Pimpinan Lapangan Gerakan Apra Yang Berlangsung Di Jawa Barat Adalah

admin 2

0 Comment

Link

Pimpinan Lapangan Gerakan Apra Yang Berlangsung Di Jawa Barat Adalah – Dalang G 30 S/PKI, Latar Belakang APRA, Dewan Konsekuensi PRRI dan Permesta, Upaya Memperjuangkan Irian Barat, Pemberontakan AOI Kebumen

Berbagai kebijakan yang dikeluarkan pemerintah sejak dikeluarkannya Keppres 5 Juli 1959 sampai dengan dikeluarkannya perintah 11 Maret 1966 telah memungkinkan Partai Komunis Indonesia (PKI) yang dipimpin oleh DN Aidit memperluas pengaruhnya ke dalam negeri. kancah politik di Indonesia. Kondisi sosial, politik, dan ekonomi nasional yang tidak stabil hanya berhasil dimanfaatkan oleh PKI dengan membangun simpati di kalangan masyarakat lapisan bawah yang berada di bawah tekanan besar.

Pimpinan Lapangan Gerakan Apra Yang Berlangsung Di Jawa Barat Adalah

Berbagai versi dari berbagai kontroversi G30S/PKI telah terungkap, namun kebenarannya belum bisa dibuktikan. Versi yang berbeda adalah sebagai berikut:

Sejarah Indonesia Masa Kemerdekaan 1945 1998

1. Pertama, versi PKI sebagai dalang peristiwa Gerakan 9/30. Pendukung versi ini mengklaim bahwa PKI telah mengumpulkan kekuasaan secara sistematis. Termasuk infiltrasi klan menggunakan elemen

Bukti yang mendukung versi ini adalah adanya badan khusus yang diketuai Syam Kamaruzaman, badan nonstruktural klan rahasia di bawah D.N. Membantu. Bukti lain adalah dukungan terbuka surat kabar “Harian Rakyat” pada 2 Oktober menentang

Gerakan 30 September. Selanjutnya, bukti versi ini diperkuat dengan pengakuan para pimpinan PKI di hadapan Mahkamah Militer Luar Biasa (Mahmilub). Diakui Njono, misalnya, anggota ormas PKI dilatih sebagai personel cadangan. versi ini

Menurut kesimpulan pembelaan Nyono di hadapan Mahmilub pada 19 Februari 1966, PKI-lah yang berada di balik G30S, dengan dalih membela Presiden Sukarno, baik secara pribadi maupun untuk melindungi “REVOLUSI” yang dieksekusi Presiden Sukarno. . Peristiwa G30S merupakan puncak dari revolusi atau kudeta PKI di Indonesia yang sebelumnya didahului dengan beberapa aksi kekerasan (pembunuhan) terhadap warga sipil di berbagai wilayah Indonesia yang mengakhiri eksistensi penentang komunisme (PKI).

Modul Sejarah Indo Kd. 3.1 Kelas Xii Sma Nasima

Bukti dari kesaksian Menlu Subandrio yang juga Ketua BPI (Badan Pusat Intelijen) menyebutkan bahwa DN Aidit dan Untung Sotopo terlibat dalam aksi G30S, dimana kedua orang tersebut merupakan tokoh utama PKI. Lagi-lagi dengan dalih yang sama, seperti pengakuan Nyono, bahwa ada Dewan Jenderal yang bermaksud menggulingkan kepemimpinan Presiden Soekarno. Tapi seperti yang Nyono nyatakan dengan jelas bahwa PKI-lah yang merancang Dewan Jenderal karena alasan-alasannya sendiri.

Kegagalan G30S/PKI merupakan pukulan telak dalam sejarah perjuangan komunis di Indonesia. Hancurnya pasukan militer G30S/PKI membuat D.N. Aidit melarikan diri ke Jawa Tengah sedangkan Sjam, Pono dan Brigjen Suparjo mundur ke base camp di kawasan perkebunan Pondok Gede. Pada 3 Oktober 1965, Sjam dan Pono bertemu dengan Sudisman untuk bersaksi tentang kegagalan PKI di Kayu Awet, Rawamangun, Jakarta. Usai mendengar laporan tersebut, Sudisman memerintahkan Pono ke Jawa Tengah untuk melaporkan situasi terkini di Jakarta kepada D.N. Membantu.

BACA JUGA  Udin What Do You Think Of Your Classroom Artinya

Pada hari yang sama, D.N. Aidit di Jawa Tengah telah memerintahkan Pono untuk kembali ke Jakarta dengan instruksi lisan kepada Sudisman dan sepucuk surat kepada Presiden Soekarno. Perintah kepada Sudisman adalah agar anggota CC PKI yang masih berada di Jakarta melakukan upaya penyelamatan partai dan Nyono mengutus D.N. Aidit menghadiri rapat kabinet paripurna di Bogor pada tanggal 8 Oktober 1965. Aidit merasa tidak dapat menghadiri rapat tersebut karena tidak ada transportasi ke Bogor dari Jawa Tengah.

