Pupujian Eling Eling Dulur Kabeh

admin 2

0 Comment

Link

Pupujian Eling Eling Dulur Kabeh – 6 Kata Pengantar Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa telah berperan dalam berbagai kegiatan kebahasaan di bawah Kebijakan Pembinaan dan Pembangunan Kebudayaan sejak tahun kedua dari lima tahun pertama pembangunan nasional. Permasalahan linguistik dan sastra merupakan salah satu permasalahan kebudayaan nasional yang harus ditangani dan direncanakan secara serius guna mencapai tujuan akhir pemajuan dan pengembangan bahasa Indonesia dan bahasa daerah, termasuk sastra. Tujuan utamanya adalah untuk melengkapi bahasa Indonesia sebagai media komunikasi nasional yang baik bagi masyarakat luas, dan penggunaan bahasa Indonesia dan bahasa daerah secara benar dan akurat untuk berbagai keperluan harus dilakukan dengan cara yang berbeda. (1) pembakuan bahasa, (2) perluasan bahasa dengan berbagai cara, (3) penerjemahan karya linguistik dan karya sastra dari berbagai sumber ke dalam bahasa Indonesia, (4) penggandaan informasi melalui penelitian linguistik dan sastra, dan (5) tenaga pengembangan linguistik dan Jaringan Informasi; Menindaklanjuti kebijakan tersebut, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan membentuk Proyek Penelitian Bahasa dan Sastra Indonesia dan Daerah, Proyek Pengembangan Bahasa dan Sastra Indonesia, dan Proyek Pengembangan Bahasa dan Sastra Daerah di lingkungan Pusat Pengembangan dan Pengembangan Bahasa. . . Sejak tahun 1976, Proyek Penelitian Bahasa dan Sastra Indonesia dan Daerah di Jakarta, sebagai proyek pusat, didukung oleh sepuluh proyek penelitian daerah di (1) Aceh, (2) Sumatera Barat, (3) Sumatera Selatan, (3) provinsi. . 4) Jawa Barat, (5) Daerah Istimewa Yogyakarta, (6) Jawa Timur, (7) Kalimantan Selatan, (8) Sulawesi Selatan, (9) Sulawesi Utara, dan (10) Bali. Kemudian pada tahun 1981 ditambahkan proyek penelitian bahasa di lima provinsi: (1) Sumatera Utara, (2) Kalimantan Barat, (3) Riau, (4) Sulawesi Tengah, dan (5) Maluku. Dua tahun kemudian, pada tahun 1983, proyek penelitian regional kembali diperluas ke lima provinsi: (1) Jawa Tengah, (2) Lampung, (3) Kalimantan Tengah, (4) Irian Jaya, dan (5) Nusa Tenggara. Timur. Saat ini terdapat dua puluh proyek penelitian bahasa daerah selain proyek pusat di Jakarta. Naskah laporan penelitian yang telah ditinjau dan diedit oleh rekan sejawat kini diterbitkan untuk digunakan oleh para peneliti dan anggota masyarakat. Naskah Pupujyan Kavya berbahasa Sunda disusun oleh tim peneliti yang beranggotakan: Tini Kartini, Yetty vu

7 Kusmiyati Hadish, Sutedja Sumadipura, Saini K.M., Tisna Sopandi, 1983/1984. didukung oleh Proyek Penelitian Bahasa dan Sastra Indonesia dan Wilayah Jawa Barat. Dr. Adi Sunaryo (manajer proyek penelitian) beserta stafnya (Dr. Utjen Jusen Ranabrata, Workim Harnaedi, Sukadi dan Abdul Rahman), peneliti, reviewer (Dr. Nafron Hasjim), editor naskah (Umi Basiro) dan juru ketik (Tukiyar). memungkinkan untuk menerbitkan buku ini. Jakarta, 28 Oktober 1986. anton m. Kepala Pusat Pembinaan Bahasa dan Pengembangan Bahasa Moeliono. untuk bersaing

BACA JUGA  Gambar Bercerita Tema Mengembangkan Karakter Dan Prestasi Melalui Kreasi Seni

