Peta Konsep Semangat Kebangkitan Nasional Tahun 1908

administrator

0 Comment

Link

Peta Konsep Semangat Kebangkitan Nasional Tahun 1908 – TUJUAN PEMBELAJARAN Dengan mempelajari bab ini, Anda diharapkan mampu: mengidentifikasi peran kaum terpelajar dan para ahli dalam pembangunan kesadaran nasional Indonesia; mengidentifikasi peran media dalam pembangunan kesadaran nasional Indonesia.

Salah satu faktor bangkitnya nasionalisme adalah kesadaran akan kesetaraan politik yang disebabkan oleh penindasan atau penjajahan oleh bangsa lain atau penguasa yang otoriter. Menyikapi situasi ini, kaum terpelajar dan profesional Indonesia mulai memperjuangkan kemerdekaan Indonesia. Mereka mendirikan beberapa organisasi pergerakan nasional seperti Budi Utomo, Indische Partij, Persatuan Indonesia, Partai Nasional Indonesia dan Partai Komunis Indonesia.

Peta Konsep Semangat Kebangkitan Nasional Tahun 1908

Orang-orang terpelajar yang pertama kali memahami nasib bangsanya adalah para mahasiswa Sekolah Kedokteran Jawa (STOVIA) di Batavia. Mereka kemudian mendirikan organisasi bernama Boedi Oetomo (Putra Utomo).

Sd5ips Ips Endangsusilaningsih

5 E.F.E. DOUWES DEKKER E.F.E. Douwes Dekker, salah satu triumvir yang mendirikan Indische Partij. Triumvirat kedua adalah Dr. Tjipto Mangoenkoesoemo dan R.M. Soardi Soerjaningrat.

6 Depkes. HATTA Moh. Hatta adalah anggota Perhimpunan Indonesia yang secara terbuka menyerukan kemerdekaan Indonesia pada Kongres ke-6 Liga Demokrasi Internasional di Paris.

7 PERAN PERS Dalam sejarah dunia, pers telah memainkan peranan yang sangat penting dalam menggerakkan mobilitas suatu masyarakat atau suatu bangsa. Media mampu mempengaruhi opini publik atau opini publik untuk berpikir, bertindak atau bertindak sesuai dengan harapan. Hal itu juga dapat merangsang munculnya transformasi (perubahan) dalam masyarakat.

Perkembangan percetakan Indonesia dimulai pada abad ke-18. Saat itu muncul beberapa surat kabar berbahasa Belanda di Indonesia, seperti De Bataviase yang terbit pada tahun 1744. Baru pada awal abad ke-19 pers Indonesia mengalami perkembangan pesat. Hal ini dipengaruhi oleh pembangunan infrastruktur seperti kereta api, telepon, telegram, kantor pos, jalan tol yang cepat dan dapat diakses secara luas.

Peta Konsep Semangat Kebangkitan Nasional Tahun 1908​

Dalam sejarah pergerakan Indonesia, terdapat beberapa surat kabar yang sangat mempengaruhi tumbuhnya kesadaran berbangsa di Indonesia. Diantaranya adalah Indian Star dan Medan Prijaji. Beberapa wartawan nasional pada masa pergerakan nasional, antara lain Ki Hadjar Dewantar, R.M. Tirtohadisuryo, Abdoel Moeis, Abdul Rivai, Parada Harahap, Soeroen and R.M. Soeharjo Tjokrosiswoyo.

11 DE EXPRESS Dalam perkembangannya, organisasi-organisasi gerakan menerbitkan surat kabarnya sendiri. Salah satunya adalah De Express yang diterbitkan oleh Indische Partij.

12 RM. TIRTOHADISURYO R.M. Tirtohadisuryo salah satu tokoh media nasional. Dia adalah pemimpin redaksi Medan Prijaji, Soeloeh Keadilan dan Bintang Betawi.

