Teks Eksposisi Bonang

administrator

0 Comment

Link

Teks Eksposisi Bonang – Orkestra Gamelan adalah ansambel musik yang biasanya terdiri dari metalofon, gambang, gendang, dan gong. Istilah gamelan mengacu pada alat musik/instrumen yang dibuat dan dimainkan secara bersama-sama sebagai satu kesatuan yang utuh. Kata gamelan sendiri berasal dari bahasa Jawa gamel yang artinya menabuh/memainkan mistar, diikuti akhiran an yang menjadi asal muasal namanya. Orkes gamelan banyak ditemukan di pulau Jawa, Madura, Bali dan Lombok di Indonesia dalam berbagai ukuran dan bentuk. Di Bali dan Lombok saat ini, serta di Jawa hingga abad ke-18, istilah gong dianggap identik dengan gamelan. (Sumber dokumen: http://sbragnar.com/images/Indonesia/DSC01578.jpg)

Sebelum munculnya gamelan, pada awal sejarah tercatat, Indonesia didominasi oleh kebudayaan Hindu-Buddha yang merupakan representasi kesenian asli Indonesia. Alat tersebut diciptakan dalam bentuknya yang sekarang pada masa Kerajaan Majapahit. Berbeda dengan musik India, satu-satunya pengaruh India terhadap musik gamelan adalah cara memainkannya. Dalam mitologi Jawa, gamelan diciptakan oleh Sang Hyang Guru, dewa penguasa seluruh Jawa pada masa Saka, yang mempunyai istana di Gunung Mahendra di Medangkamulan (sekarang Gunung Lawu). Sang Hyang Guru adalah orang pertama yang menciptakan gong untuk memohon kepada para dewa. Dua gong diciptakan untuk menyampaikan pesan yang lebih spesifik, dan akhirnya dibuatlah satu set gamelan.

Teks Eksposisi Bonang

Gambar kelompok alat musik pertama ditemukan di Candi Borobudur di Magelang, Jawa Tengah, berasal dari abad ke-8. Alat-alat musik seperti pipa bambu, lonceng, lonceng desa dengan berbagai ukuran, kecapi, alat musik gesek dan alat pemetik ditemukan pada relief tersebut. Namun, banyak ditemukan unsur alat musik logam. Namun kenyamanan instrumen tersebut konon merupakan cikal bakal gamela.

Pdf) Eksistensi Kesenian Barongan Setyo Budoyo Di Desa Loram Wetan Kecamatan Jati Kabupaten Kudus

Menyetem dan mengaransemen gamelan merupakan proses yang rumit. Gamelan menggunakan empat metode penalaan, yaitu sléndro, pélog, “Degung” (khusus daerah Sunda atau Jawa Barat) dan “madenda” (disebut juga diatonis, sama dengan tangga nada minor asli yang umum digunakan di Eropa).

Musik gamelan merupakan perpaduan berbagai pengaruh seni luar negeri. Keterkaitan nada-nada dari Tiongkok, alat musik dari Asia Tenggara, kelompok gendang dan gerakan musik dari India, dawai dari Timur Tengah bahkan gaya militer Eropa yang kita dengar saat ini dalam musik tradisional Jawa dan Bali.

Jalinan komponen yang penuh melodi, ritme, dan timbre menjaga kejayaan musik orkestra gamelan Bali. Pilar-pilar musik ini mempertemukan keberagaman karakter masyarakat pedesaan Bali dalam sebuah tatanan musik khas yang menjadi bagian tak terpisahkan dalam kehidupan sehari-hari.

BACA JUGA  Tujuan Adanya Adat Istiadat Dalam Masyarakat Adalah

Untuk daerah sekitar Jawa Tengah dan Yogyakarta, gamelan umumnya terdiri dari dua pangkon (jenis) yaitu Slendro dan Pelog dengan nada yang berbeda. Slendro pada dasarnya merupakan nada minor, sedangkan Pelog menghasilkan nada yang mendekati diatonis. Berikut kumpulan gamelan jawa yang umum dimainkan di jawa tengah antara lain:

Gamelan Jawa Kelas Xii

Kendang adalah alat musik ritmis (tidak mengganggu) yang fungsinya mengatur ritme dan termasuk dalam kelompok “membranofon”, yaitu alat musik yang bunyinya berasal dari selaput kulit atau bahan lain.

Kendang biasanya dimainkan oleh para pemain gamelan profesional yang telah lama mendalami budaya Jawa. Kendang dimainkan lebih sesuai naluri pemukulnya, sehingga nuansanya berbeda-beda bila dimainkan oleh orang yang satu dengan yang lain.

