berbelanja.

Orang yang berpindah dari posisi duduknya untuk beberapa saat dapat tiba-tiba, sambil berbelok ke kiri ke kanan atau ke belakang, dapat melukai orang lain.

Wong Jawa Hamba Sastra

Oleh karena itu dimanapun kita berada, kita harus menjaga sikap dan perilaku kita, jangan sampai mengganggu orang lain, tidak mengganggu kebahagiaan atau kebebasan orang lain.

Tegese pawarta, ana gula ana semut tegese, tegese tembang pangkur, tegese, gawok tegese, wasis tegese, pawiyatan tegese, gegayuhan tegese, patrap kunci, tumpeng tegese, patrap banyuwangi, patrap

Tags:

Share:

Related Post

Leave a Comment