Peta Wilayah Kerajaan Kutai

administrator

0 Comment

Link

Peta Wilayah Kerajaan Kutai – Jagoan Banten – Setelah melewati masa pra melek huruf, masyarakat Indonesia memasuki era baru yaitu era Hindu-Buddha. Masa ini disebut juga masa klasik, yaitu masa awal terbentuknya unsur kebudayaan India dan kepulauan india.

Ada empat teori yang menjelaskan integrasi budaya Hindu-Buddha di Indonesia. Pertama, Teori Vaisya. Menurut teori ini, masuknya budaya Hindu Budha ke Indonesia dibawa oleh para pedagang India. Para pedagang tetap berada di india menunggu perubahan jalur musim hujan yang akan membawa mereka kembali ke India. Selama berada di sana, mereka melakukan perkawinan campur dengan penduduk asli dan ikut menyebarkan kebudayaan India di Indonesia.

Peta Wilayah Kerajaan Kutai

1) Menurut C.C Berg, ksatria dari India membantu salah satu orang yang terlibat dalam perebutan kekuasaan di india dan sebagai imbalannya mereka dinikahkan dengan putri pemimpin suku atau kelompok yang mereka bantu. Melalui pernikahan ini, para ksatria dengan cepat menyebarkan tradisi Hindu dan Budha.

Tapak Tilas] Pasang Surut Sejarah Muslim Di Cina

2) Menurut Mookreji, para ksatria membawa pengaruh kebudayaan Hindu-Budha ke Indonesia dengan membangun negara yang kemudian menjadi sebuah kerajaan.

3) Menurut J.L Moens, ksatria Indonesia adalah keluarga kerajaan dari India bagian selatan yang mengungsi ke india ketika kerajaannya runtuh. Kemudian mereka mendirikan kerajaan di Indonesia.

Ide ini muncul setelah melihat peninggalan kerajaan Hindu-Buddha, khususnya prasasti yang menggunakan aksara Sansekerta dan Pallawa. Hanya Brahmana yang menggunakan bahasa ini secara tertulis.

Keempat, Konsep Arus Balik. Menurut teori ini, terbentuknya kebudayaan Hindu-Budha di Indonesia disebabkan oleh aktifnya kerja orang-orang india yang mempelajari agama Hindu-Budha di India dan kembali ke Indonesia untuk menyebarkannya di Indonesia.

Sejarah Negara Kita: February 2018

Untuk mengetahui kelebihan dan kekurangan teori diatas, silahkan membaca artikel Kelebihan dan Kekurangan Teori Integrasi Hindu dan Budha di Indonesia.

Dalam perkembangannya, seiring dengan masuknya kebudayaan Hindu-Buddha di Indonesia, banyak pula berdiri kerajaan-kerajaan Hindu-Buddha. Kota-kota tersebut antara lain:

Mengenai peta pemerintahan Hindu-Buddha di atas, artikel ini hanya akan menyajikan beberapa peta pemerintahan yang dianggap mempunyai peranan penting pada masa Hindu-Buddha, antara lain:

Selain itu, seiring berkembangnya perdagangan di sepanjang Selat Malaka dan wilayah lain di kepulauan Indonesia, para pedagang dari Arab, Persia, dan Gujarat juga mengubah aktivitas ini.

Tarumanagara, Kerajaan2 Bawahan Kerajaan Tarumanagara / Jawa Barat

Kapal-kapal asal negeri ini mulai mengunjungi banyak tempat di pesisir pantai Sumatera sejak abad ke-7 Masehi.

Melalui hubungan dagang, para pedagang ini memperkenalkan ajaran dan nilai-nilai Islam kepada masyarakat Indonesia. Selain para pedagang, para khatib dan pendeta juga memperkenalkan ajaran Islam. Oleh karena itu, banyak didirikan Islamic Center di berbagai daerah seperti Sumatera, Jawa, Kalimantan, dan Maluku.

BACA JUGA  Angka Baku Adalah

Pada abad ke-13 M, kerajaan Islam mulai muncul di Indonesia setelah berakhirnya kerajaan Hindu Budha.

