Sumene Tegese

admin 2

0 Comment

Link

Sumene Tegese – Selain Pulau Giliyang yang dijuluki Pulau Oksigen, objek wisata alam Boekit Tinggi bisa menjadi pilihan saat berkunjung ke Sumenep, Madura. (Mohamad Fahrul)

, Jakarta – Sumenep merupakan sebuah daerah di Jawa Timur yang beribukota di Sumenep. Kabupaten ini memiliki luas wilayah 2.093,45 kilometer persegi dan jumlah penduduk 1.041.915 jiwa.

Sumene Tegese

Sumenep yang terletak di pesisir timur Pulau Madura merupakan wilayah yang unik karena terdiri dari wilayah yang mencakup 126 pulau (berdasarkan hasil operasi gabungan Wilayah Kabupaten Sumenep). Jumlah pulau berpenghuni di Kabupaten Sumenep hanya 48 pulau atau 38 persen, sedangkan pulau tidak berpenghuni sebanyak 78 pulau atau 62 persen.

Pdf) The Key To Success Increasing Customer Satisfaction Of Smes Product Souvenir Food

Pulau Karamian di Kecamatan Masalembu merupakan pulau tertinggi di bagian utara dekat Kalimantan Selatan. Saat ini Pulau Sakala merupakan pulau tertinggi di sebelah timur yang berdekatan dengan Pulau Sulawesi. Pulau paling utara adalah Pulau Karamian dalam Kelompok Pulau Masalembu dan pulau paling timur adalah Pulau Sakala.

Tentu bukan hanya itu saja yang menarik dari Sumenep. Berikut enam fakta menarik Kabupaten Sumenep yang dirangkum dari berbagai sumber.

Nama Sumenep berasal dari kata Songènèb yang sepengetahuannya berarti Kawi atau Jawa Kuna. Kata “Sung” berarti ceruk/cekungan/lembah, dan kata “ènèb” berarti tempat yang tenang.

Jika diterjemahkan dalam-dalam, Songènèb/Songennep (dalam bahasa Madura) berarti “lembah/kolam yang tenang”. Penyebutan kata Songènèb populer sejak kerajaan Singhasari menguasai Pulau Jawa, Madura dan sekitarnya, sekitar abad ke-13.

Pdf) “why Mantoring Is Not The Solution. A Rebuttal To ‘the Association Between Early Career Informal Mentorship In Academic Collaborations And Junior Author Performance.’”

Pergantian nama terjadi pada awal abad ke-18 ketika Belanda mulai berperan dalam menentukan kekuasaan politik pemerintahan Madura, termasuk Sumenep. Perubahan nama Songenep menjadi Sumenep antara lain untuk memodifikasi atau menyederhanakan pengucapannya agar lebih sesuai dengan pengucapan Belanda.

Bagi mereka, lebih mudah mengucapkan Sumenep dibandingkan mengucapkan Songennep. Selain itu, perubahan nama tersebut juga untuk memberi pengaruh pemerintahan Belanda terhadap masyarakat Sumenep, seperti perubahan nama Jayakarta menjadi Batavia.

Sumenep mempunyai sebutan “Sumekar”, singkatan dari “Sumenep Karaton”, karena daerah ini telah lama mempunyai banyak keraton sebagai pusat pemerintahan Adipati. Saat ini kota Sumenep juga dikenal dengan nama Bumi Sumekar.

Untuk keperluan pemasaran pariwisata, Sumenep mempunyai brand pariwisata “Sumenep Si Kemurnian Hati”. Julukan ini didasari oleh karakter masyarakatnya yang selalu menjaga sopan santun dan kebaikan kepada setiap pengunjung serta pemandangan alam yang selalu memberikan kebaikan dan kedamaian kepada setiap wisatawan.

BACA JUGA  Makna Lagu See You Again

Pdf) Clathrin Containing Adhesion Complexes

Selain itu, banyak pulau di Sumenep yang juga mempunyai julukan tersendiri. Misalnya Kepulauan Kapajang yang digabungkan dengan nama Pulau Kangean, Pulau Paleat, dan Pulau Panjang, karena di pulau-pulau tersebut terdapat taman air dengan terumbu karang dan biota laut lainnya yang berkembang menjadi Taman Nasional Bunaken.

Pulau Kangean juga lebih dikenal dengan nama Pulau Cukir, karena di kawasan inilah tingkah laku hewan Sumenep dikembangkan berupa ayam. Kini burung ini menjadi maskot Sumenep dan Jawa Timur.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, WhatsApp di 0811 9787 670 hanya dengan mengetikkan kata yang diinginkan.