Orang-orang terpelajar dan profesional adalah kelompok pertama bangsa Indonesia yang menyadari dan memahami permasalahan bangsanya. Selain memperjuangkan kemerdekaan bangsanya melalui berbagai organisasi politik, mereka menyadarkan masyarakat untuk bersatu melawan penjajah barat untuk mencapai Indonesia merdeka. Salah satu cara untuk mencapainya adalah melalui pendidikan. Dalam kaitannya dengan pembangunan kesadaran berbangsa, pers tidak hanya berperan penting sebagai pengemban (transfer) gagasan-gagasan kemerdekaan, tetapi juga sebagai sarana penting penyebarluasan kesadaran berbangsa.

BACA JUGA  Pertanyaan Tentang Non Blok

Memaknai Semangat Kejuangan Pemuda Dalam Perjuangan Kemerdekaan Republik

Agar situs web ini berfungsi, kami merekam data pengguna dan membaginya dengan pemroses. Untuk menggunakan situs ini, Anda harus menyetujui Kebijakan Privasi kami, termasuk Kebijakan Cookie kami Sistem Ekonomi Internasional Setelah Perang Dunia II  Liberalisme Indonesia dan Sosialisme-Komunisme  berusaha untuk meningkatkan kondisi ekonomi perekonomian Indonesia.

Sebagai seorang jurnalis Seperti Bung Karn, Bung Hatta percaya akan pentingnya peran media. Hanya sedikit orang yang tahu seberapa kuat senjata itu.

PENGERTIAN KOPERASI Koperasi adalah badan usaha atau organisasi sosial ekonomi yang dimiliki oleh sekelompok orang yang juga menjadi anggota koperasi.

EKONOMI POLITIK ORDE LAMA M. Husni Mubaraq, S.Sos.I, PETA Dari : 18 Agustus 1945 – 11 Maret 1967

Lk 4.3 Worksheet

KEWARGANEGARAAN Ary Handayani 1. Menggali Sumber Sosiologis dan Politik pada Pendidikan Kewarganegaraan di Indonesia Membangun Argumen Dinamika.

ORGANISASI GERAKAN NASIONAL CIRI-CIRI PERJUANGAN SETELAH TAHUN 1908 PERKEMBANGAN PERGERAKAN NASIONAL INDONESIA Faktor Internal Faktor Eksternal Masa Kelangsungan Hidup Politik Masa Nasionalisme Masa Radikal Masa Awal Perkembangan PI Baru PNI PKI Budi Utomo Partindo TamSis Gapi PNI IP SI Parindra Gerakan Perempuan Pemuda Muhammadiyah

A. KARAKTERISTIK PERJUANGAN BANGSA INDONESIA MELAWAN KOLONIALISME SETELAH TAHUN 1907 Tidak Sebelum Tahun 1908 Sesudah Tahun 1908 1 Dipimpin oleh seorang raja/bangsawan/pemuka agama Dipimpin dan dipimpin oleh orang-orang terpelajar 2 Bersifat kedaerahan (lokal) Nasional dan adanya kerjasama antar daerah 3 Fisik di sifat > gunakan senjata Diplomasi > media massa, negosiasi, lobi, pemogokan, dll. 4 Fokus pada pemimpin karismatik Memiliki organisasi memungkinkan regenerasi 5 Sifat reaktif atau spontan Visi yang jelas  Indonesia Mandiri

NASIONAL 1908  Pax Netherlandica terwujud Kesatuan politik, hukum dan pemerintahan di bawah penyatuan kolonial Belanda = Rasa kebersamaan  Kesadaran nasional Hubungan ilmuwan dari berbagai daerah melalui pendidikan

Kelompok Implementasi Ub D

PERJUANGAN MELALUI SALURAN ORGANISASI Alasan: Kesadaran bahwa bangsa Indonesia tidak mampu menandingi organisasi keuangan, persenjataan, politik dan militer Belanda.