Mengenai kapan Islam pertama kali masuk ke Indonesia dan dari mana asalnya, banyak ahli yang mengutarakan pendapatnya.

Tan Unggal, Sambas Kuno, Kerajaan / Prov. Kalimantan Barat

Ada pula yang mengatakan bahwa bangsa Arab membawa Islam pada abad ketujuh Masehi terbukti dengan banyaknya pengikut aliran Syafi’i di Indonesia. Teori lain mengatakan bahwa Islam dimulai di Persia pada abad ke 10 Masehi dan bukti adanya perayaan 10 Muharram atau Asyura sebagai hari suci bagi kaum Syi’ah.

Teori lain mengatakan bahwa Islam dimulai di Gujarat, India pada abad ke-13 Masehi. Untuk mengetahui lebih jauh mengenai teori migrasi Islam ke Indonesia, silahkan klik pada link “Imigrasi Islam ke Indonesia”.

Dalam perkembangan selanjutnya, banyak kerajaan Islam yang didirikan di Indonesia. Beberapa di antaranya terlihat memiliki wilayah kekuatan yang luas berdasarkan peta kekuatannya sebagai berikut:

Demikianlah artikel tentang peta kerajaan Hindu Budha dan Islam di Indonesia dan semoga bermanfaat bagi para pembaca yang ingin mengetahui perbandingan luas wilayah kerajaan tersebut. Kerajaan Hindu Budha ini menyebar ke banyak tempat. Kepulauan. Ada di Kalimantan, Sumatra, Jawa, dan Bali. Setidaknya ada 12 kerajaan Hindu yang didirikan oleh umat Buddha di Indonesia. apa pun? Simak ulasan berikut ini.

Kerajaan Kerajaan Hindu Buddha Di Indonesia

Kerajaan Kutai dikenal sebagai kerajaan Hindu Budha pertama di Indonesia. Letak kerajaan ini diperkirakan berada di wilayah Muarakaman di tepian Sungai Mahakam, Kalimantan Timur.

Kerajaan Kutai mencapai masa keemasannya pada masa pemerintahan Raja Mulawarman. Saat itu masyarakat Kutai sedang bertani dan berbisnis. Sedangkan dari segi agama, sebagian besar masyarakat menganut agama Hindu.

Sumber sejarah Kerajaan Kutai adalah sebuah naskah bernama yupa yang berbentuk batu bertulis. Yupa juga berfungsi sebagai pengingat upacara pengorbanan.

Kota Tarumanegara terletak di Jawa Barat. Pusat kerajaannya kira-kira berada di sekitar daerah antara sungai Citarum dan Cisadane. Menurut Ndenye Tugu, pusat pemerintahan Tarumanegara kira-kira berada di wilayah Bekasi.

Profil & Peta Koneksi Bisnis Dan Politik 10 Oligark Batubara Terbesar Di Indonesia Di Bawah Pemerintahan Jokowi

Terdapat tujuh naskah yang menjadi sumber utama sejarah kerajaan Tarumanegara. Prasasti tersebut adalah Prasasti Tugu, Prasasti Ciaruteun, Prasasti Kebon Kopi, Prasasti Muara Cianten, Prasasti Jambu (pasir Koleangkak), Prasasti Cidanghiang (Lebak) dan Prasasti Pasir Awi.

Kerajaan Kalinga diyakini terletak di Jawa Tengah. Nama penguasa kerajaan Kalinga adalah Ratu Sima. Ia memulai pemerintahannya sekitar tahun 674 M. Reyna Sima dikenal karena kejujuran dan integritasnya. Masyarakat Kalinga sebagian besar beragama Buddha

Sumber utama kerajaan Kalinga adalah legenda Tiongkok dari Dinasti Tang. Selain itu masih ada tempat lain yaitu Prasasti Tuk Mas.

BACA JUGA  Pasangan Segitiga Di Atas Yang Sebangun Adalah

Pantai timur Sumatera sibuk dengan perdagangan luar negeri. Karena perdagangan tersebut, banyak bermunculan kota-kota dagang yang kemudian menjadi kerajaan, salah satunya Kerajaan Sriwijaya.