Menurut bukti sejarah, sekelompok membranafon populer di Jawa sejak pertengahan abad ke-9 M dengan nama berikut: padahi, Brokena (padaha), murawa atau muraba, mrdangga, mrdala, muraja, panawa, kahala, damaru, kendang. . Istilah tertua “padahi” muncul dalam prasasti makam candi bertanggal 821 M (Goris, 1930). Sebagaimana tercatat dalam Nagarakrtagama yang ditulis oleh Mpu Prapanja pada tahun 1365 (Pigeaud, 1960), istilah tersebut terus digunakan hingga masa Majapahit.

Penyebutan kendang dengan nama yang berbeda-beda menunjukkan bahwa bentuk, ukuran, dan bahan yang digunakan berbeda-beda, antara lain: kendang kecil yang digambarkan pada patung sedang memegang dewa, kendang tersebut disebut “damaru”.

Berita & Artikel

Rebab muncul di Pulau Jawa sekitar abad ke-15 dan ke-16 setelah zaman Islam sebagai adaptasi dari alat musik gesek Arab yang dibawa oleh para penyebar Islam dari Arab dan India. Tersebar di Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur. Rebab terbuat dari kayu dan resonatornya dilapisi kulit tipis, mempunyai dua senar dan mempunyai tangga nada pentatonik. Menggunakan busur dan tiga atau dua senar logam (tembaga), alat musik ini memiliki badan kayu tanduk (biasanya) dan berlubang serta dilapisi kulit sapi kering sebagai papan suaranya.

Alat musik resonator tradisional berbentuk biola lainnya adalah Tehyan yang terbuat dari tempurung kelapa. Biola jenis ini terdapat di DKI Jakarta, Jawa, dan Kalimantan Selatan.

Untuk daerah Jawa Tengah dan Yogyakarta, alat musik ini biasanya berupa dawai yang terdiri dari dua dawai yang dirangkai pada sebuah papan kayu yang badannya berbentuk hati dan dilapisi dengan kulit kayu (kulit tipis) daging sapi (kulit tipis).

Sebagai salah satu instrumen utama, rebab dikenal sebagai pemimpin lagu dalam ansambel, khususnya permainan drum yang lembut. Pada sebagian besar komposisi, rebab menentukan lagu yang akan dimainkan, laras dan paté, serta memainkan lagu pembuka dari lagu tersebut.

BACA JUGA  Cara Memasukan Kode Tiktok

Jenis Jenis Gamelan Jawa (contoh Wacan Eksposisi)

Bidang tonal Rebab mencakup area bagian mana pun. Oleh karena itu, alur lagu rebab memberikan panduan yang jelas terhadap alur komposisinya. Dalam sebagian besar komposisi, rebab juga mengarahkan musik ansambel untuk berpindah dari satu bagian ke bagian lainnya.

Merupakan alat musik wilahana (bilaan Jawa) dengan enam atau tujuh vilas (satu oktaf) yang dipasang pada rangka kayu, yang juga berfungsi sebagai resonator untuk memukul perkusi kayu.

Saat membawakan balunga ini, tangan kanan memukul vilahan/pelat logam dengan perkusi, kemudian tangan kiri menekan vilayet yang telah dipukul sebelumnya untuk menghilangkan dengungan yang ditinggalkan oleh nada sebelumnya. Teknik ini disebut methet (kata kunci : pathet = memeras)

A. Benar, alat musik ini berukuran besar dan memiliki oktaf tengah. Demung memainkan balungan gendhing di area terbatas. Biasanya instrumen gamelan mempunyai satu atau dua demung. Namun ada gamelan di keraton yang memiliki lebih dari dua demung.

Macapat, Membaca Tahapan Empat Dalam Diri

B. Saron, alat musik ini berukuran sedang dan mempunyai oktaf tinggi. Seperti Demung, Saron bermain tangkap di wilayahnya yang terbatas. Pada teknik perkusi imbal-imbal, dua saron memainkan gaya medley dengan tempo cepat. Satu set gamelan mempunyai dua saron, namun ada pula gamelan yang mempunyai lebih dari dua saron.

C. Peking, bentuk saron terkecil dan oktaf tertinggi. Saron memainkan perkusi ganda atau empat kali lipat pada lagu panerus atau Peking Balungan.