Masjid Agung Sumenep atau dikenal dengan Masjid Jami Sumenep, merupakan masjid kebanggaan warga Sumenep. Awalnya bernama Masjid Panembahan Somala, masjid ini merupakan salah satu dari 10 masjid tertua dan memiliki bangunan unik di kepulauan tersebut.

Awali Mou, Universitas Wiraraja Menuju Kampus Merdeka

Masjid ini dibangun pada masa pemerintahan Panembahan Somala penguasa Sungenep XXXI yang dibangun pertama kali pada tahun 1779 dan selesai pada tahun 1787. Masjid ini dibangun setelah dibangunnya Keraton Sumenep dengan bangunan salah satunya yaitu Lauw Piango. Bangunan ini merupakan salah satu bangunan penunjang keraton yaitu sebagai tempat peribadatan keluarga dan masyarakat lainnya.

Arsitektur masjid ini sepenuhnya dipengaruhi oleh budaya Tionghoa, Eropa, Jawa, dan Madura, salah satunya pada pintu masuk utama masjid, arsitekturnya memiliki beberapa unsur budaya Tionghoa. Masjid ini juga memiliki menara yang dipengaruhi budaya portugis dalam arsitekturnya, menara ini terletak 50 meter dari sebelah barat masjid.

Kawasan Konservasi Daerah Kabupaten Sumenep (KKPD Kabupaten Sumenep) merupakan salah satu kawasan konservasi yang ada di Jawa Timur. KKPD Kabupaten Sumenep terletak di Pulau Sapangang dan sekitarnya. Pulau Sapangang terletak di Kecamatan Sepekan. Ekosistem utama di KKPD Kabupaten Sumenep adalah hutan mangrove. Jenis yang hidup di dalamnya adalah ikan hias dan ikan karang. Di KKPD Kabupaten Sumenep terdapat 64 jenis ikan.

Kawasan KKPD Kabupaten Sumenep selama ini dijadikan sebagai tempat berkembang biak ikan. Pariwisata yang dikembangkan di KKPD Kabupaten Sumenep berupa panorama alam yang meliputi tumbuhan, satwa, dan bentang alam. KKPD Kabupaten Sumenep dapat dicapai dengan menggunakan transportasi air dari Pelabuhan Kalianget di Kabupaten Sumenep.

Hidroponik, Solusi Budidaya Tanaman Sayuran Di Desa Karanganyar

Sumenep dan tempat lain di Madura identik dengan masakan sate atau sate. Namun ada beberapa jenis makanan Sumenep yang kurang enak.

BACA JUGA  Tulislah Teks Drama Antara 8-12 Kalimat Dialog

Yaitu Soto Sabreng yang berbahan dasar soto jeroan, lontong, dan singkong rebus. Soto ini juga menggunakan saus kacang sebagai bagian kuahnya. Soto Sabreng kuah kacang terbuat dari kacang tanah yang dicampur dengan minyak ikan dan bumbu lainnya.

Itu adalah Soto Selminguh atau dikenal juga dengan rujak selinguh yang merupakan perpaduan antara soto dan rujak. Soto selinguh merupakan jeroan ayam itik berupa sayur soto dan rujak yang diberi bumbu kacang.

Ada pula Lontong Campor yang terdiri dari lontong, daging sapi, irisan timun, bihun, bawang goreng, irisan daun bawang, sambal kacang, dan cabai. Saat ini kuah kampor dibuat dari campuran kuah daging, merica, santan, bawang putih, cabai merah, pala, kayu manis dan bumbu lainnya.

Pdf) Integration Of Islam And Local Culture: Tandhe’ In Madura

Untuk jajanan ada Apen yang merupakan kue tradisional Sumenep. Roti ini terbuat dari tepung beras, santan, dan sirup gula. Bentuk monyetnya seperti serabi yang diberi santan dan gula merah. Kuliner lain yang ada di Sumenep antara lain Soto Campur, Kuah Kokot, Kalsot, Rojek, Masak Pae, Pentol Gape dan masih banyak lagi.

Keraton Sumenep merupakan kediaman kerajaan para adipati/raja yang memerintah Sumenep. Istana ini dibangun pada abad ke 17 tepatnya pada tahun 1781. Yang membedakan istana ini adalah arsitekturnya yang mirip dengan di Tiongkok, karena dirancang oleh seniman Tiongkok yaitu Lauw Piango.

Kompleks bangunan keraton banyak menampung orang-orang miskin. Tidak dibangun sekaligus, namun dibangun dan diperluas secara bertahap oleh keturunannya.

