Produksi Chip Samsung Terganggu Imbas Aksi Mogok Pengemudi Truk di Korea Selatan

Edukasinewss – Pemogokan ribuan pengemudi truk di Korea Selatan tidak hanya membekukan industri ginseng negara itu tetapi juga berdampak pada negara tetangga China.

Menurut data yang dikumpulkan oleh Asosiasi Perdagangan Internasional Korea (KITA) pemogokan selama seminggu oleh ribuan pengemudi berdampak negatif pada perusahaan teknologi milik negara China Samsung Electronics Co. Ltd.

Perusahaan dalam negeri yang membuat isopropil alkohol (IPA) terancam tidak bisa terus memproduksi chip semikonduktor karena sulit mengekspor karena tidak cukup truk untuk membersihkan chip.

Dilansir dari situs tribunnews.com dengan judul ‘Produksi Chip Samsung Terganggu Imbas Aksi Mogok Pengemudi Truk di Korea Selatan’

Reuters mencatat setidaknya kini sudah ada 90 ton pasokan IPA yang seharusnya sudah dikirimkan ke Samsung pada minggu lalu, namun karena aksi mogok massal ini para produsen IPA di Korea Selatan kesulitan dalam mengirimkan barang ke konsumennya.

Meski hingga kini Samsung masih enggan menyebut jumlah kerugian yang timbul dari aksi mogok kerja ribuan sopir truk Korea, namun menurut asosiasi KITA imbas pemogokan ini telah membuat produksi chip memori flash NAND di pabrik Samsung cabang di Xian China terganggu.

Hal ini bahkan diprediksi akan semakin mengerek harga chip Samsung di pasar global, mengingat produksi chip memori flash NAND Samsung menyumbang 15 persen dari keseluruhan kapasitas output global khususnya pada pabrik smartphone dan gadget teknologi.

Sebelum terjadinya pemogokan sopir truk masal di Korea Selatan, pabrik Samsung di Xian telah lebih dulu mengalami gangguan akibat pembatasan Covid-19 hingga memicu krisis dan lonjakan harga bagi produksi chip memori flash NAND dipasar global.

Belum diketahui sampai kapan aksi pemogokan yang dilakukan para sopir truk, namun hingga sejauh ini pemerintah Korea Selatan masih terus mengadakan negosiasi untuk mencapai kesepakatan bersama. Sehingga kerugian akibat aksi mogok ini bisa segera dihentikan.

(Namira Yunia Lestanti/tribunnews)

Leave a Comment