Tidore, Kesultanan / P. Tidore

Pusat Sriwijaya diyakini terletak di Palembang dekat pantai dan di sepanjang Sungai Musi. Raja yang terkenal dari Sriwijaya adalah Raja Balaputradewa yang memerintah pada abad ke-9 Masehi. Sriwijaya menjadi pusat ajaran Buddha Mahayana.

Banyak naskah yang menjadi sumber utama sejarah kerajaan Sriwijaya. Prasasti tersebut adalah Prasasti Ketopan Bukit, Prasasti Talang Tuo, Prasasti Telaga Batu, Prasasti Kota Kapur, dan Prasasti Karang Berahi.

Kota Pajajaran terletak di Jawa Barat. Pusat listrik di Pakuan atau Bogor sekarang. Kerajaan Pajajaran diperkirakan berdiri pada tahun 923 Masehi.

Puncak kejayaan Pajajaran terjadi pada masa pemerintahan Sri Baduga Maharaja atau Prabu Siliwangi yang memerintah pada tahun 1482-1521 Masehi. Catatan sejarah Kerajaan Pajajaran antara lain Prasasti Batu Tulis, Prasasti Sanghyang Tapak, dan Prasasti Kawali.

Mereka Yang Dipersatukan Tanda Tanya

Kekuasaan kerajaan Mataram lama diperkirakan meliputi wilayah Jawa bagian tengah dan timur. Raja yang memerintah kerajaan ini adalah Dinasti Syailendra. Salah satu penguasa yang terkenal adalah Raja Sanjaya.

Sebagian besar penduduk Mataram Kuno menganut agama Hindu. Pada masa ini mata pencaharian utama masyarakat adalah pertanian dan yang utama adalah padi.

Sepeninggal Prabu Sanjaya, ia digantikan oleh Rakai Panangkaran. Pada masa Panangkaran, agama Buddha Mahayana berkembang pesat.

Dalam perkembangannya, keberhasilan Kerajaan Mataram Kuno mengalami pasang surut hingga terpecah belah. Keadaan mulai membaik pada masa pemerintahan Mpu Sindok pada tahun 929 Masehi.

Mengapa Letak Kerajaan Sangat Berpengaruh Bagi Perkembangan Ekonomi Setiap Kerajaan?

Mpu Sindok mendirikan Dinasti Isyanawangsa. Ia memindahkan pusat Mataram lama dari Medang ke Daha.

Raja terkenal lainnya adalah Airlangga. Ia membagi Kerajaan Mataram Kuno menjadi Kediri dan Janggala untuk menghindari perang saudara antar penerusnya.

Banyak prasasti yang memuat cerita tentang Kerajaan Mataram Lama. Aksara tersebut antara lain Aksara Canggal, Aksara Kalasan, Aksara Klura, Aksara Kedu, atau Aksara Balitung.

Kerajaan Kediri atau Panjalu berpusat di Daha. Salah satu raja yang terkenal adalah Raja Jayabaya yang memerintah pada tahun 1135 Masehi. Raja inilah yang mengakhiri kekacauan di Kerajaan Kediri agar masyarakat bisa hidup rukun.

Mengenal Dua Kabupaten Calon Ibu Kota Baru

Prasasti penting yang ditinggalkan Raja Jayabaya adalah Prasasti Hantang atau Ngantang, Prasasti Talan, dan Prasasti Sipil Jepang. Sementara itu, banyak tulisan-tulisan terkenal Kerajaan Kediri yang masih bertahan, antara lain Kitab Baratayudha, Kitab Kresnayana, Kitab Smaradahana, dan Kitab Lubdaka.

Kerajaan Singhasari terbentuk setelah berakhirnya Dinasti Kediri. Raja-raja kerajaan Singhasari adalah Ken Arok, Anusapati, Tohjoyo, Ronggowuni dan Kertanegara.

