Pengertian Muhadhoroh

syarief

0 Comment

Link

Pengertian Muhadhoroh – MUHADHARAH DAN PENGARUHNYA Ayusfriadi (49) dalam #kehidupan • 5 tahun yang lalu sumber gambar Muhadharah (ceramah) adalah metode mengajar atau dikenal juga dengan metode ceramah, yang merupakan metode tertua yang banyak digunakan dalam berbagai situasi. Selain sering digunakan, metode muhadharah (ceramah) ini juga paling sering dikritik. Kritik tersebut begitu keras sehingga para pengkritik menilai metode muhadharah (ceramah) tidak efektif digunakan dalam dunia dakwah karena hampir tidak pernah memberikan jawaban konkrit atas permasalahan yang dihadapi umat manusia. Dalam Al-Qur’an surat An-Nahl ayat 125 sebenarnya dikatakan untuk menerapkan cara atau metode mau’izhoh hasanah dengan cara yang baik, yaitu, “Panggil (manusia) kepada Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan berdebatlah dengan mereka. .dengan cara yang baik Sesungguhnya Tuhanmu lah yang lebih mengetahui orang-orang yang menyimpang dari jalan-Nya, dan Dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang diberi petunjuk.(QS. An-Nahl, 125) Oleh karena itu dapat disimpulkan bahwa Al-Quran menganjurkan penggunaan metode muhadharah (ceramah) tersebut, berdasarkan anjuran penggunaan yang baik, yang berarti Al-Quran menolak aspek negatifnya.Selain itu, metode muhadharah (ceramah) merupakan metode yang banyak digunakan dalam dunia pengajaran dan Metode muhadharah (ceramah) yang digunakan dalam upaya dakwah ini mempunyai beberapa kelemahan yang harus dihindari dan diatasi agar dakwah kita yang menggunakan metode muhadharah (ceramah) tersebut dapat berhasil. dapat dibagi menjadi beberapa jenis antara lain : pidato politik, pidato hukum, pidato militer, pidato penerimaan, pidato keagamaan dan disini kita batasi pembahasannya pada bagian terakhir yaitu. pidato keagamaan, yang didasarkan pada pidato. tentang agama dari segi isi dan materialitasnya. Dalam pengertian dakwah, baik secara linguistik maupun terminologi, dakwah adalah suatu upaya dalam rangka proses Islamisasi umat untuk menaati dan terus mengikuti ajaran Islam guna memperoleh kebahagiaan hidup di dunia dan di akhirat Padahal fungsinya untuk menyampaikan ajaran Islam yang diturunkan Allah SWT kepada Nabi SAW kepada umat manusia di seluruh dunia. Masyarakat sebagai objek dakwah atau tujuan dakwah merupakan unsur penting dakwah yang tidak kalah peranannya dengan unsur dakwah lainnya. Oleh karena itu, masalah ini harus diselidiki sebaik mungkin. Oleh karena itu, untuk berdakwah, para da’i atau da’i hendaknya membekali diri dengan ilmu dan pengalaman tertentu yang berkaitan erat dengan permasalahan masyarakat. Muhadharah (ceramah) merupakan salah satu metode dakwah yang sering digunakan di masyarakat. Metode muhadharah (ceramah) ini tergolong metode tradisional dan metode muhadharah (ceramah) ini bersifat multivalen, yaitu metode yang digunakan untuk mencapai suatu hasil atau tujuan. Hasil atau tujuannya adalah terwujudnya amar ma’ruf perbaikan dan pembangunan masyarakat. Realitas Dakwah dan Muhadharah di Aceh Terletak di ujung Pulau Sumatera, Aceh merupakan wilayah paling utara dan paling barat kepulauan Indonesia, secara geografis merupakan pintu masuk nusantara dari lokasi paling baratnya. Oleh karena itu, Aceh memiliki akses langsung terhadap dunia luar dari dulu hingga saat ini dan menjadikan Aceh sebagai Islamic Center pertama yang memberikan pengaruh besar dalam penyebaran Islam di seluruh masyarakat nusantara. Kuatnya pengaruh Islam berarti pola pikir, sikap dan perilaku masyarakat Aceh dalam kehidupan sehari-hari