Ragam Hias Topeng

syarief

0 Comment

Link

Ragam Hias Topeng – Topeng Tatanua merupakan topeng tradisional yang dipakai sebagai helm yang berasal dari masyarakat adat Papua Nugini, Irlandia Baru. Sekelompok pulau di timur laut suatu negara. Topeng yang terbuat dari kayu dan bahan alami lainnya ini dipakai selama festival Malagan.

Bagian muka topeng ini dihiasi dengan berbagai serat tumbuhan seperti serat tebu, rotan, biji-bijian, wol, bulu hewan dan kapur putih serta pewarna alami lainnya.

Ragam Hias Topeng

Topeng Tatanua digunakan oleh penari ritual sebagai bagian dari ritual Malagan untuk mengangkut jiwa orang yang sudah meninggal ke dunia roh yang abadi. Topeng dan patung yang menggambarkan orang mati juga dibuat dan dipajang. Gambar-gambar ini diyakini mewakili arwah orang yang meninggal dan sering kali dihiasi dengan figur manusia dan hewan, yang melambangkan hubungan antara dunia supernatural dan manusia serta asal usulnya.

Gambar Motif Hias Topeng

Karena pembuatan topeng dan ukiran terkadang memakan waktu bertahun-tahun setelah kematian, maka upacara tersebut dilakukan oleh keluarga almarhum. Upacara ini selain untuk sembahyang, juga merupakan pertemuan penting masyarakat untuk menentukan sesuatu dan membuat kontrak.

Francis Leggett Chantry • Ernest Ellis Clark • WJ Coffey • Klub Skating Derby • Harold Gresley • George Holzendorf • Alfred John Keene • Henry Lark Pratt • Dave Payne • Ronald Pope • Samuel Arn Sarner • Louisand Thomas Rayner • George Turner • Joseph Wright

Royal Lancers ke-9/12 • William Gott • Robert Kells • Francis O. Grenfell • Dave Spence • Jenderal Johnson menyelamatkan perwira Prancis yang terluka

Kredit Richard Arkwright • Ceramah tentang Orrery • Janda India • Romeo dan Juliet • Miravan • Miravan • Alkimia • Makam Virgil

Pola Ungu Bulat Seperti Mandala Untuk Karnaval Topeng Topeng Bintang Emas Mengkilap Untaian Manikmanik Emas Untuk Cetakan Pakaian Bagian Belakang Kaos Piring Desain Permukaan Ilustrasi Stok

Budaya Creswell • Derventio • Roman Fort Struts Park • Derby Race Pemukiman Romawi • Perahu Kayu Hansen • Legiun Besar Barbar • Pemakaman Heath Wood • Kastil Codnor • Kastil Duffield • Eckneld St. • Jalan • Antrean panjang

Alcmond Derby • Peter Perez Burdett • Dave Coke • Daniel Coke • William Cavendish, Adipati Devonshire ke-6 • James Ferguson • Richard Niall Freeman • Alfred E. Goody · Sir George Harpur Crewe · Llewellyn Jewett · John Lombe · William John Lombe Pickford · Washington Shirley, 5th Earl of Ferrers · George Sorocold · Joseph Strutt · Charles Sylvest Kedungmonggo adalah nama sebuah desa kecil di Desa Karagapandan, Kecamatan Pakisaji, Malang Propinsi. Malang berjarak 11 km dari pusat kota. Bahkan hingga saat ini, tradisi topeng Malangan masih dilestarikan di desa ini. Oleh karena itu, kampung ini dikenal dengan sebutan kampung Wayang Topeng Malangan dan Seniman Topeng Malangan. Di sini Pertapaan Topeng Malang alias Asamoro Bangun menjadi wadah para seniman tersebut melestarikan seni dan budaya asli Malang. Dibangun pada tahun 1982, sanggar atau vihara ini menjadi bukti bahwa masyarakat Kedungmongo ingin melestarikan budayanya. Masyarakat setempat tidak hanya mempertahankan tradisi ini tetapi juga mulai mengajak masyarakat dari luar daerah untuk mempelajari dan memahami topeng Malangan. Hal ini dibuktikan dengan rutinnya konser yang diselenggarakan oleh vihara, serta pelajaran tari topeng dan kelas pembuatan topeng.

