Rute Perjalanan Cornelis De Houtman

administrator

0 Comment

Link
Rute Perjalanan Cornelis De Houtman

Rute Perjalanan Cornelis De Houtman

Rute Perjalanan Cornelis De Houtman

Cornelis de Houtman (1565-1599) adalah seorang pelaut dan penjelajah Belanda yang melakukan perjalanan ke Hindia Timur pada akhir abad ke-16. Perjalanannya sangat penting karena membuka jalan bagi penjajahan Belanda di wilayah tersebut.

Perencanaan Perjalanan

Pada tahun 1595, Cornelis de Houtman diangkat sebagai pemimpin armada kecil yang terdiri dari empat kapal. Tujuannya adalah untuk menemukan rute alternatif ke Hindia Timur, yang saat itu dikuasai oleh Portugis. De Houtman dan krunya berlayar dari pelabuhan Amsterdam pada tanggal 2 April 1595.

Rute Pelayaran

De Houtman dan krunya berlayar ke selatan menyusuri pantai barat Afrika. Mereka kemudian menyeberangi Samudra Atlantik dan berlayar ke selatan hingga mencapai Tanjung Harapan Baik. Dari sana, mereka berlayar ke timur melintasi Samudra Hindia.

Pada bulan Juni 1596, De Houtman dan krunya mencapai pulau Jawa. Mereka berlabuh di pelabuhan Banten dan disambut oleh Sultan Banten. De Houtman dan Sultan Banten menandatangani perjanjian perdagangan, yang memungkinkan Belanda untuk membeli rempah-rempah di Banten.

Perjalanan Pulang

Setelah menghabiskan beberapa bulan di Banten, De Houtman dan krunya berlayar kembali ke Belanda. Mereka berlayar ke barat melintasi Samudra Hindia. Mereka kemudian menyeberangi Samudra Atlantik dan berlayar ke utara hingga mencapai pantai Inggris.

Pada tanggal 14 Agustus 1597, De Houtman dan krunya tiba di pelabuhan Amsterdam. Mereka disambut sebagai pahlawan karena berhasil menemukan rute alternatif ke Hindia Timur. Perjalanan De Houtman membuka jalan bagi penjajahan Belanda di wilayah tersebut.

Penjajahan Belanda di Hindia Timur

Setelah keberhasilan De Houtman, Belanda mulai mengirimkan armada dagang secara teratur ke Hindia Timur. Belanda mendirikan pos-pos perdagangan di berbagai wilayah, termasuk Batavia (Jakarta), Maluku, dan Banda. Belanda juga menaklukkan kerajaan-kerajaan lokal dan memperoleh kendali atas perdagangan rempah-rempah.

BACA JUGA  Cek Arti Nama

Penjajahan Belanda di Hindia Timur berlangsung selama lebih dari 300 tahun. Selama periode ini, Belanda memperoleh kekayaan besar dari perdagangan rempah-rempah. Namun, penjajahan Belanda juga menyebabkan banyak penderitaan bagi penduduk lokal. Belanda memaksa penduduk lokal untuk bekerja di perkebunan dan tambang mereka. Belanda juga memonopoli perdagangan rempah-rempah, yang menyebabkan harga rempah-rempah menjadi sangat mahal.

Penjajahan Belanda di Hindia Timur berakhir pada tahun 1949, ketika Belanda mengakui kedaulatan Indonesia.

Tags:

Share:

Related Post

Leave a Comment