Tujuan Penentuan Harga Energi Di Indonesia

administrator

Tujuan Penentuan Harga Energi Di Indonesia – JAKARTA, Efektif 1 Januari 2015, pemerintah telah mengambil langkah resmi transfer subsidi bahan bakar minyak (BBM) premium melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Dalam melaksanakan kebijakan tersebut, penetapan harga premium mengacu pada fluktuasi harga minyak di pasar dunia, yang diperkirakan dalam jangka waktu tertentu, namun tetap ditentukan berdasarkan peraturan pemerintah.

Pemerintah menilai subsidi BBM yang diberikan sebelumnya belum mencapai tujuannya. Subsidi ini biasanya digunakan oleh masyarakat kaya dan bukan oleh masyarakat miskin dan masyarakat yang hidup dalam kemiskinan. Terlebih lagi, subsidi BBM premium terus menghabiskan seluruh anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) dan menghilangkan peluang belanja produksi lainnya.

Tujuan Penentuan Harga Energi Di Indonesia

Nyatanya, keadaan tersebut tidak sesuai dengan upaya Presiden RI Joko Widodo. Dia ingin memperluas sektor manufaktur melalui pembangunan infrastruktur, pendidikan dan kesehatan. Dengan begitu, masyarakat bisa merasakan manfaat jangka panjang dari pengalihan subsidi.

Peluang Dan Tantangan Dalam Pengembangan Energi Terbarukan: Kontribusi Industri Panel Surya

“Arah subsidi energi dalam APBN harus dikurangi demi pembangunan yang adil dan merata,” tegas Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Ignatius Jonan beberapa kali, mewakili Presiden Jokowi.

Hal serupa disampaikan Direktur Jenderal Industri Minyak dan Gas Bumi (Dirgen) Igo Sihrial. Ia menjelaskan, pemerintah terus mengalihkan dana subsidi BBM ke kegiatan yang lebih produktif. “Pemerintahan ini secara konsisten mengarahkan anggaran yang tidak produktif ke anggaran yang lebih produktif. Dia selalu konsisten,” tegas Ego, Senin (9/12), saat ditemui di kantornya.

BACA JUGA  Quiz Sejarah

Sejak tahun 2009 hingga tahun 2014, jumlah subsidi BBM mengalami peningkatan. Subsidi bahan bakar berjumlah Rp 191 triliun pada tahun 2014. Jumlah ini kemudian dikurangi menjadi Rp 43,9 triliun (2015) dan Rp 18,7 triliun (2016). Jika kita hitung, subsidi mengalami penurunan sebesar Rp 172,3 triliun antara tahun 2014 dan 2016. Angka ini berfokus pada pemerataan pembangunan di beberapa bidang prioritas.

Secara keseluruhan, pemerintah berhasil mengurangi subsidi bahan bakar (BBM, LPG, listrik) sekitar 64 persen atau Rp 419 triliun selama dua tahun terakhir (2015-2016), dibandingkan periode dua tahun sebelumnya.

Ptbe Minggu 1

Pada saat yang sama, pemerintah mempunyai pandangan tersendiri mengenai penetapan harga BBM berdasarkan daya beli masyarakat dan inflasi, meskipun hal tersebut mencerminkan fluktuasi harga minyak di pasar dunia. Misalnya, pemerintah memutuskan untuk tidak mengubah harga premium dan solar hingga akhir September 2017. Harga bensin premium (bahan bakar khusus pesanan) sekitar Rp 6.450/liter dan solar bersubsidi Rp 5.150/liter.

“Pemerintah telah memutuskan harga BBM khususnya premium RON 88 dan solar atau biodiesel tidak akan dinaikkan mulai 1 Juli 2017 hingga 30 September 2017. Jadi, tidak ada kenaikan harga BBM dalam tiga bulan ke depan. . Sidang pemerintahan diadakan di Istana Merdeka Jakarta pada Juni lalu, kata Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Ignatius Jonan.

Lalu mengapa pemerintah tetap mempertahankan harga tersebut dan tidak mengacu pada harga keekonomian penuh? Bahayakah jika harga minyak dunia naik?