BACA JUGA  Kode Penukaran Higgs Domino Hari Ini 2022

Pada masa pemerintahan Raja Kertanegara, Kerajaan Singhasari mencapai puncak kejayaannya. Kertanegara mempunyai keinginan untuk memperluas wilayah kekuasaan Singhasari. Salah satu upayanya adalah dengan mengirimkan ekspedisi Pamalayu untuk merebut Sriwijaya.

Masyarakat Singhasari beragama Hindu dan Budha. Kedua agama tersebut berkembang. Faktanya, ada keterkaitan antara agama Hindu dan Budha sehingga membentuk aliran Siwa-Buddha dan Tantrayana. Raja Kertanegara sendiri mengikuti kelompok ini.

Blambangan, Kerajaan / Prov. Jawa Timur

Kerajaan Majapahit berdiri setelah jatuhnya kerajaan Singhasari. Pendirinya adalah Raden Wijaya yang setelah menjadi raja diberi nama Kertarajasa Jayawarddhana.

Penerus Raden Wijaya adalah Jayanegara, Tribhuwanattunggadewi, Hayam Wuruk, dan raja-raja lainnya. Pada masa Hayam Wuruk, Majapahit berada pada puncak kejayaannya. Bersama gubernurnya yang bernama Gajah Mada, Hayam Wuruk memperluas wilayah kekuasaan Majapahit yang diperkirakan hampir menjangkau seluruh pulau yang ada di Indonesia saat ini.

Wilayah kekuasaan Majapahit meliputi Pulau Sumatera, Semenanjung Malaya, Tumasik (Singapura), Kalimantan, Sulawesi, Maluku, Kepulauan Nusa Tenggara, Papua dan sebagian Kepulauan Filipina. Tak heran jika Kerajaan Majapahit dikenal sebagai kerajaan terbesar.

Buleleng mulai terkenal setelah zaman Majapahit. Namun Buleleng telah berkembang pesat sejak Dinasti Warmadewa beberapa abad lalu.

Kerajaan Hindu Budha Di Indonesia, Dari Kutai Sampai Majapahit

Perbatasan Buleleng terletak di pesisir pantai, sehingga kota ini menjadi pusat pelayaran. Hasil pertanian antara lain beras, kapas, asam jawa, melon, dan bawang bombay. Semua produk ini dijual di pulau lain. Perdagangan ini dimulai pada masa Anak Wungsu berkuasa pada Dinasti Warmadewa.

Salah satu situs sejarah Dinasti Warmadewa adalah sebuah teks yang dilestarikan di Desa Sembiran. Naskah tersebut ditulis pada tahun 1065 Masehi.

Sumber sejarah antara lain Kitab Liu-sung-Shu dari abad kelima. Menurut buku ini, terdapat sebuah kerajaan di bagian barat pulau bernama P’u-huang atau P’o-huang yang memiliki hubungan dagang dengan Tiongkok.

Sumber lainnya adalah Kitab T’ai-p’inghuang-yu-chi yang ditulis pada tahun 976-983 M. Dalam kitab ini diceritakan bahwa ada sebuah kerajaan bernama T’o-lang-p’p-huang yang terletak di Tenggara. pesisir Pulau Sumatera, sebelah selatan Sungai Musi.

Kerajaan Kutai Ggwp

Hasil penelitian arkeologi menunjukkan kemungkinan adanya pusat kekuasaan di kawasan Kota Kapur, Pulau Bangka. Pusat ini sudah ada sejak sebelum bangkitnya kerajaan Sriwijaya.

Bukti peninggalan kerajaan ini adalah temuan arkeologis

Peta wilayah kekuasaan kerajaan kutai, peta kerajaan kutai, gambar peta kerajaan kutai, wilayah kekuasaan kerajaan kutai, peta konsep kerajaan kutai, kerajaan kutai, peta wilayah kerajaan majapahit, peta letak kerajaan kutai, wilayah kerajaan kutai, peta wilayah kerajaan sriwijaya, peta wilayah kerajaan mataram, peta wilayah kekuasaan kerajaan sriwijaya

Tags:

Share:

Related Post

Leave a Comment