Pada sidang paripurna Bogor 8 Oktober 1965, Nyono membacakan naskah yang intinya menyatakan bahwa PKI tidak terlibat dalam apa yang disebut Gerakan 30 September 1965. konsolidasi partai. Pada tanggal 12 Oktober 1965, diadakan pertemuan tidak jelas antara D.N. di Dargo, pimpinan PKI di Solo. Aidit, Pono dan Munir (anggota PKI yang baru datang dari Jawa Timur).

Pemerintahan Revolusioner Republik Indonesia

Pertemuan tersebut diberitahukan bahwa kegagalan gerakan September akan mengungkap keterlibatan PKI. Keberadaan PKI untuk melakukan perjuangan parlementer sudah tidak mungkin lagi. Munir mengajukan usul untuk melakukan gerakan bersenjata, usul Munir disetujui secara prinsip oleh peserta rapat. Aidit menginstruksikan Ponjo untuk mengusut daerah mana yang bisa dijadikan basis PKI untuk melakukan perjuangan bersenjata, daerah yang disarankan untuk dikaji adalah Merapi, Merbabu dan Boyolali, Semarang dan Klaten.

Belum lagi tugas selesai, pergerakan pasukan RPKAD sudah memasuki kota Solo. Meski PKI berusaha melawan, dalam operasi pembersihan yang dilakukan RPKAD di Boyolali, DN Aidit tewas. Peristiwa demi peristiwa berlangsung sangat cepat. Rakyat tidak percaya lagi pada PKI. Rakyat bersama mahasiswa dan tentara yang masih setia pada konstitusi negara membentuk barisan dan bergabung dalam front melawan PKI. akhirnya legalisasi PKI tidak bisa lagi dipertahankan oleh para pendukungnya. Dengan MPRS-RI.NO.XXV/MPRS/1966, PKI dibubarkan dan dinyatakan sebagai organisasi terlarang di seluruh wilayah Republik Indonesia. Tidak hanya itu, dengan keputusan yang sama komunisme dan Marxis-Leninisme dinyatakan ilegal di negara Indonesia.

2. Kedua, ada versi bahwa dalang peristiwa Gerakan 30 September adalah akibat konflik internal di tubuh Angkatan Darat. Versi ini diusulkan oleh Ben Anderson dan Ruth McVey dalam kertas kerja mereka

Kemudian dikenal sebagai Kertas Cornell. Dalam versi ini, kedua ahli tersebut menyatakan bahwa PKI tidak punya alasan untuk melakukan kudeta karena situasi politik saat itu sangat menguntungkan PKI. Oleh karena itu, upaya terbesar PKI adalah mempertahankan status quo dan sebaliknya tidak mencampuradukkannya dengan peristiwa berdarah yang akan merugikan posisinya.

BACA JUGA  Hal Terpenting Dalam Memukul Bola Adalah

Tujuan Pni Dalam Pergerakan Nasional, Ketahui Sejarah Dan Linimasa Berdirinya

Menurut versi ini, peristiwa Gerakan 30 September merupakan puncak kekecewaan beberapa perwira menengah Jawa terhadap pimpinan Angkatan Darat. Perwira-perwira yang “maju” itu merasa para jenderal Angkatan Darat itu “silau melihat gemerlap kehidupan Jakarta” sehingga perlu “diberi peringatan”.

3. Ketiga, ada yang mengatakan bahwa Letnan Jenderal Suharto adalah orang yang sebenarnya di balik peristiwa gerakan 9/30. Mereka kemudian memaparkan sejumlah fakta. Karena Komandan Kostrad adalah jenderal yang biasanya mewakili Panglima Angkatan Darat ketika dia pergi ke luar negeri dan memimpin pasukan. Namun dalam posisi itu, Soeharto tidak masuk dalam daftar korban penculikan. Logikanya, pihak lawan harus menghilangkan prioritas yang dimiliki dan dikuasai pasukan. Kecuali dia dianggap sebagai “teman” atau setidaknya diharapkan bersimpati dengan gerakan tersebut.

Soeharto akan menjadi orang yang haus kekuasaan, yang dapat dilihat ketika ia kemudian menjabat sebagai presiden selama 32 tahun. Saat itu, hambatan Soeharto untuk mendapatkan kekuasaan adalah militer seniornya dan PKI yang dekat dengan Sukarno. G30S adalah cara yang bagus untuk mengalahkan dua musuh sekaligus. Dengan membunuh para panglima angkatan darat, dia punya alasan untuk membasmi PKI yang dituduhkan kepadanya. Kedekatannya dengan Letnan Kolonel Untung, perwira operasi lapangan G30S, membuat tuduhan terhadapnya semakin nyata. Setelah Orde Baru tumbang, banyak terbit buku-buku yang mengacu pada G30S/Suharto. Saya tidak punya bukti, hanya ada prediksi logis.

4. Keempat, versi lain menyatakan bahwa Gerakan 30 September terjadi karena campur tangan Central Intelligence Agency (CIA) Langan Bari. Dinas Intelijen AS diyakini memprovokasi PKI untuk melakukan kudeta. Namun, kudeta itu dikondisikan untuk terjadi sebelum waktunya. Dengan begitu, PKI bisa segera dihancurkan.