BACA JUGA  Gerak Tari Cepat Sedang Dan Lambat Dibedakan Berdasarkan Dinamika

Dalam pementasannya, Topping berkisah tentang Panaji, seorang Malangan yang mengembara mencari istrinya. Panaji banyak belajar tentang kehidupan melalui orang-orang yang ditemuinya saat mengembara, ia belajar banyak tentang bagaimana menjalani kehidupan itu dengan baik dan benar, mengingat Panaji adalah sosok yang kemudian menjadi raja, pelajaran hidup ini sangat berharga. Hal-hal untuknya. Namun menurut sumber tersebut, selain belajar tentang kehidupan, Panaji juga mengajarkan banyak aspek kehidupan. Seperti salah satu versinya, ada cerita yang menjelaskan cara mengairi sawah dan cara mengelola sistem irigasi yang baik.

Ada 76 jenis topeng di Malang yang masing-masing mewakili karakter. Di panggung biasanya dibutuhkan 20-25 topeng, 1 orang bisa 3 sampai 4 karakter sekaligus. Ke 76 tokoh di atas terbagi menjadi 4 golongan utama, yaitu tokoh baik atau pahlawan, tokoh jahat atau antagonis, tokoh pelayan atau penolong, dan tokoh binatang.

Jual Topeng Pesta Terlengkap & Harga Terbaru Agustus 2023

Setiap tokoh mempunyai watak atau gambaran tersendiri ketika digambarkan pada topeng. Gambar ikonik yang mewakili Panaji sebagai tokoh utama, dimulai dengan topeng mirip manusia, mata mirip manusia, ekspresi tersenyum, dan sosok ompong. Selain itu, mendekorasi masker wajah dengan menggunakan bunga, daun, dan batang merupakan salah satu ciri yang digunakan dalam topeng teater yang baik. Karena bunga dianggap sebagai simbol kebaikan dan keindahan, maka ornamen ini digunakan pada karakter yang baik.

Sedangkan tokoh antagonis dalam hal ini mewakili karakter Subarang, ciri-cirinya seperti mata bulat dan besar, gigi serta ekspresi wajah yang seram. Selain itu, dekorasi yang digunakan tokoh utama berbeda dengan tokoh antagonis jika menggunakan bunga, sedangkan dekorasi tokoh antagonis menggunakan simbol binatang di bagian samping. Karena hewan merupakan simbol kekuatan, maka hewan digunakan sebagai hiasan musuh. Jika seekor binatang ingin mendapatkan sesuatu, itu hanya bergantung pada kekuatannya sendiri dan itu tidak masalah. Oleh karena itu, lawan diibaratkan binatang yang mencapai sesuatu dengan kekuatannya sendiri tanpa menggunakan pikiran, tanpa melihat cara yang salah untuk mencapai suatu tujuan.

BACA JUGA  Sebutkan Dan Jelaskan Macam-macam Teknik Dasar Dalam Permainan Tenis Meja

Lagi-lagi tokoh abdi atau abdi dibedakan dengan ekspresi wajah yang aneh, tidak ada hiasan, karena gambaran abdi sering kali lucu atau jenaka dalam lakon cerita. Sedangkan tokoh binatang merupakan tokoh tambahan dalam cerita, sehingga bentuk dan hiasannya tidak dijelaskan dan tidak mempunyai makna tersendiri sebagai topeng kelompok tokoh lain.

Selain bentuk dan ekspresi wajah, serta hiasannya, setiap warna memiliki arti tersendiri dari warna topeng tersebut. Ada 5 warna dasar yang digunakan pada topeng Malang. Warnanya putih, kuning, hijau, hitam dan merah. Putih melambangkan kesucian dan kesetiaan, kuning kegembiraan dan kebahagiaan, hijau kedamaian dan kesuburan, hitam kebijaksanaan dan merah keberanian. Selain itu juga terdapat warna emas dan biru, emas mempunyai arti yang sama dengan putih dan biru hitam. Warna primer yang digunakan pada topeng adalah warna karakter. Misal karakter Panji Asmoro Bangun menggunakan warna hijau, jika menggunakan warna lain maka topengnya tidak lagi menjadi karakter Panji Asmoro Bangun. Namun tokoh antagonis dan tokoh utama dapat dikenali bukan dari warna topeng aslinya, melainkan dengan melihat bentuk topeng seperti yang telah disebutkan sebelumnya.