VISI DAN MISI INDONESIA MERDEKA Organisasi awal berkaitan dengan bidang sosial, budaya dan ekonomi. Berkembang dalam politik dengan tujuan KEMERDEKAAN

Gagasan, pemikiran, motif, kesadaran FAKTOR INTERNAL GERAKAN NASIONAL gagasan, pemikiran, motif, kesadaran Nasionalisme Javaansch >> Nasionalisme Indisch >> Nasionalisme Indonesia Kondisi sosial, politik, budaya dan ekonomi yang sulit akibat penjajahan (kolonialisme) Munculnya orang-orang terpelajar >> Etika politik Menumbuhkan kenangan masa lalu kejayaan bangsa Pers membawa kemajuan modernisme dan reformasi Islam

BACA JUGA  Wawaran Luang

EKONOMI Nasionalisme >> reaksi terhadap sistem eksploitatif Bentuk: Upah rendah, pajak tinggi, kerja paksa, komersialisasi, Solidaritas >> Terbentuk dari reaksi terhadap bangsa asing menciptakan SOSIAL Kepentingan sosial dalam pemerintahan kolonial Membangun kekuatan sosial Meningkatkan diferensiasi sosial  aristokrasi (moderat ), intelektual kelompok, kelompok proletar, kelompok kelas menengah, kelompok pegawai negeri (pro-Belanda) Konteks 

Peta Konsep Dari Esensi Dan Urgensi Identitas Nasional Sebagai Salah Satu Determinan Pembangunan Bangsa Dan Karakter

BUDAYA POLITIK Perubahan paradigma Mengapa??  Pooling of income di antara kelompok konservatif: budaya lama (pribumi/Jawa) digunakan sebagai dasar unifikasi Progresif: menolak budaya Jawa dan ingin merangkul budaya barat (ilmu dan teknologi) Budaya bersifat dinamis, tidak statis Politik dilakukan untuk melindungi kepentingan di negara-negara kolonial. Organisasi politik dilarang  Aspirasi politik  disalurkan melalui Volksraad (Dewan Rakyat) daerah nasional Volksraad penyadaran pengalaman kerjasama

“Een Eereschlud __Tugas kehormatan” 1. Kebijakan etis C. Th. Van Deventer “Een Eereschlud __The Duty of Honor” Belanda mengeksploitasi tanah jajahannya untuk mengembangkan tanahnya dan menghasilkan keuntungan besar. Ratu Wilhelmina mengeluarkan kebijakan baru >> KEBIJAKAN ETIKA Pendidikan Emigrasi Irigasi

Mobilisasi sosial, intelektual bumiputra “nou priyayi” Pembangunan infrastruktur: kereta api, trem listrik, irigasi Irigasi Emigrasi Perkebunan Pendidikan Tenaga kerja murah (kuli) Tenaga ahli mobilisasi sosial murah, intelektual bumiputra “nou priyayi”

2. Percetakan Menghadirkan Kemajuan Penerbitan Surat Kabar Berbahasa Melayu Rakyat Indo di Percetakan: H.C.O. Clocker Brousson dari Bintang Indies E.F. Wigger Bintang Baru G. Francis dari Berita Betawi

Peran Pelajar, Mahasiswa Dan Pemuda Dalam Politik

Earth of Butter Press R.M. Tirtoadisuryo F.D.J. Pangeran R.M. Tumenggung Kusum Utaya oleh Ilmoe Tani, Berita Dagang dan Prijaji R. Dirtjoatmojo oleh “Djawi Kanda” Dr. Wahidin Sudirahusada dari “Retnodhemillah”

Wartawan Bumi Putera Sumbangsih >> artikel, komentar dan ungkapan solidaritas dalam surat kepada pembaca di media cetak Keunggulan >> Akses informasi yang mudah Majalah Insulinde >> Kemajuan dan zaman modern Kota Padang Santri dan guru sekolah raja (Kweekschool) Bukit Tinggi Kemenangan Jepang “negara kecil” mengalahkan Cina “besar”.

3. Modernisme Islam Modernisme >> cara berpikir dengan peradaban Barat yang menyerukan upaya mengejar ketinggalan dengan mencari landasan etis dalam Islam untuk kebangkitan politik dan budaya. Reformasi >> pembaharuan melalui pemurnian iman

FAKTOR EKSTERNAL Keberhasilan pergerakan nasional di negara-negara lain di Asia dan Afrika Kemenangan Jepang atas Rusia dalam perang tahun 1905 Masuk dan berkembangnya ide-ide baru dari Eropa dan Amerika >> liberalisme, demokrasi dan nasionalisme