Jual Buku Ringkasan Materi Dan Latihan Soal Super Coach Sejarah Indonesia Sma Xii Kurikulum 2013 Revisi

Selama Perang Dingin, kepentingan Amerika Serikat jelas: mencegah suatu negara menjadi negara komunis atau pro-komunis. Ini ditunjukkan dalam pidatonya di Korea dan Vietnam. PKI saat itu adalah partai komunis terbesar ketiga di dunia. Setelah operasi G30S berhasil menyingkirkan PKI (komunis) dan Sukarno (anti barat), Orde Baru Indonesia berpegang teguh pada kapitalisme Amerika. Maksud saya, dari hasil tersebut sangat masuk akal bahwa CIA/AS adalah dalang di balik semua ini.

Versi ini dibawakan oleh Peter Dale Scott, seorang profesor di University of California, AS. Namun, menurut Audrey dan George McTurner Kahin dalam buku “Subversion as a Foreign Policy”, Inggrislah yang memiliki alasan terbesar untuk mendorong perubahan politik di Indonesia. Pasalnya, dengan adanya perubahan politik, Inggris Raya tidak lagi harus mengeluarkan dana yang sangat besar untuk membela Malaysia dari kebijakan konfrontatif yang sedang dilakukan di pihak Indonesia saat itu.

BACA JUGA  Cumanthaka Aniru Pujangga Aksara Jawa

5. Kelima, versi yang menyatakan bahwa peristiwa Gerakan 30 September merupakan skenario yang dilakukan Presiden Soekarno untuk menghilangkan oposisi para pejabat tinggi yang menentang posisi politiknya. Versi ini dikemukakan oleh Anthony Dake, sejarawan Amerika. Kesimpulan ini berdasarkan kesaksian Bambang Widjonarko, ajudan presiden, al Mahmilub. Amerika Serikat juga mempercayai versi ini, terutama karena kinerja Sukarno di pangkalan Halim Perdanakusuma, perlindungannya terhadap sejumlah pemimpin PKI, dan kegagalannya menunjukkan simpati atas pembunuhan Jenderal Pars.

6. Dan versi terakhir menyatakan bahwa Presiden Soekarno ikut campur dalam peristiwa Gerakan 9/30. Menurut Prof. CA Dake, yang mendalanginya adalah Presiden Soekarno, bukan PKI, bukan juga Soeharto. Dake juga membantah tudingan dari banyak pihak bahwa Amerika bersekongkol dengan para jenderal sayap kanan untuk menggulingkan pemerintahan Sukarno. Ia juga mengatakan bahwa sebenarnya Presiden Soekarno sudah mengetahui lebih dulu tentang rencana PKI tersebut. Sebagai gambaran, sebuah “surat rahasia” diserahkan kepada Presiden Soekarno dalam rapat Asosiasi Ahli Teknik di Senayan, Jakarta pada 30 September 1965. Surat itu disebut-sebut berasal dari Kolonel Untung Sutopo.

Harian Waktu Edisi 34 3 April 2017 By Harian Waktu

Versi ini terdapat dalam kumpulan dokumen CIA yang diterbitkan pada tahun 1995, yaitu “The Coup that Backfired”. Dalam pertemuan itu, Brigjen Sugandhi bercerita tentang rencana kudeta PKI, yang ia pelajari dari pembicaraannya dengan D.N. Aidit dan Sudisman. Tap!, konon, Presiden Sukarno benar-benar marah dan menyebut Sugandhi fobia komunis. Presiden Soekarno kemudian memerintahkan Sugandhi untuk diam.

Selanjutnya W.F. Wertheim, seorang sejarawan Belanda, mengklaim bahwa Soeharto memiliki hubungan dengan semua perwira Angkatan Darat yang terlibat dalam Gerakan 9/36. Misalnya, Kolonel Untung Sutopo dan Kolonel Latief, yang merupakan mantan putra semak dan dikenal dekat dengan Soeharto. Perubahan rekening Soeharto juga menimbulkan kecurigaan. Dalam wawancara dengan majalah “Der Spiegel”, Juni 1970, Suharto mengaku sempat berbicara dengan Kolonel Latief di RSPAD Gatot Subroto pada malam 30 September.

Namun,

Lapangan futsal di jakarta barat, lapangan bulutangkis di jakarta barat, lapangan minyak yang terdapat di kalimantan adalah, ukuran lapangan sepak bola yang benar adalah, gerakan senam irama yang mudah dipelajari adalah, ukuran lapangan bulu tangkis yang benar adalah, pemain yang meninggal di lapangan, pemilu yang pernah berlangsung di indonesia, lapangan basket di jakarta barat, dasar dari gerakan reformasi di indonesia adalah, surat perizinan usaha dagang yang harus sudah ada sebelum kegiatan bisnis berlangsung adalah, gerakan tenis lapangan

Tags:

Share:

Related Post

Leave a Comment