Raja Kejam Dan Sewenang-Wenang Yang Menjadi Penghambat Dakwah Dari Nabi Ibrahim Adalah

administrator

0 Comment

Link

Raja Kejam Dan Sewenang-Wenang Yang Menjadi Penghambat Dakwah Dari Nabi Ibrahim Adalah

Raja Namrud: Raja Kejam dan Sewenang-Wenang yang Menjadi Penghambat Dakwah Nabi Ibrahim

Raja Namrud adalah raja yang memerintah Babilonia pada abad ke-19 SM. Ia dikenal sebagai raja yang kejam dan sewenang-wenang. Ia tidak percaya kepada Tuhan dan memaksa rakyatnya untuk menyembah berhala. Ia juga menindas dan menganiaya siapa saja yang tidak mau mengikuti perintahnya.

Suatu hari, lahirlah seorang bayi laki-laki bernama Ibrahim di Babilonia. Ibrahim tumbuh menjadi seorang pemuda yang cerdas dan beriman kepada Tuhan. Ia tidak mau menyembah berhala seperti yang diperintahkan oleh Raja Namrud. Ia pun mulai berdakwah kepada kaumnya untuk menyembah Tuhan yang Esa.

Dakwah Ibrahim tidak berjalan mulus. Raja Namrud marah besar ketika mengetahui bahwa Ibrahim tidak mau menyembah berhala. Ia pun memerintahkan agar Ibrahim ditangkap dan dibakar hidup-hidup. Rakyat Babilonia yang melihat kekejaman Raja Namrud mulai memprotes. Mereka tidak ingin melihat Ibrahim dibakar hidup-hidup.

Raja Namrud akhirnya mengurungkan niatnya untuk membakar Ibrahim. Namun, ia tetap tidak mengizinkan Ibrahim untuk berdakwah. Ia juga memerintahkan agar Ibrahim dan keluarganya diusir dari Babilonia.

Ibrahim dan keluarganya pun meninggalkan Babilonia dan pergi ke Palestina. Di sana, Ibrahim melanjutkan dakwahnya kepada kaumnya. Ia mengajarkan kepada mereka tentang Tuhan yang Esa dan mengajak mereka untuk menyembah-Nya.

Dakwah Ibrahim semakin lama semakin menyebar. Banyak orang yang mulai percaya kepada Tuhan yang Esa. Raja Namrud geram mendengar hal ini. Ia pun mengirim pasukannya untuk menangkap Ibrahim dan membawanya kembali ke Babilonia.

Ibrahim dibawa ke hadapan Raja Namrud. Raja Namrud bertanya kepada Ibrahim mengapa ia tidak mau menyembah berhala. Ibrahim menjawab bahwa ia hanya menyembah Tuhan yang Esa. Raja Namrud marah besar dan memerintahkan agar Ibrahim dibakar hidup-hidup.

BACA JUGA  Tiktokio.com Download

Ibrahim dibawa ke tempat pembakaran. Namun, api tidak menyentuh Ibrahim. Ibrahim selamat dari kobaran api. Raja Namrud semakin marah dan memerintahkan agar Ibrahim dilempar ke dalam sungai. Namun, Ibrahim tidak tenggelam. Ia selamat dari sungai.

Raja Namrud akhirnya menyadari bahwa Ibrahim adalah seorang nabi yang benar. Ia pun meminta maaf kepada Ibrahim dan mengizinkannya untuk berdakwah di Babilonia. Ibrahim melanjutkan dakwahnya dan banyak orang yang akhirnya percaya kepada Tuhan yang Esa.

Raja Namrud adalah raja yang kejam dan sewenang-wenang. Ia menjadi penghambat dakwah Nabi Ibrahim. Namun, pada akhirnya, Raja Namrud menyadari kesalahannya dan meminta maaf kepada Ibrahim. Ibrahim pun melanjutkan dakwahnya dan banyak orang yang akhirnya percaya kepada Tuhan yang Esa.

Tags:

Share:

Related Post

Leave a Comment