Kementerian ESDM menjelaskan, laba bersih penjualan BBM tahun 2016 sebesar Rp 1,8 triliun mencerminkan harga bensin premium pada April 2017. Hal ini merupakan salah satu posisi pemerintah untuk menurunkan harga premium dan solar bersubsidi agar tidak naik. Penjualan premium mengalami defisit Rp967 miliar karena dijual di bawah harga keekonomian yang ditutupi keuntungan Rp2,849 miliar dari penjualan solar bersubsidi.

BACA JUGA  Volume Prisma Layang Layang

Bos Pln Buka Tujuan Jadikan Bumn Energi Terbarukan Anak Usaha

Saat ditanya apakah perlu menaikkan harga premium dan solar, Kompas (17/3) dari Jakarta memberitakan: “Masih aman karena masih ada sisa keuntungan dari tahun lalu. Tidak perlu dinaikkan”, kata Jonan.

Pengalihan subsidi BBM merupakan keputusan tepat dan membawa sejumlah dampak positif. Pertama, penetapan APBN merupakan keputusan politik, artinya masih ada ruang berapa besaran belanja APBN yang dialokasikan berdasarkan asumsi yang telah ditentukan. Berdasarkan penyalurannya, dapat dihitung besaran bantuan pemerintah untuk harga satu liter bahan bakar dengan memperhitungkan perkiraan konsumsi bahan bakar. Pendekatan ini diterapkan dalam proses pembahasan APBN dan akan dimasukkan dalam pembahasan APBN Perubahan.

Kedua, kebijakan penyesuaian harga bahan bakar setiap tiga bulan menghilangkan reaksi berlebihan terhadap harga komoditas lainnya, yang biasanya dipengaruhi oleh faktor psikologis seperti kenaikan harga bahan bakar yang relatif besar. Oleh karena itu, tidak ada tekanan risiko inflasi.

Ketiga, rumusan harga BBM masih diatur dalam Perkara Nomor 002/PUU-1/2003 UU Mahkamah Konstitusi Nomor Tentang Permohonan Penyidikan Formal dan Substantif 22/2001 Tentang Minyak dan Gas Bumi PP Nomor 30/ Tahun 2009 tentang perubahan PP no. 36/2004 yang mengubah 72 bagian ujung hilir rantai produksi minyak dan gas bumi: “Harga bahan bakar minyak dan gas bumi diatur dan/atau ditetapkan oleh pemerintah.”

Pdf) Ekonomi Politik Transisi Energi Di Indonesia

Keempat, kepemimpinan Jokowi-JK dengan cepat mulai melakukan reformasi struktur APBN dan mengalihkan alokasi belanja konsumen ke konsumsi yang lebih produktif. Namun, pemerintah tidak gagal dalam memperhatikan masyarakat miskin dan orang-orang yang hidup dalam kemiskinan. Kementerian ESDM terus menyalurkan subsidi (solar, elpiji, dan minyak tanah) kepada kelompok ini.

BACA JUGA  Bentuk Latihan Gerak Tubuh Sesuai Dengan

“Pada dasarnya pemerintah hanya memberikan subsidi solar, minyak tanah, dan gas cair, karena ketiga hal tersebut sangat diperlukan oleh masyarakat (kelas bawah), sehingga pemberian subsidi premium bukanlah tujuan yang tepat,” kata Aham.

Lebih lanjut Igo mengatakan, “Kami bekerja keras bersama Kementerian Sosial untuk memastikan dukungan ini benar-benar sampai ke masyarakat. Tolong jangan berikan kesempatan kepada orang-orang yang tidak miskin atau berisiko kemiskinan untuk mendapatkan (dukungan) ini.” dia berkata. (ALS)

Tujuan hemat energi, tujuan energi alternatif, energi terbarukan di indonesia, sumber energi terbarukan di indonesia, perkembangan energi terbarukan di indonesia, potensi energi terbarukan di indonesia, penerapan energi terbarukan di indonesia, tujuan energi terbarukan, tujuan penggunaan energi alternatif, permasalahan energi terbarukan di indonesia, mengapa penentuan tujuan pesan bisnis sangat penting, tujuan konservasi energi

Artikel Terbaru

Leave a Comment