Vaksin Polio Serentak

administrator

Vaksin Polio Serentak

Vaksin Polio Serentak

Vaksin Polio Serentak: Melindungi Anak-anak dari Penyakit Lumpuh Polio

Polio adalah penyakit menular yang disebabkan oleh virus polio. Virus ini dapat menyerang sistem saraf dan menyebabkan kelumpuhan. Polio dapat dicegah dengan vaksin polio yang diberikan secara oral.

Vaksin polio serentak atau yang lebih dikenal dengan nama Sub Pekan Imunisasi Nasional (SUB PIN) Polio adalah kegiatan pemberian vaksin polio secara serempak kepada semua anak berusia 0-59 bulan di seluruh Indonesia. Kegiatan ini bertujuan untuk melindungi anak-anak dari penyakit polio dan mencapai eradikasi polio di Indonesia.

SUB PIN Polio pertama kali dilaksanakan pada tahun 1995 dan telah berhasil menurunkan angka kejadian polio di Indonesia secara signifikan. Namun, pada tahun 2005-2006 terjadi Kejadian Luar Biasa (KLB) polio di beberapa provinsi di Indonesia, yang disebabkan oleh rendahnya cakupan imunisasi polio.

Untuk mencegah terjadinya KLB polio lagi, pemerintah Indonesia kembali melaksanakan SUB PIN Polio pada tahun 2007 dan 2008. Pada saat itu, cakupan imunisasi polio mencapai 95% dan tidak ada lagi kasus polio yang dilaporkan di Indonesia.

Namun, pada tahun 2018, terjadi lagi KLB polio di Kabupaten Pidie, Aceh. KLB ini disebabkan oleh rendahnya cakupan imunisasi polio di daerah tersebut.

Untuk menanggapi KLB polio di Kabupaten Pidie, pemerintah Indonesia kembali melaksanakan SUB PIN Polio pada tahun 2019. Pada saat itu, cakupan imunisasi polio mencapai 98% dan tidak ada lagi kasus polio yang dilaporkan di Indonesia.

SUB PIN Polio merupakan kegiatan yang sangat penting untuk melindungi anak-anak dari penyakit polio. Kegiatan ini harus dilaksanakan secara rutin dan berkesinambungan agar Indonesia dapat terbebas dari polio.

Berikut ini adalah beberapa manfaat dari SUB PIN Polio:

  • Melindungi anak-anak dari penyakit polio.
  • Mencapai eradikasi polio di Indonesia.
  • Meningkatkan cakupan imunisasi polio.
  • Mencegah terjadinya KLB polio.
  • Menyelamatkan nyawa anak-anak.
BACA JUGA  Berita Terkini 2024 Bencana Alam

Cara Melaksanakan SUB PIN Polio

SUB PIN Polio dilaksanakan dengan cara pemberian vaksin polio secara oral (OPV) kepada semua anak berusia 0-59 bulan. Vaksin OPV diberikan secara gratis di posyandu, puskesmas, dan rumah sakit.

Orang tua wajib membawa anaknya ke posyandu, puskesmas, atau rumah sakit terdekat untuk mendapatkan vaksin polio. Vaksin polio diberikan secara bertahap, yaitu:

  • Dosis 0: diberikan pada saat bayi berusia 0-2 bulan.
  • Dosis 1: diberikan pada saat bayi berusia 2-3 bulan.
  • Dosis 2: diberikan pada saat bayi berusia 4-6 bulan.
  • Dosis 3: diberikan pada saat bayi berusia 9-12 bulan.
  • Dosis 4: diberikan pada saat anak berusia 18-24 bulan.

Efek Samping Vaksin Polio

Vaksin polio merupakan vaksin yang aman dan efektif. Namun, beberapa anak mungkin mengalami efek samping ringan setelah mendapatkan vaksin polio, seperti:

  • Demam ringan.
  • Sakit kepala.
  • Nyeri otot.
  • Mual.
  • Muntah.
  • Diare.

Efek samping ini biasanya akan hilang dalam waktu 1-2 hari. Jika anak mengalami efek samping yang lebih serius, segera konsultasikan dengan dokter.

Kontraindikasi Vaksin Polio

Vaksin polio tidak boleh diberikan kepada anak yang:

  • Memiliki alergi terhadap vaksin polio atau salah satu komponennya.
  • Sedang sakit berat.
  • Memiliki kelainan sistem imun.

Jika anak memiliki kondisi kesehatan tertentu, konsultasikan dengan dokter sebelum mendapatkan vaksin polio.

SUB PIN Polio: Lindungi Anak-anak dari Penyakit Polio

SUB PIN Polio merupakan kegiatan yang sangat penting untuk melindungi anak-anak dari penyakit polio. Kegiatan ini harus dilaksanakan secara rutin dan berkesinambungan agar Indonesia dapat terbebas dari polio.

Orang tua wajib membawa anaknya ke posyandu, puskesmas, atau rumah sakit terdekat untuk mendapatkan vaksin polio. Vaksin polio diberikan secara gratis dan aman.

BACA JUGA  Quotes Zina

Dengan melindungi anak-anak dari penyakit polio, kita dapat menyelamatkan nyawa mereka dan masa depan mereka.

Artikel Terbaru

Leave a Comment