D. Slenthem secara struktural termasuk dalam genus slenthem dalam keluarga; sebenarnya, kadang-kadang disebut kata ganti gender. Tapi ada banyak pisau seperti slenthem saron;

Saron (balungan) mempunyai oktaf paling rendah dalam kelompok alat musiknya. Seperti halnya demung dan saron barung, slenthem membawakan lagu-lagu barung di tempat yang terbatas.

Teks Eksposisi Gamelan Jawa

Slenthem adalah alat musik gamelan yang terdiri dari lembaran logam tipis lebar yang digantungkan pada seutas tali dan direntangkan pada pipa, yang apabila dipukul mengikuti nada saron, ricik, dan balungan sehingga menghasilkan bunyi senandung atau gaung yang rendah. Seperti halnya alat musik gamelan lainnya, slenthem tentunya mempunyai versi slendro dan versi pelog. Wilahan Slenthem Pelog biasanya mempunyai rentang nada C sampai B, sedangkan slenthem slendro mempunyai rentang nada C, D, E, G, A, C’. Cara bermain:

Cara memainkan slentem sama dengan bermain balungan, ricik atau saron. Tangan kanan mengayunkan tongkat dan tangan kiri “bergerak” melawan getaran yang disebabkan oleh lembaran logam. Dibutuhkan insting atau feeling seorang penabuh drum untuk menghasilkan suara atau senandung yang bagus ketika memainkan slentem. Pada nada C, D, E, G misalnya, gema yang muncul saat Anda memainkan nada C akan hilang sama sekali saat Anda menekan nada D, dan seterusnya.

BACA JUGA  Cerita Keagamaan Terkait Dengan Materi Panca Yama Dan Nyama Brata

Cara yang digunakan untuk tempo kendang sama dengan yang digunakan pada balungan, ricik dan saron. Namun dalam beberapa situasi, seperti demung imbal, dimainkan slentem untuk mengisi jeda antara ketukan lambat pada nada balungan dan ketukan ganda pada nada balungan. Atau mungkin dalam kasus slenthem Anda harus mengalahkan setengah gubuk karena permainan gubuknya cepat, seperti bidak Gangsaran.

Alat musik ini terdiri dari rangkaian sepuluh hingga empat belas gong kecil yang disusun secara horizontal pada dua baris dawai yang dirangkai pada bingkai kayu. Para pemain duduk di tengah di kedua sisi gong beroktaf rendah, memegang drum elips di masing-masing tangan.

Pdf_20221029_191523_0000 Pages 1 37

Ada tiga jenis klakson dalam ansambel, yang berbeda dalam ukuran, wilayah oktaf, dan fungsinya. Bonang untuk gamelan Jawa ada dua jenis, yaitu Bonang Barung dan Bonang Penerus/Penembung

Dia yang tertinggi di antara mereka dan menggunakan ketel terkecil. Biasanya mencakup dua oktaf (terkadang lebih pada instrumen gaya slendro dan solo), mencakup ukuran yang kira-kira sama dengan gabungan saron dan pekin. Memainkan irama bonang paling cepat, mengupas atau memainkan dua kali lebih cepat dari bonang barung.

Bonag berbunyi satu oktaf di bawah panerus dan biasanya mencapai dua oktaf, hampir sama jenisnya dengan gabungan demung dan saron. Ini adalah salah satu instrumen terpenting dalam ansambel, karena memberikan banyak isyarat kepada pemain gamelan lainnya.

Adalah nada terendah. Ini lebih umum pada gaya gamelan di Yogyakarta, berukuran sama dengan slenthem dan demung. Dalam gaya gamelan tunggal, mungkin terdapat deretan enam (slendro) atau tujuh kettlebell dalam register yang sama dengan slenthem. Ini disediakan untuk repertoar tertinggi, biasanya memainkan bentuk balunga lainnya.

Teks Eksposisi B.jawa 1 36

Bagian-bagian yang dimainkan pada bonang barung dan bonang panerus lebih kompleks dibandingkan kebanyakan instrumen gamelan, sehingga sering dianggap sebagai instrumen. Lagu ini memainkan lagu berbasis gubuk, meski terkadang berubah. Namun, bisa juga dimainkan dalam pola yang lebih kompleks

Teks eksposisi tentang kesehatan, teks eksposisi tentang tsunami, contoh teks eksposisi singkat, teks eksposisi berita, contoh teks eksposisi berita, kaidah teks eksposisi, teks eksposisi ekonomi, eksposisi teks, macam macam teks eksposisi, teks eksposisi lidah buaya, ciri kebahasaan teks eksposisi, contoh teks eksposisi analitis

Tags:

Share:

Related Post

Leave a Comment