Pupujian Eling Eling Dulur Kabeh

8 Kata Pengantar Kepala Kantor Wilayah Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Barat. Bahasa Indonesia, Bangsa Indonesia dikaruniai satu bahasa, berkembangnya bahasa-bahasa daerah yang tersebar di seluruh nusantara dan mewakili kekayaan budaya nasional yang beragam dalam wujud Binneka Tungal Ika. Hal ini sesuai dengan Pasal 32 UUD 1945 yang menyatakan bahwa kebudayaan nasional adalah kebudayaan yang merupakan hasil usaha penggarapan seluruh bangsa Indonesia dan merupakan kebudayaan lama dan asli yang ada sebagai puncak kebudayaan. Daerah Indonesia dianggap kebudayaan nasional. . Sebagai anggota bangsa yang memiliki budaya majemuk dan semboyan “Binneka Tungal Ika”, setiap suku bangsa di Indonesia harus berperan dalam pengembangan kebudayaan nasional. Begitu pula dengan Jawa Barat yang memiliki bahasa daerah yaitu bahasa Sunda yang merupakan kekayaan budaya yang hidup di Jawa Barat. Oleh karena itu, saya menyambut baik buku-buku bahasa Sunda yang diterbitkan oleh Pusat Kepemimpinan dan Pengembangan Bahasa Departemen Pendidikan dan Kebudayaan melalui Program Penelitian Bahasa dan Sastra Daerah Indonesia dan Jawa Barat tahun anggaran 1986/1987. Kebahagiaan Buku-buku ini tentunya akan semakin meramaikan perpustakaan dengan kemegahan budaya daerah untuk mewujudkan budaya nasional dalam rangka persatuan bangsa yang sejati. itu saja. Ketua Departemen PE ILAYatf Ni3E/uDAYAAN Dr. RACHMAT WIRADINATA NIP IX

Pdf) Puisi Pupujian Dalam Bahasa Sunda

10 Daftar Isi Kata Pengantar Kata Pengantar Pernyataan Daftar Isi Halaman Bab 1 Pendahuluan Latar Belakang dan Rumusan Masalah serta Rumusan Masalah Tujuan dan Batasan Penelitian ‘4 1.4 Hipotesis Utama dan Metode Teoritis serta Gambaran Umum Pengumpulan Data Kependudukan dan Pengumpulan Sampel 2. Bahasa Kerja dan Penerapan % 24 Bab 3 Puisi Arti Pujian Pengantar Analisis Data Analisis Kesimpulan, 49 Bab 4 Kesimpulan dan Saran Kesimpulan Rekomendasi. 52 Daftar Bacaan. 54 LAMPIRAN 1 DAFTAR MAKNA TEMPAT DALAM PUISI CINTA….. LAMPIRAN 2 TEKS PUISI LOS 55 vii, ix xi xiii Xllll.

BACA JUGA  Slogan Tentang Tekad Mempertahankan Pembukaan Uud 1945

13 Permasalahan dan aspek puisi pujian ini serta penerapannya pada permasalahan Dr. Dalam penelitiannya, Yus Rusiana (1971) mengklasifikasikan puisi lirik Sunda menurut isi dan bentuk alaminya (terjemahan-I’ikasi). Meneliti penggunaan (fungsi) pujian dan sejarah pendahulunya. Namun, masih banyak aspek pujian Sunda yang belum ditemukan. Misalnya, apa manfaat relatif himne sebagai karya seni? Apakah Al-Qur’an sumber puisi pujian? Hadits atau sumber lain? Bagaimana hubungan puisi pujian dengan seni vokal dan/atau seni musik (terbang, katak, dan seni musik lainnya)? Misalnya, bagaimana perkembangannya saat ini, dan bagaimana pengaruhnya terhadap teater? Semua pertanyaan tersebut merupakan pertanyaan yang menarik dan patut ditelusuri agar dapat memperoleh pemahaman yang lebih jelas dan mendalam tentang puisi pujian Sunda. 1.2 Rumusan dan Batasan Masa’yyah i.2.i Rumusan Pupujyan adalah doa yang berisi puji-pujian, permohonan, petunjuk dan ajaran yang diilhami oleh agama Islam. Pidato ini biasanya diucapkan dalam bentuk bait (Us Rusiana, 1971:1). Dan, jelas Yus Rusiana, R. Menurut kamus bahasa Sunda yang disusun Satjadibrata (1954), pupujian berasal dari kata muji, yang berasal dari kata pujian yang berarti mengucapkan kata-kata kebaikan atau keunggulan. Pooja menjelaskan, pujian berasal dari kata Sansekerta pooja, yang dalam bahasa Inggris berarti kehormatan atau penghormatan. Dalam bahasa Sunda, Pupujian kadang disebut nadoman yang artinya rangkaian kata yang dihubungkan dengan garis dan garis. Terkadang istilah puia dikontraskan dengan istilah nadoman. Istilah pupujian digunakan pada puisi yang berisi pujian kepada Tuhan, sedangkan nadoman digunakan pada puisi yang berisi ajaran agama, biasanya dengan jumlah baris yang lebih banyak. Istilah Pupujian akan digunakan dalam pengertian di atas dalam penelitian selanjutnya. Oleh karena itu, pujian juga mencakup puisi-puisi yang berisi ajaran agama dan ajaran moral serta adat istiadat.