sedapat mungkin disesuaikan dengan prinsip-prinsip Islam. Di sisi lain, mereka juga menyesuaikan praktik keagamaan dengan tradisi dan adat istiadat yang berlaku. Dampaknya terlihat pada kehidupan sosial budaya masyarakat yang mencakup berbagai unsur yang diwarnai oleh ajaran Islam. Akibatnya, budaya dan agama menjadi begitu saling terkait sehingga sulit untuk diatur dan dipisahkan. Hal ini tercermin dari ungkapan Acene yang sangat populer “Adat ngon hukom hanjeut cree lagee zat ngon sifeut”, yang berarti adat istiadat dan hukum Islam tidak dapat dipisahkan, begitu pula unsur-unsur dan ciri-cirinya. Di sini, prinsip-prinsip Islam merupakan bagian dari adat atau telah dianut. Pertemuan edukatif biasanya merupakan suatu bentuk pembelajaran yang dilakukan dalam suatu forum pertemuan. Majlis artinya tempat dan ta’lim artinya pembelajaran. Oleh karena itu dapat dikatakan bahwa majlis-ta’lim adalah suatu forum (halaqah) atau kelompok belajar yang tergolong dalam pola pendidikan dengan peserta dari segala usia, laki-laki dan perempuan. Di beberapa komunitas, dewan guru dikhususkan untuk ibu-ibu, dimana wadah pendidikan ini menjadi model pendidikan Islam dalam bentuk halaqah, yang pesertanya biasanya remaja dan dewasa dan didominasi oleh perempuan atau “ibu-ibu”. Pendidikan jenis ini berlangsung di masyarakat sebagai langkah awal anak-anaknya sebelum melanjutkan ke jenjang pendidikan berikutnya.Guru adalah orang tua atau guru yang mempunyai kompetensi pendidikan di bidang agama. Kemudian menuju tingkat atas menggunakan Rangkang (ruang publisitas) dan meunasah serta sudut-sudut masjid. Selain itu, lembaga Dayah merupakan lembaga pendidikan nonformal yang diakui unik di masyarakat dan merupakan model pendidikan yang mapan. Dalam pembelajaran yang termasuk dalam dimensi dakwah, dalam konteks ini metode yang dominan adalah muhadharah (ceramah), yaitu siswa mendiskusikan materi dengan menggunakan buku-buku yang digunakan sesuai dengan tingkat belajarnya. Lingkungan pendidikan yang digambarkan oleh Teungku Lam Rukam dalam Hikayat Pocut Muhammad yang dikutip oleh Nazli Ismail sebagai berikut: Oh sare trok bak meunasah, Geutamong leupah sigra-sigra Murid teungku na nam reutoh, Sare reuyoh subra donya Na nyang ladom beuet Quruan, Ladon Tuan Masaila. Ladom dibeut Jarumiah, Jipinah matan Fatihah Ladom jibeut kitab jawoe, Ladom laloe bak poh cakra Muhadharah Dayah Mudi Kegiatan pelatihan Amika Da’i Dayah Mudi Mesjid Raya khususnya yang merupakan guru atau lulusan Dayah tetap yang tinggal di kecamatan Samalanga dan juga ikut serta Komunitas Komunitas juga berperan sebagai pemimpin dalam pemenuhan misi dakwah. Lulusan Dayah adalah ureueng nyang meuphom agama yang misinya mencerahkan umat. Dengan pendekatan ini, da’i muhadharah melanjutkan upaya dakwah dan profesinya dengan memberikan pembinaan kepada masyarakat, khususnya di kecamatan Samalanga, ada yang menjadi guru/pemimpin majelis pengajaran Al-Quran dan khatib. , pendakwah tradisional dan disebut teungku, dalam artian orang yang telah mempunyai ilmu agama dan dapat menularkannya kepada orang lain disebut guree seumeubeut (guru), dan sekembalinya ke desa dapat menunaikan perintah abon untuk mendirikan Bale . seumeubeut dalam arti harfiahnya, sebagai tempat pencerahan dan bimbingan bagi umat manusia. Beberapa lulusannya, selain menjadi pengajar tetap di Dayah, juga menjadi pengajar dan pengajar di Perguruan Tinggi Islam Al-Aziziyah dan juga memimpin beberapa pengajian. Untuk lebih jelasnya mengenai kegiatan muhadharah yang dilakukan oleh para khatib Mudi Masjid Raya di masyarakat