Materi Pkn Kelas Viii

BUDI UTOMO (BU) Didirikan pada tanggal 20 Mei 1908 (diperingati sebagai Hari Kebangkitan Nasional) oleh Dr. Wahidin Sudiro Husodo (lulusan STOVIA/ School Tot Opleiding van Indische Arsten) >> Dr. Sutomo, Goenawan Mangoenkoesoemo & Soeraji Desember 1909 Diakui oleh Pemerintah Kolonial Belanda Tujuan: Menggalang dana untuk beasiswa bagi bangsawan Jawa yang lebih rendah untuk memperoleh pendidikan Barat Mengajar pertanian, peternakan dan perdagangan, teknik dan industri budaya

BACA JUGA  Alat Listrik Yang Berfungsi Menghubungkan Dan Memutuskan Arus Listrik Adalah

BUDI UTOMO (BU) Basis organisasi: Ciri budaya dan pendidikan: Non-politik dan kerjasama dianggap sebagai simbol keberhasilan dalam politik etis KONGRES PERTAMA >> Yogyakarta, 3.-5. Oktober 1908 Hasil: Kelemahan Hanya untuk bangsawan >> Kegagalan 1935 Dihapuskan, bergabung Ruang Parindra terbatas pada Seleksi Jawa dan Madura R.T. Tirtokoesoemo (mantan Bupati Karanganyar) sebagai presiden Yogyakarta sebagai pusat organisasi munculnya SI

VOLKSRAAD (1916-1942) Dewan Rakyat Dampak Kebijakan Etika  Kebijakan Desentralisasi Memberikan ruang, peran dan kesempatan bagi bangsa Indonesia untuk memikirkan nasib dan masa depan bangsanya sendiri Mulai dilaksanakan tahun 1905 Belanda Anggota – India Weerbaar (Belanda) Pertahanan Timur Hindia) Proposal Milisi Paruh Waktu Volksraad SI Indonesia >> Lebih Kecil Risikonya Dibandingkan Milisi yang Diakui oleh Buda Utomo

Anggota dan Kekuasaan VOLKSRAAD 39 orang Belanda, 15 orang pribumi dan sisanya orang asing dari Timur Jauh. Dipilih dan diangkat oleh Gubernur Jenderal Pribumi >> Moderat dan Radikal. Radikal ditoleransi dengan harapan bisa diubah menjadi moderat. Tugas >> Councillor (penerima aspirasi rakyat) Hak untuk mengusulkan reformasi kepada Gubernur Jenderal. 1927 >> Collegial government (mengumumkan undang-undang) Tanpa hak mempersoalkan dan menentukan APBN, Volksraad menjadi wadah pertempuran 1942 Volksraad berakhir  Indonesia jatuh ke tangan Jepang –

Bahan Ajar 1 Revisi_diana Wira Rezkyawati

SAREKAT ISLAM – SI – Didirikan pada tahun 1911 oleh H. Samanhudi Awal >> Dagang Sarekat Islam Dasar : Agama Ekonomi >> Mengumpulkan dan memperkuat kemampuan para pedagang Islam untuk bersaing dengan orang asing (Tionghoa)

Perubahan Nama SDI >> SI HOS diusulkan. Cokroaminoto >> tujuan gerakan tanpa batasan Nama dan visi tersebut dicantumkan dalam akta notaris yang dibuat pada tanggal 10 September 1912. Isi : Promosi perdagangan Bantuan kepada anggota yang mengalami kesulitan dalam bidang usaha (modal) Rohani dan jasmani promosi kepentingan penduduk asli Promosi kehidupan iman Islam

KONGRES SI 1 26 Januari 1913 di Surabaya Hasil : SI bukan partai politik, tujuan menghidupkan kembali semangat niaga SI bukan ditujukan kepada pemerintah Belanda HOS Cokroaminoto

Pahlawan kebangkitan nasional, puisi kebangkitan nasional, kebangkitan nasional 1908, arti kebangkitan nasional, kata kata kebangkitan nasional, peta konsep, puisi tentang hari kebangkitan nasional, cerpen kebangkitan nasional, sejarah kebangkitan nasional 1908, lagu kebangkitan nasional, peta konsep pendapatan nasional, pengertian kebangkitan nasional

Tags:

Share:

Related Post

Leave a Comment