Fashion Vintage Bohemia Cetak Bandana Rambut Band Untuk Gadis Perempuan Ikat Kepala Persegi Syal Wajah Topeng Cross Turban Bandana Hiasan Kepala _

Adakah topeng khusus yang disakralkan di dalam topeng Malangan? Menurut Pak Handyo, baik sumber maupun pemilik pertapa tersebut tidak menyebutkan ada masker khusus. Namun ada “masker khusus” yang menggunakan bahan berbeda dari biasanya. Umumnya masker berukuran kecil dibuat dengan menggunakan bahan baku kayu sengo. Namun untuk topeng khusus ini, digunakan kayu pohon yang dianggap keramat oleh penduduk setempat. Ada 10-12 masker yang menggunakan bahan unik tersebut. Topeng ini dipercaya dapat dengan mudah menampung roh nenek moyang pada saat pertunjukan, sehingga akan menghasilkan efek yang lebih dramatis atau membuat kecantikan pemakainya semakin terlihat saat menggunakannya.

BACA JUGA  Sebutkan Contoh Bunyi Lemah

Pertunjukan tari Malangan Ves mempunyai waktu tersendiri. Yang pertama dilaksanakan pada bulan Suro dan merupakan waktu yang sangat sakral untuk dilaksanakan, karena pada saat itu merupakan hari pertama penanggalan Jawa, pertunjukan ini dianggap sebagai penjaga hari atau awal tahun baru. tahun. . Keduanya diadakan rutin setiap minggu Cliven. Mengapa Cliveon hari Minggu? Masyarakat setempat percaya bahwa hari tersebut adalah hari dibukanya desa Kedungmongo oleh para leluhur. Durasi pementasannya pun berubah seiring berjalannya waktu: sebelumnya, jika pementasan disebarkan sepanjang malam, bagian teater akan segera berakhir. Seringkali terpecah dan terorganisir. Sebelum pementasan, jika pementasannya menggunakan konspirasi, ada ritual yang harus dilakukan. Menurut sumbernya, ritual tersebut tidak terlalu rumit dan hanya melibatkan sedikit pengorbanan sebagai prasyarat untuk memohon kepada roh leluhur. Namun jika pertunjukannya hanya sesuai karakter, maka ritual tersebut tidak perlu dilakukan.

Tari topeng Malang dipercaya sebagai cara memanggil roh leluhur. Dipercaya bahwa roh nenek moyang berperan dalam pertunjukan tersebut namun tidak sebatas samadhi pada penarinya, sehingga menimbulkan aura yang berbeda dan semarak serta membuat penari semakin hidup terhadap peran yang dimainkannya. Nenek moyang yang akan datang akan memberikan contoh perbuatan baik dalam alur saat ini. Pertunjukan topeng Malang inilah yang kemudian menjadi sarana penyampaian pesan budaya kepada generasi penerus. Konser yang rutin diadakan setiap minggu di Klivon juga dipandang warga sebagai upaya “membersihkan desa”. Itulah sebabnya pertunjukan tetap berlangsung baik ada penontonnya atau tidak. Tergantung pada sumbernya, mereka percaya bahwa pertunjukan pasif atau pertunjukan umum ini ditujukan untuk makhluk dari dunia lain atau dalam hal ini bahkan nenek moyang mereka. Dengan adanya konser aktif tersebut, warga menganggap hal tersebut sebagai bentuk rasa syukur mereka kepada para leluhur yang telah membuka lahan desa di kawasan tersebut. Mereka percaya bahwa nenek moyang mereka dapat melindungi desa mereka dari wabah penyakit. Oleh karena itu, tari topeng Malangan ini diyakini dapat mematahkan semangat masyarakat setempat. Tak hanya keindahan alamnya yang menakjubkan, Indonesia juga mengejutkan dunia dengan beragam budaya dan adat istiadatnya.

Ragam hias daun, ragam hias, media ragam hias, ragam hias kalimantan, ragam hias jepara, ragam topeng nusantara, gambar ragam hias manusia, ragam hias tumbuh tumbuhan, ragam hias batik, ragam hias bahan tekstil, motif ragam hias bali, topeng hias

Tags:

Share:

Related Post

Leave a Comment