Perjanjian Antara Portugis Dengan Kerajaan Pajajaran

administrator

0 Comment

Link

Perjanjian Antara Portugis Dengan Kerajaan Pajajaran

Perjanjian Antara Portugis Dengan Kerajaan Pajajaran

Pada tahun 1522, Portugis menjalin hubungan diplomatik dengan Kerajaan Pajajaran, sebuah kerajaan Hindu-Buddha yang berpusat di Jawa Barat. Perjanjian antara Portugis dengan Kerajaan Pajajaran ditandatangani pada tanggal 21 Agustus 1522. Perjanjian ini mengatur tentang perdagangan dan hubungan persahabatan antara kedua belah pihak.

Perjanjian ini ditandatangani oleh Francisco Serrão, seorang pedagang Portugis, dan Prabu Surawisesa, penguasa Kerajaan Pajajaran. Perjanjian ini berisi beberapa ketentuan, di antaranya:

  • Portugis diizinkan untuk mendirikan kantor dagang di pelabuhan Sunda Kelapa, ibu kota Kerajaan Pajajaran.
  • Portugis diizinkan untuk berdagang dengan pedagang-pedagang Pajajaran.
  • Portugis diizinkan untuk menyebarkan agama Kristen di wilayah Kerajaan Pajajaran.
  • Kerajaan Pajajaran diizinkan untuk membeli senjata dan amunisi dari Portugis.

Perjanjian ini sangat bermanfaat bagi kedua belah pihak. Portugis memperoleh akses ke pasar rempah-rempah di Jawa, sementara Kerajaan Pajajaran memperoleh akses ke senjata dan amunisi yang dibutuhkan untuk mempertahankan diri dari serangan musuh-musuhnya.

Perjanjian antara Portugis dengan Kerajaan Pajajaran berlangsung selama beberapa tahun. Namun, perjanjian ini berakhir pada tahun 1579, ketika Portugis diusir dari Sunda Kelapa oleh pasukan Kesultanan Banten.

Meskipun perjanjian ini sudah berakhir, namun hubungan antara Portugis dan Kerajaan Pajajaran tetap terjalin baik. Portugis terus menerus mengirimkan utusan ke Kerajaan Pajajaran, dan Kerajaan Pajajaran juga mengirimkan utusan ke Portugis. Hubungan baik antara kedua belah pihak ini berlangsung hingga Portugis meninggalkan Indonesia pada abad ke-17.

Perjanjian antara Portugis dengan Kerajaan Pajajaran merupakan salah satu contoh hubungan diplomatik antara kerajaan-kerajaan di Nusantara dengan bangsa Eropa. Perjanjian ini menunjukkan bahwa kerajaan-kerajaan di Nusantara pada masa lalu memiliki hubungan yang baik dengan bangsa Eropa, dan mereka juga dapat bekerja sama untuk saling menguntungkan.

BACA JUGA  Asal Daerah Tokoh Uang 100.000

Tags:

Share:

Related Post

Leave a Comment