14 1.2.2 Batasan Masalah Masalah yang diteliti dalam penelitian ini hanya sebatas maknanya saja. Makna di sini mengacu pada empat makna puisi pujian menurut Richards (1956), yaitu makna langsung (feeling), rasa (feeling), nada (tone) dan intensi (intention). Namun secara garis besar kita juga akan membahas tentang bentuk, sumber, fungsi dan kegunaan pujian saat ini. 1.3 Tujuan Penelitian Tujuan penelitian ini adalah mengumpulkan puisi-puisi pujian dari berbagai daerah di Jawa Barat dan menganalisisnya menurut maknanya, yaitu makna langsung, rasa, nada dan maksud. 1.4 ASUMSI DASAR DAN ASUMSI DASAR TEORI Puisi pujian puisi tidak hanya mempunyai makna langsung tetapi juga mempunyai tiga makna lain yaitu rasa, nada dan karsa. Berbeda dengan karya ilmiah, di mana ilmuwan sebisa mungkin melepaskan perasaan, sikap, dan selera pribadinya terkait dengan topik yang dibicarakan, dalam puisi unsur subjektif penyair, yaitu perasaan dan sikap pribadi, merupakan bagian penting dari karyanya. . . Selain itu, pokok bahasan yang dijadikan bahan dalam karya puisi puisi pujian, jika tidak benar-benar bersifat religius setidaknya ada hubungannya dengan kegiatan keagamaan, disini Islam juga mempunyai asumsi yang mendasar terhadap teori puisi pujian. Meski sudah mempunyai makna, namun sebagaimana terlukiskan dengan kata-kata, terdapat perwujudan khazanah puisi Barat, yaitu puisi didaktik. Dr. Us Rusiana (1971:10) antara lain berpendapat bahwa jika gagasan mendahului bentuk, maka yang digunakan adalah konsep sila. Esai seperti ini disebut didaktik. Bila bentuk lebih menguasai gagasan, maka karangan disebut ketrampilan (Kabinankitan, bahasa Sunda). Jika ide dan bentuk menjadi satu, itulah seni. Kemudian Dr. Yus Rusiana menyebutkan, dalam puisi pujian Anda merasa kata didahulukan dan diutamakan daripada bentuk. Sebab banyak hal yang terkandung dalam pujian terungkap sepenuhnya

BACA JUGA  Campuran Pasir Dan Kerikil Dapat Dipisahkan Berdasarkan Sifat Fisik

18 Hasil quick sampling adalah sebagai berikut. A. Pemilihan wilayah Seperti diketahui, Jawa Barat terdiri dari lima wilayah (lokalitas). Dari masing-masing wilayah dipilih dua wilayah sebagai wilayah studi, yaitu: (1) wilayah Banton; Kabupaten Serang dan Kabupaten Tangerang (2) Wilayah Bogor. Kabupaten Sukabumi dan Kabupaten Cianjur (3) Wilayah Purwakarta; Kabupaten Purvakarta dan Kabupaten Subang (4) Kabupaten Priyangan, Kabupaten Bandung dan Kabupaten Siam (5) Kabupaten Sirebon. Kabupaten Sirebon dan Kabupaten Kuningan. B. Jumlah puisi Pupujian yang dikumpulkan dari bahan terpilih (Pupujian) daerah sebanyak 151 judul, yang rinciannya disajikan pada uraian berikut. (1) Kabupaten Serang 4 judul (2) Kabupaten Tangerang 4 judul (3) Kabupaten Cianjur 6 judul (4) Kabupaten Sukabumi 26 judul (5) Kabupaten Purwakarta 11 judul (6) Kabupaten Subang 28 judul (7) Kabupaten Bandung 8 32 judul ) Kabupaten Ciamis 17 judul (9) Kabupaten Cirebon 5 judul (10) Kabupaten Kuningan 18 judul Total 151 judul. Dari 151 judul eulogi diperoleh 81 judul eulogi yang lebih lengkap dan mandiri. Judul 81 himne ini dijadikan bahan contoh (pujian).

Resensi: Kajian Terjemahan Puitis Al Qur’an Di Jawa Barat

19:00

Tags:

Share:

Related Post

Leave a Comment