Kini wisatawan dapat melihat sejarah Keraton Sumenep di Museum Keraton Sumenep yang terletak di Jalan Dr. Sutomo No. 6, Lingkungan Delama, Pajagalan, Kabupaten Sumenep. Di museum ini terdapat berbagai artefak sejarah Keraton Sumenep mulai dari bangunan, alat upacara adat, perhiasan, prasasti, koleksi senjata, hingga peralatan anggota keluarga kerajaan.

Masyarakat Minta Kejelasan Hukum Kades Saobi Pemotong Blt Dd

* Benar atau Penipuan? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan cek nomor WhatsApp 0811 9787 670 dengan mengetikkan kata yang diinginkan saja. Banten, pintu gerbang matahari terbenam di Pulau Jawa. Provinsi paling barat dan pertama di Pulau Jawa, meskipun terkecil diantara provinsi lainnya. Hasil pemekaran dari Provinsi Jawa Barat yang menyimpan ribuan keindahan alam, budaya, flora dan fauna. Tak hanya itu, Banten yang telah eksis ratusan tahun dan memiliki banyak catatan sejarah pada bangunan tradisionalnya yang indah. Namun Banten masih belum banyak terdengar di telinga masyarakat karena pariwisatanya.

BACA JUGA  Ciri Khas Tarian Menirukan Gerakan Kupu-kupu Yang Dilakukan Adalah

Kastil abad ke-17 ini tentu menarik perhatian ketika melintas. Meski hanya melihat reruntuhannya saja, sisa-sisa kejayaan kolonial untuk sementara masih terasa di mata batin kita. Benteng ini memiliki banyak lorong bawah tanah, beberapa di antaranya masih belum ditemukan. Fort Speelwick berdiri di atas rumput hijau yang dipotong secara teratur sehingga perpaduannya menciptakan keselarasan antara masa lalu dan alam.

Anda masing-masing bermimpi menjadi pangeran atau putri dari kerajaan kecil yang indah dengan istana besar yang penuh dengan permata indah. Namun tidak asyik jika Anda hanya bermimpi jika Anda bisa mewujudkan sebagian dari mimpi itu. Ya, dengan berkunjung ke Istana Kaibon, mungkin bayanganmu sebagai seorang bangsawan akan terwujud! Istana ini dibangun dengan baik hingga dihancurkan oleh pemerintah kolonial Belanda pada tahun 1832. Namun meski kini hanya tinggal reruntuhan, kegelapan istana masih terpancar dari dindingnya.

Bangunan peninggalan ini mungkin kecil dan sepi. Namun bangunan ini turut membantu menyediakan air bersih pada masa kolonial. Dua konstruksi lain yang memiliki fungsi serupa namun tak kalah indahnya yaitu Induksi Putih dan Induksi Abang. Tak jauh dari Pengindelan terdapat sebuah telaga indah bernama Tasikardi. Cobalah berkunjung saat musim panas, semua amarah Anda pasti akan hilang saat berkunjung ke tempat ini.

Saronen, Merupakan Seni Musik Asli Madura

Candi ini berbeda dengan candi-candi pada umumnya di Indonesia. Tak heran jika arsitekturnya datang langsung dari Tiongkok. Vihara ini merupakan vihara tertua di provinsi Banten yang dibangun pada abad ke-16 terletak 15 kilometer sebelah utara kota Serang. Sempat menjadi tempat perlindungan masyarakat saat erupsi gunung Krakatau, Kuil Avaloekitesvara disebut-sebut sebagai “penyelamat” masyarakat Dermayon. Altar utama biara didedikasikan untuk Dewi Kwan Im, Ibu Dunia.

Vihara ini terletak di dekat Masjid Raya Banten, namun tetap menjaga keharmonisan, karena inilah semangat Indonesia yang sebenarnya.

Masih di sekitar kuil Cina ada biara baru bernama Sobhita. Pura ini menganut ciri tridharma, yaitu gereja tiga agama; Budha, Konfusianisme, dan Taoisme. Di Cap Go Meh tempat ini ramai dan penuh dengan jajanan pasar dan hal-hal menarik.

Pura ini juga mengikuti prinsip Tridharma. Tetapi gereja-gereja terutama Budha dan Tao bermunculan

Example Of Sickle Cell Maculopathy. (first And Third Rows) Patchy Areas…

Wasis tegese, tegese pawarta, tegese cangkriman, tumpeng tegese, gawok tegese, tegese tembang, mbabar tegese, tegese panyandra, tegese, misuwur tegese, gegayuhan tegese, pawiyatan tegese

Tags:

Share:

Related Post

Leave a Comment