Samalanga, lihat Bab IV tentang peran khatib di masyarakat Samalanga. Terdapat beberapa kegiatan muhadharah yang penulis amati di beberapa tempat, uraiannya sebagai berikut: 2.1. Khutbah Jumat tanggal 4 Juli 2008 atau 1 Rajab 1429 H merupakan hari Jumat dimana seluruh umat Islam yang benar-benar mengamalkan ajarannya akan mengikuti prosesi shalat Jumat. Sejak pagi, tidak sedikit masyarakat yang beraktivitas jauh dari kampungnya, mengingat jika menyangkut salat Jumat, menuju ke sana tidaklah sulit. Ketika waktu zuhur dan salat Jumat sudah bisa dilaksanakan, masyarakat berkumpul di masjid. Bahkan ada juga yang lebih cepat sampai ke masjid dan menunaikan berbagai salat yang diselenggarakan sesuai agamanya. Khatib yang dilantik lebih awal, maju ke mimbar dan menyampaikan khotbah/pidatonya. Topik ceramah yang disampaikan oleh khatib adalah Nilai Doa dalam Kehidupan. Berikut ringkasan pidatonya yang dapat penulis kutip: Islam adalah agama untuk semua (rahmatan lil’alamin). Orang yang memahami Islam dan mengamalkan Islam, jika mau menerimanya dengan hati nurani yang bersih, tentu akan mengatakan bahwa Islam adalah agama yang mampu menyikapi seluruh aspek kehidupan manusia, kecuali nilai-nilai Islam yang kesemuanya itu bermuara pada kesempurnaan hidup. peradaban manusia menuju kesempurnaan Salah satu ajaran Islam dan inilah ajaran utama (pilar utama) – doa. Doa merupakan tanggung jawab individu dan harus dipanjatkan secara terus menerus dan konsisten setiap hari. Ada beberapa nilai yang terkandung dalam doa yang dapat dijadikan pola sikap dan perilaku dalam kehidupan manusia pada umumnya. Nilai-nilai tersebut antara lain: Sholat wajib dilakukan dalam jumlah rakaat tertentu, kecuali pada waktu-waktu tertentu dapat dikurangi. Inilah nilai yang membuat setiap orang dalam shalat akan jujur ​​dalam menunaikan jumlah rakaat yang diwajibkan. Meski setiap hari setiap orang suka berbohong, namun saat shalat ia pasti ikhlas dan tidak ada yang berani meremehkannya. Jika seseorang mengapresiasi nilai tersebut, maka dalam kehidupan sehari-hari ia akan bersikap jujur, transparan dan bertanggung jawab terhadap segala bidang dan permasalahan yang ditanganinya, tidak akan terjadi korupsi, penipuan dan penyalahgunaan jabatan. Kami sangat menganjurkan Anda untuk beribadah bersama (di gereja). Hal ini menjadi tanda bahwa persatuan dalam segala urusan kehidupan memegang peranan penting dan menentukan kemajuan yang dicapai. Jika setiap umat Islam menerapkan nilai ini dalam kehidupan, tentu akan banyak kontribusinya bagi umat lainnya untuk senantiasa bersatu dan menjalin persaudaraan antar umat. Demikian pula dalam shalat, jika imam shalat melakukan kesalahan dan kesalahan gerakan dan bacaannya, maka pengikutnya (makmum) berhak menegurnya menurut tata cara dan waktu yang ditentukan. Hal ini juga mempunyai nilai yang besar bagi kehidupan manusia dalam bermasyarakat, dimana para pemimpin dalam masyarakat baik kecil maupun besar, antara pemimpin dan rakyat mempunyai hak dan tanggung jawabnya masing-masing. Pemimpin, ketika anggota masyarakat yang tidak pantas memarahi dan mengingatkan, dan kepada mereka yang melakukan kesalahan dan membutuhkan bimbingan, pemimpin harus memberikan solusi yang konkrit.

BACA JUGA  Apa Manfaat Sikap Tersebut

Contoh muhadhoroh singkat, pembukaan muhadhoroh, mc muhadhoroh, contoh muhadhoroh, pidato muhadhoroh singkat, muhadhoroh singkat, muhadhoroh, teks mc muhadhoroh, teks muhadhoroh bahasa arab, dekorasi panggung muhadhoroh, pidato muhadhoroh, muhadhoroh bahasa indonesia

Tags:

Share:

Related Post

Leave a Comment